Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Santapan lezat


__ADS_3

"Kenapa talinya tidak mau melonggar, Aku tidak mau mati konyol disini dan ditemukan dalam keadaan polos." Gumam Mely dalam hati, sambil ketakutan yang luar biasa. Keringatan bercucuran di tubuhnya, padahal cuaca sangat dikit. Jantungnya semakin cepat saja berdetak, karena rasa was-was dan rasa takut yang berlebihan.


"Abang Rival, tolong Aku. Tolong dengar bisikan hatiku ini." Ucapnya dalam hati, sambil berurai air mata. "Aku janji tidak akan cemburu lagi. Aku juga akan berusaha jadi wanita yang sabar." Mely masih saja, bicara dalam hati.


"Kalau Aku selamat, Aku berjanji Ya Allah, jadi manusia yang bertakwa. Aku akan tidak mau mati sekarang. Kalau Aku mati sekarang sudah jelas Kau akan masuk neraka. Berikan Aku kesempatan sekali saja untuk bertaubat Ya Allah. Tolong Aku ya Tuhanku...!" ucap Mely dalam hati. Air mata terus saja mengalir deras dari mata indahnya. Dia masih selalu berusaha menggerak-gerakkan tangannya yang diikat. Berharap Tali itu lepas. Tapi, sepertinya itu mustahil terjadi.


"Ma*mpus kau, Aku menyesal mengajakmu membantuku. Bukannya perkejaan ku jadi lancar. Malah berantakan. Tahu begini, mending Aku tidak mengajakmu." Ucap Si Ucok dengan kesalnya. Setelah Dia menghajar Firman sampai babak belur dan tidak berdaya. Si Ucok kembali meludah ke wajah si Firman yang terkapar itu.


Mely yang mendengar ucapan Si Ucok dan mendapati kenyataan bahwa si Firman sudah tepar. Dibuat semakin takut. Tubuhnya sudah gemetaran, wajahnya pucat pasi. Sedangkan tangannya masih belum bisa lepas dari ikatan tali. Melihat si Ucok hendak masuk ke dalam, Mely Kembali berbaring dan pura-pura tidur.


Si Ucok meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku dan sedikit sakit, karena berduel dengan Firman. Bunyi suara seperti dahan yang patah pun terdengar saat Dia menekuk jari-jari tangannya.


Dengan perasaan gondok, Dia meninggalkan Firman, masuk kembali ke dalam gubuk. Si Ucok tersenyum devil. Dia menjukurkan lidahnya seperti lidah ular dan menarik ulurnya. Wajah mesumnya sangat menjijikkan.


"Ini santapan lezat." Ucapnya sambil berjalan cepat menghampiri Mely. Sedangkan Firman, terus saja berusaha mengumpulkan tenaga, agar bisa bangkit. Walau Dia penjahat, tapi Dia bukan penjahat kelamin. Dia sangat menghormati wanita.


Mely yang berpura-pura pingsan itu dibuat jantungan, disaat Dia mendengar derap langkah Si Ucok. Tak henti-hentinya, Mely berdoa dalam hati, agar Dia bisa bebas dari Si Ucok yang mesum ini. Ketakutan Mely semakin menjadi-jadi disaat Dia merasa kakinya disentuh tangan kotornya si Ucok.


Kali ini Dia tidak bisa berpura-pura pingsan lagi. Saat dirasa tangan si Ucok mengelus pelan kakinya. Mely langsung menggerakkan kaki nya yang masih terikat itu dengan sekuat tenaganya, sehingga kakinya melayang tepat mengenai wajah Si Ucok. Saking kuatnya tendangan kakinya Mely, Si Ucok sampai terjungkal, karena kehilangan keseimbangan saat Mely menyerangnya. Dia tidak mengetahui bahwa Mely sudah sadarkan diri.


Dengan napas ngos-ngosan, Mely berusaha duduk, dan. menggerakkan bokongnya agar menjauh dari Si Ucok.

__ADS_1


Si Ucok tertawa bahagia, Dia senang sekali malam ini Dia sangat yakin akan bisa menggagahi tubuh indahnya Mely.


"Aku suka wanita seperti ini, benar-benar menantang. Kamu benar-benar bisa membuatku. terangsa*Ng." Ucap Ucok dengan senyum setan mesumnya. Wajahnya yang samar-samar dilihat oleh Mely, membuat kedua bola matanya melotot sempurna. Ternyata yang menculiknya adalah penjahat yang mengejar-ngejarnya enam bulan yang lalu.


Ucok menjulurkan tangannya dan melepas lakban yang menggumpal mulut Mely. Mely langsung menghirup udara sekitar dan menggerak-gerakkan mulutnya yang kram.


"Kamu cantik sekali sayang. Bibir mu itu sangat menhgidat."


"Kamu mau apa? pergi...!" teriak Mely dan terus menggerakkan bokongnya, agar bisa menjauh dari Si Ucok.


"Tenang sayang, Aku hanya ingin memberimu nikmat surga dunia. Sebelum kamu sampai ke surga sesungguhnya." Ucap Ucok dengan wajah menyeringai. Dia langsung menarik kuat kaki Mely yang masih terikat itu. Sehingga tubuh Mely Kembali terhempas ke lantai tanah gubuk itu.


Mely sungguh ketakutan, wajah Si Ucok yang begitu seram dan sangat menjijikkan. Apalagi, Dia selalu memain-mainkan lidahnya dibibirnya.


"Jangan banyak bicara sayang, kalau kamu banyak bicara Aku jadi tidak sabar ingin memulainya." Ucap Si Ucok, sambil mengelus pelan kaki Mely hingga ke pa*ha.


Bbrrrr.... Si Ucok merinding, sungguh Dia sangat terang*Ng melihat tubuh Mely yang putih, halus dan kenyal itu.


Mely bergidik ngeri. Sungguh manusia dihadapannya sungguh menjijikkan.


Si Ucok masih terus mengelus tubuh Mely yang membuat Mely menangis sambil berontak. Apalagi bibir si Ucok sudah sampai di dadanya yang masih tertutup pakaian itu. Dia terus saja bergerak-gerak, Dia tidak mau mulut bau nya si Ucok menyentuh wajahnya apalagi bibirnya.

__ADS_1


"Tolong... Tolong....Tolong......!" teriak Mely sekencang-kencangnya. Yang membuat si Ucok tertawa devil.


"Tidak akan ada yang bisa menolongmu sayang. Ini bukit terkenal angker. Tidak akan ada orang yang lewat dari sini." Ucap si Ucok dan berniat mencium bibir Mely, tapi Mely memalingkan wajahnya dengan cepat. Sehingga bibir hitam Si Ucok tidak jadi mendarat di bibir Mely. Penolakan Mely membuat si Ucok geram. Dia menarik wajah Mely dengan kuat, sehingga Mely merasakan yang sangat sakit di pipi dan rahangnya.


"Kamu tidak akan bisa lepas. Maka nikmati saja. Ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan bisa kamu lupakan selamanya." Ucap Ucok dengan nada kejam dan tatapan mata yang mengerikan. Tatapan mata si Ucok, seperti tatapan Harimau lapar.


Dengan satu tarikan, dres Mely berhasil di koyak si Ucok tepat bagian depannya. Mely menangis sejadi-jadinya. Sambil berusaha berontak dengan bergerak-gerak.


Si Ucok malah semakin menyukai permainannya, karena Mely berontak. Dia kemudian menarik lagi dres Mely, hingga dres Mely bagian kanan, mulai dari bahu sampai kebawah koyak.


"Ma...Mama... tolong....!" ucapnya dengan menangis kencang.


"Kenapa pakaianmu banyak lapisan nya." Ucap Ucok kesal, karena setelah Dia mengoyak dres Mely. Tubuhnya Mely masih ditutupi oleh tank top, sedangkan bagian bawahnya Mely pakai leging warna hitam berbahan kaos sampai lutut.


"Tadinya Aku sudah membayangkan, disaat ini ku koyak. Maka gunung kembar mu itu akan muncul." Ucap Si Ucok sambil menarik lagi dres Mely, hingga dres itu hanya menyangkut bagian tubuh Mely bagian bahu kiri ke bawah.


"Tolong....!" Ucap Mely sambil menggerak-gerakkan wajahnya yang ingin di sentuh bibir menjijikkan Ucok. Posisi saat ini, Mely sudah berada dibawah kungkungan tubuh si Ucok.


"Tolong Aku....!" Mely masih berontak sambil menangis. So Ucok yang tidak bisa merasakan bibir Mely karena terus Mely menggerakkan wajahnya. Sehingga si Ucok, menggerakkan wajahnya ke ceruk leher Mely. Yang Membuat Mely menangis histeris. Kaki dan tangannya yang masih terikat, membuatnya tidak bisa melawan si Ucok. Bahkan Mely merasa sakit yang luar biasa di persendian lengan atasnya.


Sepertinya lengan atas Mely terkilir. Karena tangannya yang terikat kebelakang tubuhnya. Kini sudah ditimpah tubuhnya pula.

__ADS_1


TBC


Mohon beri like coment positif dan Vote 🙏❤️🤗😍


__ADS_2