Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Menerima tawaran


__ADS_3

“Tawaran apa?” tanya Rival dengan tidak semangat. Sebenarnya Dia sudah pasrah kalau harus mendekam dipenjara, secara Dia sudah melakukan tindak kekerasan kepada pihak yang berwajib. Dia pun tidak punya kerabat atau uang untuk membela diri. Sesaat Dia juga berfikiran orang tua dari Mely akan memenjarakannya, karena Dia tidak akan mau menikahi Mely.


“Terima saja pernikahan ini.”


“Tidak!” jawab Rival cepat, sebelum Bapak Ali melanjutkan ucapannya.


“Kalau kamu tidak terima, saya akan susah membebaskanmu dari tuntutan mereka. Karena kamu melakukan kekerasan. Aku yakin kamu pria baik, tidak sepantasnya kamu mendekam disisni. Kamu tahu kan hukum di negara kita. Dia seperti pisau, tajam kepada yang tidak berdaya. Rival diam sejenak. Ucapan Pak Ali ada benarnya.


“ Kalau Bapak niat membantu, bantu saya tanpa ada embel-embel.” Ucap Rival dengan nada dingin.


“Ya namanya manusia, baik karena ada maunya kan?" ucap Pak Ali dengan tersenyum. Rival menatap Pak Ali dengan ekspresi tidak suka.


“Sepertinya Bapak orang berada. Kenapa Bapak malah mau menikahkan putri Bapak dengan saya yang sudah mengaku punya istri, asal Bapak tahu, saya orang yang sangat miskin.” Ucap Rival, Dia melihat aneh ekspresi Bapak Ali yang seolah menertawakannya.


“Harta tidak dibawa mati. Justru kamu sangat kaya. Kamu punya hati yang kaya, kamu juga sholeh dipenilaian saya.” Ucap Pak Ali dan tersenyum kepada Rival. Rival diam, walau sebenarnya hatinya senang juga mendengar ucapan Bapak Ali yang menilai orang bukan dari harta.


“Kembali ketawaranku tadi.” Ucap Pak Ali, Dia mengubah posisi duduknya menjadi lebih tegap.


“Aku akan menjamin kamu bebas dari tuntutan hukum kasus pemukulan aparat, sebagai imbalannya kamu menerima tawaran untuk menikahi putri saya.”


“Tapi,” Ucap Rival, yang langsung di stop oleh Pak Ali dengan mengangkat tangannya.


“Dengarkan saya ngomong dulu. Ini tawaran tidak akan merugikan kamu.” Ucap Pak Ali dengan nada kepemimpinannya, yang membuat Rival tidak berkutik.


“Kamu terima tawaran menikah siri. Kamu akan saya bawa dari sini. Kalau kamu mau, kamu boleh anggap pernikahan ini serius. Tapi, kalau mau menganggapnya tidak serius tidak apa-apa yang penting hari ini kalian menikah disini.” Ucapan Pak Ali terhenti. Rivalpun dibuat bingung dengan prinsip orang tua di depannya. Sudah jelas Rival sudah menolak menikahi putrinya. Bahkan Rival sudah jujur dengan mengatakan sudah punya istri. Tapi kenapa malah Bapak Ali ngotot menikahkan putrinya kepadanya.


Rival pun tidak mau komentar, Dia kan mendengar dengan seksama maksud dan tujuan Pak Ali.

__ADS_1


“Saya ingin memberi pelajaran kepada putri saya. Dia susah di atur. Kuliah tidak beres. Pinginnya main terus, itupun teman mainnya pria semua. Setahun terakhir ini, kami memaksanya menikah. Karena kuliah pun tidak becus. Ya udah kami sebagai orang tuanya mengambil keputusan menikahnya saja. Tapi, disaat akan dikenalkan dengan pria, maka Dia akan kabur.


“Ini kesempatan bagus, untuk memberinya pelajaran. Jadi Nak Rival, lakukan saja pernikahan siri ini.” Ucap Pak Ali, Dia pun berjalan ke arah Rival memegang bahu Rival yang masih diam mematung di tempat.


Pikiran Rival berkecamuk, Dia tidak mungkin melakukan itu. Rival mendongak menatap Pak Ali yang berdiri di hadapannya. “Saya tidak bisa Pak. Saya sudah punya istri dan saya sangat mencintainya.” Berkali-kali Rival mengatakan itu.


“Iya, saya mengerti. Ini hanya sandiwara saja. Setelah keluar dari kantor polisi ini kamu bisa bebas. Tidak harus bertanggung jawab kepada putri saya. Kita hanya memberinya pelajaran.


“Pernikahan tidak untuk main-main Pak.” Ucap Rival serius.


“Kamu mau mendekam dipenjara? Asal kamu tahu nak, besok kamu akan dihajar para polisi ini. Mereka akan membalas atas perbuatanmu yang memukul mereka. Saya tidak mau itu terjadi padamu. Kamu sudah sangat baik menolong putri saya.” Ucapan Pak Ali ada benarnya juga.


“Iya, kita anggap saja pernikahan ini main-main. Nanti kamu saat Ijab Kabul pun pakai Wali hakim saja.” Ucap Pak Ali.


“kenapa seperti itu?” tanya Rival polos.


“karena ini hanya permainan. Kalau saya yang jadi Wali, itu jadinya nanti seperti sungguhan .” Ucap Pak Ali.


Sedangkan Mely sudah masuk ke ruangannya, karena proses ijab kabul akan dilaksanakan. Ternyata acaranya dipercepat..


🌻🌻🌻🌻


Satu jam kemudian.


Proses ijab kabul pun selesai. Mely yang tidak tahu menahu itu tentang hukum islam, diam saja saat ijab kabul. Disaat walinya adalah wali hakim.


Mereka sekarang sedang berada di dalam mobil Pak Ali dengan posisi, Rival dan Mely berada di Jok paling belakang. Sedangkan Pak Ali dan istrinya duduk di belakang Pak supir mereka. Suasana di dalam mobil hening seperti kuburan, suara musik pun tidak ada.

__ADS_1


Perasaan Rival bergejolak, Dia baru saja memainkan pemainan yang bertentangan dengan hatinya. Tapi, mau bagaimana. Dia juga ingin bebas dan mncari kerjaan di Kota M.


Sedangkan Mely memilih tidur dengan bersandar di bangku mobil. Pak Ali dan istrinya tersenyum. Akhirnya putri mereka yang urakan itu menikah juga.


Setelah perjalanan setengah jam, Pak Ali meminta supir berhenti di Rumah makan yang sudah buka, walau waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi. Mereka belum makan dari tadi pagi.


Mobil mewah itupun berhenti disebuah rumah makan padang yang buka 24 jam. Pak Ali mengajak Rival turun untuk makan. Sedangkan Mely yang tidur dengan pulasnya, tidak mereka bangunkan. Karena kalau mereka membangunkannya. Maka yang ada si Mely akan mengamuk.


Pak Ali dan istrinya masuk dengan begitu mesra ke dalam Rumah makan, Pak Ali merangkul istrinya yang di ekori Rival. Mereka duduk di kursi dengan berhadapan dibatasi meja bentuk bulat. Setelah pesanan mereka datang, mereka makan dengan khidmat. Rival nampak tambah dua kali, Dia memang sangat kelaparan. Pak Ali terharu melihat Rival. Rival seperti tidak makan berhari-hari saja.


Setelah acara makan selesai, Istrinya mencairkan suasana yang hening.


“Ayah, tidak jadi ikut rapat?” tanya Mamanya Mely dengan melap saos yang menempel bibir suaminya itu. Rival tersenyum melihat keromantisan pasangan dihadapannya itu. Yang menurutnya perbedaan usia nampak jelas. Mamanya Mely nampak masih seumuran dengan Rival.


“Tidak sayang. Sudah ku serahkan semua sama Asisten Narto.” Ucapnya dan menatap Rival yang sudah buka suara.


“Pak, sampai disini saja kebersamaan kita. Saya tidak bisa ikut dengan orang Bapak.” Ucapan Rival membuat Mamanya Mely terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Rival serius dengan ucapannya saat di kantor polisi. Bahwa Rival memang tidak mau melanjutkan sandiwara pernikahan itu.


“Loh, Koq begitu Abang Rival?” tanya Mama Mely dengan ekspresi tak suka dan terkejut.


“Saya sudah bilang sebelumnya, bahwa saya punya istri dan sangat mencintainya. Saya mau merantau untuk memperbaiki ekonomi keluarga.” Ucap Rival setengah berbohong.


"Ya Bang Rival, tidak boleh begitu dong.!


TbC.


Mohon beri apresiasi kepada novel ini setelah membacanya dengan like, coment dan vote ya kak.

__ADS_1


Mampir juga ke novel ku yang berjudul


Dipaksa menikahi Pariban


__ADS_2