
"Iya, sebentar---!" ucapnya ramah dan melupakan rencananya untuk melihat siapa tamu yang datang, dari lubang kaca pintu itu.
Blushhhh brakk...
Pintu terbuka setengah. Kening Mely menyergit melihat tamu pria yang membelakangi nya. Mely sengaja tidak membuka pintu dengan lebar. Karena, Dia merasa ada kejanggalan dengan tamu yang datang kali ini.
Tamu yang datang menekan bel dengan tidak sabaran, tanpa sepatah kata. Misal nya mengucapkan salam atau menanyakan sesuatu.
Rasa was-was Mely semakin menjadi-jadi saja. Karena penampakan tamu yang membelakangi nya saat ini, nampak begitu misterius.
Tamu seorang pria, dengan outfit serba hitam. Mulai dari sepatu kets, celana jeans dan baju bahkan pria itu memakai jaket hodie yang menutupi kepalanya. Serta topi hitam juga, yang bertengger di kepala tamu pria misterius itu. Penampilannya sungguh menakutkan. Seperti penjahat dan perampok. Tapi, ini lebih berbahaya, karena penjahat itu beraksi di sore hari.
__ADS_1
"Anda ingin bertemu dengan siapa?" tanya Mely dengan mencoba tenang. Meredam rasa takutnya. Memandangi dan terus saja memperhatikan pria itu dengan detail. Walau Dia hanya bisa melihat penampakan tamu pria itu dari belakang.
Hening..
Tak ada jawaban, dari si tamu. Dia tetap saja membelakangi Mely. Dengan tangan kanan memegang kaca mata hitam. Kening Mely menyergit, sungguh Dia merasa aneh dengan tamu yang berulang kali menekan tombol bel rumahnya dengan tidak sabaran. Tapi, kenapa setelah pintu terbuka, si tamu malah berdiri mematung membelakanginya. Sungguh Mely jadi semakin dibuat jantungan. Ditambah, penampilan orang yang bertamu itu, sungguh menakutkan. Membuat jantung Mely berdebar-debar.
Mely memperhatikan Kembali pria yang membelakanginya tepat satu meter di depannya. Sudah pakai jaket Hoodie menutupi kepala. Kemudian ditimpali lagi dengan topi.
Tapi, lagi-lagi Mely tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya kepada tamu pria itu. Hingga Dia terkejut dan terlonjak dari tempatnya berdiri sekarang. Disaat pria itu berbalik badan dan melangkah dengan cepat. Aksi pria itu, sukses membuat Mely semakin ketakutan. Karena Mely merasa tamu itu seperti penjahat yang akan masuk ke rumahnya.
Dia pun refleks menutup pintu rumah dengan tangan gemetar, sehingga pintu yang belum tertutup sempurna itu diraih tamu pria itu, Dia mendorong dengan kuat pintu itu. Tangan Mely pun terlepas dari handle pintu. Keseimbangan tubuhnya oleng dan hendak terjatuh. Dia pun berpegangan pada meja hias dekat dinding rumah, yang di atasnya terdapat hiasan Gucci kecil dan bunga anggrek di vas kaca.
__ADS_1
Mely merasa nyawanya terancam saat ini, pria yang dihadapannya sungguh menyeramkan. Karena sedikitpun tidak ada nampak kulit wajah pria itu. Hanya sedikit nampskk batang hidung pria yang mancung itu. Wajahnya ditutupi oleh brewok dan kumis. Sedangkan kedua matanya ditutupi oleh kaca mata hitam besar.
Sesaat Mely mengenali gerak-gerik pria yang kini berjalan pelan ke arahnya. Tapi, Mely tidak yakin dengan pemikirannya itu. Karena pria dihadapannya ini, tubuhnya sedikit kurus dan wajahnya dihiasi jambang lebat. Sepertinya hutan lahan gambut. Beda sekali dengan pria yang ada dipikiran nya saat ini.
Lamunan Mely langsung buyar, disaat Pria itu semakin berjalan mendekat kepada Mely. Yang kini dengan dada yang naik turun, karena rasa takutnya yang luar biasa. Sepertinya tamu pria itu akan menghabisi nyawanya.
TBC.
Besok sambung lagi ya say.
Sabar ❤️😍😊
__ADS_1