Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Yasir pria setia dan tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain.


__ADS_3

Yasir dan Rili yang sedang duduk di restoran menunggu pesanan mereka datang, melihat Asistennya dan Maura masuk juga ke Restauran itu. Yasir memanggil Jef dan mengajak bergabung.


"Hai Rili, apa kabar?" ucap Maura dengan tersenyum. Dia pun mendudukkan bokongnya di kursi yang berada dihadapan Rili.


"Baik." Jawab Rili singkat. Dia melirik Yasir yang duduk di kursi sebelah kanannya. Yasir tersenyum. Sedangkan Jef dan Maura sudah duduk dihadapan pasangan suami istri itu.


"Waahh kalian sudah akrab?" ucap Yasir.


"Iya Bos. Jodoh kali." Jawab Jef, cengar-cengir. Dia malu dengan dirinya yang sok percaya diri itu. Dia kemudian melirik Maura, yang menanggapinya biasa saja. Sehingga Jef akhirnya diam membeku. Dipikirnya, Maura akan senang dengan lelucon nya itu.


"Berarti yang bersama Abang Yasir tadi Maura." Gumam Rili dalam hati. Dia memperhatikan penampilan Maura yang memang nampak berkelas itu. Beda sekali dengan dirinya, yang lebih suka berpenampilan biasa.


Yasir melihat ada rasa tidak percaya diri istrinya itu, saat Rili memperhatikan dengan seksama Maura. "Kamu yang paling is the best sayang." Ucap nya sambil memegang kepala Rili dan mengelus rambutnya kemudian menciumnya yang membuat Rili sangat malu dengan tingkah Yasir itu. Wajah putihnya langsung memerah seperti tomat matang. Dia pun menunduk, dan mencubit pelan paha Yasir di bawah meja.


"Auuww......!" ucap Yasir refleks. Maura dan asisten Jef, hanya tersenyum melihat tingkah Yasir dan Rili. utu


Jujur Maura cemburu kepada Rili. Tapi, cemburunya itu tidak ada gunanya. Yasir itu sangat mencintai Rili. Bagaimana pun usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan Yasir. Tidak akan berhasil. Yasir itu tipe setia.


Acara makan malam itu pun akhirnya usai. Yasir dan Rili memilih masuk ke kamar. Sedangkan Asisten Jef sedang berusaha pendekatan kepada Maura, dengan mengajak Maura berkaraoke. Maura yang hobby bernyanyi itupun mengiyakan ajakan asisten Jef.


"Sayang," ucap Yasir sambil mengelus-elus kepala Rili dan sesekali menciuminya dalam dekapannya.


"Hmmmm..." Jawab Rili. Jari lentiknya bermain-main di dada Yasir ditumbuhi bulu itu. Terkadang Rili menusuk-nusuknya dan terkadang Rili memelintir p*uting buah dada Yasir, yang membuat Yasir kegelian.


"Stop, stop sayang! jari-jari Adek jangan bermain-main disitu. Geli banget." Ucap Yasir menggelinjang yang membuat Rili tertawa.


Rili pun menghentikan aksinya, karena Yasir sudah kecapekan karena tertawa. Setelah Yasir tenang. Dia kembali mendekap Rili dalam pelukannya.


"Kira-kira hasil lembur kita ini sudah membuahkan hasil gak ya?" ucap Yasir lembut tangan kanannya mengusap-usap perut Rili yang masih datar itu.


Rili menggerakkan tangan kanannya, menyentuh tangan Yasir yang berada di perutnya. "Kalau Allah mengizinkan, seharusnya sudah sayang. Karena selama kita melakukannya, Adek dalam masa subur." Ucap Rili lembut.


"Besok kita ke Dokter obgyn ya sayang?" ucap Yasir masih mengelus-elus perut datar Rili.


"Ngapain sayang?"


"Periksa rahim Adek, apa adonan yang kita buat sudah menempel belum di rahim Adek." Ucap Yasir dengan bahagianya. Sungguh apabila Rili benar-benar sudah hamil. Maka itu adalah nikmat yang tak terkira yang diberikan Allah kepada mereka.


Rili tersenyum, Dia melirik suaminya itu. Tangan halusnya bergerak menyentuh pipi suaminya.


"Kalau diperiksa sepertinya belum ketahuan itu sayang, kita aja baru menikah genap 8 hari. Dan penyatuan tubuh kita baru 5 hari." Ucap Rili serius. Dia masih mengelus-elus pipi Yasir.


Ucapan Rili yang mengatakan penyatuan tubuh, membuat organ tidak bertulang diantara ************ Yasir menjadi keras dan tegang.


"Jadi kapan kita ceknya sayang?" tanya Yasir dengan suara berat, gairah nya sudah bergelora.


"Kita bisa cek setelah Adek telat haid dua Minggu."


"Kapan Adek akan halangan?" tanya Yasir kepo.


"Aduh, banyak banget sich pertanyaannya. Adek kantuk, acara tanya jawabnya besok aja ya sayang." Ucap Rili, Dia menggerakkan tubuhnya berbalik membelakangi Yasir. Rili sengaja melakukan itu. Karena Dia sangat suka, apabila Yasir memeluknya dari belakang.


"Sebelum tidur, satu ronde lagi yuk sayang!" pinta Yasir dengan nada suara yang begitu mengiba, yang membuat Rili mau tertawa.

__ADS_1


"Tapi kan tadi sudah sayang. Dua ronde malah. Besok pagi aja ya? ucap Rili. Dia menarik tangan Yasir dan membuatnya sebagai bantal.


"Pingin sekarang sayang." Tangan sudah mulai tidak bisa dikondisikan lagi. Sudah merayap ke bagian-bagian sensitif Rili.


"Adek malas nanti cebok lagi. Malas jalan dan terkena air." Jawab Rili bohong, Dia juga menginginkannya. Siapa sih yang mau menolak surga dunia. Apalagi katanya Bila seorang istri melayani suaminya dengan bahagia, ikhlas dan bersungguh-sungguh, sampai sang suami puas terhadapnya, maka surga menjadi hak bagi sang istri.


Rili hanya mengerjai suaminya itu, Dia ingin melihat seberapa sabar Yasir membujuknya nya. Yasir tidak peduli dengan alasan istrinya itu. Bibir Yasir mengecupi dan menjil*ti ceruk leher dan telinga Rili, yang membuat Rili benar-benar terangsa*ng, Rili menggerak-gerakkan bahunya. Dia sudah tidak tahan dengan perlakuan Yasir, Dia frustasi dan ingin lebih.


Rili akhirnya berbalik, dan langsung melu*mat bibir Yasir yang membuat Rili begitu kecanduan. Permainan kali ini pun dikendalikan oleh Rili, yang membuat Yasir tersenyum puas.


🌄🌄🌄


Keesokan harinya, tepat pukul 11 siang, Yasir mengajak Rili ke suatu tempat. Yang daerahnya sih masih dikenal Rili, karena jalan yang mereka lewati, adalah jalan mau ke rumah orang tua Rili.


Rili menguap berkali-kali di dalam mobil yang Yasir kenderai. "Adek menkantuk?" tanya Yasir lembut, dan memegang tangan Rili yang berada di atas pahanya.


"Iya sayang." Ucap Rili dengan menguap, punggung tangannya menutup mulutnya yang terbuka itu.


"Adek kecapean itu, tadi pagi kelamaan mandi laut sich." Ucap Yasir, Dia menarik tangan Rili dan menciuminya.


"Mungkin sayang." Ucapnya pelan, kelopak matanya sudah terasa berat. Seperti ditimpa batu besar. Akhirnya Rili tertidur. Yasir tersenyum melihat istriny itu. Dia kembali mengecup punggung tangan dan jemari Rili.


Hingga tibalah mereka di tempat tujuan. Yasir memberhentikan mobilnya di halaman rumah yang megah itu. Dia melirik Rili yang masih tertidur pulas.


"Kamu tidur seperti ini sangat cantik sayang." Ucapnya. Dia pun turun dan memutari mobilnya. Membuka pintu mobil sebelah Rili. Dia kembali memandangi wajah istrinya yang sangat cantik di indera penglihatannya. Dia mengecup kening Rili dan membuka seatbelt. Kemudian menggendong Rili ala bridal style.


Merasa tubuhnya seperti disentuh. Rili pun terbangun. Dia sadar ternyata suaminya itu sedang menggendongnya.


"Ini rumah siapa sayang?" ucap Rili dengan ekspresi wajah takjub dan tidak percaya. Baru kali ini bola matanya melihat rumah semewah itu.


"Massa Allah, ini rumah cantik dan indah sekali sayang interior." Ucapnya. Kedua bola matanya menyoroti sudut ruangan yang bisa dijangkau matanya itu.


"Iya sayang, rumah ini masih satu lingkungan dengan rumah Ayah dan Ibu." Ucap Yasir tersenyum.


"Turunin Adek bang!" Rili minta diturunkan. Dia akan berkeliling rumah mereka yang megah itu.


Rumah Yasir dan Rili ada tiga lantai, semua fasilitas lengkap. Ada Mushollah di dekat taman, ada kolam renang. Ada tempat olah raga, ada home teather, perpustakaan. Tamannya luas.


Setelah Yasir menurunkan Rili dari gendongannya. Rili pun berkeliling taman. Sungguh Dia sangat menyukai rumah ini. Berada di tempat yang jauh dari polusi udara. Tapi masih dekat dengan akses lalu lintas. Bahkan jarak rumah mereka sangat dekat dengan bandara hanya 4 km.


Yasir memeluk Rili dari belakang saat Rili berada di taman samping. "Ini rumah milik Adek. Surat-suratnya atas nama Adek. Semua yang Abang miliki sudah Abang alihkan namanya untuk Adek." Ucap Yasir lembut di telinga Rili.


Ucapan Yasir itu membuatnya tidak percaya. Dia pun berbalik badan, hingga mata kedua nya bersitatap. Rili ingin melihat kejujuran di mata sang suami. Jelas saja, mata Yasir mengatakan kebenaran dari ucapannya.


Rili tidak tahu harus berkata apa. Kenapa suaminya itu sepercaya itu kepadanya.


"Abang tidak takut, harta Abang semua atas namaku? terus Abang ku tendang, bagaimana. Kalau Aku cari laki-laki lain bagaimana?" Ucap Rili dingin. Dia sebenarnya tidak suka dengan kelakuan Yasir. Yang mengatas namakan Dia pemilik kekayaan Yasir.


"Harta Abang adalah harta Adek. Ya udah, namanya juga atas nama Adeklah. Kalau Adek mau selingkuh, tidak apa-apa. Abang pastikan Adek tidak akan bahagia." Jawab Yasir masih memeluk Rili. Dia tidak terpengaruh dengan ucapan Rili yang seperti menakut-nakuti nya.


"Terus hutang-hutang Abang juga atas namaku?" ucap Rili dengan raut wajah penuh selidik.


"Abang tidak punya hutang piutang kan? nanti, Aku pula yang jadi sasaran debcolektor." Ucap Rili dengan penasaran. Yasir terkekeh.

__ADS_1


"Asal Adek tahu, Abanglah salah satu pengusaha yang tidak punya hutang sepeserpun di bank atau pegadaian." Ucap Yasir bangga. Rili langsung memeluk erat Yasir.


"Terimakasih sayang, sudah begitu mencintaiku." Ucap Rili Dengan mata berkaca-kaca. Dia bahagia sekali.


"Iya sayang, Ini tidak seberapa. Kamu lah kebahagiaan ku. Tetaplah bersamaku sampai ajal menjemput. Kalau cinta Abang tidak perlu Adek ragukan. Sepuluh Pelakor pun datang. Abang tidak akan pernah berpaling darimu." ucap Yasir. dia kembali menarik Rili ke dalam pelukannya. Hati Rili sangat terharu mendengar ucapan suaminya itu. Kedua mata Rili pun akhirnya berkaca-kaca.


"Tadi Asisten Jef sudah menghubungi Ayah dan Ibu. Habis sholat Isya kita akan adakan pengajian di rumah ini. Ayah dan Ibu sudah dimintai Asisten Jef untuk mengumpulkan semua warga." Ucap Yasir, Dia pun membopong tubuh Rili ke lantai dua. Yasir akan menunjukkan kamar tidur mereka yang luas dan mewah itu.


"Terus Ayah dan Ibu akan datangkan dari Jakarta?" tanya Rili, setelah Yasir mendudukkan nya di ranjang.


"Datang sayang." Ucap Yasir. Dia pun mengecup bibir Rili, setelah Yasir melepas pangutan bibir itu. Rili langsung memeluk tubuh Yasir dengan kuat, sehingga tubuh mereka terjatuh di ranjang. Dan terjadilah hal yang mereka sangat inginkan.


Percayalah, jika dia memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus dilalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Cinta sejati memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk selalu mencintai.


Cukup sekian kisah cinta Rili dan Yasir. Besok kita lanjut kisah cinta Rival yang kontroversi.


Tetap favoritkan ya kak. Jangan lupa votenya. Vote hadiah yang bisa diberikan dengan gifs bunga dan kopi. Dan vote rekomendasi yang ada satu setiap minggunya setiap satu akun. Tapi jikalau akun VIP. vote rekomendasi dapat dua setiap minggunya.




Terimakasih banyak saya ucapkan kepada bunda-bunda yang sudah dukung novel Misteri Jodoh ini. Aku tidak menyangka, bakal episodenya sepanjang ini.


Adapun pesan yang didapat dalam novel ini.




Hendaklah kita menjauhi maksiat. Walau memang itu sangat susah. Rili saja yang tahu pacaran itu tidak boleh. Tapi, dilakukannya juga. Akhirnya. Yasir hampir saja merenggut kesuciannya.




Hendaknya Seorang mertua itu harus bijak. sayangi dan hormati menantu kita. Karena wanita itu sudah rela meninggalkan keluarganya demi hidup bersama dengan anak anda.




Sikap Rili yang tidak mau membantah keinginan orang tuanya. Menandakan Dia anak yang berbakti. Anak yang berbakti, semoga akan bahagia. Terbukti Rili bahagia bersama Yasir.




Sumpah, menuliskan adegan Rili dikampung dengan mertuanya, selalu menguras air mataku. Banyak mertua yang baik dan banyak juga mertua yang tidak adil kepada menantunya.


Saya meminta maaf sebesar-besarnya. Apabila selama menuliskan kisah Rili dan Yasir. Ada pihak-pihak yang tersinggung.


Besok kita jumpa dengan kisah Rival ya bunda-bunda cantik.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novelku yang sepi seperti kuburan yang berjudul "Dipaksa menikahi Pariban" 🙂🙏😍


__ADS_2