Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Menjilat ludah sendiri.


__ADS_3

"Akhirnya status jomblo akutmu lepas juga, kwkwkkwkw.... " Ucap Windi sambil ketawa.


"Kamu meledek aku ya Windi?" jawab Rili kesal.


"Gak koq, aku senang dengarnya. Akhirnya kamu bisa melupakan Abang Yasir." Jawab Windi.


"Bukan begitu, aku masih kepikiran Abang Yasir. Hati ini masih miliknya." Ucap Rili.


"Dan tubuhmu akan menjadi milik Abang Rival!" ucap Windi tegas dari sambungan udara tersebut.


Rili yang mendengar ucapan Windi yang spontan tersebut, membuat dirinya diam. Kejadian panas di Pulau Poncan kembali melintas dipikirannya. Akan kah Dia bisa menerima Rival nantinya lahir dan batin?


"Udah dulu ya Windi, nanti siang aku ke rumahmu ya? sekalian numpang mau print laporan kinerja mingguan." Ucap Rili dengan nada yang dingin.


"Kamu marah?" tanya Windi.


"Gak koq," jawab Rili


"Baiklah, aku tungguin kamu di rumah." Ucap Windi dan panggilan telpon itupun terputus.


🌷


🌷


🌷


Pukul 06.00 Wib. Di Hotel X milik Yasir, nampak seorang pria tampan sedang duduk di restoran Hotel X tersebut sedang menikmati tehnya. Pria itu adalah Yusuf yang sedang menunggu kedatangan Hendrik. Hari ini Yusuf meminta Hendrik untuk menemui seorang wanita yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak sebulan terakhir ini.


Melihat kedatangan Hendrik ke meja tempat Dia duduk sekarang, Yusuf tersenyum ramah kepada bawahannya tersebut.



"Kamu sudah siap?" tanya Yusuf.


"Sudah pak," jawab Hendrik.


Kedua pria tampan tersebut kini sudah meninggalkan Hotel X dan mereka akan menuju rumah seorang wanita cantik.


Hendrik yang menyetir mobil milik Yusuf akhirnya membuka suara, karena sejak mobil melaju keduanya nampak bungkam.


"Pak, apa ini tidak terlalu pagi untuk bertamu ke rumah seseorang?" tanya Hendrik dengan menatap Asisten Yasir yang tampan itu.


"Tidak, ini waktu yang tepat untuk menilainya." Jawab Yusuf datar, sambil tetap melihat pemandangan keluar. Udara pagi ini sangat sejuk, ditambah jalanan lumayan sepi karena hari libur.


"Menilai? menilai apa pak?" tanya Hendrik bingung.


"Fokus aja nyetir, nanti kamu tahu sendiri maksudku.

__ADS_1


"Tapi ini masih pukul 06.20 Wib pak. Takutnya rumah yang akan kita kunjungi belum siap menerima tamu. karena masih ngorok." Ucap Hendrik.


"Karena ini masih pagi sekali, makanya aku ingin bertamu. Aku ingin menilai kebiasaan pagi hari saat libur orang yang akan kita kunjungi itu.


"Pak, Bener ini alamatnya?" tanya Hendrik bingung.


"Iya." jawab Yusuf.


"Bukankah ini Rumahnya......win...?"


"Iya, lebih cepat sedikit nyetirnya. Jangan banyak tanya. Suatu saat kamu pasti tahu sendiri." Ucap Yusuf santai.


"Baiklah pak." Jawab Hendrik kemudian menambah kecepatan laju kendaraannya.


Akhirnya mereka sampai di rumah yang dimaksudkan Yusuf. Hendrik turun disusul oleh Yusuf yang turun juga dari mobil Toyota Alphard warna putih tersebut.


Hendrik yang sudah hapal dan sering datang ke rumah tersebut langsung disambut hangat oleh satpam penjaga gerbang rumah. Dan kedua pria tampan itu masuk ke area rumah.


Kini mata Yusuf langsung beralih ke taman kecil yang berada disamping rumah yang mereka kunjungi.


Nampak seorang wanita cantik sedang menyirami bunga menggunakan selang ajaib. Wanita cantik itu nampak sangat sexy Dimata Yusuf. Pemandangan di depan matanya tersebut membuat darahnya mendidih dipagi hari yang sejuk ini.


Dia beristighfar dalam hati. Dia tidak menyangka wanita yang sempat dibencinya itu bisa menyulut gairah kejantanannya. Sepertinya hormon testosteronnya bereaksi.


Wanita yang sedang asyik menyiram bunga ditaman tersebut sedang membelakanginya. Wanita itu nampak menggunakan baju tidur mini. Dimana celananya pendek sekali sangat jauh dari lutut dan bajunya juga tergolong can see. Kaki jenjang dan putih milik wanita itu nampak menggoda sekali, ditambah Yusuf melihat keringat yang mengalir di leher putih bagian belakangnya menambah ke sexy an wanita tersebut. Leher itu jelas terlihat indah karena yang punya badan sedang menguncir rambutnya ke atas.


Si wanita itu tidak mendengar suara deheman Yusuf, karena wanita itu sedang mendengarkan lagu dari handponenya menggunakan handset.


Sudah 3 kali Yusuf berdehem dan Hendrik juga sudah memanggil nama si wanita yang sedang menyirami bunga tersebut, tapi tetap juga tidak berbalik badan.


"Gimana mau dengar, ternyata Dia lagi pakai handset." Ucap Yusuf.


Akhirnya Yusuf berjalan mendekat ke arah wanita tersebut, Dia memilih berjalan ke depan, agar wanita itu melihat kedatangannya.


Tapi, si wanita yang memang lagi asyik mendengar lagu Dari group band Armada yang berjudul Mau di bawa kemana hubungan kita itu. Tidak kunjung menyadari kedatangan kedua pria tampan tersebut.


Akhirnya Hendrik menepuk punggung wanita yang sedang menyirami bunga itu. Dan wanita itupun terkejut dan memutar lehernya untuk memastikan siap yang telah menepuk lehernya.


Disaat Dia memutar lehernya, Wanita itu tidak menyadari bahwa tangannya juga ikut bergerak sehingga selang yang dipegangnya kini beralih menyiram orang yang berada di depannya yang tak lain adalah Yusuf.


Yusuf menghindari cipratan air dari selang yang dipegang Rili, tapi anehnya kemanapun Yusuf berlari selangnya selalu mengikuti Yusuf. Padahal wanita itu tidak melihat Yusuf yang sedang berlari menyelamatkan diri dari guyuran air.


Melihat Yusuf kena siram, maka Hendrik menunjukkan ke arah Yusuf yang masih tersiram. Wanita yang sedang menyirami bunga itupun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Hendrik.


Wanita itu sangat terkejut, hingga dia hampir meloncat melarikan diri. Dia malu kalau ada orang yang melihat Dia berpakaian sexy. Apalagi pria itu, adalah pria yang dibencinya.


Wanita itu ingin pergi dari tempat itu, pingin menghilang dengan satu kali kedipan mata, tapi itu hanya khayalannya saja. Dia malah latah, dan teriak-teriak tak jelas. Kemana Yusuf lari diapun mengarahkan kan selangnya ke Yusuf. Yusuf lari dan Diapun mengejar Yusuf dengan selang yang mengeluarkan air tersebut.

__ADS_1


Hendrikpun bingung melihat pemandangan di depannya. Akhirnya Dia mematikan kran air penyalur ke selang tersebut.


Air pun mati, Yusuf basah kuyup. Windo wanita yang sedang berpakaian sexy tersebut berlari ke dalam rumah. Dia sangat malu. Dia hanya berani berpakaian minim bahan seperti itu jika Dia hanya dikamarnya saja. Karena kebetulan orang tuanya sedang berada diluar kota. Dan di rumah itu hanya ada ART perempuan dan pak satpam jarang datang ke taman,makanya Windi berani keluar dengan pakaian sexy dan ketat tersebut.


Yusuf yang untuk kedua kalinya basah ditangan wanita itu dibuat kesal. Saking kesalnya, Dia menahan emosinya dengan mematung di taman tersebut.


Hendrik pingin tertawa melihat nasib Yusuf yang selalu apes ditangan sepupunya itu. Tapi, takut menertawakan asisten Yasir tersebut. Dia takut kena pecat.


Akhirnya Hendrik berlari ke dalam mobil guna mengambil pakaian ganti Yusuf. Ya, Yusuf selalu membawa pakaian ganti di mobilnya. Kali ini dia membawa mobil sendiri ke kota ini, Dia tidak menggunakan mobil perusahan Yasir.


Hendrik berlari dan menghampiri atasannya tersebut, dan menuntun Yusuf untuk berganti pakaian di kamar mandi untuk tamu. Hendrik sangat tahu betul seluk beluk rumah Windi. Karena,Dia memang sering berkunjung ke rumah Windi.


Yusuf sudah selesai berganti pakaian, mereka berdua nampak duduk di sofa yang terdapat di ruang tamu rumahnya Windi. Sudah setengah jam berlalu. Windi tidak mau keluar dari kamar untuk menemui kedua pria itu. Dia malu terhadap Yusuf dan sepupunya Hendrik.


Yusuf menyeruput kopi yang disediakan oleh ART Windi. Dan juga memakan cemilan kue coklat dari toples kaca yang berada di atas meja yang berada di ruang tamu itu.


Hendrik berjalan ke arah dapur guna meminta ART Windi untuk memanggilnya ke kamar. Karena Yusuf menyuruh Hendrik untuk memanggilnya.


Tok...tok...tok... Bibi Siti salah satu Antar Windi mengetok pintu kamarnya.


"Non, Ini bibi Siti." Ucapnya.


"Ada apa bi Siti?" tanya Windi sedikit berteriak dari dalam kamarnya.


"Itu tuan Hendrik menyuruh nona keluar." Ucap ni Siti.


Windi yang memang tidak ingin bertemu dengan Yusuf dan Hendrik akhirnya mengatakan kepada bibi tidak mau menemui tamunya.


Entah kenapa, Dia sangat enggan dan malu sekali untuk ketemu Yusuf. Bahkan sejak kejadian satu bulan yang lalu di Hotel X milik Yasir. Dia sudah bertekad tidak akan pernah mau menemui Pria aneh itu. Dia takut sumpah Yusuf yang mengatakan bahwa Dia akan dijadikan pelayan Yusuf selamanya menjadi kenyataan.


"Tuan, Non Windi tidak mau keluar. Dia sedang sakit." Ucap Bi Siti.


"Sakit?" tanya Yusuf bingung.


"Iya tuan."


"Kalau Dia sakit, tadi kenapa Dia bisa menyiram bunga di taman?" tanya Yusuf lagi.


"Sebenarnya dari shubuh tadi non Windi sudah sakit tuan. Badannya sedikit meriang, badan pegal-pegal dan kepalanya sakit. Tapi, Non Windi keluar rumah, katanya ingin menyirami bunganya. Karena Dengan melihat bunga-bunga itu badannya akan membaik." Ucap bi Siti.


Mendengar ucapan bi Siti, tiba-tiba ada sedikit rasa khawatir terhadap wanita yang awalnya sangat dibencinya itu. Dan sempat keluar kata tidak akan pernah menjumpai wanita itu. Tapi, sumpah itu hanya dimulutnya saja. Kini Yusuf sudah menjilat ludahnya sendiri.


Bersambung.


Mohon beri like, coment, vote, rate 5 dan jadikan favorit.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2