Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
season 2 Door....


__ADS_3

Saat Asyik menyeruput teh manisnya. Dia melihat wanita yang menciumnya itu duduk di meja sebelahnya. Penampilan wanita itu sudah lebih rapi. Tapi, Rival tidak menggubrisnya disaat mata keduanya bertemu dan wanita itu tersenyum kepadanya.


Wanita itu hanya menumpang duduk di rumah makan itu. Dia tidak memesan makanan atau minuman. Dia takut sendirian di dalam Bus, makanya Dia keluar juga. Karena semua penumpang Bus turun untuk sekedar ke kamar mandi, atau makan dan minum.


Wanita itu masih merasa belum aman, Dia yakin penjahat-penjahat itu masih mengincar dirinya. Benar saja, tiga pasang mata sedang mengamati gerak-gerik wanita yang mencium Rival secara mendadak itu.


"Kita tunggu waktu dan tempat yang tepat." Ucap salah satu penjahat itu kepada kawannya, mereka bertiga dengan siaga mengawasi dan memperhatikan wanita itu dan Rival dari dalam mobilnya.


Teett..... teett..... teeet...


Bunyi klakson bus terdengar begitu keras, pertanda Bus akan melanjutkan perjalanan. Penumpang yang turun untuk sekedar makan dan minum, kembali masuk ke dalam Bus dan duduk di bangkunya masing-masing.


Rival sudah duduk di bangkunya, dengan bersandar ke bangku dan menutup matanya. Kedua tangannya yang saling bertautan diletakkannya di atas ranselnya yang berada di atas pahanya.


Wanita itu pun duduk kembali di bangku sebelah Rival dengan pelan. Dia tidak mau Rival terusik dengan kehadirannya. Dia harus bisa bersikap kalem dan sopan. Dia masih berharap Rival nantinya bisa menjadi penyelamat nya dari penjahat-penjahat itu.


Wanita yang duduk disebelah Rival aslinya adalah wanita yang periang dan sedikit tomboi. Dia tidak seperti Rili yang kalem dan lemah lembut.


Bus pun melaju. Rival masih menutup kedua matanya, seolah-olah tidur. Sedangkan wanita yang disebelah Rival, selalu mencoba mencuri-curi pandang ke arah Rival. Yang pencahayaan Bus sudah padam. Hanya cahaya bulan purnama yang menerangi Bus, yang tembus dari kaca yang tidak ditutupi tirai itu.


Cahaya bulan purnama yang menembus kaca jendela mobil, terpantul ke wajah tampan Rival. Yang membuat siapapun melihatnya akan takjub karena wajah Rival tambah tampan dan bercahaya, tetapi kalau diperhatikan dengan jelas. Wajah itu memperlihatkan kesedihan.


Sesaat wanita yang mencium Rival terpesona kepadanya. Dia berlama-lama memandangi wajah Rival yang matanya tertutup itu. Tapi, Rival tahu bahwa wanita yang disampingnya sedang memperhatikannya. Dia pun menggerakkan bokongnya, merubah sedikit posisi duduknya miring me arah kaca jendela Bus.


Saat Rival merubah posisinya, wanita itu tersentak dari keterkagumannya kepada Rival. Dia pun kembali duduk dengan tegap dan menatap lurus ke depan, menonton layar datar yang menggantung di Bus tersebut sedang menampilkan lagu-lagu daerah. Ada lagu daerah Batak Toba, Batak mandailing dan lagu minang juga.


Tiba-tiba Bus berhenti di tengah hutan. Para penumpang yang belum tidur, banyak yang bertanya-tanya kenapa Bus berhenti di tempat yang jauh dari pemukiman. Siapa yang akan turun di hutan seperti ini, atau apa ada penumpang yang ingin menaiki Bus ini. Begitulah kira-kira pemikiran penumpang Bus tersebut.


Mereka tidak tahu, bahwa Bus mereka tah disalip dan dihadang. Sehingga Pak Supir menghentikan Bus nya.

__ADS_1


3 orang pria berbadan besar dan kekar. Masuk ke dalam Bus. Dua orang masuk dari pintu depan dan satu orang dari pintu belakang. Tentunya ketiga pria itu memegang pistol di tangannya masing-masing.


Suasana di dalam Bus tiba-tiba tegang dan ribut. Sebagian orang berteriak sebagian lagi berdoa dalam hati, agar mereka selamat dari perampokan itu. Para penumpang Bus itu mengira, mereka sedang dirampok. Penumpang lainnya tidak tahu, bahwa tiga pria besar itu hanya menginginkan wanita yang disebelah Rival


Rival hampir tertidur itu, akhirnya membuka matanya. Disaat Dia merasa Bus sedang tegang, setelah terjadi teriakan penumpang lain. Sedangkan wanita yang disebelah Rival sudah takut setengah mati. Jantungnya berdetak sangat cepat, tubuhnya gemetar. Disaat Dia pria yang mengejar-ngejar sudah berada di depannya.


"Turun, kamu turun!" ucap pria itu kepadanya sambil menodongkan pistol ke kepalanya.


"Wanita itu menutup matanya, Dia menunduk dengan menutup telinganya dengan kedua tangannya. Dia menolak untuk turun dari Bus. Rival yang melihat pemandangan tidak biasa dihadapannya dibuat terkejut. Dia melihat ke arah wanita disebelahnya yang sudah ketakutan dan matanya beralih melihat ke arah penjahat.


Pria berbadan besar itu kesal, disaat wanita itu tidak mengindahkan titahnya. Sehingga Dia memberi ancaman dengan menembakkan peluru pistolnya ke langit-langit Bus, dan tembus ke atmosfer.


Sontak suasana Bus semakin mencekam. Ibu-ibu banyak yang teriak minta tolong, ada yang menangis dan ada yang pingsan. Tidak ada yang berani melawan.


"Turun, saya hitung Sampai tiga. Jika kamu tidak turun, maka nyawa pria ini akan melayang." Ucap penjahat tersebut dengan begisnya. Dia menodongkan pistolnya ke arah Rival. Sontak jantung Rival rasanya lepas dari tempatnya, disaat pistol itu sudah mengarah kepadanya.


"Ya Allah... Tolong kami!" ucap salah satu penumpang sambil menangis. Mendengar penumpang lain berisik, dan penjahat itu takut mobil lain yang melintas curiga, karena ada mobil yang berhenti di hutan. Maka pria yang berada dibagian depan mobil tepatnya di dekat supir. Memerintahkan mobil itu berjalan mencari persimpangan yang sepi dan mereka pun berbelok ke jalan yang jarang dilewati itu.


Merasa aksi mereka sudah aman. Pria yang dihadapan Rival kembali mengancam, dengan menembak dinding Bus dekat pahanya. Suara tembakan lagi-lagi membuat penumpang ketakutan. Bahkan bayi yang ada di Bus itu juga menangis sekencang-kencangnya.


Rival yang mengangkat tangannya itu, melihat ke arah gadis disebelahnya yang sudah gemetar. Bibir pucat, keringat dingin bercucuran dari kening dan dahinya. Rival tidak tega melihatnya. Jiwa kemanusiaan nya meronta-ronta ingin menolong.


"Ayo turun!" ucap Rival kepada wanita disebelahnya. Wanita itu menoleh ke arah Rival dengan berurai air mata. Sungguh, Dia memang bandel tapi, Dia tidak membayangkan akan mengalami kejadian mengerikan seperti ini.


Melihat wanita itu tidak bergerak dari tempat duduknya. Akhirnya Rival pun berinisiatif bergerak duluan, Dia berdiri.


"Kami akan turun, tapi pastikan dulu bahwa penumpang yang lain tidak kalian ciderakan." Ucap Rival dengan nada tegas dan lantang.


"Saya tidak butuh kamu untuk turun, saya butuh wanita ini." Ucap penjahat, masih mengarahkan pistol ke arah Rival.

__ADS_1


"Kalian memang penjahat yang bodoh. Kalau saya kalian lepas. Yang ada kalian akan saya laporkan ke pihak berwajib." Ucap Rival memprovokasi penjahat.


"Ucok, benar kata Dia. Pria ini kan temannya. Bukannya mereka tadi pasangan yang berciuman dengan durasi yang lama itu." Ucap teman satunya lagi.


Pria yang menodongkan pistol ke arah Rival pun sadar dengan kebodohannya.


"Kalian berdua cepat turun." titahnya. Rival dan wanita yang menciumnya itu pun turun dari Bus. Tentunya kaki wanita yang mencium Rival gemetaran saat berjalan.


Bus pun memutar dan langsung tancap gas. Meninggikan Rival, wanita yang mencium Rival dan 4 penjahat. 3 sedang mengancam Rival dan wanita itu dan satu lagi berada di dalam mobil.


"Kemarikan tas ranselmu!" titah penjahat kepada wanita yang mencium Rival. Wanita itu diam tidak melaksanakan perintah penjahat, yang membuat penjahat kembali mengancam menembak ke udara.


Aduh pak penjahat ke asyikan menembak tidak jelas, nanti pelurunya habis loh.


Rival kembali memperhatikan penjahat yang mengepung mereka, hanya empat orang, satu orang dalam mobil. Seumpamanya penjahat ini tidak menggunakan pistol, maka dengan cepat Rival sudah menghajar babak belur pria - pria dihadapannya.


Dia sudah mengambil ancang-ancang melawan. "Aku yang akan melepas ranselnya." Ucap Rival, Dia mendekat ke arah wanita itu dan melepas ransel dari pundak wanita itu.


"Lemparkan!" ucap penjahat setelah ransel sudah berada di tangannya.


"Baiklah," Ucap Rival, Dia berjalan pelan mendekat ke arah penjahat yang kini jaraknya hanya satu meter itu dan.... Dooorrrrrr...!


TBC.


Mohon tinggalkan jejak bagi yang sudah membaca. Karena jejak kakak-kakak cantik berupa like, coment, vote, rate 🌟 5 dan favorit. Sangat mempengaruhi pop novel ini.


Dukungan kalian yang membuat author receh tetap bertahan.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2