Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Yes, I will


__ADS_3

Dengan perasaan kacau dan tidak percaya, Rili bangkit dari duduknya. Dia mundur 3 langkah kebelakang. Air mata masih terus membasahi pipinya. Dia memegangi dadanya yang terasa sesak dengan tangan kanannya. Dia menatap Yasir pria yang sangat dicintainya itu dengan tatapan penuh kerinduan. Dia ingin sekali memeluk pria itu. Tapi, Dia tidak sanggup melakukannya. Dia takut, Dia takut tidak bisa menahan diri. Rili masih tahu batasan, apalagi mereka belum sah menjadi pasangan halal. Rili memang sedikit munafik.


Kedua insan yang dimabuk cinta itu, malah jadi bersikap speclesh. Ternyata bathin dan panca indera mereka saja yang berbicara dalam tatapan tajam dan terpaku satu sama lainnya.


Rili sungguh merasa susah bernapas, padahal begitu banyak Nitrogen dan Oksigen yang tersedia disekitarnya. Sungguh tatapan Yasir sangat mematikan. Suara deburan ombak dan suara bising disekitar pantai seolah lenyap. Ya, hanya ada mereka berdua.


Yasir melangkah pelan ke arah Rili. Sambil berusaha menenangkan dirinya yang grogi itu. Dia takut melakukan kesalahan yang nantinya akan membuat Rili ilfeel. Ya, kedua insan itu salah tingkah.


Tiba-tiba saja Yasir bertekuk lutut dihdapan Rili, Dia menyodorkan cincin emas putih tanpa batu permata. Yang membuat Rili takjub dan sangat tercengang. Sehingga Dia salah tingkah.



Rili baru sadar, bahwa saat ini mereka sedang di pantai. Dengan perasaan malu dan terharu, bola mata Rili bergerak ke kanan dan ke kiri. Dia melihat teman-teman kerjanya sudah mengelilingi mereka.


Sungguh Rili sangat malu, senang, tersanjung, merasa ini romantis, dan sekaligus kaget. dengan cara Yasir melamarnya di tempat umum. Sebenarnya Rili akan lebih senang, apabila Rival melamarnya di tempat yang lebih privat.


"Will you marry me!" ucap Yasir lembut dengan senyuman yang sangat indah dan mata yang berkaca-kaca. Sungguh Rili sangat terharu atas perlakuan Yasir.


Rili tidak tahu harus menjawab apa. Tentunya hati dan mulutnya berkata iya. Tapi, nyatanya Dia malah menangis yang membuat Yasir jadi panik.


"Tolong jawab sayang! please, jangan tolak Abang lagi." Yasir menjadi tidak percaya diri, karena sikap Rili yang seolah tidak senang dengan sikap Yasir saat ini. Padahal itu hanya pemikiran Yasir. Rili malah sangat senang dan bahagia. Diperlakukan seperti itu.


"Ayo, terima Rili...!" teriak teman kerja Rili satu tim, yang ternyata sudah lama ada di tempat itu. Tapi, karena sibuk dengan dunianya sendiri dan Rili merasa dunia saat ini hanya milik mereka berdua. Sehingga, keberadaan teman kerjanya tidak disadari olehnya.


"Yes, i do... Jawab Rili,......!" teriak Ibu Rita, dengan begitu semangatnya. Ternyata teman satu tim nya sudah memegang plakat setiap orang dengan membagi setiap kata dari kalimat Will YOu marry me.


"Yes, I Will...!" teriak ibu mawar tak kalah kencangnya dari Ibu Rita.


"A...kuu sungguh tidak bisa," Rili terisak dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Perasaannya kali ini terlalu bahagia, sehingga Dia salah bersikap. Dia juga grogi dilihatin banyak orang.


Yasir yang mendengar jawaban Rili, seperti menolak lamarannya. Membuat Dia down, Dia kecewa, tubuhnya langsung luruh dan bersujud dihadapan Rili. Tingkah Yasir tersebut membuat Rili heran sekaligus kasihan.

__ADS_1


"Yes.....!" teriak Ruslan dari kerumunan orang-orang yang menyaksikan tontonan yang tadinya nampak romantis, kini berubah menjadi tontonan menyedihkan.


Yasir berdiri dengan perasaan kacau, Dia tidak sanggup melihat Rili yang menolaknya. Kedua bola matanya yang sudah memerah, bergerak ke asal suara yang sepertinya senang mendengar penolakan Rili yaitu Ruslan.


Dengan langkah berat, Yasir berjalan menuju Ruslan. Dia ingin melihat lebih dekat, pria yang berteriak senang mendengar jawaban Rili.


"Benarkah Dia sudah melupakanku? sehingga Dia tidak pernah menghubungiku, padahal Abang Rival sudah menceraikannya." Guman Yasir dalam hati, langkahnya semakin jauh meninggalkan Rili.


Rili sangat tercengang melihat Yasir yang meninggalkannya di tempat. Kedua kelopak matanya merem melek yang diikuti dengan mulutnya yang mengatup dan kembali menganga. "Kenapa Abang Yasir meninggalkanku." Gumam Rili dalam hati. Dia tidak sadar dengan ucapannya. Karena, terlalu banyak memikirkan Yasir. Dia merasa sudah mengiyakan lamaran Yasir. Padahal iya hanya menjawab Iya di dalam hati, tapi mulutnya mengucapkan kalimat seperti penolakan.


Bughhh.... Rili menabrakkan dirinya ke punggung Yasir yang bidang. Kedua lengannya langsung melingkar membelit tubuh Yasir yang tegap. Dia menangis dan menyandarkan kepalanya dipunggung Yasir.


"Kenapa malah meninggalkanku dan tidak memasangkan cincinnya di jari manisku. Abang mau mempermalukan disini?" ucap Rili, Dia menyembunyikan wajahnya sebelah kanan di punggung Yasir, sehingga orang-orang yang menonton mereka yang berdiri di sebelah pantai, sangat jelas melihat wajah Rili yang sangat menyedihkan itu.


Dug....dug....dug.... Yasir berusaha menenangkan debaran jantungnya yang tiba-tiba Mendapat pelukan dari Rili. Tangan kekarnya menjamah tangan Rili yang terpaut di atas perut sixpacknya.


Yasir pun memutar tubuhnya, sehingga kedua insan yang saling mencintai itu saling berhadapan dan lengan Rili masih membelit tubuh Yasir.


Mereka saling bersitatap, tentunya Rili masih menangis tersedu-sedu. Yasir menyorot semua organ yang terdapat diwajah cantiknya Rili. Sungguh Dia sangat merindukan Rili.


"Abang tidak ingin meninggalkanmu. Abang sangat terkejut mendengar jawabanmu. Kenapa Adek menolak Abang? Apakah pria yang berteriak kesenangan itu, sudah membuatmu melupakan Abang?" ucap Yasir, kedua tangan bergerak meraup wajah Rili dan melap air mata Rili yang membanjiri wajah putih pucatnya.


Rili menggelang berulang kali, Dia pun melepas pelukannya dari Yasir. Dia meraih kedua tangan Yasir yang masih meraup wajahnya. Dengan cepat, mereka kembali saling berpelukan. Rili kembali menangis, kali ini Dia menangis di dada bidangnya Yasir. Dengan lembut Yasir membelai puncak kepala Rili.


"Aku sudah menjawab Iya, tapi Abang malah pergi meninggalkanku." Ucap Rili masih terisak dalam pelukan Yasir. Yang membuat Yasir bingung.


"Kapan Adek jawab Iya. Tadi itu adek, bilang tidak bisa." Ucap Yasir tenang, Dia masih berusaha menenangkan Rili yang emosional.


Diapun mencium puncak kepala Rili.


Rili berfikir dan mengingat-ingat setiap kata yang keluar dari mulutnya. Sungguh , Dia tidak mengingat apa yang diucapkannya. Yang Dia ingat, Dia sudah jawab Iya. Padahal Dia tidak mengatakan Iya.

__ADS_1


Ya ampyun, ternyata Rili sudah kehilangan konsentrasinya. Mungkin efek lelah kerja, atau efek Karena menangisi Yasir. Tau karena kurang minum. Tapi, yang jelas karena Rili salah ucap. Tontonan di pantai yang mereka suguhkan menjadi kontroversi dan viral.


Ada orang yang senang melihat tontonan yang mereka drama kan tanpa skenario itu. Ada yang jijik dan muak serta menganggap norak.


"Aku malu," ucap Rili, matanya mencuri-curi pandang melihat sekitar, yang ternyata para pengunjung pantai sudah mengelilingi mereka dan menonton drama yang mereka suguhkan.


Dug....dug....Dug.... Degupan jantung Rili berdetak sangat kencang. Dia malu, Dia pun membenamkan wajahnya di dada bidang Yasir. Dan kedua tangannya kembali memeluk Yasir. Dia ingin menyelamatkan dirinya, dari mata-mata yang melihat mereka.


Dug....dug...dug... Rili mendengar degupan jantung Yasir yang juga berdetak sangat cepat dan keras. Dia makin mempererat pelukannya kepada Rili. Dia tidak henti-hentinya menghadiahi ciuman di puncak kepala Rili. Yasir sebenarnya malu. Tapi, entahlah. Dia sangat menikmati moment ini. Bahkan Dia berharap asisten Jef berada ditempat itu dan mengabadikan moment yang mendebarkan jantung itu. Dimana Yasir harap-harap cemas dibuatnya.


"Bos...!" terdengar suara Jef sedikit berteriak menyadarkan Bosnya yang masih menikmati pelukan hangat dari Rili. Ya, kedua pasangan dimabuk cinta itu, masih betah saja berpelukan. Walau penonton drama yang mereka suguhkan sebagian sudah meninggalkan tempat.


Yasir menggerakkan kepalanya, melihat Jef yang berjalan cepat ke arah mereka. Rili menggerakkan tubuhnya, memberi kode agar Yasir melepaskan pelukannya. Eehh... bukannya dilepaskan, Yasir semakin mempererat pelukannya.


"Bos," ucap Asisten Jef, kini Dia sudah berada dihadapan Yasir. Tapi, Rili membelakanginya.


"Ya," ucap Yasir singkat dan melempar senyum kebahagiaan kepada asistennya itu.


"Semuanya sudah saya persiapkan. Acara akad nikahnya Jam 8 malam Bos. Sebaiknya, Bos dan Nona siap-siap." Ucap Asisten Jef dengan tersenyum. Dia juga sangat bahagia melihat Bosnya yang tega kasmaran itu.


Yasir mengangguk pelan, dan mengacungkan jempol kepada Asisten Jef. Yasir pun melihat ke arah mantan teman satu kantornya, yang pastinya tim kerjanya Rili saat ini, yang masih setia menonton drama yang mereka tampilkan. Tanpa aba-aba, Yasir membopong tubuh Rili ala bridal style menuju Hotelnya, yang membuat Rili berontak kecil, minta diturunkan. Dia sangat malu dilihatin orang-orang yang berada dipantai tersebut.


Yasir tertawa kecil, Dia tidak mengindahkan permintaan Rili. Yang akhirnya Rili pasrah saja dalam gendongan Yasir. Dia pun kembali membenamkan wajahnya didada bidangnya Yasir.


Tim kerjanya Rili mengekori Yasir dan Rili masuk ke dalam Hotel. Mereka ingin menyaksikan acara ijab qobul yang akan diucapkan Yasir. Sedangkan Ruslan pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan sedih.


Bersambung.


Mohon beri like, coment positif, rate 🌟 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit


Tetap votenya kuharapkan kakak2 cantik.

__ADS_1


Maaf, tidak bisa up dua hari ini, berhubung author di undang oleh Abang Rival ke kampungnya. Abang Rival sedang mengadakan acara Aqiqah anaknya yang ke 2. Kampung Abang Rival masih sangat udik. Koneksi internet tidak ada kakak2 cantik.🤧😤🤭🤔


Yang bener suka dengan novel ini, pasti tahu nama kampung Abang Rival, sebelum menemukan orang tua kandungnya.💖😍🤩


__ADS_2