
"Abang Firman." Ucapnya dengan perasaan kesal bukan main. Dia menyamperin Firman yang sedang duduk bersandar di bangku beton di taman, di atas rumput manis sambil meneguk minuman haram. Firman nampak menikmati setiap tegukan itu, walau Dia sempat terbatuk-batuk. Karena keselek.
"Apa enaknya minuman ini? kenapa orang banyak menyukai nya?" Ucap Firman, yang bisa didengar oleh Mama Maryam.
Kenapa Firman meminum, minimum keras di pekarangan rumahnya ini. Apa benar Dia memang pemabuk?
Mata Mama Maryam berkaca-kaca. Sesaat Mama Maryam teringat kelakuan Firman 22 tahun yang lalu, saat Firman merengut kesuciannya saat mabuk berat. Saat itu juga tubuh Mama Maryam babak belur, karena dipaksa Firman untuk menuruti nafsu birahinya.
Kejadian itu terjadi tepat di malam tahun baru. Disaat Maryam baru pulang merayakan tahun baru dari rumah saudaranya. Ya, Mama Maryam dulunya agama Nasrani. Dia jadi muallaf, setelah Pak Ali menikahinya.
"Apa yang Abang lakukan disini?" tanya Mama Maryam dengan intonasi suara tinggi. Dia berkacak pinggang, membenci kelakuan Firman. Entah kenapa pria ini meminta ikut tinggal dengannya. Padahal Dia tidak mau melihat pria yang merenggut kesuciannya itu lagi
Firman terlonjak kaget, mengetahui aksinya ketahuan. Refleks Dia melempar minuman haram itu. Dia sudah menghabiskan setengah botol. Tapi, Dia masih sadar sepenuhnya. Sedikit pun Dia belum mabuk.
"Maryam, kamu disini?" Firman bangkit dari duduknya. Dia berdiri tegak dihadapan Maryam. Melap bibirnya yang meninggal bekas minuman haram itu.
"Abang ternyata tidak berubah, masih suka mabuk-mabukan." Ucap Mama Maryam menatap kesal Firman yang menunduk karena malu. "Dia menerima saja tuduhan Maryam, yang mengatakan nya pemabuk. Walau sebenarnya Dia bukan pemabuk.
"Aku tidak mau ada orang mabuk di rumah ini. Sebaiknya Abang tinggalkan rumah ini secepatnya." Ucapan Mama Maryam membuat Firman terkejut. Manik matanya mengikuti gerak tangan Mama Maryam yang bergerak mengusirnya.
Hatinya tentu sakit, diusir oleh wanita yang dari dulu sangat dicintainya itu. Tapi, memang Maryam tidak mengetahui bahwa Firman dari dulu mencintainya. Dia mengusap wajahnya kasar. Mengguyar rambutnya sampai kebelakang. Sepertinya rencananya akan hancur. Maryam akan semakin membencinya.
Ini kedua kalinya Dia meneguk minuman haram itu, Dia melakukan itu. Karena terpengaruh dengan omongan temannya saat bertelepon. Dia menceritakan kepada kawannya bahwa Dia berjumpa lagi dengan Maryam.
Hatinya begitu senang, karena takdir mempertemukan mereka kembali. Ada niat dihatinya, untuk meminta Maryam mau menikah dengannya. Tapi, Dia takut untuk mengatakan itu. Karena Dia sadar diri. Apalagi Maryam tidak mencintainya dari dulu.
Saat itu juga kawannya itu, menyarankannya untuk minum, minuman haram itu, agar punya keberanian mengungkapkan perasaannya kepada Mama Maryam. Karena, Firman merasa setres setiap hari melihat Maryam, tapi tidak mengopeninya. Dia tidak mau lagi memendam rasa ini.
Firman yang curhat kepada teman sesama penjahat, tentu memberi ide gila. Yaitu diminta mabuk-mabukan. Syukur Firman belum mabuk beneran. Sempat Dia mabuk beneran, dan mendatangi Maryam. Tentu akan terjadi peristiwa yang menggemparkan di rumah menantunya itu.
__ADS_1
"Aaaku... iiittuu... Maaf, Maaf Maryam, Aku tidak mabuk. Aku hanya merasa sedikit kedinginan jadi Aku memutuskan menghangatkan tubuh dengan sedikit minum. Tidak ada niatku untuk mabuk-mabukan." Ucap Firman dengan terbata-bata. Dia mencari alasan dari kelakuan buruknya. Berharap Mama Maryam tidak serius mengusir nya. Karena kecewa kepada nya.
Memang kebetulan sekali cuaca sedang dingin, karena baru saja hujan. Dan saat ini masih gerimis. Dan seperti nya hujan badai akan datang lagi.
"Aku tidak mau ada orang pemabuk di rumah ini. Orang yang suka mabuk, sering melakukan kejahatan. Karena pikirannya sudah tidak bisa dikendalikannya dan mudah kena hasut setan. Aku harap, Abang harus mengangkat kaki dari rumah ini." Ucap Mama Maryam dengan melototkan matanya. Dia geram bukan main kepada Firman.
Dia berbalik badan, tidak mau berlama-lama berhadapan dengan pria menyebalkan itu. Baru melangkah dua langkah, Dia merasakan tubuhnya dipeluk dengan erat dari belakang, siapa lagi kalau bukan Firman pelakunya.
Maryam terkejut mendapatkan perlakuan tidak sopan itu dari Firman. Matanya melotot penuh dibarengi dengan mulut menganga. Tidak percaya dengan kelakuan Firman seberani itu.
Dia berontak dengan berusaha melepaskan tangan Firman yang membelit di pinggangnya. Menggoyang-goyang tubuhnya, agar lepas dari belitan tangan Firman yang kokoh dan keras itu.
"Apa yang kamu lakukan pria brengsek, lepas...Lepasskan...!" ucap Mama Maryam dengan intonasi suara tinggi. Berharap penghuni rumah lainnya mendengarkannya. Dia takut, Firman melakukan perbuatan keji itu lagi padanya. Sungguh perbuatan Firman kali ini persis seperti kelakuan Firman 22 tahun yang lalu.
Yang datang tiba-tiba memeluk erat pinggang nya dan menyeretnya ke semak-semak. Peristiwa itu kembali terekam, yang membuat Mama Maryam takut. Tubuhnya sampai bergetar saat ini.
Teriakan Mama Maryam, tidak ada yang mendengarnya. Yang berketepatan terdengar suara gemuruh yang dahsyat dan hujanpun turun dengan derasnya. Karena sudah dapat waktu magrib. Para penghuni rumah memilih masuk ke dalam rumah atau pun kamar. Untuk beribadah melaksanakan sholat Magrib. Ditambah hujan semakin deras saja.
"Brengsek kamu, lepaskan...! Apa mau mu?" ucap Mama Maryam dengan keras, tangisan semakin kencang saja terdengar. Yang membuat hati Firman juga ikut menangis mendengar nya.
Sambil menangis, tangannya selalu berusaha melepaskan tangan Firman yang masih membelit di pinggangnya.
"Bi--arkan A--ku memelukmu seperti ini." Ucap Firman lembut dan penuh penghayatan di daun telinga Maryam. Suara Firman terdengar bergetar. Dia takut dengan kelakuannya yang memberanikan diri memeluk Maryam. Apalagi wanita yang sangat dicintainya itu sudah menangis sejadi-jadinya.
Firman pun memasrahkan kepalanya di ceruk leher putihnya Mama Maryam. "Biarkan Aku memelukmu sebentar saja. Ku mohon, tenanglah." Ucapnya dengan penuh kelembutan yang membuat bulu Roma Mama Maryam meremang.
Mama Maryam dibuat semakin takut saja. Apakah Firman akan memperko*sanya lagi. Dia tidak mau itu terjadi. Pria yang memeluknya ini tenaganya terlalu kuat. Dia tidak bisa berontak.
"Tolong----- Tolong----!" Mama Maryam tidak mendengar ucapan Firman Dia malah semakin mengeraskan suara teriakannya. Yang membuat Firman panik dan takut. Dia takut, penghuni rumah lainnya datang. Dan salah paham, dan akhirnya Dia kena hukum massal.
__ADS_1
Melihat Mama Maryam tidak bisa diajak kompromi, Firman yang kalut dan panik itu. Membekap mulut Mama Maryam dengan tangan kanannya dengan kuat, dan tangan kirinya masih membelit di pinggang Mama Maryam dengan sangat kencang. Tubuh Mama Maryam yang mungil, tenggelam di dalam dekapan Firman.
Dia pun menggerek dengan paksa Mama Maryam, untuk bersembunyi dibelakang gazebo. Di tempat itu, orang tidak akan bisa melihat mereka. Karena Gazebo itu, sudah berdinding setengah.
Sesampainya di belakang Gazebo itu, Firman menyandarkan tubuh Mama Maryam dengan lembut ke dinding gazebo dari papan itu. Dia sudah melepas tangannya dari mulut Mama Maryam. Tapi tangan kirinya masih membelit di pinggang Mama Maryam dan Dia sudah membalikkan tubuh Mama Maryam, hingga kini mereka berhadap-hadapan dan saling pandang dengan ekspresi tatapan mata yang berbeda.
Firman menatap Mama Maryam dengan penuh cinta dan kerinduan. Sedangkan Mama Maryam menatap Firman dengan penuh kebencian.
"Apa mau mu?" ucap Mama Maryam, membuang pandangannya dari tatapan Firman, tatapan itu membuatnya terbius.
"Kamu." Jawabnya lembut, memperhatikan Maryam yang memalingkan wajahnya.
Mendengar ucapan Firman, membuat Mama Maryam semakin ketakutan. Firman pasti akan melakukan tindakan asu*sila itu lagi padanya.
Mama Maryam berusaha lepas dari rangkulan Firman, menggerak-gerakkan tubuhnya yang basah, yang membuat tubuh keduanya bergesekan. Bahkan kancing kemeja yang dikenakan Mama Maryam lepas tepat dibagian dadanya. Menyadari kancingnya terlepas karena ulahnya sendiri. Mama Maryam menunduk, menoleh ke bagian dadanya.
Jelas saja, kemeja yang dikenakan nya sudah terbuka tepat dibagian dadanya. Saat itu juga Firman menoleh ke kemeja Maryam yang terbuka.
Firman terperangah melihat tonjolan itu. Penampilan Mama Maryam nampak semakin sexy dan menggoda karena mereka yang sudah basah kuyup, ditambah Mama Maryam mengenakan kemeja ketat warna putih dengan Rok mengembang model plisket warna hitam.
Melihat tatapan Firman yang seolah ingin menerkamnya membuat Mama Maryam semakin ketakutan. Dia berontak yang membuat Firman semakin tidak tahan. Karena sesuatu dibawah sana sudah bangun
"Kumohon Maryam, tenang lah. Jangan kamu menggerak-gerakkan tubuhmu. Aku--!" ucapan Firman terhenti, sungguh ini ujian berat buatnya.
Maryam terdiam, Karena Dia melihat Firman frustasi.
"Lepaskan Aku, jangan lakukan itu lagi kepadaku." Ucap Mama Maryam dengan berurai air mata. Tangannya kini berusaha melepas pelukan Firman. Tapi, Dia berusaha keras, agar tubuh lainnya tidak bergoyang dan bergesekan dengan tubuh Firman.
"Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Tidak kaan pernah." Ucap Firman dengan tegas. Sorot matanya tajam siap menerkam.
__ADS_1