Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Terselamatkan


__ADS_3

Braakkk...!


Suara pintu kamar losmen terbuka lebar disaat Rayati ingin melakukan penyatuan dengan Rival. Rival yang tidak tega melakukan nya. Karena masih teringat dengan Mely yang baru saja melahirkan. Seolah enggan memasukkan miliknya kepada sarang berbisanya Rayati. Sehingga Rayati memegang kendali dengan berada di atas. Saat Dia ingin melancarkan aksi gilanya itu. Nampak sepasang manusia berdiri diambang pintu.


Tentu saja Rayati klabakan dibuatnya. Dia pun turun dari ranjang dengan tubuh polosnya. Sedangkan Rival masih terlentang dengan miliknya yang berdiri tegak.


"Dek, kamu jangan ikut masuk. Tunggu di luar kamar." Ucap Dodi kepada Jelita. Tidak mungkin Jelita ikut masuk dan menyaksikan mantan pacarnya itu dalam keadaan polos seperti bayi, dengan alat kejantanannya, siap tempur tegak berdiri.


"Iya," jawab Jelita takut sekaligus bingung. Sedangkan Rayati yang ketahuan. Memunguti pakaiannya yang berserak di lantai. Dan Dodi yang sempat melihat Rayati dengan tubuh polos. Memilih membuang pandangannya dari Rayati.


"Dasar kamu wanita gila. Gak kapok kamu." Ucap Dodi, sambil berjalan ke arah Rival yang memeluk-meluk guling, karena masih horny.


Sepertinya guling sudah dianggap Rival sebagai Mely.


"Mau apa kalian kesini?" Rayati, yang tidak tahu malu itu. Malah menantang Dodi dengan berjalan polos ke arahnya. Dia tahu, Dodi tidak akan berani menatapnya. Sedangkan Rayati berprinsip. Sudah basah dan kepalang tanggung. Ya sudah basah aja sekalian. Rasa malu, sudah ditepis jauh dari pikiran nya. Memang wanita ini gak ada akhlak.


"Mau memasukkanmu ke penjara." Ucap Dodi, menutup tubuh polos Rival dengan selimut. Rival masih mencumbui bantal guling.


Mendengar itu nyali Rayati sedikit ciut. Dia pun memakai pakaiannya dengan cepat. Saat Dodi lengah, mengurus Rival yang tidak mau tubuhnya ditutupi dengan selimut.


"Apa ini. Gerah----!" teriak Rival mencoba membuang selimut dari tubuhnya. Tapi, Dodi kembali menahan tangan Rival, menutup tubuh Rival dengan selimut dan mendekapnya.


Obat perangsang yang diberikan Rayati kepada Rival benar-benar membuat Rival tidak bisa mengontrol dirinya. Sungguh efeknya luar biasa dahsyat.


Merasa dirinya terancam, Rayati dengan cepat memakai bajunya. Menyambar kamera yang terletak di meja dekat tempat tidur yang digunakannya saat merekam aksi gilanya. Dia pun keluar dari kamar itu. Dan Jelita menghadangnya. Tapi, Rayati yang tidak mau tertangkap, mendorong dengan kuat tubuh jelita. Sehingga Jelita jatuh tersungkur. di lorong losmen itu. Saat itulah Rayati lari terbirit-birit.


Dodi mencoba menyadarkan Rival dengan menepuk-nepuk pipinya.Tapi, Rival yang horny itu tidak mengindahkannya. Malah Dia kini memeluk Dodi, mengganggap Dodi adalah Mely.


"Sayang, kenapa tubuhmu keras dan kekar begini?" Ucap Rival ngaco saat Dia memeluk-meluk tubuh Dodi. Dia merasa tubuhnya semakin panas dan gerah.


Dodi hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan Rival. Apalagi Rival sudah meraba dada Dodi dengan nafsunya. Yang membuat Dodi menepis tangan Rival dengan kuat dari Dadanya itu. Tapi, Rival kembali menempatkan tangannya di dada Dodi yang bidang.


"Ini juga kenapa tidak kenyal Dek, mana chusunya. Mas ingin ****." Ucapnya yang kini membuat Dodi merasa geli, karena diraba-raba Rival. Sungguh, Dodi ingin muntah lihat tingkah Rival.


Jelita yang melihat, calon suaminya diraba-raba Rival, Akhirnya tertawa lepas. Rival sangat lucu, ditambah kata-kata yang keluar dari mulutnya ngaco semua.


"Dek, kamu berbalik badan. Abang akan menyeretnya ke kamar mandi. Abang tidak mau matamu ternoda dengan melihat keadaan Rival sekarang." Ucap Dodi, Dia pun menuntun Rival untuk jalan menuju kamar mandi. Setelah Jelita membalik badan. Tidak sudih melihat tubuh Rival.


Yang membuat lucu adalah, disaat Dodi mengatakan matanya akan ternoda disaat melihat nya. Padahal Jelita, sudah sering melihat benda hidup itu.


Dodi kini menyandarkan tubuh Rival di dinding kamar mandi. Rival masih horny. Bahkan dinding kamar mandi dicium-ciumnya dengan nafsunya.


Dodi pun bingung harus melakukan apa. Akhirnya Dia mengguyur tubuh Rival dengan air sebanyak-banyaknya. Tapi, tidak juga membuat Rival sadar. Malah semakin brutal dan mengejar-ngejar Dodi di dalam kamar mandi yang sempit itu. Rival ingin mencumbu Dodi. Karena tidak ada lagi objek dilihatnya yang bisa sebagai mainannya.

__ADS_1


Dodi mengumpat kesal dalam hati. Sambil menghindar dari Rival yang ingin memeluknya.


"Jenis obat apa sih yang diberikan si Rayati gila itu. Apa obat perangsag jenis 🐕." Ucapnya, Kelakuan Rival persis seperti binatang yang selalu menjulurkan lidahnya itu. Sangat ribut saat main dengan pasangan nya, bahkan sambil berlari-lari dengan suara Kungkungan kenikmatan.


"Tidak ada jalan lain, sepertinya Dia harus dibantu." Ucap Dodi, menuntun tubuh Rival kembali terduduk dan bersandar di dinding kamar mandi. Rival pun menurut, dengan masih memegangi lengan Dodi


Tidak mau berlarut-larut. Akhirnya Dodi pun membantu Rival pelepasan. Tentu saja Dia menggunakan tangannya sendiri, dengan mulai mengocok arisan.


"Gila--- ini sungguh gila---!" teriak Dodi, yang tangannya sudah mulai kram menggosok miliknya Rival yang tak kunjung pelepasan itu.


"Seumur hidupku, ini tidak akan ku lupakan Rival---!" teriak Dodi kembali, masih merangsang miliknya Rival yang tegang dan berdiri tegak itu.


"Aduhhh..... Pantes Rayati gila kepadamu. Milikmu ini hebat juga." Ucap Dodi, menilai punya Rival lebih besar dan panjang dari miliknya. Maklumlah Rival ada keturunan dari Negera Bangladesh.


"Bang, Abang, kenapa bicara seperti itu? Abang Rival bagaimana keadaannya?" tanya Jelita penuh ke khawatiran dibalik pintu kamar mandi.


Umpatan-umpatan Dodi calon suaminya, membuat kupingnya panas. Hatinya gelisah penuh tanda tanya. Apa yang dilakukan Dodi dan Rival di dalam kamar mandi.


"Rival jangan dikhawatirkan, tapi Abang mu ini yang harus dikhawatirkan. Tangan Abang sudah pegal----!" ucapnya keras, merasa kesal. Mereka seperti pasangan Gay saja.


Sesaat Dodi pun merasa lega, karena melihat tubuh Rival akan pelepasan. Benar saja, susu kental yang dipaksa keluar itu pun muncrat. Dan sialnya megenai wajah Dodi. Karena saat itu, Dodi yang langsung melepaskan tangannya saat Rival pelepasan. Rival kesal, belum Dia selesai pelapasan. Dodi sudah menghentikan aksi tangannya. Sehingga Rival menarik tengkuk Dodi, sehingga wajah Dodi tepat berada di muncratan susu kental itu.


"Kurang ajar loh Rival---!" Dodi menjitak kepala Rival yang setengah sadar itu dengan begitu kerasnya. Hingga Dodi merasakan tulang jarinya sakit saat menjitak kepala Rival.


Dodi kesal bukan main, Dia berulang kali mencuci wajahnya. Mengumpat dalam hati tidak ada habis-habisnya.


Byurr....... Dodi kembali menyiram Rival dengan air sebanyak-banyaknya dengan kasarnya. Hingga Rival tersedak. Disebabkan air masuk ke dalam hidungnya.


"Sadar----- Sadar Rival----!" Dodi terus saja, menyiram tubuh Rival yang tergeletak tak berdaya itu.


"Bang, bang Dodi---!" kalian ngapain di dalam. Kenapa lama sekali?" tanya Jelita dibalik pintu kamar mandi.


"Lagi membuat guci." Teriak Dodi kesal minta ampun.


"Guci?" tanya Jelita semakin bingung dibalik pintu kamar mandi. Dia kembali mengetuk pintu kamar mandi itu.


"Kalian baik-baik sajakan di dalam?" tanya Jelita panik. Dari tadi Dia mendengar suara ember dan gayung dilempar. Dia tidak tahu, calon suaminya itu kesal setangah mampus, gara-gara membantu Rival pelepasan.


"Iya, kami baik-baik saja. Tolong pungut pakaian Rival." Ucapnya kembali mencoba menyadarkan Rival yang matanya sayu, menahan kantuk berat.


Setelah Rival pelepasan Dia sudah sadar. Tapi, Dia seolah tidak punya tenaga. Rasanya tubuhnya lelah sekali dan tidak berdaya.


"Rival, kamu bisa dengar aku gak?" ucap Dodi, mencoba membantu Rival berdiri.

__ADS_1


"Iya, Aku dengar kamu. Dodi, Aku merasa tidak berdaya dan sangat kantuk." Ucapnya yang belum sadar sepenuhnya.


"Syukurlah kamu sudah bisa diajak ngomong." Ucap Dodi, melap tubuh rival dengan handuk yang tergantung di kamar mandi losmen itu.


"Aku kenapa bersama kalian? mana istriku?" ucapnya linglung, masih memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing.


"Istri?" tanya Dodi, menatap lekat mata Rival yang sudah mulai sadar itu. Kini handuk berwarna putih sudah membelit di pinggangnya Rival.


"Iya, istriku." Jawab Rival, masih memegangi kepalanya, berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi.


"Istrimu saat ini ada dihadapanmu. Tadi Aku sedang berperan sebagai istri yang baik untukmu." Ucap Dodi kesal, tidak rela dengan kelakuan yang mereka lakukan tadi. Dodi melepas tangan Rival yang memegang lengannya.


Dodi keluar dari kamar mandi, yang diikuti oleh Rival yang sudah sadar itu. Tapi, belum mengingat semua yang terjadi padanya.


"Cepat pakai pakaian mu. Kami tunggu di luar." Ucap Dodi tegas. Dia dan Jelita pun keluar dari kamar itu. Sedangkan Rival buru-buru memakai pakaiannya. Dia ingin penjelasan dari apa yang terjadi padanya.


"Tolong jelaskan, apa yang terjadi. Kenapa Aku berada di kamar losmen itu. Kalian juga ada disana?" tanya Rival penuh kebingungan. Kini mereka sedang berada di dalam mobil kijang Innova miliknya Dodi.


Sedangkan Supirnya Rival Pak Rudi, tidak diketahui keberadaannya.


"Kamu dijebak si wanita makhluk astral, jadi-jadian alien itu." Umpat Dodi kesal. Rival tercengang mendengar ucapan Dodi.


Seingat nya Dia itu sedang bermesraan dengan Mely, Wanita Yang sangat dirindukannya.


Rival terdiam, seolah mencoba mengingat apa yang terjadi. Dia pun ber istighfar, setelah mengingatnya.


"Coba hubungi supir mu. Minta jemput kamu ke rumahku saja ya! Kami masih ada urusan. Kamu tahu sendiri, besok malam kami akan menikah." Ucap Dodi melirik Rival yang duduk di bangku sebelah nya. Sedangkan Jelita duduk di jok belakang supir.


Dodi pun melajukan mobilnya. "Kenapa kalian bisa berada juga di tempat terkutuk itu?" tanya Rival dengan kesalnya. Dia akan membuat perhitungan dengan Rayati.


"Tadi, setelah menjemput Jelita dari tukang jahit yang terletak di belakang rumah makan. Kami melihat kamu sedang masuk ke dalam mobil dengan dipapah oleh Rayati.


"Saat itu, kami mulai membuntuti kalian. Tapi, karena mobil kami diselip mobil yang ngebut, kami sempat kehilangan jejak mobil Rayati


Tapi, syukurlah mobil rental Rayati saya kenali. Karena itu mobil yang sering direntalkan di area pasar.


Saat kami melintas di losmen, kami melihat mobil yang dirental Rayati, keluar dari gerbang losmen. Saat itulah kami mencarimu di dalam kamar losmen. Ternyata kamu sama Rayati lagi wik wik." Ucap Dodi dengan serius. Membuat Rival jadi takut.


"Aku dan Dia? apa maksudmu. Aku melakukan nya dengan Dia?" tanya Rival tidak percaya. Tangan nya refleks memegang burungnya.


"Iya." Jawab Dodi, ingin mengerjai Rival.


"Ya Allah, Maafkan Aku. Maafkan Aku istriku." Ucapnya dengan wajah penuh ketakutan dan khawatir luar biasa.

__ADS_1


Melihat Rival begitu takutnya. Membuat Dodi ketawa. Sedangakan Jelita, hanya tersenyum di jok belakang supir.


"Allah, masih sayang samamu. Burungmu Masih lolos dari umpan." Ucap Dodi tertawa. Rival pun memukul lengan Dodi. Dia kesal dengan teman nya itu.


__ADS_2