Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Surprise


__ADS_3

Suasana di dalam mobil hening, karena Mely sudah tertidur pulas berbantalkan paha Rival. Dengan menghela napas panjang, Rival menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil, mencoba merilekskan tubuhnya dan memejamkan kedua matanya.


Matanya terpejam, tapi pikirannya melanglang buana. Dia sedang berpikir bagaimana nantinya kelanjutan hubungan nya dengan Mely. Kalau Mely terus saja membahas mantan istrinya tentu Rival merasa risih.


Bagaimana pun, Rival tidak akan bisa melupakan Rili. Dimata Rival, Rili sosok wanita yang sempurna. Tapi, bukan berarti, Dia akan mengabaikan istrinya Mely. Dia juga akan berusaha memahami karakter Mely. Berusaha mencintainya. Serius dengan hubungan mereka.


Lamunan Rival buyar, disaat ponsel yang berada di dalam tas selempang yang tergeletak disampingnya berdering. Dengan hati-hati Rival merogoh tas selempang nya itu untuk mengambil ponselnya yang berdering terus.


Ada nama Pak Ali dilayar sedang memanggil.


"Assalamualaikum Ayah," ucap Rival sopan dan ramahnya.


"Walaikumsalam, jadi kalian pulang hari ini?" tanya Pak Ali tak kalah hangatnya.


"Jadi Ayah, ini sudah di jalan. Mungkin satu jam lagi akan sampai." Jawab Rival, Dia melihat ke arah Mely yang terbangun dan menanyakan siapa yang menelpon dengan suara pelan.


Rival menjawab pertanyaan Mely, tapi suaranya tidak bervolume. Mely mengangguk Dia kembali melanjutkan tidurnya di paha Rival.


"Oohh iya Ayah. Baiklah." Jawabnya dengan nada datar. Yang membuat Pak Ali diseberang sana heran.


Setelah panggilan terputus, satu pesan masuk ke ponsel Rival. Dia pun membukanya. Dia membaca isi pesan itu dengan raut wajah tidak enak hati. Rival merogoh tas selempang nya, untuk mengambil bolpoint dan kertas yang ada di tasnya. Dia menyalin isi pesan yang masuk ke ponselnya itu dan memberikannya kepada Pak supir.


🌻🌻🌻


Mobil yang ditumpangi Rival dan Mely telah berhenti di depan sebuah rumah megah dan asri. Rival mengelus lembut kepala Mely dan berusaha membangunkannya.


Dengan menahan rasa kantuk, Mely berusaha membuka kedua kelopak matanya yang terasa sangat berat itu. Sepertinya Mely sangat kelelahan sehingga Dia butuh waktu istirahat yang banyak.


"Sudah sampai sayang." Ucap Rival menatap lekat wajah istrinya yang baru bangun itu. Mata Mely nampak sedikit merah. Mungkin Karena terpaksa bangun.


Mely tersenyum, Dia pun berusaha bangkit dari dari paha Rival yang dibantu oleh suaminya itu.

__ADS_1


Kedua bola mata Mely menyoroti sekitar rumah yang sangat asing buatnya. Begitu juga dengan Rival.


"Kita di mana ini sayang?" tanya Mely heran sekaligus takjub melihat pekarangan rumah yang luas dan taman yang indah.


"Abang pun tidak tahu, Ayah menyuruh Abang untuk mendatangi tempat ini." Ucap Rival, Dia pun tak kalah terkejutnya, melihat rumah yang ada dihadapan mereka.


"Apa Ayah salah kirim alamat." Rival membathin.


Mereka yang masih setia duduk di dalam mobil, dikejutkan dengan Pak Satpam yang tiba-tiba nongol didekat mobil.


"Mari Nona, silahkan masuk ke rumah." Ucap Pak Satpam membuka pintu mobil sebelah Mely.


Dengan bingung serta penasarannya, Mely menatap Rival yang masih duduk di sebelah nya. Dia ingin mendapat jawaban. Kenapa mereka berada di depan Rumah megah ini. Tapi, Rival lebih menunjukkan ekspresi wajah bingungnya. Yang membuat Mely, akhirnya turun dari mobil. Dia berjalan memutari mobil menuju ke arah Rival yang juga sudah turun dari pintu mobil yang berbeda.


Mely langsung menggandeng tangan Rival. "Sayang, ini rumah siapa? kita ngapain kesini?" tanya Mely dengan bingungnya.


"Abang tidak tahu, mungkin ini rumah relasi bisnis Ayah. Sepertinya kita diundang untuk makan malam bersama." Ucap Rival.


"Silahkan masuk aja Nona, tuan." Pak Satpam, mempersilahkan pasangan suami istri yang lagi bingung itu untuk masuk ke dalam rumah.


Dengan ragu dan penasarannya mereka pun berjalan ke arah pintu depan. Mely hendak mendorong handle pintu rumah tersebut. Tapi dilarang oleh Rival.


"Ucapkan salam dulu." Titah Rival. Yang diangguki oleh Mely.


"Assalamualaikum ....!" tidak ada sahutan dari dalam.


"Syaloom...!" ucap Mely dengan nada sedikit keras. Dia mengucapkan salam agama Nasrani. Karena disaat Dia mengucapkan salam untuk orang muslim tidak ada sahutan.


"Kita salah rumah kali Bang." Ucap Mely menatap suaminya yang sedikit bingung. Karena salam mereka tidak ada yang jawab. Mana mungkin salah, Ayah jelas memberi alamat itu di SMS.


"Abang akan tekan bel." Rival menekan bel dua kali, tapi tidak ada sahutan.

__ADS_1


Mely yang tidak sabaran itu sudah mulai kesal. Karena pintu tidak kunjung dibuka. Tidak sopan kan, jikalau kita langsung buka rumah orang. Akhirnya Mely mengulangi mengucapkan salam.


"Assalamualaikum..., Shalom..., Om Swastyastu...., Namo Buddhaya......." Ucap Mely. Rival tercengang melihat kelakuan istrinya itu. Yang mengucapkan lengkap salam pembuka semua agama besar yang ada di negara kita.


"Ucap salam jangan dibuat main-mainan." Ucap Rival, Dia harus benar-benar ekstra sabar membimbing istri nya ini.


"Habisnya dari tadi kita sudah ucapkan salam, tidak ada sahutan. Kita salah alamat mungkin Bang. Pulang aja yuk? Aku kantuk banget ini." Ucap Mely, Dia pun mendudukkan bokongnya di kursi yang ada di beranda rumah tersebut.


"Ayah kenapa ya nyuruh kita kesini." Ucap Rival masih berdiri di depan pintu rumah megah itu.


"Abang juga aneh, kenapa tadi tidak ditanyain sama Ayah. Untuk apa kita disuruh kesini." Ucap Mely malas.


"Tuan, Nona kenapa belum masuk ke dalam?" ucap Pak Satpam dengan rumah dan hormatnya. Dia yang melihat pasangan suami istri itu tidak kunjung masuk ke rumah akhirnya menyamperin ke teras rumah.


"Tidak ada sahutan dari dalam dan mempersilahkan untuk masuk Pak." Jawab Rival Dia kembali mengucapkan salam dan menekan bel.


"Langsung masuk aja tuan." Pak Satpam memberi kode dengan jempolnya menyuruh masuk.


"Apa sopan seperti itu?" Rival mulai bingung.


"Tadi Tuan besar, mengatakan tuan dan Nona langsung masuk saja." Pak Satpam tersenyum kepada pasangan suami istri itu.


Mendengar ucapan Pak Satpam


Mely langsung beranjak dari tempat duduknya. Dengan kesal Dia langsung menekan handle pintu dan mendorongnya kuat. Sedangkan Rival masih berdiri di ambang pintu.


Pintu terbuka, seketika terdengar nyanyian selamat ulang tahun yang diiringi oleh musik. Nampak Pak Ali, Istrinya Maryam, dan semua ART mereka sedang berdiri dihadapan pasangan suami istri itu.


Nyanyian selamat ulang tahun terus dinyanyikan yang membuat Mely dan Rival heran dan bingung. Rival sampai tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Dia masih setia berdiri di ambang pintu.


Senyuman Mama Maryam yan nampak memegang kue tart black forest itu mengembang sempurna. Dia berjalan mendekat ke arah Rival yang masih berdiri mematung di ambang pintu. Meraih tangan Rival mengajaknya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2