
Pak Polisi dan beberapa petugas satpol PP, berpencar menangkap pasangan mesum yang melarikan diri. Pak Polisi yang bertugas menggeledah kamar, banyak mendapati pasangan sedang asyik memadu kasih, di menyalurkan hasrat birahi yang dapat menyebarkan penyakit menular itu.
Tak ayal ada juga pasangan mesum, yang tahu mereka sedang di grebek memilih bersembunyi. Ada pasangan yang sembunyi di bawah kolong tempat tidur dengan hanya menutupi tubuhnya dengan selimut, ada yang sembunyi dilemari yang ada di kamar itu dan ada yang sembunyi di bak kamar mandi.
Sementara ditempat yang sama, Rival yang sudah melepas pakaiannya itu semua sedang membelitkan handuk dipinggangnya. “Sebelum saya suruh kamu keluar dari kamar mandi, kamu jangan keluar dulu.” Teriak Rival. Dia tidak mau wanita itu melihatnya bertelanjang dada.
Rencana Rival setelah mengganti pakaian, Dia akan menemui petugas losmen untuk meminta tikar atau karpet yang bisa dibuat sebagai alas tempat tidur. Kalau mesti disewa, Dia akan menyewanya. Tidak mungkin Dia akan satu ranjang dengan wanita yang tidak dikenalnya itu.
“Iya,” sahut wanita itu dari dalam kamar mandi. Dia sudah melepas semua pakaiannya yang basah. Dia membelit tubuhnya dengan handuk berwarna putih yang ada digantungan kamar mandi itu. Dia tidak peduli lagi handuk itu steril atau tidak. Tapi sepertinya masih bersih.
Tiba-tiba perutnya mules sekali. Mungkin masuk angin, karena Dia belum makan dari sore. Dia pun menunda memakai bajunya. Dia memilih BAB dulu, baru berganti pakaian. Belum tuntas BAB, seekor kecoa terbang ke lengannya, kemudian Dia juga melihat kecoa berjalan di pinggiran bak penampungan air.
Wanita itu sangat anti dengan kecoa, selain banyak mendatangkan penyakit, kecoa juga sangat bau menurutnya. Dia menepis kecoa itu dari tangannya, sambil dengan cepat membersihkan kotoran nya. Dia menahan mulutnya dengan tangannya, agar teriakannya tidak kedengaran keluar kamar mandi, tapi sial. Kecoa itu terbang lagi tepat di hidungnya yang membuat Dia berteriak histeris, serta minta tolong.
Rival yang tengah sibuk memasang ****** ********, dibuat bertanya-tanya. Kenapa wanita itu berteriak minta tolong. CD yang Rival pakai terlalu kecil, sehingga Dia agak susah memakainya. CD yang hendak dipakai Rival adalah celana yang dibeli dibelikan Rili saat Rival mau pulang kampung. Celana itu masih utuh dalam kotak.
Belum sempat Rival memasangkannya dengan sempurna untuk menutupi tongkat saktinya yang memang sedang tegang karena cuaca dingin itu, tiba-tiba saja wanita yang berada di kamar mandi berlari dengan hebohnya, sampai handuknya melorot.
Wanita itu tidak memperdulikan lagi handuknya yang sudah melorot menampakkan bukit kembarnya bergoyang-goyang saat Dia berlari kesana-kemari. Menghindari kecoa yang sangat ditakutinya itu lebih penting dari segalanya. Karena berlari dengan tidak tenang, kakinya menyandung penyangga tempat tidur.
__ADS_1
Dia hendak terpental, Rival refleks menolongnya, tapi wanita itu salah memegang pegangan. Dia ingin meraih tangan Rival, tapi sialnya Dia menarik handuk yang membelit dipinggang Rival. Akhirnya handuk Rival melorot, Rival pun ambruk dan tergeletak dilantai karena hilang keseimbangan. Dan wanita itu menimpa tubuh Rival yang hanya mengenakan CD, tapi tongkat sakti Rival belum tertutupi.
Tongkat sakti itu, begitu terasa di bagian sensitif wanita itu, karena Dia pun saat ini sedang tidak mengenakan sehelai benang pun. Karena handuknya terlepas. Disaat hendak jatuh.
Tubuh polos keduanya bersentuhan. Bahkan Rival merasakan benda kenyal dan hangat wanita itu tertekan ke dadanya. Disaat wanita itu menimpa tubuh Rival. Keduanya terdiam, bingung harus melakukan apa. Wanita itu pun sangat malu. Dia tidak berani berdiri, karena tubuhnya yang polos itu.
Dentuman jantung keduanya saling membalas, disaat dada mereka berdempet. Rival sampai susah bernapas. Karena wanita itu tidak kunjung beranjak dari tubuhnya. Saat Rival hendak mendorong tubuh wanita itu dari tubuhnya dan Ceklekk…. Pintu kamar pun terbuka.
Mendengar pintu kamar dibuka Rival dan wanita itu sama-sama menoleh ke arah pintu masih dalam posisi tubuh Rival ditimpah wanita gila itu, mereka pun akhirnya bangkit dan berlari kesana kemari dengan bingungnya, mencari pakaian untuk menutupi tubuhnya yang polos.
Sedangkan Pak polisi dan satpol PP yang jumlahnya ada empat orang , dibuat geram dan refleks menutup mata dengan telapak tangannya. Tapi Jarinya direnggangkan. Mata mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan menikmati pemandangan indah wanita yang berlari-lari dengan tubuh polos dengan bingungnya sehingga masuk kembali ke dalam kamar mandi.
“Sebelum Bapak mengancingkan kemejanya, pastikan dulu burung bapak itu, masuk ke sangkarnya.” Ucap salah satu Bapak Polisi. Rival yang mendengar ucapan Pak Polisi, terkejut. Dia juga ketakutan. Bukan takut kepada Bapak Polisi. Tapi Dia takut kepada Sang Khalik.
Dia dan wanita yang bersamanya sudah sama-sama melihat tubuh polos masing-masing. Dia menoleh ke bagian bawahnya. Jelas saja tongkat sakti Rival sedang mengacung. CDnya belum menutupi tongkat saktinya. “Astaghfirullah..!” gumam Rival dalam hati.
Dia pun dengan cepat memakaikan ****** ******** dengan benar. Tentu saja tongkat saktinya sudah mulai menciut. Karena Rival sudah panik dan sangat bingung sekarang. Pasti Dia akan dibawa ke kantor polisi.
Rival sudah memakai pakaian lengkap. Pak Polisi meminta identitas lengkap Rival. Dia pun memberikan alat pengenalnya. Pak Polisi memeriksanya.
__ADS_1
“Saudara kena razia, dan terbukti kena kasus praktek prostitusi.” Ucap Polisi tegas. Rival menoleh ke arah Pak Polisi. Tidak terima dengan tuduhan Pak Polisi.
“Ini tidak seperti yang bapak lihat, saya tidak melakukan tindakan praktek prostitusi. Saya hanya menginap disini dan baru sampai sekitar 15 menit yang lalu. Saya dan wanita yang di dalam kamar mandi sedang dikejar penjahat. Eehh, salah maksudnya, wanita yang di dalam kamar mandi itu dikejar-kejar penjahat dan Aku hanya menolongnya Pak.” Ucap Rival dengan sedikit panik dan harap-harap cemas. Dia takut tidak bisa meyakinkan Pak Polisi, sehingga Dia akan tetap di proses.
Pak Polisi berjalan ke arah kamar mandi, mengetok pintu kamar mandi.
“Dek, kamu keluar saja. Kalian sudah tertangkap basah. Cepat keluar dan terima sanksinya nanti di kantor polisi.” Ucap Pak Polisi dengan intonasi tinggi. Wanita yang tidak Rival ketahui itu namanya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan training dan kaos milik Rival, Tentunya wanita itu tidak mengenakan pakaian dalam.
Wanita dengan wajah menunduk. Rambutnya yang masih basah dan panjang itu menutupi wajahnya sebagian.
“Perlihatkan tanda pengenalmu!" ucap Pak Polisi kepada wanita yang bersama Rival.
Wanita hanya diam dan menunduk, berjalan ke arah ranjang, mengambil ranselnya yang tergeletak di atas tempat tidur. Dia merogoh tas Ranselnya. Memeriksa kembali isi tas ranselnya. Dia sangat terkejut, dompetnya sudah tidak ada di ransel itu. Hanya ada alat make up dan kotak bentuk segi empat yang ukuran 5x7cm warna hitam yang ada di dalam tasnya.
Dia terus saja merogoh tas ranselnya itu dengan paniknya. Sempat dompetnya hilang bagaimana Dia hendak pulang. Bukan dompet saja yang hilang dari ranselnya. Tapi ponselnya juga.
TBC
Mohon beri like, coment positif , jadikan novel favorit dan Vote ya kak, Vote hadiah dan rekomendasi.
__ADS_1