
Ketika kamu bangun di pagi hari, pikirkanlah apa hal yang istimewa untuk hidup, untuk bernapas, berpikir, menikmati, dan mencintai.
Rili terbangun dengan perasaan yang begitu bahagia. Lengan dan bahu Yasir semalaman ini sudah menjadi bantal empuknya. Rili mencium lembut dada Yasir yang bidang. Dia berusaha melepas lengan Yasir yang memeluknya erat.
"Mau kemana?" ucap Yasir dengan suara beratnya, Dia semakin mempererat pelukannya, yang membuat Rili berontak kecil.
"Sudah shubuh sayang." Ucap Rili, Dia menggerakkan tubuhnya sehingga Dia bisa menatap wajah Yasir yang sangat tampan itu. Dia berlama-lama menatap wajah Yasir yang matanya masih terpejam itu.
"Oohh...!" Yasir malah semakin mempererat pelukannya. kulit Rili yang halus dan lembut itu, sangat disukai Yasir bergesekan dengan kulitnya.
"Ayo bangun Sayang!" seru Rili dan tetap berusaha melepas lengan Yasir yang masih memeluknya erat.
"Cium Abang dulu, baru Abang bangun." Rili diam, Dia masih menatap wajah suaminya yang sangat tampan itu. Dia sangat malu untuk melakukan perintah suaminya itu, padahal Dia juga sangat menginginkannya.
"Kenapa Diam, cium Abang sayang!" Yasir semakin mempererat lagi pelukannya, sehingga dada Rili yang hangat, berdempet kedada Yasir. Yang membuat darah Yasir berdesir hebat. Juniornya yang sudah tegang dari tadi, pingin dibelai.
__ADS_1
"A...dek masih bau, belum mandi. Mandi dulu baru kita berciuman." Rili masih berusaha lepas dari pelukan Yasir. Pasalnya tubuhnya sekarang sudah terasa pegal. Dia ingin merentangkan otot-ototnya.
"Siapa bilang Adek bau. Adek sangat wangi. Kalau gak mau cium bagian atas. Adek cium yang bagian bawah ya?" Yasir membuka matanya dan dengan cepat Dia meraih tangan Rili dan meletakkannya di Juniornya yang sudah tegang dan keras itu.
Tubuh Rili panas dingin, debaran jantungnya tiba-tiba terasa sangat kencang, saat tangannya menggenggam junior Yasir. Kejadian di dalam kamar mandi semalam terlintas. Disaat Yasir memintanya bermain dijunior Yasir. Dia baru tahu rasanya begitu nikmat. Rasanya kenyal-kenyal dibagian kepala junior Yasir, seperti sedang memakan daging kikil yang ditauco.
"Bukannya Adek tidak mau, kita baru bangun dan waktu subuh sudah mau habis sayang." Ucap Rili, Dia hanya memijat-mijat pelan junior Yasir. Yang membuat Yasir semakin menginginkan lebih.
"Kalau begitu cium kening Abang!" Yasir seperti anak kecil aja minta diciumin. "Tadi, Adek yang mulai memancing, kenapa bibir Adek mendarat disini." Yasir menyentuh dadanya yang ditumbuhi bulu-bulu itu.
Rili akhirnya mendaratkan bibirnya di organ-organ yang terdapat diwajah suaminya itu. Yang membuat Yasir tidak tahan. Dengan cepat Dia membalikkan tubuh Rili dan sekarang sudah berada dibawah kungkungannya.
Dia kembali mencumbui tubuh Rili, dari ujung rambut sampai kaki. Tapi, Rili tidak mengizinkan Yasir bermain-main dibagian bawahnya. Karena, mereka belum bersih-bersih. Padahal Yasir sangat menginginkannya. Bagaimanapun kondisi istrinya itu, Dia sangat memujanya.
Pertempuran panas diwaktu shubuh pun akhirnya terjadi juga. Yasir sampai melakukannya dua kali. Yang membuat Rili merasakan sakit dibagian bawahnya.
__ADS_1
Entahlah, Yasir ketagihan terus. Kerinduan yang dirasakannya dan memendam cinta sampai berbelas tahun, tidak bisa dikontrolnya. Dia seperti merapel semua ekspresi cintanya.
Dengan peluh yang sudah membasahi tubuh, Yasir melepas penyatuan tubuh mereka. Rasa ngantuk tiba-tiba datang lagi, yang membuatnya lama terbaring disebelah Rili. Sedangkan Rili berusaha bangkit dari tempat tidur. Bagian bawahnya terasa sangat sakit.
Yasir yang merasakan goncangan pelan diranjang berusaha membuka matanya yang berat. Dia melirik ke arah Rili yang berjalan dengan menahan rasa sakit.
Yasir langsung bangun, Dia menghampiri Rili dan membopong tubuh Rili yang polos ke kamar mandi. Yasir mendudukkan Rili didalam Bathtub dan memenuhinya dengan air hangat. Dia juga menuangkan air garam kedalamnya. Akhirnya mereka berdua saling membersihkan diri dengan cepat. Karena Rili masih ingin melaksanakan sholat shubuh yang waktunya sudah mau habis itu.
Bersambung.
Mohon beri like, coment, rate 🌟 5, jadikan novel ini sebagai favorit.
Tetap votenya sangat kuharapkan kakak2 cantik.🤗😍
Jika berkenan follow saya.
__ADS_1