Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Jangan tinggalkan aku.


__ADS_3

Bou Rili yang mendengar suara desisan Rili dibuat geram di dalam kamar. Dia keluar cepat dari kamarnya berjalan menuju ruang tengah. Bruggghhhh... Ibu Rival membuka dan mendorong dengan kuat pintu penghubung dari ruang tengah ke dapur.


"Dasar wanita genit, tidak tahu waktu dan tempat. Kamu mau ajakin suamimu menjamah tubuhmu di ruangan ini." Ucap Ibu Rival dengan begitu emosinya. Dia nampak membuka semua jendela dengan begitu kerasnya. Pang.... pang....pang...pang...


Terdengar suara jendela dan dinding rumah yang saling bertabrakan.


Duarr.......Jantung Rili berdegup kencang dan keras, hatinya terasa disayat-sayat mendengar ucapan mertuanya yang setajam silet itu. Kenapa mertuanya sampai berpikiran, bahwa Rili sedang meminta suaminya untuk memeunuhi hasrat birahinya.


Rili yang tadinya duduk disebelah Rival yang sedang tengkurap itu, akhirnya berdiri dan masuk lagi ke kamarnya. Dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Bu, tidak pantas Ibu mengatakan hal seperti itu. Dia Istriku, seumpama Rili menginginkan tubuhku ini, ditempat ini. Dimana letak kesalahannya?" ucap Rival kesal


Sungguh Dia merasa malu melihat tingkah ibunya saat ini. Dia pun meninggalkan Ibunya, yang masih berdiri didekat jendela dan menyusul Rili ke kamar.


"Dek, apa masih mules perutnya?" tanya Rival dengan lembut sambil mengusap punggung Rili yang tengkurap.


Rili mengangguk. "Ayo, Abang temani ke sungai." Ucapnya sambil membantu Rili bangkit dari tempat tidur.


Sepanjang jalan menuju sungai, Rili tak henti-hentinya menangis. Rival pun tak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa mendengarkan suara tangisan Rili dibawa cahaya bulan menuju sungai.


Rili membenamkan bokongnya di air. Dia masih menangis sambil mengedan-ngedan. Rasanya tinjanya tak mau keluar. Kalau pun keluar hanya sedikit. Seperti kotoran ayam.


Rili terus mengedan dengan mimik wajah meregut, Dia masih terisak-isak. Perutnya sangat mules, tapi kotorannya tidak keluar dengan tuntas.


Rival yang melihat tingkah istrinya itu dibuat sedih dan merasa lucu. Bisa ya nangis saat BAB sambil merepet. Rival melihat sisi lain dari istrinya. Ternyata dari sikap kalemnya, Istrinya itu juga sangat emosional.


"Udah sayang, jangan nangis lagi. Nanti monyetnya bangun. Dia bisa itu melihat kamu. Karena, cahaya bulannya masih terang.


Monyet itu udah suka samamu. Kalau Dia mendengar kamu menangis. Dia bisa mendatangimu."


Ucapan Rival membuat Rili merinding dan juga sangat kesal. Bagaimana bisa suaminya itu masih becanda, padahal hatinya sudah sangat sakit sekali sejak tinggal dikampung ini.

__ADS_1


"Biar..... Biar semua monyet-monyet ini mendengar dan menjadi saksi bahwa Aku ini wanita genit, wanita maniak, wanita tidak tahu sopan santun dan wanita malang yang setiap hari dimusuhi Ibu mertuanya." Ucap Rili histeris. Dia memukul air yang didepannya, sehingga air itu memercik ke wajah cantiknya.


Rival sangat terkejut mendengar ucapan istrinya itu. Ternyata Dia salah ucap.


Rili nampak mendekati Rival yang duduk berjongkok dipinggir sungai.


"Apa Aku menggodamu? Apa Aku selalu minta kamu setubuhi?" Ucap Rili dengan penuh emosi.


Rival tidak menjawab, pertanyaan istrinya itu. Dia hanya diam mematung dan matanya fokus melihat istrinya yang sedang terduduk didepannya sambil terisak-isak. Sekali-kali Rili menarik ulur ingusnya.


"Kalaupun benar Aku menggodamu, meminta kamu menyetubuhi Aku. Apa itu salah? baiklah, akan ku buktikan dihadapan Ibumu itu bahwa Aku genit. Ayo....Ayo.....kita lakukan seperti yang dituduhkan Ibumu itu. Kita lakukan di ruang tengah. Kami rangsang Aku begini.... begini.... sampai mendesah!" ucap Rili dengan penuh emosi. Dia nampak menarik tangan Rival dengan kasar dan menempatkannya ke dadanya yang montok.


Rival menarik tangannya dari dada Rili. Dia benar-benar tidak menyangka istrinya akan semarah ini.


"Kenapa? Kenapa Abang tidak mau menyentuhnya? Bukannya Abang juga menginginkannya bukan? Ayo...ayo kita pulang. Kita lakukan di depan Ibu bila perlu." Rili berdiri dan menarik tangan Rival.


Rival menghempaskan tangan Rili dengan kasar. "Sepertinya Adek kesambet setan monyet. Makanya Adek bicara ngaur."


Rili pun akhirnya terduduk di pinggir sungai diatas kerikil bercampur pasir, Dia masih menangis dan memegangi dadanya yang begitu sesak. Mungkin benar kata Rival Dia sedang kesambet setan monyet.


"Semua wanita pasti ingin punya rumah tangga yang bahagia, saling mencintai, menyayangi. Hidup rukun dengan mertuanya.


"Kata Mama, Aku akan bahagia bila menikah dengan Abang. Nak Rival itu baik, Sholeh. Dia akan membahagiakanmu. Ibu selalu bilang itu kepadaku. Tapi, apa yang ku dapat. Aku sangat tersiksa disini. Aku ingin pulang saja." Ucap Rili sambil terus menangis. Dia tidak sadar dengan ucapannya yang tidak dicernanya dengan baik karena emosi.


Rival yang mendengar curahan hati Rili, merasa seperti disambar petir. Hatinya melongos. Sesakit itukah yang dirasakan istrinya menikah dengannya?


"Abang tidak salah, Aku yang salah. Yang Ibu bilang memang benar. Abang itu sangat baik. Aku tidak pantas untuk menjadi istri Abang. Aku jahat terhadap suamiku sendiri." Ucap Rili sambil terus memukul-mukul dadanya yang terasa makin sesak itu.


Rival mendekati Rili, Dia memegang kedua bahu Rili yang sedang duduk di kerikil tersebut.


"Apa maksud perkataan Adek itu?" ucap Rival dan menatap netra Rili dengan intens.

__ADS_1


"Sampai kapan pun, Aku tidak akan bisa mencintaimu bang. Ada nama orang lain dihatiku. Dia tidak pernah pergi dari pikiranku. Dia seperti bayangan yang selalu mengikutiku. Aku merasa bersalah kepada Abang.


"Sudah 10 hari kita menikah. Setiap hari Aku selalu mencoba membuka hati ini kepada Abang. Tapi, tetap tidak bisa. Abang begitu baik, Sholeh. Sedangkan Aku? Aku istri Durhaka yang tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai istri.


"Perasaan bersalah ini membuatku semakin depresi. Ditambah Ibu yang selalu memusuhiku. Aku semakin down. Kenapa Abang begitu baik. Harusnya Abang jahat saja. Sehingga, Aku tidak tersiksa begini.


"Apa yang harus kulakukan sekarang? Tolong Aku! ini sangat menyakitkan." Ucap Rili dengan menunduk. Air mata begitu deras membanjiri pipinya.


Rival terpukul mendengar kenyataan pahit yang diucapkan istrinya. Diawal perkenalan mereka, Rili memang selalu menolaknya. Dia juga menyerah waktu itu. Tapi, Istrinya yang duluan menghubunginya walau kata Rili Dia salah nomor.


Kejadian unik itu Rival anggap sebagai jalan agar Dia bisa berjodoh dengan Rili. Ya, memang mereka akhirnya berjodoh. Rival tidak menyangka, Ibunya adalah menjadi benalu dikehidupan Rumah tangganya.


Rival lama terdiam disebelah Rili dalam posisi duduk. Sedangkan Rili masih menangis. Tapi, Dia tidak mengeluarkan sepatah kata lagi.


"Aku tidak akan peduli dengan perasaanmu terhadap pria yang kau cintai itu. Kau istriku, Aku akan berusaha keras menggantikannya dihatimu." Ucap Rival dengan menatap ke arah sungai.


"Tolong beri Abang kesempatan buka sedikit hatimu untuk Abang. Kalau memang Ibu yang menjadi kendala. Sepulang dari Dinas luar kota. Kita akan pindah ke Mes Perusahaan." Ucap Rival. Dia pun mengubah posisinya menghadap Rili. Dia meraup wajah istrinya itu dengan kedua tangannya.


" Lihat Abang. Abang akan berangkat nanti sore ke Pekanbaru. Kamis pagi Abang sudah sampai disini. Siangnya kita pindah ya Dek? Mau kan? Jangan Minta pulang dulu, temani Abang disini sampai habis masa cutimu ya!?" Ucap Rival memohon kepada Rili dengan mata berkaca-kaca.


Rili tidak tahan melihat ekspresi suaminya yang begitu menyedihkan itu. Dia memang wanita jahat. "Aku.... Aku.. jahat! Aku ...aaakuu.. Maafkan Aku!" Ucap Rili dengan gugupnya sambil menangis. Rival pun memeluk Rili dengan penuh kasih sayang. Air matanya jatuh di punggung Rili.


"Jangan menangis lagi ya? Jangan tinggalkan Abang ya?!"


Rili tidak menjawab. Dia malah semakin mengeraskan suara tangisannya. Yang membuat monyet-monyet di pohon bambu ikut sedih menonton drama yang mereka tampilkan.


Bersambung...


Mohon beri like, coment positif. Rate bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.


Jangan lupa VOTE nya kak, biar lebih semangat lagi authornya.

__ADS_1


Author juga ada group. Silahkan gabung ke group ya kak.


Terima kasih


__ADS_2