Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Extra chapter Terbang ke surga


__ADS_3

Melihat pria yang berpakaian serba hitam itu semakin dekat padanya. Dia mencoba lari, tapi pria itu menghadangnya. Sehingga Mely kembali tersudut ke meja hias.


Mely merasa nyawanya sedang terancam. Karena posisinya sudah mentok di sudut ruangan. Tangannya yang gemetar, berusaha meraih benda apa saja yang bisa diraihnya dari atas meja hias itu. Tapi, karena ketakutan luar biasa. Benda yang diraihnya malah terjatuh.


Dia kembali meraih benda di atas meja itu, ternyata Mely mengambil Gucci kecil, Dia melemparnya ke arah pria misterius itu. Tapi pria itu menghindar. Sehingga gucci itu pecah di lantai.


"Jangan, jangan--- kamu mau apa? kamu siapa?" ucap Mely dengan suara bergetar karena ketakutan. Pria yang dihadapannya masih membisu. Mely benar-benar tidak mengenali wajah itu, karena tertutup oleh kaca mata hitam yang besar.


"Apa mau mu---?" teriak Mely, disaat pria itu berusaha menangkapnya. Tapi, Mely mengelak. Walau Dia tidak bergerak dari posisinya.


"Mauku kamu." Dengan sekali gerakan pria itu, langsung merangkum wajah Mely. Mengunci pergerakan tubuh Mely dengan menekan tubuhnya kepada Mely. Pria itu menatap lekat bibir Mely yang sedikit terbuka, karena terkejut. Dia pun lengsung melu*mat habis bibir itu.


Mata Mely melotot penuh. Disaat pria misterius itu, semakin brutal saja, melu*mat habis bibirnya. Dia seperti mengenali rasa ciuman yang diberikan pria misterius itu. Tapi, kenapa Dia tidak bisa mengenali pria yang kini melecehkannya itu.


Mely benar-benar tidak bisa melepaskan bibirnya dari ******* bibir pria misterius itu. Mely semakin takut saja. Apakah Dia akan diperk*osa? Tangan kiri Mely kembali berusaha meraih apa saja yang ada di meja hias disebelahnya.


Dia merasa sedikit legah. Karena tangannya mendapatkan sesuatu. Dia pun menimpuk kepala pria misterius itu dengan vas bunga kaca. Aksinya itu sukses membuat pria itu melepas pangutannya. Pria itu merasa kepalanya berputar tujuh keliling, rasanya sakit sekali. Dia merabah kepalanya yang masih memakai topi itu. Kepalanya benjol, syukur kepala pria itu, ditutupi oleh jaket hodie dan topi. Kalau tidak kepala pria itu pecah. Karena, kena timpuk vas bunga kaca.


Saat pria misterius itu lengah. Mely mendorong tubuh pria itu dengan kuat, sehingga tubuh pria itu oleng. Mely menggunakan kesempatan itu untuk lari.


Baru lari tiga langkah. Dia harus menghentikan aksinya untuk berlari. Karena jubah mandi yang dikenakannya sudah ditarik oleh pria misterius itu.


Mely takut setengah mati. Sepertinya Dia akan dilecehkan pria misterius itu.


"Tenanglah, jangan takut. Aku tidak akan mencelakakanmu. Aku sayang kamu, Aku sangat merindukanmu." Ucap si pria misterius, yang membuat bulu Roma Mely berdiri. Sepertinya penjahat yang masuk ke rumah nya ini. Adalah orang psikopat.


Mely hanya bisa terdiam dengan tubuh bergetar. Sambil berusaha memegang jubah mandinya, agar tidak lepas. Sempat jubah mandinya lepas. Maka, Dia akan malu sekali dan itu ancaman besar untuknya.

__ADS_1


"Kamu tolong, pergi. Kamu bisa mengambil semua barang-barang disini. Tapi, tolong lepaskan Aku---!" Ucap Mely dengan suara bergetar. Jantungnya sudah terasa copot dari tempatnya. Apalagi kini prai itu sudah Memeluknya dari belakang.


"Apa kamu tidak mengenalku?" ucap si pria dengan sendunya. Mely yang panik itu, benar-benar tidak bisa berpikir jernih, sehingga otaknya seolah gagal fungsi. Yang ingin dilakukannya, adalah melarikan diri dari pria misterius yang kini masih memeluknya, sambil mengendus-endus lehernya.


Mely berontak, saat pria itu menciumi lehernya. "Tolong--- Tolong----!" Ucapnya dengan suara keras. Dia pun berusaha menendang alat vital pria itu. Tapi, tidak kena sasaran. Tapi, aksinya itu diulanginya lagi. Dia pun menggerakkan kaki kanannya ke belakang. Kali ini sasaran tepat. Kakinya mengenai organ vital pria misterius itu, tepat di ************. Sehingga pria itu melepas tubuh Mely dari rengkuhan nya. Karena tangannya refleks memegangi anacondanya yang kena tendang.


Mely panik bukan main. Pengikat jubah mandinya sudah lepas. Bahkan dua gundukannya nampak jelas terlihat saat ini. Dia ingin berlari dan sembunyi di kamarnya. Karena panik ingin melarikan diri. Mely malah menginjak jubah mandinya, sehinggw Ia terjerambab.


Saat itu juga, pria misterius itu. Berjalan ke arahnya dengan pelan. Dengan menanggalkan topi, serta jaketnya. Melihat pria misterius itu, melepas jaketnya. Mely semakin panik, dada nya nampak naik turun, karena ketakutan yang luar biasa. Sepertinya pria itu akan memperk*osa.


"Tidak-- Jangan-----!" teriaknya, berusaha bangkit. Dia yang tidak tenang itu, malah menabrak dinding didepannya. Sehingga kepalanya terjiduk kuat. Mely pun ambruk. Terduduk sujud di dekat dinding dekat kamarnya.


Mely yang terduduk seperti sujud itu, dengan keadaan jubah mandi yang tidak menutupi bagian depannya lagi, merasa kepalanya pusing dan sakit sekali, pandangannya buram. Sepertinya Dia akan pingsan. Dalam keadaan setengah tersadar. Dia melihat pria misterius itu menghampiri nya.


"Jangann--!" ucapnya lemah dengan berurai air mata. Karena tidak bertenaga lagi, Mely pun pasrah saja di angkat pria itu ke bahunya.


"Tolong---tolong----!" teriak Mely, disaat pria itu membawa Mely keluar dari pintu belakang. Berlari menembus kebun strawberry nya dengan kencangnya.


"Tenang, kamu tenang sayang. Aku akan membawamu terbang ke angkasa." Ucap pria misterius itu dengan lembut. Dan benar saja, Mely merasa dibawa terbang oleh pria itu.


Mely kini melayang-layang di atmosfer, Dia melihat banyak bintang di langit. Perasaan takut dan was-was, kini berubah sudah menjadi perasaan bahagia dan bebas lepas. Bahkan Dia merasa saat ini seperti sedang berada di surga.


"Kamu siapa? kamu mau membawaku kemana?" tanya Mely menatap pria yang mendekap nya dengan perasaan legah. Kini posisi mereka sedang berpelukan sambil terbang, menembus atmosfer. Terbang, membelah sunyinya malam, ditemani udara yang dingin. Yang membuat Mely semakin mengeratkan pelukannya. Bahkan, Mely memposisikan bagian bawahnya agar bergesekan dengan bagian bawah pria misterius yang ingin menculiknya itu.


Mely merasa sangat menyukai posisi ini. Terbang dengan berpelukan menembus atmosfer. Dengan bagian bawah mereka saling bergesekan.


"Membawamu ke rumahku." Ucap pria itu lembut. Suara pria itu mengingatkannya kepada pria yang sangat dirindukannya, yaitu Rival.

__ADS_1


"Rumah? rumahmu di mana? kenapa kita bisa terbang?" tanya Mely heran, Dia kini kembali mengeratkan pelukannya kepada pria yang membawanya terbang. Karena Dia sempat melihat ke bawah. Dia takut terjatuh.


"Nanti juga kamu pasti tahu. Tenanglah, sebentar lagi kita sampai. Kita akan sampai ke puncak surga dunia. Kamu tenang ya sayang." Ucap Pria itu lembut, yang membuat Mely. Tersenyum malu-malu.


Tadi Dia sangat ketakutan. Tapi, kenapa sekarang Dia merasa begitu bahagia sekali bersama pria ini. Apalagi seperti sekarang ini. Saat terbang, pria itu masih bisa mencumbu nya. Melu*mat habis bibirnya. Bahkan sedotan keras di lehernya terasa nyata, hingga hisapan di pucuk gunung kembarnya membuatnya merinding, karena geli nikmat. Sudah lama dia merindukan rasa ini.


Tapi, kenapa saat terbang, bisa bercumbu? Mely berpikir sejenak.


"Kamu siapa? kenapa ingin membawaku pergi?" tanya Mely lagi, memperhatikan dengan seksama pria didepannya. Setelah pria itu melepas aksinya menelusuri tubuh Mely dengan bibirnya saat terbang. Wajahnya yang penuh brewok membuatnya sulit mengenalinya.


Tapi, bulu-bulu yang menghiasi wajah pria itu yang membuatnya tidak terkendali. Mely suka, ada geli-geli enak dan nikmat yang mengganjal di dalam tubuhnya dan harus dikeluarkan.


"Aku sedih, kamu sudah melupakanku." Ucap pria itu, mempercepat kelajuannya terbang menggunakan tongkat saktinya, yang membuat Mely kembali mengeratkan pelukannya. Mengikuti ritme terbang pria misterius yang membuatnya merasa sesuatu hendak terdorong keluar dari tubuhnya.


"Gara-gara brewok ini. Aku tidak mengenal mu." Ucap Mely, mulai terengah-engah dengan napas memburu, memegangi wajah pria yang mengajaknya terbang.


"Apa kamu tidak menyukainya?" ucap si pria misterius. Semakin mempercepat kelajuannya terbang dengan burung gagaknya.


"Suka," ucap Mely. Tangannya mulai memegangi dan membelai bulu-bulu yang ada di tubuh pria itu.


"Sepertinya kita harus mendarat, apakah kamu sudah merasa sampai dipuncak?" tanya si pria misterius, dengan tetap mempercepat laju terbang nya dengan tongkat sakti nya yang dibantu burung gagaknya.


"Iya--!" ucap Mely mendesah frustasi. Dia harus mendarat dan menyelesaikan acara terbang ke surga ini.


"Baiklah, kamu berpegangan yang kuat." Ucap si pria misterius, mulai mempercepat gerakan terbangnya. Mely pun mempererat pelukannya kepada pria misterius itu. Hingga Dia merasa, saatnya lepas landas.


"Aaaarrgggghhh....uuuhhwwwhhhk-----!" ucap Mely dengan sedikit berteriak, meluapkan emosi jiwa lahir batin yang terpendam lama. Dan saat itu juga mereka terjun bebas dan terjatuh dari acara terbang menuju surga duniawi.

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan like coment positif dan Vote 😍😊


__ADS_2