Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Batu gigi petir


__ADS_3

"Rival.... kesini sebentar!" Ucap Ibunya yang baru datang dari sungai.


Rival keluar dari dapur menyamperin Ibunya. "Ada apa bu"?


"Ini coba lihat pohon kelapa kita disambar petir. Sayang banget, padahal buahnya lagi banyak-banyaknya." Ucap mama Rival dengan begitu sedihnya.


"Ikhlasin ajalah Bu. Syukur pohon kelapa yang disambar petir, tidak rumah kita." Ucap Rival dan ingin pergi, tapi ditahan ibunya.


"Tunggu dulu nak, kata orang kalau pohon kelapa disambar petir, maka akan meninggalkan batu gigi petir. Ayo kita lihat dulu di dekat pohon kelapa ini siapa tahu ada. Kata orang batu gigi petir itu khasiatnya bagus, bisa untuk pengobatan, kekebalan kerejekian, kekuatan, kejayaan." Ucap Ibu Rival dengan begitu semangatnya sambil mencari-cari batu gigi petir.


"Yang begituan dipercaya, paling nanti ibu dapatnya gigi si Fahrin yang copot seminggu yang lalu. Dia kan melemparkannya ke sini Bu." Ucap Rival terkekeh.


"Kamu, ledekin ibu aja bisanya. Ayo bantu ini cariinya." Ucap Ibu Rival.


"Yang begituan kurang masuk akal buat Rival Bu. Kalau Ibu mau carinya, cari aja sendiri." Ucap Rival, Dia pun pergi meninggalkan Ibunya yang sibuk mencari batu gigi petir.


Saat Rival masuk ke dapur, ternyata Rili sudah selesai memasak. Dia menata masakannya di atas meja.


"Kita makan sekarang ya dek!" ucap Rival, Dia pun mengajak Ayahnya makan yang sedang duduk di balai-balai.


Kini Rival, Rili dan Amangborunya makan di kursi meja makan. Karena kursinya cukup, jadi mereka tidak makan dilantai, yang biasanya digelar tikar. Sedangkan Ibu Rival sibuk mencari batu gigi petir.


Setelah makan Rili mencuci piring di belakang rumah. Rili masih melihat Bounya masih fokus mencari keberadaan batu gigi petir itu. Dia pun tidak berani menyapa Bounya Dia takut kena sembur.


Setelah mencuci piring, Rili masuk ke kamarnya. Ternyata di dalam kamar Rival sudah rapi dengan kemeja putih dan celana goyangnya. Rambut disisir rapi. Penampilan orang pada umumnya saat melamar pekerjaan.


Mengetahui Rival di dalam kamar, akhirnya Rili berniat keluar. " Dek, tunggu!" ucap Rival dan meraih tangan kanan Rili. Rival nampak membalikkan tubuh Rili yang membelakanginya.


"Gimana penampilan Abang?" tanya Rival, kini Rili pun melihat penampilan suaminya itu dari atas sampai bawah. "Bagus, rapi." Ucap Rili dengan canggungnya.


"Abang ganteng gak?" tanya Rival dengan tersenyum menggoda dan melihat wajah Rili yang berusaha menghindari tatapannya.


Rili mengangguk. "Ini hari yang menegangkan buat Abang, boleh ya Abang cium keningnya?" tanya Rival dan kini kedua tangan Rival memegang bahu Rili.


Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Rival langsung menempelkan bibirnya dikening Rili dengan durasi hampir dua menit.


Dug....dug...dug..... Jantung Rili tidak bisa dikendalikan. Dia jantungan bukan karena jatuh cinta atau kata orang seperti kena sengatan listrik apabila dicium pasangannya. Tapi, jantungnya berdetak cepat karena Dia takut.

__ADS_1


Rival menarik bibir sexynya dari kening Rili dan menatap lembut kedua mata Rili yang ketakutan.


"Terima kasih dek, Morning kisnya. Abang sekarang begitu bahagia, semangat dan percaya Diri, Abang yakin nanti Abang pasti diterima kerja." Ucap Rival dengan begitu senangnya, nampak Dia selalu tersenyum saat bicara dengan istrinya.


Rival melepas kedua tangannya dari bahu Rili. Dia pun mengajak Rili keluar kamar menuju pintu depan Rumah. Rival memakai sepatu pentovelnya. Rival menyodorkan punggung tangannya, Rili pun menyalaminya dan menempelkan punggung tangan Rival dikeningnya.


"Abang berangkat ya! Assalamualaikum..!"


"Walaikumsalam...." Jawab Rili.


Rival pun memacu motornya menuju Perusahaan Perkebun sawit Yasir, dengan melintasi jalan pemotongan. Yaitu jalan lintas yang berbatu didepan rumahnya. Kalau melewati jalan kota, maka Rival akan berputar balik yang bisa memakan waktu jarak tempuh 45 menit agar sampai diperkebunan. Tapi, kalau memotong dari jalan yang ada di depan rumah Rival hanya memakan waktu 30 menit. Sudah sampai diperkebunan.


🌄🌄🌄


PT. KURNIA GROUP.


Begitulah tulisan yang nampak di Gapura menuju perkantoran perkebunan sawit milik Yasir. Selama ini Rival hanya melewati perkantoran tersebut. Karena Dia tidak pernah punya kepentingan masuk didalamnya. Dia hanya pemanen pekerja lepas saja.


Rival memacu motornya pelan, setelah melewati palang otomatis. Dia mematikan mesin motornya saat dihadang oleh satpam.


"Emang bapak ini mau kemana koq permisi kepada saya?" jawab pak satpam. Dengan logat Batak.


Kini Rival nampak menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena cara bicara pak satpam yang menurutnya lucu.


"Saya mau masuk ke dalam pak, mau wawancara." Ucap Rival ramah. Dia masih di atas motornya nyengir kuda. Pak satpam itu nampaknya lucu.


"Oohh... mau ikut test juga, coba tunjukkan KTPnya dan bukti kalau memang sudah menjatuhkan lamaran disini." Ucap pak satpam serius.


"Loh.... Apa menjatuhkan lamaran pakai bukti segala?" tanya Rival bingung. Setahu Dia, kalau kita jatuhkan lamaran. Ya lamarannya tinggal di kasih aja ke pihak personalia. Kalaupun lamaran diterima dan akan diwawancara, pihak perusahaan hanya akan menghubungi no yang melamar. Mana ada pakai no bukti.


"Aku tidak punya no bukti surat lamaran. Aku juga belum buat berkas lamarannya." Jawab Rival jujur dan kini Dia sudah turun dari motornya. Dia nampak memarkirkan motornya kepinggir jalan.


"Waduhhh... bah... bah.... bagaimananya Abang ini. Mana mungkin datang untuk wawancara, tapi tidak buat lamaran." Ucap pak satpam dengan logat Batak.


"Iya, Pak Yasir yang menyuruh saya langsung untuk ketemu beliau." Ucap Rival. Kini mereka berdua sedang berdiri di depan pos satpam.


"Bah... bah..... jangan menjual nama Bos."

__ADS_1


"Saya tidak menjual nama Bos Yasir. Memang benar saya disuruh datang menjumpai beliau. Ini kartu namanya, beliau langsung yang memberikannya." Ucap Rival sambil memberikan kartu nama Yasir.


Tinnn...tin....tin....


Kini Mobil Mewah Merk Toyota Land Cruiser, nampak melewati palang pintu masuk perkantoran.


"Itu Bos sudah datang." Ucap pak satpam. Dia nampak membungkuk memberi penghormatan kepada Bosnya. Sedangkan Rival masih berdiri didekat motor bebek jadulnya.


"Kalau itu Bos Yasir, berarti Mobilnya ganti lagi. Semalam kan pakai Fortuner." Gumam Rival dalam hati.


Sudah hukum dunia memang, orang kaya selalu dipuja-puja.


Yasir berhenti di depan Pos Satpam, yang membuat Pak satpam sedikit was-was. Dulu biasanya kalau Bosnya datang langsung masuk aja ke parkiran khusus mobil Bos. Ini kenapa malah berhenti.


Yasir membuka kaca mobilnya sebelah kiri dan memang, posisi Pos Satpam sebelah kiri.


"Bang, Aku tunggu di dalam." Ucap Yasir kepada Rival dan tersenyum.


Pak Satpam celingak-celinguk melihat ke arah Rival dan ke arah Bosnya.


"Antarkan Abang ini ke dalam, dan nanti bilangin sama Junaedi mengantar Abang ini ke ruangan saya." Ucap Yasir, Dia pun menutup kaca mobilnya dan melajukan mobilnya ke area Parkiran khusus para Bos.


Kini Rival nampak memarkir motornya yang jok nya aja sudah nampak robek itu. Sekilas Dia takjub dengan taman yang terdapat di depan kantor tersebut. Tamannya begitu indah dengan bunga-bunga yang terawat


Di tengah taman ada air mancur. Di sisi paling pinggir taman dekat tembok pagar terdapat pemandangan pantai dimana dipemandangan itu ada seorang wanita kecil, sedang berdiri menghadap arah laut menjujung tempayan.


"Inikan Perkebunan sawit, harusnya lukisan pemandangannya kan seorang Pria yang sedang mendodos sawit. Ini kenapa jadi pemandangan pantai." Gumam Rival dalam hati. Dia pun mengikuti langkah Pak satpam masuk ke dalam gedung perkantoran itu.


Bersambung...


Mohon beri like, coment positif. Rate bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.


Jangan lupa VOTE nya kak, biar lebih semangat lagi authornya.


Author juga ada group. Silahkan gabung ke group ya kak.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2