Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Tanda-tanda akan baikan


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu sikap Mely semakin dingin saja kepada Rival. Ditambah Dia masih mencemburui mantan istrinya Rival. Dia juga memang sangat sibuk, agar bisa cepat sidang dan mendapat gelar sarjana.


Dia harus berubah jadi lebih baik, dan harus bisa cari uang sendiri. Karena Ayahnya saja sudah memberikan semua hartanya kepada Rival. Mely merasa posisinya sangat terancam saat ini.


Harta diberikan kepada Rival, hatinya Rival belum bisa didapatkannya. Dia sangat membenci dirinya, yang menyukai Rival dan mendapati kenyataan Rival masih belum bisa melupakan mantan istrinya itu.


Selama tiga malam ini memang mereka masih tidur seranjang. Tapi benar-benar tidak ada komunikasi. Mely sering pulang larut malam, Jikalau ditanyain Ayah dan Mamanya jawabannya hanya satu, sibuk mengerjakan skripsi. Sedangkan Rival benar-benar tidak ada komunikasi dengan istrinya itu.


Disaat Mely sudah pulang, Rival sudah tertidur. Walau pernah suatu malam, Rival pura-pura tidur disaat Mely memasuki kamar. Rival ingin sekali mengajak istrinya itu bicara dari hati ke hati. Tapi Dia takut akan terjadi pertengkaran, sehingga orang tua Mely akan mengetahuinya.


Pak Ali dan istrinya yang melihat ada gelagat aneh keduanya. Sehingga mereka memutuskan untuk mendamaikan pasangan suami istri itu.


Kebetulan hari ini Mely cepat pulang dan mereka sedang makan malam dalam hening.


Mely sangat banyak berubah dalam tiga hari ini. Dia lebih banyak diam dan nampak dewasa. Sepertinya ucapannya Mamanya tiga hari yang lalu membuatnya sedikit tersadar. Bahwa dirinya itu hanya bisa memfoya-foyakan uang Ayahnya dan tidak bisa diandalkannya.


Ucapan Mamanya seperti tamparan keras buatnya. Sehingga Dia berniat berubah, dan semoga dengan perubahannya ini Rival bisa menyukainya. Sebenarnya Mely sangat merindukan suaminya itu. Dia rindu menjahili dan menggoda suaminya itu. Tapi, entah kenapa Dia enggan untuk memulainya.


"Eehmmm... Besok kita sekeluarga akan berlibur ke Danau Toba." Ucap Pak Ali dengan terseyum dan melihat ke arah istri dan anak-anaknya secara bergantian. Tentunya Dia mengedipkan sebelah matanya kepada istrinya itu. Agar istrinya bisa meyakinkan Rival dan Mely agar mau ikut liburan ke Danau Toba.


"Aduhh sayang, Mama senang banget dengarnya. Lagian ini moment yang tepat untuk Rival dan Mely berbulan madu." Mamanya Mely nampak begitu senang, wajahnya tersenyum melihat ke arah Mely dan Rival.


Sedangkan Mely dibuat tersedak, karena mendengar mereka akan bulan madu. Rival langsung menyodorkan gelas yang berisi air putih itu kepada istrinya itu. Yang memang kebetulan Rival duduk di sebelah Mely. Dengan perasaan berdebar, Mely meneguk air dari gelas yang disodorkan Rival ke mulutnya.


"Lain kali hati-hati, kalau nasinya masuk ke saluran pernapasan kan bahaya." Ucap Rival lembut, Dia lun mengelus punggung Mely dengan pelan. Yang membuat Mely salah tingkah. Entah lah sepertinya Dia hanya bisa tiga hari mengabaikan suaminya itu.


"Iya." Jawabnya dengan tertunduk. Dia kembali melanjutkan acara makannya. Hanya Mely yang belum selesai makan. Tiba-tiba suasana hening. Rival sebenarnya sangat senang, diajak liburan ke danau Toba. Karena seumur hidup, baru satu kali Dia ke Danau terbesar kedua di dunia itu.


Pertama kali ke Danau Toba, saat Dia SMP kelas tiga. Ada acara piknik, setelah kelulusan. Dia sampai tiap malam menyelam dan di sungai untuk mendapatkan ikan, untuk dijual dan Dia menabungnya. Karena Dia tidak mungkin meminta biaya piknik-piknik perpisahan kelas kepada orang tuanya saat itu.

__ADS_1


Tak terasa, mata Rival berkaca-kaca. Dia teringat perjalanan hidupnya yang begitu keras. Walau Dia sudah pernah merantau ke tanah Arab. Tapi Dia sangat menyukai Danau Toba. Yang ceritanya sering dibacanya di perpustakaan sekolahnya yang sederhana.


"Ada apa Nak?" tanya Pak Ali dengan khawatirnya, pasalnya Dia melihat raut wajah Rival yang sedih.


"Tidak apa-apa Ayah." Jawabnya dengan tersenyum. Dia mendongak, agar air matanya tidak terjatuh.


"Aahhhkk... bosan ke Danau Toba. Kita liburannya ke luar Negeri aja ya Ayah. Seingatku kita sudah hampir satu tahun tidak liburan ke luar Ngeri." Ucap Mely, tiba-tiba saja moodnya membaik, sehingga Dia buka suara. Entahlah, apa karena Rival perhatian padanya saat tersedak, sehingga suasana hatinya menghangat.


"Luar Negeri? Ayah kan baru pulang dari luar Negeri. Bosan Ayah ke luar Negeri. Di Negara kita ini masih banyak tempat wisata tak kalah indahnya dengan yang ada di luar Negeri." Ucap Pak Ali.


"Bagaimana pendapat mu Rival? Apa kamu setuju kita liburan ke Danau Toba?" Pak Ali memperhatikan dengan seksama raut wajah putranya yang mengkabut itu.


"Aku setuju Ayah kita ke Danau Toba." Rival tersenyum berusaha menutupi kesedihannya.


Rival melirik ke arah Mely yang cemberut itu. Kenapa pula Mely tidak setuju liburan ke Danau Toba. Padahal tiga hari yang lalu, Mely mengajaknya mengobrak-abrik Danau Toba.


"Baiklah, besok pagi sekali kita harus berangkat. Kita kesana sekalian mau menyurvei usaha baru. Ayah ingin membuat usaha tambak ikan di sana." Pak Ali nampak semangat dengan rencana usahanya yang baru.


"Selain liburan kita juga akan menyaksikan Festival Danau Toba. Ayah sangat menyukai euforia itu. Dimana disana akan ditampilkan ragam adat budaya, kesenian juga.


"Iya Ayah, Rival sangat menyukainya. Rival juga ingin melihat patung Sigale-gale yang bisa berjoget itu." Raut wajah Rival memancarkan kebahagian. Dia memang suka acara kesenian daerah. Atau ciri khas suatu tempat.


"Iya Nak, Festival itu banyak mengadakan acara kebudayaan adat Batak. Seperti tahun lalu ada acara. Solu Bolon.


"Apa itu Solu Bolon Ayah?" tanya Rival dengan antusias.


"Solu Bolon itu adalah perahu. Jika masyarakat China punya perahu naga, maka orang Batak punya Solu Bolon. Dalam festival itu tim berlaga, adu cepat di perairan Tuktuk, Danau Toba. Perlombaan mendayung perahu.


"Selain itu ada pergelaran Musik Batak Toba. Nanti kita bisa melihat langsung ragam alat musik tradisional khas masyarakat Batak. Misalnya, suling bambu khas Batak hingga Taganing, gendang khas warga lokal. Alat musik ini punya sejarah menarik.

__ADS_1


"Sigale-Gale khas Danau Toba. Seperti kamu bilang tadi Nak Rival. nantigi kita juga bisa melihat boneka kayu khas Batak, Sigale-gale. Saat festival Sigale-gale nya pawai. Terus kita juga bisa tontonan,Tari Tor tor Sawan yang kolosal. "


"Kalau tarian itu Aku belum pernah menontonnya Ayah." Rival nampak antusias dengan acara-acara Festival Danau Toba.


" Tarian Tor- Tor Sawan biasanya ditampilkan dengan iringan musik Magondangi dalam ritual yang berhubungan dengan roh. Umumnya dimaksudkan untuk membersihkan manusia dari dosa. Tapi, kapan lagi melihat tarian ini ditarikan secara kolosal oleh 500 penari jika tak saat festival? Saat pertunjukan, tak sedikit loh cawan yang jatuh dan pecah. Ulos yang nyaris punah. Kita juga bisa melihat antraksi menenun kain ulos dengan banyaknya penenun berjejer." Ucap Pak Ali dengan terseyum dan semangat. Dia tidak menyangka putranya mempunyai selera yang sama. Tidak diragukan lagi, Kalau Rival memang adalah anaknya.


Mely dan Mamanya hanya bisa melongo melihat suami mereka yang begitu semangat nya membahas Festival Danau Toba.


"Tapi Ayah, nanti kita menginapnya di Hotel yang di pulau tuk tuk aja ya? jangan di Pulau Samosir atau di Parapat. Kita nginapnya di Hotel dekat Danau, dipinggirnya." Ucap Mely.


"Ya di pinggir Danau Toba lah. Mana ada penginapan di tengah Danau." Ucap Mamanya dengan tertawa garing.


"Maksud Mely Ma. Kita nyebrang ke Pulau Tuktuk. Di sana tempatnya damai. Karena tidak seramai pulau Samosir dan pulau lainnya." Jelas Mely.


"Kalau terlalu sepi, nanti kita susah cari makanan."


"Duh Ma. Setiap penginapan pasti punya restorannya lah." Ucap Mely dengan tersenyum.


"Terus kita ke air terjun sipiso-piso juga ya Ayah. Aku mau turun ke dasar air terjun." Ucapnya melirik ke Rival. Rival yang dilirik hanya tersenyum kecut. Jangan sampai Dia di ajak turun ke dasar air terjun itu. Karena kakinya pasti tidak akan kuat.


"Soal itu, nanti set lah sampai saja kita bahas." Ucap Pak Ali. Dia pun bangkit dari tempat duduknya.


"Ayo Ma masuk kamar. Beres-beres kian, besok tinggal berangkat." Ucap Pak Ali.


"Iya Ayah." Mama Mely kemudian meminta pembantu nya membantunya packing barang-barang yang akan dibawa.


Mely juga masuk ke kamarnya yang diikuti oleh Rival.


TBC.

__ADS_1


Mampir juga ke novel ku yang berjudul


Dipaksa menikahi Pariban


__ADS_2