Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Surat Ibu


__ADS_3

"Besok, Saya tidak ke kantor. Jadi, tidak usah jemput ke rumah." Ucap Yasir. Dia turun dari mobilnya dengan perasaan yang kacau. Mencurhatkan isi hatinya kepada asistennya, ternyata tidak membuat pikirannya tenang. Karena orang yang diajak curhat, tidak memberi solusi.


Yasir masuk ke rumah sudah pukul 23.50 Wib. Dia melangkahkan kakinya cepat menuju kamar tempat Rili berada.


Ceklek....


Yasir masuk ke kamar itu, dan mendapati Rili sudah tertidur terlentang. Yasir membuka bajunya dan kini hanya tersisa boxer di tubuh kekarnya. Dia ingin menyegarkan tubuhnya dengan mandi air hangat. Saat Yasir hendak memasuki kamar mandi. Matanya kembali melirik Rili yang tertidur tanpa ditutupi selimut.


Kemudian Yasir mendekati Rili, Dia berdiri di sisi ranjang, tangannya mengelus pelan kepala Rili, dan mencium puncak kepala wanita yang sangat dicintainya itu. Dia tidak peduli lagi, walau Rili adalah istri orang. Saat tangan Yasir bergerak ingin menutupi tubuh Rili dengan selimut. Tiba-tiba tubuh Rili bergerak miring ke kanan. Sehingga tangan Yasir sebelah kiri ditimpah tangan Rili sebelah kiri. Yang membuat tangan Yasir terkungkung di dada Rili.


Tubuh Yasir langsung panas dingin. Disaat tangannya menyentuh buah dada Rili yang tertutupi pakaiannya. Sungguh, ini godaan yang sangat sulit buat Yasir. Bagian sensitif Yasir yang berada diantara selangkangannya langsung on. Dada Yasir bergemuruh, detakannya sangat cepat. Darahnya berdesir disaat Rili menggeliat, yang membuat tangan Yasir yang masih tertimpa tangan Rili bergerak-gerak di buah dada Rili.


"Haruskah Aku melakukannya malam ini? Tapi, jikalau Dia membenciku, Bagaimana?" Gumam Yasir dalam hati. Sungguh godaan setan sedang merasukinya untuk melakukan maksiat. "Ayo.... lakukan. Kamu ingin memilikinya kan? Ayo lakukan...!" bisikan itu membuat pertahanan Yasir sedikit melemah. Dia harus memiliki Rili.


Yasir mendekatkan bibirnya, Dia menempelkan pelan bibirnya dibibir Rili yang ranum. Sambil tangannya yang terkungkung di bawah tangan Rili. Meremas pelan kedua buah dada Rili.


"Eeuummmmm.." Rili menggeliat dan malah merapatkan tangan Yasir ke dadanya. Dug....dug....dug.... jantung Yasir seolah mau lepas dari tempatnya. Rili yang menggeliat, membuat Yasir rersentak. Dia pun menarik bibirnya dari bibir Rili.


Sungguh Yasir sudah dipenuhi nafsu yang begitu menggelora. Dia tidak akan melepaskan Rili, Dia harus memiliki Rili malam ini.


Dengan pelan Yasir menaiki ranjang yang berukuran besar itu. Dia membaringkan tubuhnya dibelakang Rili. Sedangkan tangan kirinya sudah memeluk tubuh Rili. Tepatnya dibagian dada Rili. Tangan Yasir masih ditimpa tangan Rili.


Yasir menciumi tengkuk Rili dan menghirup aroma rambut Rili yang sangat wangi di Indra penciumannya. Yang membuat nafsunya semakin tersulut.


Sembari menciumi tengkuk Rili, tangannya yang berada dibuah d*ada Rili, mulai beraksi. Dia meremas pelan dada Rili. Buah d*ada Rili yang kenyal dan montok itu sukses membuat darah Yasir berdesir hebat yang bermuara dibawah pusatnya.


"Eehhhee....hehehe..hehehe... jangan Bang... Iihhh... geli... Aku tidak tahan lagi.... Aduuhhhh..... stop bang.!" Yasir mendengar Rili mengingau.

__ADS_1


Rili yang mengingau tersebut, membuat Yasir menghentikan aksinya. Yasir beranggapan. Rili memimpikan Suaminya.


"Hehehe....hehehe...hihi..hihi..." Suara tertawa Rili terdengar begitu bahagia.


"Stop bang.... Bang Andre..... Bang Andre....stop! Jangan lakukan itu lagi. Aku kegelian." Ucap Rili dalam igauannya. Yasir menarik pelan tangannya yang tertimpa tangan Rili. Aksi Yasir yang menarik tangannya Tersebut. Membuat Rili mengubah posisinya, berbalik menghadap Yasir.


Bruuggg... Rili memeluk tubuh Yasir.


Rili menggerak-gerakkan kepalanya mencari posisi yang nyaman di dada Yasir yang tidak ditutupi sehelai benang itu. Yasir pun akhirnya memeluk tubuh Rili. Dada Yasir sebelah kanan dibuat sebagai bantal Rili. Sedangkan kedua lengan Yasir memeluk erat Rili.


Yasir menciumi puncak kepala Rili, sambil mengelus-elus lembut punggung Rili. Aksinya untuk bercumbu dengan Rili, terhenti. Karena Yasir mendengar nama Andre keluar dari mulut Rili.


"Kenapa Dia menyebut nama Andre dalam mimpinya." Gumam Yasir.


Berlama-lama menciumi puncak kepala Rili yang wangi itu. Seperti aroma terapi yang menyenangkan dan menyegarkan buat Yasir, sehingga Membuat Yasir akhirnya tertidur sambil memeluk Rili dengan erat.


Rival yang sudah sampai di Rumahnya, dibuat terkejut. Mendapati Rumah dalam keadaan kosong. Dia dengan cepat dan tergesa-gesa masuk ke kamarnya. Dia memeriksa lemari pakaiannya yang kecil itu. Dadanya berdegup kencang, melihat pakaian Rili satupun tidak ada dilempari itu.


Rival menutup pintu lemarinya dengan kesal. Di mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidurnya. Kepalanya tiba-tiba terasa sakit. Kecemasan selama dua hari ini, memang benar. Ada sesuatu yang tidak beres. Sehingga ponsel Rili tidak bisa dihubungi.


Rival berpikir keras. Dia memijat-mijat kening, wajah dan kepala kepalanya dengan penuh kekesalan.


"Kemana Ibu dan Rili? Kalau Ayah memang hari Jumat baru pulang dari tempat saudara." Ucap Rival. Dia pun berdiri dari ranjang yang didudukinya. Dia mondar-mandir. Di kamarnya yang sempit itu dengan degupan jantung yang tidak teratur. Di menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya Kembali. Dia ingin tenang. Agar bisa berpikir jernih.


Saat mondar-mandir. Matanya melihat sebuah amplop coklat di atas tempat tidur. Dia menjulurkan tangannya untuk meraih amplop tersebut. Dengan tidak sabar. Dia membuka amplop yang berwarna coklat itu dengan tangan gemetar. Dia berpikir itu adalah surat dari Rili. Sehingga Dia merasa tidak akan sanggup untuk membacanya.


Saat membuka amplop Dia mendapati isi amplopnya yang ternyata foto Rili yang sedang dicium oleh seorang laki-laki yang wajahnya kurang jelas terlihat.

__ADS_1


"Aaaa...pa.. ini?" Ucap Rival dengan terbata-bata. Tubuhnya yang sudah lelah, kini makin terasa semakin tak bertenaga mendapati foto istrinya dicium pria lain. Dia pun ambruk terduduk dengan menyedihkan di bibir tempat tidurnya.


Ternyata isi amplop itu bukan hanya foto Rili, tetapi ada surat di dalamnya.


"Anakku Rival, maafkan Ibu karena tidak bisa menjaga istrimu. Istrimu melarikan diri dengan selingkuhannya. Ibu merasa sangat malu kepada tetangga kita. Karena tetangga kita yang melihat istrimu menemui selingkuhannya dan mereka mempunyai bukti perselingkuhan istrimu itu, yaitu foto ini.


"Ibu merasa perlu menenangkan diri. Untuk itu. Ibu pergi menyusul Ayahmu ke kampung saudara Ayahmu. Tidak usah cari Ibu nak. Ibu akan tenang bersama Ayah mu. Dan istrimu yang tidak tahu diri itu. Tidak usah kamu pikirkan. Lebih baik kamu menceraikannya. Karena orang kampung pun sudah tahu, bahwa kalian pasangan suami istri. Tapi, tidak pernah melakukan kewajiban layaknya suami istri. Orang-orang kampung sudah membicarakan tentang Rili yang tidak suci lagi saat kamu nikahi.


"Ibu sangattttt malu. Mempunyai menantu tidak punya akhlak. Kamu yang sabar ya nak. Kalau gosip tetangga sudah tenang Ibu dan Ayah akan pulang ke kampung kita."


Dengan geram Rival meremas surat dari Ibunya itu. Hatinya sangat panas, melihat foto dan keterangan disurat yang dituliskan Ibunya itu.


"Benarkah kamu pergi meninggalkanku dengan pria yang kamu cintai itu? kenapa kamu melakukan itu kepadaku? Kalau kamu memang ingin bersama dengan pria yang selalu mengisi hatimu itu. Itu bisa kita bicarakan dengan baik-baik. Rili..... Rili...... kenapa kamu pergi dengan cara seperti ini?" Rival berteriak sekencang-kencangnya. Dia pun menumbuk lantai papan kamarnya, hingga tembus. Tangannya yang berdarah, tidak terasa sakit. Tapi, dadanya saat ini, begitu sakit. Dia merasa sakitnya luar biasa. Seperti ditusuk-tusuk jarum. Nyeri perih. Air mata mengalir dipipinya, wajahnya yang lelah sekarang berubah menjadi wajah yang begitu menyedihkan. Dia menyandarkan punggungnya di badan tempat tidur, tangannya menarik keras rambutnya sampai kebelakang.


Begitulah, isi surat Ibunya Rival. Dia mengkambing hitamkan Rili. Agar kejahatannya tidak diketahui putranya.


Dia merencanakan itu dengan Rayati. Dia akan menginap di kos an Rayati.


Ternyata, Tuhan tidak tidur. Niat Ibunya Rival untuk mengelabuhi putranya tidak berjalan lancar. Karena Dia akhirnya tertangkap polisi juga.


Bersambung


Mohon beri like, coment positif. Rate bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.


Jangan lupa VOTE nya kak!


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2