
"Rili..... Rili.... Ayo.... Bangun.... Bangun.... ikutin Abang!" Ucap Yasir dan memegang tangan Rili.
"Ayo dek, bangun.... berdiri lah." Ucap Abang Yasir dan menarik tangan Rili dengan sedikit paksaan. Sehingga tubuh Rili nampak berdiri dan langsung di dekap Yasir dalam pelukannya.
Rival berdiri dan langsung Buuggghh....
Satu pukulan keras mendarat dipipi Yasir. Rival langsung menarik Rili dari pelukan Yasir
"Berani sekali kamu mengacaukan pernikahanku!" Ucap Rival dengan masih emosi dan ingin melayangkan kembali tinjunya ke wajah Yasir.
Rival sepertinya tidak bisa menahan emosinya lagi, karena acara pernikahannya dibuat kacau.
Semua orang di acara itu diam membisu. Sepertinya waktu berhenti. Hanya Rili, Yasir dan Rival yang berinteraksi.
Buuuggghhhhh..... Rival melampiaskan lagi emosinya menghajar Yasir. Anehnya Yasir tidak melawan. Yasir nampak sedih, Dia seperti terluka, menderita dan tidak punya semangat hidup. Bathinnya nampak tersiksa. Rili tidak tahan melihat pria yang dicintainya itu tidak berdaya seperti itu.
Rili menangis sejadi-jadinya.
Rival hendak melayangkan tinjunya lagi, Rili berteriak dan menghalau Rival yang ingin menghajar Yasir. Kemudian Rili memeluk tubuh Yasir dengan sangat erat. Dia ingin melindungi kekasihnya itu dari serangan Rival.
"Jangan....... jangan..... tolong..... tolong......!" Rili berteriak sekuat-kuatnya yang masih memeluk Yasir yang nampak sudah lemah dan ambruk diperlukannya.
"Rili....Rili..... bangun nak...!" Mama Rili menggoyang-goyangkan badan putrinya yang mengingau tersebut.
"Jangan..... jangan pukul Dia, Aku sangat mencintai Abang Yasir....!" Ucap Rili masih dalam keadaan mata tertutup.
Mama Rili yang mendengar putrinya mengingau tersebut. Dibuat sedih, Kenapa putrinya itu sangat mencintai pria yang mencampakkannya begitu saja.
"Rili.... Rili.... Rili....! bangun nak, Rili.... bangun....!" ucap mama Rili dan menggoyang-goyangkan tubuh Rili berusaha membangunkan putrinya itu dari mimpi buruknya.
"Jangannnnn....... Tolong......tolong.... Selamatkan cintaku, Dia akan mati. Tidak.... Tidak......!" ucap Rili berteriak dan langsung bangun dari tidurnya dalam posisi duduk dengan keningnya nampak berkeringat.
Rili nampak ngos-ngosan. Dia seperti baru saja dikejar-dikejar setan atau orang yang sangat menakutkan. Dia kelelahan dalam mimpinya. Dadanya naik turun, karena jantungnya memompa cepat aliran darahnya.
"Kamu mimpi buruk?" tanya mamanya dan meraih bahu putrinya, sehingga Rili sekarang menghadap namanya.
"Iya ma,"
Mama Rili tidak ingin menambah buruk suasana hati putrinya. Sehingga Dia tidak menanyakan lagi mimpi putrinya yang dibuat takut itu.
"Makanya nak, sebelum tidur itu jangan lupa berdoa,"
__ADS_1
"Rili berdoa koq ma," ucap Rili sambil memijat keningnya dan kepalanya yang terasa pusing tujuh keliling.
"Rili tidak bisa tidur ma, Rili baru tidur setelah jam tiga pagi." Ucapnya masih dalam memijat-mijat kepalanya yang sakit.
"Ya udah, mandi sana dan cepetan sholat shubuh. Ini sudah hampir jam enam pagi." Ucap mama Rili.
"Iya ma,"
"Kamu ini gimana sich? udah tahu mau menikah pagi ini, tapi masih aja lama bangun." Ucap mama Rili mengomel dan langsung keluar meninggalkan kamar Rili.
Rili cepat-cepat mandi kemudian berwudhu.
Waktu melaksanakan sholat shubuh masih ada walau sudah diujung waktu.
Setelah sholat shubuh. Rili menengadahkan kedua tangannya.
"Allahumma Inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola’id daini, wa gholabatir rijali."
Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”
Setelah sholat shubuh, Rili masih tetap duduk bersila di atas sajadahnya. Pikirannya melayang, "Apa maksud dari mimpi ku itu? apakah Abang Yasir dalam keadaan tidak baik-baik saja? kenapa ekspresi Dia dalam mimpiku seperti minta dikasihani." Ucap Rili.
Mama Rili nampak masuk ke dalam kamar putrinya lagi, wanita yang melahirkan Rili itu membawa makanan untuk sarapan pagi.
Mama Rili terkejut, melihat putrinya tertidur di atas sajadah. Pikiran negatif menguasai otaknya, Dia beranggapan Rili meninggal dengan cara meminum racun.
Mama Rili nampak hendak menjatuhkan nampan berisi makanan untuk putrinya itu. Tapi, Dia masih bisa menyeimbangkan nampan itu sehingga tidak terjatuh. Dia kemudian meletakkan makanan itu di atas meja dekat pintu kamar Rili.
Mama Rili berusaha membangunkan Rili.
"Rili.... Rili..... bangun nak!" ucapnya dengan sedih. Wanita itu sudah menangis.
" Rili.... bangun....!" ucap mamanya lagi.
Rili terbangun dan menatap heran mamanya.
"Apa sich ma? ganggu aja. Rili ngantuk sekali ma." Ucapnya dengan menguap sambil mendudukkan tubuhnya.
"Hari ini kamu membuat mama khawatir terus. Hari ini, hari pernikahanmu nak, semangatlah! Nanti saat akad nikah kamu jangan cemberut ya?" ucap mama Rili.
"Cepat makan sarapanmu. Ini udah setengah delapan. Masih banyak yang harus dipersiapkan nak." Ucap mama Rili dan berlalu pergi dari kamar putrinya tersebut.
__ADS_1
Rili tidak berselera untuk makan nasi, akhirnya Dia tidak makan dan lebih memilih mengisi perutnya dengan roti kelapa yang sering dibuat stoknya dikamar disaat rasa lapar menyerang di malam hari.
Tok....tok...tok....
"Masuk aja tidak dikunci?" ucap Rili.
Kini nampak makhluk jadi-jadian yang akan menghias Rili masuk ke kamar.
"Aduh si kakak, koq nasinya gak dimakan?" tanyanya dengan lemah gemulai, karena Dia melihat nasi diatas meja belum disentuh.
"Masih kenyang bang!" ucap Rili sengaja untuk memanas-manasi makhluk jadi-jadian itu.
"Aduuhhh... Eike jangan dipanggil Abang, tapi NONA...!" ucapnya dengan kesal sambil memainkan tangannya dan mengedip-edipkan matanya.
Rili mau muntah melihat tingkah makhluk jadi-jadian itu.
Makhluk jadi-jadian itu tidak hentinya mengomel, karena suasana hatinya jadi buruk karena dipanggil Rili dengan sebutan Abang.
Rili sedikit terhibur melihat tingkah si NONA.
🦋🦋🦋
Dikediaman Windi, nampak wanita itu sedang malas-malasan dikamarnya. Padahal tadi shubuh mamanya sudah memberitahunya bahwa pukul 08.00 Wib, keluarga pria yang akan dijodohkan dengannya akan datang dan akan sarapan pagi bersama.
"Kamu kenapa belum dandan, itu keluarga calon suamimu sudah datang. Cepetan ganti baju yang cantik. Pakai makeup lah sedikit nak!" ucap mama Windi dengan sedikit kesal terhadap putrinya itu.
"Begini ajalah ma, gak usah cakep-cakep kali. Aku yakin Dia pasti suka lihat Windi ma." Ucapnya malas dan masih setia berbaring sambil memeluk gulingnya di ranjang empuknya.
"Jangan buat malu mama, cepat pakai gaun yang mama kasih semalam dan kamu harus menghias wajahmu. Mama tunggu di ruang makan dalam waktu 10 menit. Kalau kamu tidak keluar dalam waktu 10 menit. Kamu lihat saja apa yang akan terjadi." Ancam mamanya Windi dan keluar dari kamar putrinya tersebut.
Windi dengan cepat memakai gaun pemberian mamanya lalu merias wajahnya sedikit dan Dia langsung keluar kamar dan berjalan menuju ruang makan keluarganya.
Saat berada di ruang makan itu, betapa terkejutnya Dia melihat pria yang sangat dibencinya ikut duduk di salah satu kursi meja makan di ruang makan tersebut.
"Kamu....!" Ucap Windi dengan nada yang keras.
Bersambung..
Mohon beri like coment, vote dan rate bintang 5. Agar author lebih semangat menulisnya.
Terima kasih
__ADS_1