
Rili terbangun dari mimpi buruknya. "Tidak mungkin Abang Yasir sudah menikah." Rili menggeleng-gelengkan kepalanya. Dahi wanita itu mengeluarkan keringat ditengah malam yang dingin tersebut. Rili mengelap keringatnya dengan selimutnya, lalu beranjak ke kamar mandi.
Rili berniat untuk melaksanakan sholat isya, kemudian dilanjutnya sholat istikharah. karena dia tertidur sebelum melakukan sholat isya. Mungkin karena dia tidak sholat isya sehingga wanita yang lagi patah hati itu bermimpi buruk.
Setelah selesai sholat isya, Rili akan melaksanakan sholat istikharah. Dia ingin meminta petunjuk kepada Allah SWT dalam mengambil keputusan. Apakah dia harus melupakan Yasir dan menerima Rival, Atau apakah dia akan selamanya menungggu Yasir kembali.
RIli menengadahkan kedua tangannya lalu berdoa.
"Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.
Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.
Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.
Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya." Aamiin......
Sungguh sholat adalah tiang agama. Apabila kita melaksanakannya maka kita akan merasa senantiasa kuat dan tenang.
Setelah selesai sholat Rili kembali tidur, karena shubuh masih lama. Besok hari Minggu, Rili sudah janjian dengan Windi akan piknik ke pantai. Dia mau piknik biar gak panik.
*
*
*
Matahari terbit dari ufuknya burung-burung terbangun dari tidurnya dan bersiul indah sambil mengepakan sayap-sayap mungilnya, suara kicauan burung yang terdengar samar ditelinga menimbulkan gairah dan semangat baru yang tercipta dalam tubuh, seakan-akan darah mengalir cepat dengan membawa zat-zat positif yang di alirkan ke setiap organ-organ dalam seluruh tubuh.
Rili terbangun dan memandang ke arah luar jendela, bunga-bunga di taman yang basah karena di selimuti embun pagi hari yang telah meninggalkan bau basah, pohon-pohon rindang bergoyang dengan tiupan angin sehingga memancarkan suasana sejuk dari setiap ranting, dahan, batang, dan daun seakan akan sedang berzikir ke pada sang khaliq.
Kali ini Rili bangun agak kesiangan sudah pukul enam pagi. Waktu sholat shubuh sudah hampir habis. Dia tetap melaksanakan sholat shubuh tersebut.
Setelah sholat, Dia lebih memilih berbaring di kamarnya. Akhir-akhir ini Rili jarang bantuin mamanya di dapur karena mood nya sedang buruk Karana ditinggal kekasih. Mama Rili memakluminya, jadi dia tidak terlalu memaksa Rili untuk memasak di dapur dihari libur.
__ADS_1
Rili berbaring di ranjang empuknya. Dia mau berselancar di dunia maya. Setelah login dia melihat banyak postingan orang yang menikah. "Aku kapan ya?" ucapnya sambil mengintip sosmed Yasir. Hasilnya nihil, tidak ada aktifitas tiga bulan terakhir di sosmed Yasir.
Rili melihat ada satu permintaan pertemanan atas nama Rival Youman. "Nama dia unik ya." gumam rili. Rival Youman itu berarti artinya Saingan kalian.
Rili melihat album foto Rival disosmednya.
Banyak fotonya sewaktu TKI di Arab Saudi. " Ganteng juga, padahal umur sudah 36 tapi koq masih seperti 27 tahun." Rili berbicara sendiri.
Setelah mandi dan sarapan, Rili akan ke rumah Windi. Mereka akan ke pantai.
Rili berpamitan pada mamanya, sedangkan Ayahnya sedang ke kebun. Ayahnya berkebun Jagung manis. Ya, sekalian mau buang keringat kata ayahnya.
Kini Rili dan Windi sudah sampai di Pantai yang diberi nama Hollywood. Mereka menyewa sebuah pondok terbuka yang menghadap ke pantai.
Rili menceritakan perkembangan hubungannya dengan Yasir. Windi sangat terkejut mendengar cerita temannya tersebut.
"Berarti dia itu tidak serius samamu? sudah lupakan saja." Ujar Windi.
"Enak aja main lupakan. Kamu tahukan baru kali ini aku menjalin hubungan dengan pria. Melupakannya tidak semudah membalikkan telapak tangan." Ucap Rili sambil melemparkan pandangannya ke hamparan laut yang luas.
Begitulah wanita disaat putus cinta pasti akan curhat kepada sahabatnya. Karena rasa sakit dan beban dihati akan berkurang.
"kita jalan yuk ke sana." Ucap Rili seraya menunjuk ke arah hotel dipinggir pantai.
"Iya." Jawab Rili.
"Kenapa kamu tidak cari informasi mengenai Yasir ke hotel itu." Ujar Windi
"Mana mungkin aku dapat info disana. Aku pernah mendatangi apartemennya yang disini. Hanya ada pembantu disitu yang datang membersihkannya setiap hari." ucap Rili dengan sedih.
"Sudah berapa kali kamu cariin Yasir ke Rumahnya yang di perumahan elit itu?" tanya Windi dengan kepo.
"Baru sekali, kira-kira dua bulan yang lalu." Ucap Rili.
"Harusnya kamu setiap hari mendatangi apartemennya." Ucap Windi meledek. sambil terkekeh.
"Seneng kamu ya lihat kawan sendiri menderita." ucap Rili dengan muka kesal.
"Aduh yang ditinggal kekasih, bawaannya sensi mulu." Ucap Windi.
__ADS_1
"Becandanya biasa aja dong! aku tersinggung ini." Ucap Rili dengan menepis tangan sahabatnya yang berusaha merangkul bahu wanita yang sedang galau tersebut.
Kedua wanita itu masih berjalan dipinggir pantai sambil mengobrol, kadang mereka berlari disaat ombak besar datang, karena mereka tidak mau pakaian mereka basah karena air laut.
Windi merogoh tas selempang warna pink. Wanita itu mengambil ponselnya.
"Mau nelpon siapa?" tanya Rili.
"Mau nelpon Hendrik." Jawab Windi sembari mencari kontak nama yang disebutkan dan melakukan panggilan.
"Ngapain kamu nelpon sepupumu itu?" tanya Rili, tapi Windi tidak menjawab pertanyaan Rili. Wanita yang jadi sahabat Rili itu hanya memberi kode untuk menutup mulut Rili, karena panggilan sudah tersambung.
"Assalamualaikum bang. Abang sekarang dimana? Aku mau ketemu." Ucap Windi.
Windi manggut-manggut mendengarkan perkataan Abang sepupu yang ditelponnya.
Panggilanpun berakhir.
"Ayokkk cepetan jalannya." Ucap Windi.
"Mau kemana buru-buru, kita nikmati dulu pantainya dengan jalan santai." Ucap Rili dengan kesal karena temannya itu sudah mulai menarik tangan sahabatnya yang lagi patah hati itu.
"Kamu mau tahu kabar Yasir kan? makanya buruan jalan. Kita harus sampai ke Hotel itu sebelum 10 menit, karena Abang Hendrik lagi menunggu kita."
Hendrik adalah sepupu Windi, yang kebetulan bekerja di hotel Yasir yang menjabat sebagai Manager.
"Kamu koq baru bilang sepupumu kerja disini?" tanya Rili dengan sedih.
"Kamu juga kenapa baru cerita tentang kelanjutan kisah cintamu dengan Yasir. Semua orang kantor mikirnya kamu bahagia, banyak banget temen cewek di tempat kerja kita yang iri samamu, karena bisa dipacari Abang Yasir." Ucap Windi.
"Kata teman kantor kamu beruntung, seperti Cinderella yang berjodoh dengan pangeran." Ucap Windi.
"Tapi mereka tidak tahukan kebenaran nya gimana? Aku akan sangat malu apabila mereka tahu, Abang Yasir meninggalkanku begitu saja. Ucap Rili dengan sedih.
"Udah, jangan dibahas lagi. cepetan sedikit jalannya, Abang Hendrik sebenarnya lagi sibuk. Katanya akan ada siaran langsung dari Hotel Yasir yang di jakarta. Jadi, semua karyawan wajib menontonnya.
Bersambung.
Mohon beri like, coment dan vote dan jadikan novel ini sebagai favorit.
__ADS_1
Terimakasih.