Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 : Sifat bunglonnya Mely


__ADS_3

Rival berjalan masih dengan senyuman manisnya, walau penampilannya sedikit lusuh, tapi Dia tetap saja terlihat menawan.


"Mama disini juga?" ucap Rival dengan sedikit sungkan. Dia masih berdiri tak jauh dari ranjang Mely.


"Iya. Temenin Mely, kamu sih lama banget pulangnya. Lihat tuch sudah jam 10 malam." Ucap Mamanya Mely dengan melirik jam yang terpampang di dinding kamar Mely. Mata Rival mengikuti gerakan mata Mamanya Rili melihat jam di dinding itu.


"Iya Ma, tadi ada urusan dengan rekan bisnis kita. Harusnya Ayah yang mengikuti pertemuan itu tapi karena Ayah lelah baru Sampai. Ayah menyuruhku menggantikannya." Ucap Rival dengan memperhatikan Mely yang sibuk dengan laptopnya. Dia sama sekali tidak melirik Rival yang bicara dengan Mamanya, yang membuat Rival sedikit heran dan curiga.


"Ada apa lagi dengannya. Kadang sangat ceria dan romantis, ini senyuman tidak terlihat di wajahnya." Gumam Rival dalam hati. Sungguh hatinya jadi was-was.


"Baiklah, kamu bersihkan tubuh mu dulu." Ucap Mamanya melihat penampilan Rival yang lusuh dan nampak lelah.


"Mely, sana siapkan air hangat di bathup untuk suamimu." Mamanya Mely melirik ke arah putrinya yang dari tadi matanya tidak pernah lepas dari layar datar dihadapannya.


Mely kesal mendengar perintah Mamanya itu. Dia tiba-tiba jadi tidak suka kepada Rival. Gara-gara Dia menemukan foto mantan istrinya di tas ranselnya Rival. Ditambah harta kekayaan Ayahnya semua dilimpahkan kepada Rival.


"Apa sih yang dilakukannya, kenapa semua orang sangat simpatik dan suka kepadanya. Termasuk diriku." Gumam Mely dalam hati, Dia pun memutar wajahnya menghadap ke arah Rival dengan tatapan tidak suka. Dan Rival mengerti ekspresi ketidaksukaan istrinya itu.


"Tidak usah Ma. Aku bisa menyiapkan sendiri. Kan tinggal diisi. Lagian Mely nampak sibuk." Ucap Rival dan meletakkan tas selempang kerjanya di meja yang ada di dekat jendela. Dia tidak berani meletakkan Tas selempangnya di atas meja rias Mely.


Sebenarnya tadi Rival sesampainya di rumah, langsung masuk ke kamarnya. Tapi, Sari yang melihat Rival masuk ke kamarnya, memberitahu bahwa semua pakaian Rival sudah dipindahkan ke kamar Mely. Makanya Rival masuk ke kamar istrinya itu.


"Baiklah, Mama keluar dulu. Mely, kamu siapkan Makanan kepada Nak Rival, siapa tahu Dia masih lapar." Ucap Mamanya, melotot kepada putrinya itu. Baru tadi Dia memeringati Mely, agar bersikap baik kepada Rival. Tapi, Mely yang keras kepala dan sesuka hatinya itu tidak mengindahkannya.

__ADS_1


"Tidak usah Ma, tadi Rival sudah makan bersama klien." Tolak Rival ramah dan melihat kembali ke arah Mely yang sepertinya sedang kesal.


"Baiklah Mama keluar. Selamat istrirahat ya sayang, Nak Rival." Mama Mely pun keluar dari kamar, setelah Rival menjawab ucapan selamat tidur Ibu Mertuanya itu.


Sepeninggalan Mamanya Mely, Rival pun masuk ke kamar mandi tanpa suara. Karena Mely pun tidak mau melihat ke arahnya.


Rival keluar dari kamar dengan membelitkan handuk di pinggangnya. Mely sama sekali tidak tertarik untuk melihat ke arah suaminya itu. Rival berjalan ke ruang ganti yang ada di kamar Mely. Dia sangat bingung mencari di mana pakaiannya yang sedikit itu diletakkan.


Sudah tiga lemari yang dibukanya dengan cara digeser, tapi Dia tidak menemukan pakaiannya juga. "Baju-baju ku sebenarnya diletakkan dimana? kata Sari, semua pakaianku dipindahkan ke kamar Mely." Ucapnya pelan, sambil memeriksa lemari pakaian yang berbaris di kamar itu. Hingga Dia membuka lemari yang semuanya berisi pakaian dalam Mely.


Mata Rival melotot melihatnya, tiba-tiba saja tongkat saktinya menegang. Dengan menggelengkan kepalanya, membuyarkan pikiran mesumnya. Dia pun menutup lemari itu.


Hingga tibalah Dia membuka lemari kelima, lemari itu sangat berbeda dengan lemari pakaian lainnya. Karena lemari ini terdiri dari tiga pintu dan terbuat dari kayu jati yang sudah diukir indah.


Di pintu pertama isinya semua kemeja kantoran, Di pintu tengah isinya pakaian santai dan pakaian dalam dan pintu ketiga isinya celana dan sarung.


"Apa Dia membeli ini semua untukku?" Gumam Rival dalam hati dengan tersenyum. Siapa sih yang tidak suka diberi pakaian yang bagus.


Rival keluar dari ruang ganti dengan mengenakan kaos dan sarung. Dia memang terbiasa seperti itu, kalau hendak tidur. Kebiasaannya di kampung belum bisa dihilangkannya.


Mely tidak melihat sedikitpun ke arah Rival. Dia masih berusaha menenangkan hatinya yang kesal, kecewa dan cemburu itu.


Mely walau tomboi, tapi sifat aslinya manja dan tidak dewasa. Sikapnya juga gampang berubah, sesuai dengan suasana hatinya. Seperti malam ini, Dia yang lagi kesal kepada Rival. Tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya itu. Dia orangnya extrovert.

__ADS_1


Melihat Mely yang tidak kunjung meliriknya, ada niatan Rival untuk pergi dari kamar itu dan tidur di kamarnya. Tapi, kalau Dia melakukan itu, maka permasalahan baru pasti akan muncul.


Rival naik ke atas tempat tidur dengan gerakan yang sangat pelan, Dia tidak mau mengganggu Mely yang nampak serius itu. Kini Rival sudah berbaring disebelah Mely. Dimana Rival memiringkan tubuhnya ke arah Mely yang masih sibuk mengetik dilaptopnya.


Rival Berdehem, tapi Mely tetap tidak melihat ke arah Rival yang kini sedang miring dengan menahan kepalanya dengan tangannya.


"Adek kenapa?" tanya Rival dengan lembut, kedua bola matanya masih setia menatap Mely yang duduk bersandar head board tempat tidur, sedangkan Laptopnya di pangkuannya.


Mely tidak menjawab, Rival pun menguap. Sungguh Dia lelah sekali.


"Apa seserius itukah? sehingga suami pulang dicuekin." Ucap Rival masih dengan nada lembut. Kini tangannya bergerak pelan menyentuh paha Mely. Yang membuat Mely melirik ke arah Rival dengan tatapan tidak suka.


Rival pun menarik tangannya. Kemudian Dia mengubah posisinya membelakangi Mely.


"Sungguh aneh wanita satu ini. Baru tadi pagi Dia begitu genitnya kepada saya, dan malam ini Dia bersikap seolah, Aku ini tidak ada di ruangan ini." Gumam Rival dalam hati.


"Masaak bodoh, mulai saat ini. Aku tidak akan berinisiatif lagi untuk memperbaiki hubungan ini. Sepertinya Dia memang tidak serius dengan hubungan ini. Baru juga baikan semalam. Dan malam ini sudah bersikap aneh lagi. Pusing aaahh... mending kita tidur ya juniorku." Gumamnya dalam hati, dan benar saja tidak menunggu lama. Rival sudah terbang ke alam mimpi.


Mely melirik suaminya yang memunggunginya itu. Dia tambah kesal aja melihat tingkah Rival, yang tidak ngotot membujuknya. Dia pingin Rival membujuknya dan sedikit marah-marah karena sikap cueknya. Eehh, malah Rival lebih cuek lagi.


Mely pun merasa sangat mengantuk, Dia pun mematikan laptopnya. Memindahkannya ke meja belajarnya. Dengan pelan Dia naik ke atas tempat tidur. Dia membaringkan tubuhnya menghadap punggung Rival. Ingin rasanya Dia memeluk tubuh itu. Tapi, entah kenapa Dia masih kesal kepada Rival, karena masih menyimpan foto istrinya.


Bersambung.

__ADS_1


Vote ya kak.


__ADS_2