
Mely mengambil tas ransel Rival dari tong sampah kecil yang ada di kamar itu. Dia melirik ke arah Rival yang kini duduk di santai di tepi ranjang dan memainkan ponselnya. Dengan tersenyum kecut.
Dengan mendengus kesal, Mely keluar kamar. Dia akan minta tolong kepada salah satu pelayan untuk membakar tas ransel Rival yang berisikan foto Rili dan suaminya itu.
Sebenarnya Rival tidak ada niat menyimpan foto mantan istrinya itu. Bahkan Dia sudah tidak pernah lagi memandangi foto itu sejak hubungannya dengan Mely semakin intim. Tapi Mely yang kekanak-kanakan itu, selalu resah melihat foto Rili masih di dalam tas ranselnya Rival.
Mely kembali memasuki kamar mereka dengan wajah sumringah dan merasa tenang. Setidaknya Rival tidak menghalanginya untuk membakar tas ransel Rival yang berisikan foto Rili.
Rival menatap sekilas ke arah Mely yang berjalan ke arahnya dengan tersenyum penuh kemenangan itu. Kemudian Rival Kembali fokus ke ponselnya. Dengan hati-hati Mely duduk di sebelah Rival dan langsung memeluknya.
"Senangnya hatiku riang tak terkira, karena fotonya sudah lenyap jadi abu." Ucap Mely menirukan lirik lagu Boneka India. Mely bahkan menggoyang-goyangkan tubuh Rival ke kanan dan ke kiri masih dalam dekapannya. Yang tubuh Rival mengikuti gerakan tangan Mely, yang membuat Rival hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah istri cabe rawit nya ini.
"Marah ya?" ucap Mely dengan memasrahkan kepalanya di bahu Rival. Dia melirik suaminya itu yang masih setia dengan ponselnya.
"Tidak." Jawab Rival singkat, dan tertawa kecil dalam hati.
"Terus kenapa diam saja?"
"Emang Abang harus ngomong apa? protes pun mana ada gunanya, yang ada nanti malah berantem lagi. Yang Abang tidak habis fikir. Kalau hanya ingin membakar foto. Kenapa tas Abang juga ikut dibakar?" ucap Rival, Dia akhirnya memutar lehernya, untuk bisa melihat ke arah Mely yang cemburu itu dengan tersenyum.
"Sepertinya Dia senang, Aku membakar foto mantan istrinya. Apa Dia benar-benar sudah melupakan nya?" Mely membatin, sambil senyum-senyum.
"Adek kenapa senyum-senyum?" tanya Rival, Dia heran dengan istrinya itu.Tadi marah sekarang sudah senyum-senyum.
"Tidak apa-apa. Aku senang fotonya sudah lenyap tak tersisa. Setidaknya Abang tidak akan mengingat nya lagi." Ucap Mely dan langsung mengecup cepat bibir Rival.
Ciuman mendadak istrinya tidak dibalasnya, yang membuat Mely mengecup kembali bibir Rival. Tapi, Rival tetap tidak membalass atau menolaknya.
"Koq tidak dibalas sih?" Mely sewot.
__ADS_1
"Kalau Abang balas, Abang yakin. Kita tidak akan jadi pulang hari ini." Rival melepas pelukan istrinya tu.
Mely tertawa, "Bener juga, pasti kita akan kembali Bercocok tanam sampai malam." Kini Mely cekikikan. Pasangan suami ini lagi candu-candunya melakukannya.
"Apa Adek begitu takut kehilangan Abang. Sehingga foto pun Adek cemburui?" Rival menilik.
"Kalau Aku jawab iya. Abang pasti GR." Dia kesal melihat ekspresi wajah Rival yang senyum-senyum itu.
"Ya jelaslah, siapa sih yang tidak senang dicintai?" Kini Rival merangkum wajah Mely dengan gemesnya dan mengobok-obok pipinya yang membuat Mely merasa kesakitan.
Mely melepas tangan Rival yang merangkum wajahnya dengan kesal, wajah cemberut langsung terlukis di wajah Mely yang cantik.
"Sakit tahu. Akan lebih menyenangkan lagi, apabila dicintai dan mencintai. Makanya Aku tidak mau hanya mencintai. Abang wajib hukumnya mencintaiku seorang." Ucap Mely dengan raut wajah sedih. Yang membuat Rival merasa bersalah.
"Setiap manusia yang berakal pasti memiliki rasa cinta dalam hati dan hidupnya. Cinta adalah bentuk rasa tulus yang muncul dalam hati manusia. Baik cinta tehadap Allah ataupun sesama manusia. Cinta membawa pada kebahagiaan tapi juga tak jarang membawa kepada kesedihan. Cinta terhadap manusia tentu bukanlah cinta yang abadi." Ucap Rival, meraih kedua tangan Mely dan menggengam nya.
“Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang harus kamu cintai.[HR. At-Tirmidzi no.1997 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 178." Ucap Rival mengutip hadis sahih.
"Memang iya. Abang juga bisa ngomong seperti itu, karena mendengar ceramah Pak Ustadz. Dan manusia yang bermanfaat itu, adalah manusia yang mendengar kan nasehat. Selama manusia itu, masih bisa dinasehati. Maka niscaya Dia akan selamat. Tapi, kalau sudah bebal dan tidak bisa dibilangin, seperti gadis didepan Abang ini. Ya sudah, siap-siap saja ditangkap penjahat di Ucok lagi." Rival mentoel hidung Mely yang mulai kesal kepadanya. Dia tidak mau menerima dibilang manusia yang tidak bisa dinasehati.
Ekspresi wajah Mely langsung sedih. "Apa Aku semenyebalkan itu?" tanya nya dengan wajah cemberut.
"Menurut Adek bnagaimana?"
"Koq malah nanya balik." Ucap Mely sewot.
"Mau jawaban jujur atau jawaban yang buat hati senang?" Rival mengedipkan matanya.
"Jawaban jujur dan bisa buat hati senang dengarnya." Mely langsung memeluk suaminya itu dengan kuat. Yang membuat Rival hendak tumbang.
__ADS_1
"Adek itu tipe wanita yang menyenangkan dan jujur. Tapi, itu sedikit menyebalkan." Jawab Rival dengan sedikit tertawa kecil
Yang membuat Mely kesal mendengar nya.
"Menyebalkan? coba berikan satu contoh sifat menyebalkannya?" tanya Mely dengan bingung. Sungguh Dia tidak merasa menyebalkan.
"Adek itu, terlalu mengikuti kata hati dan kurang sabar. Sehingga tingkah Adek diluar perkiraan. Kita tidak bisa melakukan semuanya sesuai dengan kehendak kita sendiri. Kita harus bisa bersabar. Apabila sesuatu itu tidak sesuai dengan keinginan kita." Ucap Rival mengelus pelan puncak kepala Mely.
"Begitukah?" ucap Mely dengan sedih.
"Iya, seperti yang barusan Adek lakukan. Apa untungnya marah-marah dan membakar foto mantan istri Abang." Ucap Rival, masih memeluk Mely.
"Ya ada untungnya lah."
"Apa untungnya?"
"Untungnya, Abang tidak bisa melihat fotonya lagi. Jadi kemungkinan besar Abang tidak akan memikirkan nya." Ucap Mely dengan menahan sedikit sesak di dadanya. Sungguh Dia malas membahas mantan istri Suami nya.
"Allah yang maha mengizinkan kepada siapa hati ini harus dijatuhkan. Dia yang Maha membolak-balik hati ummatnya. Kalau suatu saat Abang tiba-tiba berpaling dari Adek dan ingin kembali kepada mantan Abang, atau wanita lainnya. Adek tidak bisa mencengah yang." Ucapan Rival sudah membuat panas hati dan kuping Mely.
Apa maksud ucapan suaminya itu. Apa Dia akan Kembali kepada mantan istrinya. Atau menikahi gadis lain?
Mely geram, Dia mendorong dada Rival kuat dan beranjak dari duduknya. Yang membuat Rival tercengang dengan sikap istri nya itu.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Ucap Mely berdiri dengan beruruai air mata dihadapan Rival sampai memegangi dadanya yang terasa sesak itu.
"Ini ni sikap Adek yang Abang maksud. Adek harus bisa lebih sabar. Abang kan hanya bilang jika suatu saat. Abang tidak ada bilang akan kembali kepada mantan istri Abang." Ucap Rival menatap lekat kedua bola mata Mely yang banjir air mata itu.
TBC.
__ADS_1
Like coment dan vote
🤗❤️