Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Warning. Harap bijak memilih bacaan.


__ADS_3

Setelah selesai melakukan sholat sunah 2 rakaat, yang ternyata Yasir sudah sangat memahaminya. Sehingga membuat Rili sangat kagum kepada Yasir. Rili merasa sangat beruntung, dicintai dan Yasir masih mau menikahinya padahal Dia berstatus janda.


"Sayang," ucap Rili manja dalam pelukan Yasir. Keduanya sedang konsentrasi menonton layar datar yang ada dihadapan mereka. Tontonan itu disambungkan dari ponsel Yasir yang canggih.


"Ehmmmm.." Ucap Yasir, Dia kembali menciumi puncak kepala Rili yang berada diatas dadanya yang bidang. Tangan kanan Yasir melingkar ditubuh bagian punggung Rili, sehingga Rili beralaskan tangan Yasir.


"Terimakasih masih mau menikahiku?" ucap Rili dengan terisak dan menatap Yasir. Yasir menggerakkan sedikit tubuhnya. Dia sangat terkejut mendengar ucapan istrinya itu.


Rili mengubah posisi tubuhnya, setengah badannya menimpa tubuh Yasir. Saat ini keduanya sudah tidak mengenakan sehelai benangpun dan tubuh mereka hanya ditutupi selimut tebal.


"Apa maksud Adek?" ucap Yasir sambil mulai melanjutkan aksi tangannya bergerilya menyentuh dan mengelus punggung dan area sensitif ditubuh Rili.


Rili diam saja menikmati sentuhan Yasir yang tentunya membuatnya terangsang, Dia bingung harus menjawab apa? intinya Dia merasa sangat beruntung mendapat cinta yang begitu besar dari Yasir.


"Abang yang sangat beruntung, bisa menikah dengan Adek. Seumpama Adek tidak mau menikah dengan Abang, mungkin si junior ini akan karatan." Ucap Yasir genit, Dia pun menjepit hidung Rili yang mancung dengan jempol dan jari telunjuknya, kemudian meraih tangan Rili dan menempatkannya di organ reproduksi Yasir tersebut.


"Aduhhh.... sayang banget ini benda pusaka sempat karatan?" ucap Rili dengan sedikit terkekeh. Sambil memainkan juniornya Yasir.


"Makanya sayang, kita coba lagi ya? pelan-pelan saja kita lakukannya."


Rili sudah mengerti yang diinginkan Yasir. Dari tadi juniornya Yasir tegang terus. Penyatuan tubuh mereka gagal. Karena Rili tidak tahan. Yasir tidak tega melihat Rili yang kesakitan. Padahal perjuangan Yasir sudah seperempat jalan.


Jadi, mereka memutuskan menonton video. Mereka sedang belajar cara melakukannya tanpa harus merasakan sakit luar biasa.


Rili sudah mempelajari setiap tubuh Yasir dan Yasir juga demikian. Ternyata Yasir juga menginginkan organ sensitifnya dijamah oleh Rili.


"Adek juga masih pingin mencobanya, tapi sampai saat ini, punya nya Adek masih perih." Ucap Rili pelan dibawah kungkungan tubuh Yasir. Dia menguap, Dia memang dari tadi menahan ngantuknya. Setelah gagal melakukan penyatuan, Yasir tetap membuat Rili keluar dengan mera*ngsang bagian bawah Rili.


"Baiklah sayang, kita tidur. Besok kita coba lagi." Yasir pun membaringkan tubuhnya disebelah Rili. Dia menarik tubuh Rili dan memeluknya erat. Dia pun menciumi puncak kepala Rili dengan lembut dan penuh cinta, sembari berusaha menjinakkan si junior.


Hanya butuh 3 menit, Rili sudah tertidur nyenyak. Sedangkan Yasir, belum bisa juga memejamkan matanya, padahal Dia juga sangat mengantuk. Sejak berangkat dari Australia Yasir belum tidur sama sekali.


Dia menciumi puncak kepala Rili dan mengelus lengan Rili dalam pelukannya. Dia sangat bahagia. Akhirnya mereka bersatu juga setelah melewati banyak cobaan.

__ADS_1


Yasir begitu mencintai Rili, sehingga Dia tidak tega menyakiti Rili, bahkan malam pertama mereka tidak tuntas. Karena Yasir tidak sanggup melihat ekspresi Rili yang menahan sakit, saat Dia memaksa menyatukan tubuh mereka.


Yasir menghela napas dalam, Dia menatap langit-langit kamarnya sambil terus mengekspresikan cintanya yang besar kepada Rili dengan mengelus-elus tubuh Rili yang ditutupi selimut.


"Kamu sangat berharga buatku. Tidak ada alasan kenapa Aku bisa mencintaimu sebesar ini. Allah masih memberikan kesempatan kepadaku memilikimu seutuhnya." Yasir berbicara sendiri, sambil mengelus pelan pipi Rili yang mulus. Dia pun akhirnya mencium kening dan bibir Rili sekilas dan berkonsentrasi untuk tidur. Karena, waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi.


Usahanya untuk bisa tidur, tidak kunjung berhasil. Dia teringat Rival. Entah kenapa Dia juga merasa bersalah kepada Rival. Tapi, Dia juga sangat bersyukur, Rival akhirnya melepaskan Rili. Bahkan Rili masih perawan.


💖💖💖


Dua hari sudah Yasir dan Rili hidup bersama, tapi gawang pertahanan Rili belum jebol juga. Bahkan setiap pagi, siang, sore dan malam mereka selalu mencoba untuk membobol gawang pertahanan Rili, tapi tetap tidak pernah jebol juga.


Selama dua hari ini mereka habiskan waktunya dikamar bermesraan dan tetap berusaha menjebol gawang pertahanan Rili. Pelayan datang mengantar makanan mereka. Kadang Asisten Jef datang menjumpai Yasir ke kamar, karena urusan kerjaan dan mempersiapkan dokumen pernikahan Yasir dan Rili.


Sedangkan orang tua Rili Senin pagi sudah pulang ke rumahnya. Dia harus mengurus menantunya yang baru sadar di Rumah Sakit. Orang tua Yasir memilih pergi ke Jakarta.


Rili sangat betah berada dikamar Hotel itu, Karena fasilitasnya lengkap. Selama dua hari ini selain bermesraan di ranjang. Yasir dan Rili juga senang bermesraan di dalam kolam renang.


Yasir juga mengajari Rili berenang, seperti pada sore ini. Yasir dengan senang dan bahagianya melihat Rili sudah bisa berenang. Padahal Yasir baru mengajarinya dua kali.


Rili mengangguk, kemudian Dia mencium bibir Yasir dengan cepat. Rili sudah agresif, yang membuat Yasir tambah bahagia.


Setelah keluar dari kolam renang, Yasir langsung membopong Rili menuju kamar mandi. Mereka pun mandi bersama. Tentunya Yasir selalu mencumbu Rili dikamar mandi. Yang membuat bagian inti Rili berdenyut-denyut.


Sebenarnya Rili sudah tidak tahan, tidak munafik. Dia juga ingin merasakan penyatuan tubuh dengan suaminya itu. Tapi, Yasir yang tidak tegaan itu. Tidak sanggup melihat ekspresi wajah Rili yang kesakitan itu. Tapi, Sampai kapan? toh rasa sakit pasti dirasakan setiap wanita saat pertama kali melakukannya.


Rili melihat pantulan dirinya dicermin, saat dirinya sudah selesai berhias dan memakai gaun warna putih yang lengannya transparan itu.


"Adek cantik sekali, Abang jadi tidak semangat mau dinner ke luar." Ucap Yasir dan memeluk mesra Rili dari belakang. Tentunya, Yasir selalu menggesek-gesekkan bagian sensitifnya ke bokong Rili. Yang membuat Rili kesal dan tertawa kecil dihatinya. Sungguh Dia sangat kasihan kepada suaminya itu.


"Koq seperti itu?" Ucap Rili, tangan kanannya mengelus-elus kepala Yasir yang berada dipundaknya.


"Abang tidak ingin, orang lain memandangi tubuh Adek ini." Ucap Yasir sambil menciumi tengkuk dan punggung Rili yang sudah ditutupi pakaian itu.

__ADS_1


"Eehhmmm... Ya udah, kita makan malam disini aja. Tu di teras." Ucap Rili, tangannya menunjuk ke arah balkon dikamar yang luas itu.


"Benarkah Adek mau kita dinner disini?" tanya Yasir, Dia meraih tangan kanan Rili dan menciumnya berkali-kali.


Rili mengangguk, Yasir membalikkan tubuh Rili hingga mereka berhadap-hadapan. Hembusan napas keduanya sangat terasa dipipi.


"Tapi, Abang maunya Dinner dipinggir pantai." Ucap Yasir dan langsung menarik lengan Rili keluar dari kamar.


💖💖💖


"Apa Adek suka?" ucap Yasir, sambil menciumi jemari Rili, saat mereka berjalan menuju tempat untuk dinner yang dikelilingi oleh pelita.


"Astaga, ini sangat indah Sayang!" ucap Rili dengan mata berkaca-kaca. Dia pun mengeratkan pelukannya dilengan Yasir.


Setelah selesai menyantap makanannya, kedua insan yang dimabuk asmara itu, kembali mengekspresikan rasa cintanya dengan bercumbu. Dinginnya semilir angin malam, tidak menyurutkan gairah nafsu mereka. Malah, permainan bibir yang mereka lakukan semakin panas dan tangan Yasir yang bergrilya di tubuh Rili, membuat Rili semakin terangsang.



"Sayang,...!" ucap Yasir dengan suara beratnya tepat ditelinga Rili. Yang membuat bulu roma Rili meremang. Sungguh Yasir sudah tidak tahan lagi. Dia ingin lebih. Sepertinya malam ini, Dia harus mengesampingkan rasa kasihannya, jikalau melihat Rili nantinya kesakitan.


melihat sinyal yang diberikan Rili, akhirnya Yasir membopong tubuh Rili menuju kamar Hotel. Tentunya Yasir melewati lift khusus menuju kamarnya.


Di dalam lift, Yasir masih menyempatkan bibirnya mencicipi manisnya bibir Rili. Yang membuat Rili malu,tapi senang.


Sesampainya di kamar, Yasir mendudukkan Rili dipinggir ranjang. Dirinya juga duduk disebelah kanan Rili.


Yasir memandangi wajah Rili yang cantik, dengan perasaan yang sedikit grogi, sedangkan Rili jelas nampak malu, dipandangi oleh Yasir.


Tangan kanan Yasir bergerak, menelusup kebagian kuping dan bergerak sampai ke tengkuk Rili. Wajah Yasir mendekat ke arah bibirnya Rili. Hembusan napas Yasir terasa menerpa ke wajah Rili. Melihat suaminya seperti ingin mencium*nya. Rili memejamkan matanya.


Puas bermain-main di semua organ wajahnya Rili, maka kali ini Yasir akan melakukan penyatuan tubuh mereka.


"Baca Doa sayang!" ucap Yasir, bibirnya juga komat-kamit. Dan Dia pun mengarahkan benda pusakanya ke bagian intinya Rili.

__ADS_1


Yasir mendorong pinggulnya lebih keras, yang membuat Rili mengaduh kesakitan. Dengan cepat bibirnya melahap bibir Rili. Dia ingin mengalihkan rasa sakit yang dirasakan Rili.


__ADS_2