Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Ada Penampakan


__ADS_3

Melihat Rival tidak bereaksi, malah matanya fokus menonton monitor dihadapannya. Mely pun tidak tinggal diam. Dia mulai menggerakkan tangannya menyentuh perut Rival yang ototnya keras itu. Dia menggerakkan pelan jari telunjuknya yang membuat Rival sedikit menggeliat dan menoleh ke arahnya.


Melihat tatapan Rival yang seperti ingin gusar, Mely pun nyengir kuda. "Ada ulat bulu, ada ulat bulu di baju Abang. Aku hanya ingin menyingkirkannya." Ucap Mely dengan tertawa kecil. Yang membuat Rival geleng kepala. Sempat benar ada ulat bulu di bajunya, tentu tubuh Rival dan tangan Mely yang ingin menyingkirkannya akan gatal-gatal.


Rival pun akhirnya menatap lekat wajah Mely yang di pangkuannya dan menghadap ke arahnya. Yang membuat Mely malu dan sedikit was-was. Apakah aksinya sudah ada reaksi?


"Apa Adek benar ingin melihat ulat bulu?" tanya Rival dengan wajah menyeringai dan menaikkan kedua alisnya. Dia akan meladeni permintaan wanitanya ini


Mely kesusahan menelan ludahnya, disaat tangan Rival bergerak mengusap pelan paha Mely yang sudah terekspos tanpa disadarinya. Sedangkan wajah Rival semakin menunduk. Rasa geli yang dirasakan Mely saat tangan Rival menyentuh pahanya, membuat debaran jantungnya semakin cepat saja. Dia menatap lekat mata Rival yang juga menatapnya.


"Apa Dia akan mencium ku?" gumam Mely sambil menutup matanya. Dia sangat berharap itu akan terjadi.


Perlahan tangan Rival sebelah kiri sudah melewati paha bergerak terus ke bokong yang masih tertutup dres Mely lalu ke pinggang. Mely sampai menahan napas disaat tangan Rival merayap. Dan haaap. Rival meraih tangan Mely dengan cepat dan mengarahkannya ke junior Rival yang tegang dan keras itu.


Mely terkejut, disaat tangannya menyentuh junior Rival yang masih ditutupi kain itu. Saking terkejutnya. Dia pun hendak terjatuh ke lantai dan dengan cepat Mely menarik baju Rival, hingga mereka berdua terjatuh dilantai, dengan posisi Rival berada di atas tubuh Mely. Tangan Rival sebelah kiri langsung menopang tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Mely.


Aroma tubuh Mely yang wangi, membuat hasrat Rival semakin membara. Mereka lama terdiam dan saling pandang, yang membuat debaran jantung semakin cepat. Serta bernapas pun terasa susah, karena menahan gairah yang membara.


Rival Menyingkirkan anak rambut Mely yang menutupi sebagian wajah Mely. Rival benar-benar sudah tidak tahan lagi. Dia mengelus lembut kening Mely yang membuat Mely malu. Karena malunya, Mely pun bersuara.


"Aaa..pa kita akan melakukannya disini?" ucap Mely pelan, disaat tangan kanan Rival menelusuri wajah Mely yang cantik itu. Rival mengangguk, Dia akan melakukannya sesuai dengan keinginan tubuhnya dan keinginan Mely.


"Kalau kita sedang melakukannya, jangan merengek untuk berhenti. Karena Abang tidak akan mau berhenti untuk melakukannya." Ucap Rival dengan suara serak, karena menahan gairah.

__ADS_1


Rival sengaja mengatakan itu. Dia ingin mengetahui, apakah Mely benar-benar siap dan sangat menginginkannya atau Mely hanya ingin bercumbu saja.


Mely mencerna dengan baik kata-kata Rival, Dia sampai kesusahan menelan ludahnya. Apakah Rival akan tetap memaksa walau Mely nanti kesakitan? nyali Mely tiba-tiba menciut. Dia pernah dengar cerita teman satu kampusnya. Bahwa melepas perawan itu sangat sakit.


"Walau sakit Aku akan menahannya. Aku sudah sangat menyukai suamiku ini. Aku tidak mau orang lain mendekatinya. Tadi saja di kampus, Dia sudah dikerumuni cewek-cewek gatal itu." Mely membathin, sambil terus menatap wajah Rival yang kini sudah semakin dekat.


Satu


dua


ti...


"Tidak..... apa...apa itu?" ucap Mely histeris dan mendorong tubuh Rival dengan kuat, saat Rival lengah ingin mencium bibir Mely. Cicak tiba-tiba saja jatuh tepat di tangan Mely yang tergeletak dilantai. Dia yang pikirannya lagi tidak tenang itu, karena pikiran kotornya. Membuatnya histeris saat cicak mendarat di tangannya.


Melihat Rival meninggalkannya, Mely menyusul suaminya itu. Dia menunggu Rival di balik pintu kamar mandi. Rival pun keluar dari kamar mandi dikejutkan dengan Mely yang ingin nyelonong. Rival menjauh, dan tidak ingin bersentuhan dengan Mely.


"Aku ikut sholat. Tapi, habis saholat Aku cium punggung tangan Abang ya." Ucap Mely lembut, Dia masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu. Mereka sholat berjamaah. Benar saja, setalah berdoa. Rival berbalik dan menyodorkan punggung tangannya, Mely menyambut salam dari Rival dan mencium punggung tangan Rival. Kemudian Mely menyodorkan keningnya dengan tersenyum. Rival pun mencium kening Mely dengan lembut.


Rival berdiri dengan menghela napas dalam. Gerakan langkahnya terhenti, disaat Mely memeluknya dari belakang. Mely menyandarkan kepalanya yang masih mengenakan mukena tersebut.


"Kita tidur di kamarku atau di kamar Abang?" ucap Mely. Jantungnya berdetak cepat mengatakan itu. Sungguh Dia tidak bisa menahan apa yang ada dibenaknya.


Rival berbalik, dan kini mereka berhadap-hadapan. Mely mendongak melihat wajah Rival. "Terserah Adek, dimana nyamannya." Ucap Rival, Dia melepas tangan Mely dari pinggangnya.

__ADS_1


"Tidur di kamar ku saja ya?" ucapnya dengan manja. Rival mengangguk. "Baiklah, Aku siap-siap dulu. Aku duluan ke kamar. Abang menyusul ya?" Ucap Mely dengan tersenyum. Dia kembali memeluk Rival dengan sangat erat dan menyandarkan kepalanya di dada Rival yang bidang dan keras itu.


Mely melepas pelukannya, dengan senyam-senyum Dia keluar dari ruang sholat dengan hati berbunga-bunga. Dia akan dihangatkan Rival malam ini.


Satu jam sudah berlalu, tapi Rival tidak kunjung datang ke kamar Mely. Dia was-was sekaligus merasa malu. Sudah jelas-jelas tadi Dia meminta suaminya tidur di kamarnya dan Rival mengiyakannya. Tapi, sudah satu jam kenapa belum datang juga. Mely dibuat kesal.


Dia ingin keluar dari kamarnya, untuk kembali mengajak Rival untuk tidur. Tapi, itu tidak mungkin dilakukannya. Pasalnya Dia sudah menggunakan lingerie warna soft pink dan berhias semaksimal mungkin yang diambilnya dari kamar Mamanya.


Dia memakai bedak yang tebal, sehingga wajahnya nampak putih sekali seperti pisang yang dibaluri tepung dan siap digoreng. Alis juga dicetak dengan tebal dan lebar berwarna hitam, bulu matanya di maskarain sehingga lentik. Bibir nya dipoles dengan lipstik warna merah cabe. Dia sedang mempraktekkan 6 sunnah yang Dijalani Istri Rasullah untuk Membahagiakan Suami. Dimana point pertama nya adalah rajin berhias.


Dia duduk di atas ranjangnya dengan gelisah sekaligus harap-harap cemas. Kalau Abang Rivalnya tidak datang. Dia pasti akan sangat kesal, karena merasa dipermainkan. Padahal Dia sudah mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin.


Saat pikirannya sedang menduga-duga, tiba-tiba suara pintu dibuka terdengar. Hati Mely langsung berbunga-bunga. Sepertinya ada kupu-kupu yang berterbangan di atas kepalanya. Dia begitu senang, bibirnya tertarik sempurna menampilkan senyuman indah untuk Rival.


Mely menoleh ke arah pintu kamar, sehingga kini Rival yang berada di ambang pintu dibuat terkejut dan memegangi dadanya. Rival merasa melihat penampakan dihadapannya.


Dia refleks menutup pintu itu, hingga kini Dia berada di luar kamar Mely. Dia merasa salah masuk kamar. Karena Dia tidak melihat Mely disitu. Dia seperti melihat makhluk jadi-jadian. Yang penampilannya sangat aneh.


TBC


Mampir juga ke novel ku yang berjudul


Dipaksa menikahi Pariban

__ADS_1


__ADS_2