Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Fitnah lebih kejam dari pembunuhan


__ADS_3

"Maaf Pak Polisi sepertinya dompet saya tadi terjatuh, tanda pengenal saya semuanya di dompet itu.” Ucap wanita itu dengan sedih sambil memegangi tas ranselnya dengan sedikit gemetar.


“Jadi Adek tidak punya tanda pengenal?” tanya Pak Polisi. Wanita itu menggeleng.


Pak Polisi memeriksa tanda pengenal Rival. Di tanda pengenal itu Rival masih berstatus lajang.


“Kalian kena razia kasus prostitusi. Silahkan ambil barang kalian dari kamar ini, dan mari ikut kami ke kantor polisi.” Mendengar ucapan Pak Polisi, Rival langsung panik. Dia tidak terima dengan tuduhan pihak berwajib.


“Kami tidak melakukan mesum disini Pak? Kami hanya ingin menginap dan besoknya akan melanjutkan perjalanan.” Rival mencoba menjelaskan kepada Pak Polisi. Jelas Pak polisi tidak akan percaya. Bukti sudah kuat. Pak Polisi dan satpol PP jelas melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa Rival dan wanita itu, sedang te*lanjang bulat dan sedang melakukan hubungan intim.


“Abang jangan berkilah, sudah jelas kami melihat tadi kalian sedang ngapain. Burung Abang saja sudah keluar dari sangkarnya.” Ucap Pak polisi geram. Pak Polisi yang merazia Rival tergolong Polisi anti Prostitusi.


“Itu tidak seperti yang bapak lihat. Kami tidak melakukan hubungan intim. Kami sedang berganti pakaian, disaat orang Bapak datang.” Rival masih berusaha menjelaskan kepada pihak berwajib, agar mereka jangan diseret ke kantor polisi. Sedangkan wanita pembawa sial buat Rival itu, hanya menunduk dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


“Kami tidak perlu penjelasan yang tidak masuk akal. Kalau Abang dan Adek bisa membuktikan kalian pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan agama. Maka kami tidak akan menyeret kalian ke kantor polisi. Tapi, kalau tidak bisa kalian buktikan, sudah jelas kalian pasangan mesum. Ayo jalan Bang!” Perintah Pak Polisi kepada Rival.


Rival sangat geram, kesal dan ingin marah. Rasa sakit ditubuhnya seketika menghilang, digantikan dengan perasaan muak dan jijik melihat wanita yang sekarang bersamanya. Wanita itu seolah membawa petaka buatnya.


Rival menatap tajam ke arah wanita yang masih berdiri dihadapannya. “Jalan Pak, atau orang Bapak mau diseret paksa.” Ucap Pak Polisi. Mau-tak mau akhirnya Rival dan wanita itu berjalan didepan dengan bersebelahan.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju mobil patroli yang bak terbuka itu, Rival selalu berdoa dalam hati. Agar masalah ini jangan semakin panjang. Dia sangat menyesali kejadian malam ini. Apakah Dia sudah bersalah sebagai suami, karena meninggalkan istri tanpa pamit? Tapi, Dia merasa istrinya juga salah, menemui mantan kekasihnya secara diam-diam. Saat Dia tidak berada di rumah.


Saat Rival dan wanita itu menaiki mobil Patroli beserta pasangan mesum lainnya. Rival berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya , disaat Dia melihat wartawan sedang mengambil foto.


Rival tidak henti-hentinya berdoa dalam hati, sepanjang jalan menuju kantor polisi setempat. Dia hanya menunduk, meratapi nasibnya yang akan berubah dalam satu malam.


Sedangkan wanita yang bersamanya, duduk disebelahnya hanya menangis dalam diam. Dia yang biasanya pemberani dan urakan, tiba-tiba jadi menciut. Kejadian satu malam ini, benar-benar membawa pengaruh besar buat hidupnya. “Maa, maafkan putrimu ini. Tolong Aku Ma!” ucapnya dalam hati.


“Ayo turun!” Perintah Pak Satpol PP. Rival dan pasangan mesum lainnya pun turun dengan langkah gontai, serta wajah menunduk. Bahkan ada yang sampai gemetaran dan terkencing-kencing di celana. Pasangan mesum lainnya tertawa melihat kawan senasib mereka. Tapi Rival tidak ikut tertawa. Dia sedang pusing dan merasa ini seperti mimpi saja. Seumur-umur Dia belum pernah berurusan dengan pihak berwajib. Lah, sekalian berurusan, Dia kena kasus yang memalukan.


Sesampainya di kantor polisi. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Mereka dibawa kesebuah ruangan khusus untuk pembinaan sementara. Sebelum sanksi diberikan. Mereka pun dimintai Pak Polsisi mengisi Bio data masing_masing.


“Para petugas tadi sudah sepakat, bahwa kalian yang empat pasang ini akan dinikahkan besok pagi di kantor ini.” Ucap Pak Polisi. Rival yang mendengar itu, langsung menoleh ke Pak Polisi. Dia tidak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulut Pak Polisi itu.


“Maaaksud Bapak apa?” tanya Rival dengan suara gemetar. Sungguh jantungnya langsung berdetak cepat, Ini masalah. Dia tidak mau menikahi wanita itu. Dia sudah punya istri dan sangat dicintainya. Dia sangat mencintai istrinya itu, sehingga Dia tidak sanggup menampakkan hatinya yang terluka dan sedang marah itu kepada istrinya. Dia takut kemarahannya membuat Rili terluka dan kecewa.


“Besok pagi kalian semua akan dinikahkan secara siri. Kalau kalian mau mengurus buku nikahnya akan lebih bagus. Setidaknya dengan menikah siri, kalian tidak akan berdosa disaat melakukan hubungan intim. Biaya tidak dibebankan kepada kalian.” Tegas Pak polisi dan menatap satu-satu wajah pasangan mesum itu yang sedang duduk dilantai beralaskan tikar.


"-Jelaslah tidak ada biaya kan hanya nikah siri." Ucap salah satu pasangan mesum.

__ADS_1


“Alhamdulillah sayang kita menikah juga.” Ucap salah satu apasangan mesum lainnya di. Mereka pun berpelukan. Sedangkan pasangan yang lainnya ada yang tidak terima dengan keputusan pihak berwajib tersebut. Karena memang mereka hanya untuk senang-senang saja.


“AAAKKKKHHHH….!” Rival berteriak dan bangkit dari duduknya, berjalan dengan cepat menuju pintu keluar. Akal sehatnya sedang tidak berfungsi. Belum sempat Dia keluar dari ruangan itu. Petugas lain sudah menahannya.


“Abang sabar, ini sudah jalan terbaik. Mau sampai kapan abang akan berzina terus. Aku perhatikan data Abang. Abang itu sudah berumur, tapi masih lajang. Berarti selama ini Abang selalu jajan kan, untuk melampiaskan nafsu Abang.” Ucap Pak Polisi, yang menyimpulkan sendiri karakter Rival. Pak polisi beranggapan, Pria yang sudah berumur 36 tahun tapi, masih lajang. Itu perlu dipertanyakan.


Rival tidak terima dengan ucapan Pak polisi, yang memvonisnya sering berzina. Dia geram. Hanya satu kali hentakan, kedua polisi yang memeganginya terlempar. Dia berjalan cepat ke arah Pak Polisi yang mulutnya tidak punya rem itu. Dan buughh….bughh… Rival meninju rahang dan perut pak Polisi dan langsung tersungkur.


“Jangan kamu sok suci dan mengatai orang. Aku tidak berbuat mesum dan aku tidak akan mau menikahi wanita pembawa malapetaka ini.” Ucap Rival dengan penuh amarah, menunjuk wanita yang membuat torehan garis tangannya jadi berubah.


Pak polisi lainnya langsung mengamankan Rival dan menjebloskannya ke dalam jeruji besi.


“Kasusmu bertambah, berani sekali kamu menganiaya Polisi.” Ucap Pak Polisi lainnya dengan tegas dan lantang. Jelas saja tindakan Rival salah.


Rival diam, Dia mendudukkan tubuhnya dengan kaki berseloncor dengan tatapan kosong. Hatinya begitu sakit mendengar ucapan Pak Polisi itu. Dia dituduh berzina. Istrinya saja yang tidak mau disentuhnya, dengan sabar Dia menantinya.


Tanpa sadar air mata Rival menetes. Dia rapuh, merasa menjadi manusia yang paling sial dan tidak diinginkan di dunia ini. Orang tuanya mencampakkannya, Ibu yang membesarkannya membencinya, istrinya tidak mencintainya dan sekarang Dia kena kasus praktek prostitusi dan penganiayaan. Mungkin seumur hidupnya akan dihabiskannya dipenjara, Rival down.


TBC

__ADS_1


__ADS_2