
Rili meninggalkan tempat itu, sedangkan Asisten Jef menghampiri Yasir dan wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Jelas wanita itu, bukan kekasih gelap Bos nya. Karena Jef tahu betul, Bos nya itu hanya bisa mencintai satu wanita. Yaitu sang istri.
"Bos." Sapa Jef basa-basi. Dia melirik wanita yang duduk menghadap pantai itu dengan tersenyum. Yasir yang heran melihat cara Asistennya itu bersikap, akhirnya bisa menyimpulkan bahwa asistennya itu menyukai wanita yang disebelah Yasir.
"Ya Asisten Jef. Perkenalkan ini Maura." Ucap Yasir tersenyum kepada Maura. Memberi kode kepada Maura untuk menyambut uluran tangan Jef yang dari tadi mengatung di udara.
"Jefri Al-Buchori." Ucap Jef saat berjabat tangan dengan Maura. Wajah Jef seperti kepiting rebus. Dia benar-benar grogi. Tangannya terasa gemetar saat berjabat tangan dengan Maura.
"Maura," ucapnya tersenyum lucu. Dia merasa Jef sangat unik dan lucu.
Setelah berjabat tangan, Jef mencium tangannya sendiri. Dia menghirup aroma farpum Maura yang masih tertinggal di tangannya.
Kening Yasir menyergit melihat Asistennya yang benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa tertariknya dan rasa groginya kepada Maura.
"Berusahalah." Bisik Yasir, yang membuat Jef memandang Bosnya itu. Dengan tidak percaya diri.
"Ok Maura, Abang tinggal ya." Ucap Yasir dan tersenyum kepada Maura.
"Jef, Maura nanti yang akan mendesain gaun yang akan dikenakan Rili saat acara resepsi. Kamu atur sebaik mungkin dengan Maura ya. Ok!" Ucap Yasir tersenyum, Dia menepuk bahu Asistennya itu dan berjalan menuju kamar mereka menginap.
Sesampainya di kamar. Yasir tidak melihat Rili di tempat tidur.
"Dimana Dia." Gumamnya sambil mencari kesetiap ruangan kamar tersebut. Tapi, Yasir tidak menemukan keberadaan Rili di kamar itu.
"Apa Dia sudah bangun dan turun ke bawah?" ucap Yasir, Dia keluar kamar berjalan cepat menuju lift.
Sesampainya di lantai dasar, Yasir mencari Rili di restoran dan Mushollah. Tapi, Dia tidak menemukan istrinya tersebut.
Dia mencoba menghubungi ponsel Rili. Tanda panggilan tersambung tapi, tidak diangkat.
"Kemana kamu sayang?" ucap Yasir dengan mimik wajah yang sudah mulai cemas.
__ADS_1
Dia pun akhirnya menyamperin Jef dan Maura. Yasir bisa melihat Jef dan Maura sudah kompak.
"Jef, ada nampak istriku?" tanya Yasir dengan tidak tenang.
"Emang Kak Rili tidak di kamar Bos?"
"Kalau ada ngapain Aku tanyain kamu." Ucap Yasir sedikit kesal.
"Tadi sich, kak Rili di sini. Di juga menanyakan Nona Maura yang sedang duduk bersama Bos. Tapi, karena Aku tidak mengenal wanita cantik dihadapanku ini, jadi Aku bilang saja tidak kenal." Jawab Jef santai.
"Apa maksudmu, Rili melihatku bersama Maura. Dan Dia pergi begitu saja." Ucap Yaisr mulai panik.
"Iya Bos. Tadi Kak Rili juga melihat, Nona Maura memeluk Bos dan berjalan kesini." Jawab Jef dan tersenyum kepada Maura.
Maura yang mendengar ucapan mantan tunangan dan asistennya itu dibuat bingung. "Apa ada hal serius?" tanya Maura.
"Rili tidak ada di kamar dan di Hotel ini. Aku juga sudah menghubungi ponselnya tapi tidak diangkat." Jawab Yasir frustasi sambil mengelus rambutnya di bagian kepala belakang.
"Mungkin saja Dek Maura. Soalnya memang tadi Kak Rili, nampak kesal gitu melihat Bos bersama Adek Maura." Timpal Asisten Jef, yang membuat Yasir berang kepada asistennya itu.
"Kamu kenapa tidak bilang, kalau Rili melihatku bersama Maura." Ucap Jef kesal kepada Asisten nya itu.
"Aku pikir Kak Rili akan menyamperin BOS. Aku pun kurang konsentrasi, karena terpesona melihat Adek Maura." Ucap Jef polos dan malu-malu. Tingkah Asisten Jef, membuat kening Maura menyergit. Dia heran melihat pria aneh dihadapanya. Sedangkan Yasir mau muntah melihat sikap Jef yang sudah lepas kontrol dan tidak punya rasa malu itu.
"Ayo bantu Aku cari Rili." Ucap Yasir tegas. Mereka bertiga pun akhirnya mencari Rili di Hotel tersebut. Tapi, mereka tidak menemukannya. Yasir juga menghubungi kembali no ponsel Rili tapi tetap tidak diangkat.
Sudah tiga kali Yasir bolak balik mencari Rili ke kamar yang mereka tempati, tapi Rili tidak ada di kamar itu.
Mereka juga mencari Rili ke tempat karaoke, ke pinggir pantai dan semua tempat di hotel itu. Tapi Rili tidak mereka temukan.
Dengan frustasinya, Yasir menarik rambutnya kebelakang. Dia menyandarkan tubuhnya di badan mobilnya. Dia akan mencari Rili ke rumah orang tua Rili. Siapa tahu Rili pulang ke rumah, tanpa permisi.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju rumah Rili, hati Yasir tidak tenang, Dia sangat takut kehilangan Rili. Dia sudah yakin seratus persen. Rili cemburu kepadanya. Karena mulai dari tadi pagi, sikap Rili sangat sensitif.
Yasir takut, Rili meninggalkannya karena Rili sedang dibakar api cemburu. Di sudut hati kecil Yasir. Dia senang, mengetahui Rili mencemburuinya. Itu artinya istrinya itu sangat mencintainya dan takut kehilangan. Tapi, biasanya orang cemburu, sering bersikap frontal dan putus asa. Sshingga membuat keputusan yang salah.
Yasir, Jef dan Maura sibuk mencari Rili. Padahal Rili saat ini sedang duduk dipinggir pantai, menikmati angin malam, sembari menyaksikan kumpulan muda-mudi yang merayakan ulang tahun salah satu teman mereka. Dengan membakar-bakar ikan dan bernyanyi sambil main gitar dan berjoget ria.
Rili meninggalkan kumpulan pasang muda-mudi itu, ketika matanya, melihat gelagat sepasang kekasih yang memisahkan diri dari rombongan temannya.
Rili mengikuti pasangan itu, menuju tempat sepi ke arah ujung pantai, yang jarang orang kunjungi. Ditempat itu, banyak tumbuh pohon Cemara, yang tanahnya ditumbuhi rumput manis dan tumbuhan pantai.
Rili melihat pasangan itu duduk dibawah pohon Cemara saling berpelukan dan melakukan petting. Rili yang geram melihatnya, berjalan mendekati pasangan yang belum halal itu.
"Eeehhmmmm...eehhmmmm...!" ucapnya dan membuang pandangannya ke tempat lain. Dia malu melihat kelakuan pasangan itu.
Mendengar suara orang lain ditempat itu, pasangan muda itu, dengan cepat membenahi pakaiannya. Mereka malu. Si wanita sudah menunduk, sedangkan si pria diam saja.
"Gak takut Dek, kena patok ular?" ucap Rili tegas, tapi sebenarnya Dia takut. Dia takut kena serang pasangan yang lagi labil itu.
Pasangan itu diam saja. "Maaf ya dek, kakak mengganggu, tapi lain kali jangan gitu ya dek." Ucapnya ramah. Dia berharap pasangan muda yang berusia sekitar 16 tahunan itu, bisa menahan diri dari godaan nafsu.
Rili meninggalkan tempat itu, berjalan lemas menuju Hotel. Sepanjang jalan menuju Hotel, Dia jadi teringat, kejadian di pulau saat Yasir lepas kontrol dan hendak merenggut kesuciannya.
Rili jadi teringat ceramah USTADZ saat Dia mengikuti majelis taklim.
Orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya selalu cenderung kepada perbuatan yang melampaui batas. Kejahatan seksual, perselingkuhan, pembunuhan dan sebagainya. Hawa nafsu itu bagaikan api yang berkobar di dalam dada, apabila diperturutkan akan semakin menggila, bagaikan api yang disiram bensin, semakin disiram, semakin menyala dan sulit dikendalikan.
Tidak sedikit manusia yang buta mata hatinya dalam memperturutkan hawa nafsunya. Atas nama cinta mengikuti hawa nafsunya melakuan perzinaan. Setan menghiasi kemaksiatan dengan keindahan. Orang dalam kondisi seperti ini tidak dapat menerima nasihat karena hanya nasehat setan yang menjadi pedoman hidupnya.
Ucapan Pak Ustadz itu masih Rili ingat. Dia hampir saja mengikuti bisikan setan yang menggodanya, agar cemburu kepada suaminya itu. Ya begitulah tugas syaiton. Ternyata ada jenis syaiton yang tugasnya khusus mengganggu pasutri.
TBC.
__ADS_1
Like, coment, vote dan jadikan favorit ya kakak