Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Najis besar


__ADS_3

Brughh.... Wanita yang baru masuk ke bus itu, mendudukkan tubuhnya dengan kasar di bangku sebelah Rival.


Kedatangan wanita yang mendadak dan heboh itu, membuyarkan lamunan Rival yang sedang menatap ke luar kaca Bus. Dia melirik sekilas wanita yang baru saja duduk disebelahnya. Wanita itu tampak acak-acakan, rambut mengembang dengan wajah seperti ketakutan, keringat bercucuran dari pelipis dan dahi wanita itu. Napas wanita itu tersengal-sengal. Sepertinya Dia berlari sudah cukup lelah.


Wanita yang duduk disebelahnya, menatapnya dengan memegangi dadanya yang naik turun. Dia kemudian membuka sweaternya dan kini wanita itu hanya memakai tank top warna hitam. Melihat wanita itu membuka sweaternya, Rival langsung membuang pandangannya saat mereka sempat bersitatap.


Wanita itu punya alasan, kenapa membuka sweater dan membuat rambutnya acak-acakan saat menaiki Bus. Dia ingin mengelabuhi pria yang mengejar-ngejarnya.


Saat mereka bersitatap, dua pria berbadan besar ternyata juga masuk ke dalam Bus. Wanita yang duduk di sebelah Rival, merasa ada gelagat bahwa pria yang mengejar-ngejar juga masuk ke dalam Bus itu.


Benar saja, di saat wanita itu memutar lehernya ke arah jok belakang Bus. Kedua bola matanya hampir keluar dari tempatnya, Dia melihat kedua pria berbadan besar itu, sedang memeriksa wajah setiap penumpang yang duduk di bangku bus tersebut.


Merasa jiwanya terancam, wanita itu kembali melihat ke arah Rival. Tapi, kali ini Rival sudah kembali memandang keluar kaca Bus. Bus pun sudah berjalan dengan kecepatan tinggi dan sudah meninggalkan terminal.


Wanita yang duduk disebelah Rival semakin ketakutan, tubuhnya gemetar. Dia merasa nyawanya sudah terancam. Dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Benarkah penjahat-penjahat itu mengetahui bahwa dirinya berada di dalam Bus itu.


Pria-pria berbadan besar dan seperti penjahat itu kini sudah berada di dekat bangku mereka. Bulu kuduknya merinding. Dia akan tertangkap. Mungkin tinggal satu langkah lagi, pria yang mengejarnya itu akan sampai ke bangkunya dan akan menyelidik wajahnya, sebelum itu terjadi dan Cup......


Ciuman mendadak pun langsung menyerang bibir Rival, Setelah Wanita itu meraih wajah Rival dengan kedua tangannya dan menempelkannya di pipi Rival kemudian, wanita itu menarik lebih dekat lagi wajah Rival, sehingga ciuman mereka lebih dalam. Wanita itu juga memutar wajahnya sehingga hanya wajah Rival yang nampak jelas. Sedangkan wajah wanita itu tertutupi oleh kepala Rival. Posisi wajah wanita itu sekarang sudah berada di dekat kaca bus. Rambut wanita yang acak-acakan dan mengembang itu, bisa menutupi wajah wanita itu.


Saat kedua pria berbadan besar itu, sampai di bangku Rival. Kedua pria besar itu merasa jijik melihat kelakuan sepasang manusia yang berciuman. Dimana nampak sekali wanita itu mencium pria nya dengan sangat bernafsu. Itu terlihat jelas, disaat tangan wanita itu selalu menarik wajah Rival ke arahnya.


"Dasar manusia tidak tahu malu." Ucap pria yang mencari keberadaan wanita yang mencium Rival. Dia pun melanjutkan aksinya mencari keberadaan wanita yang dicarinya.


Sedangkan Rival dibuat syok dan terkejut, dengan tingkah dan perbuatan wanita yang tiba-tiba mencium bibirnya dengan sangat brutal itu. Dia sampai diam mematung. Dia merasa seperti disengat listrik dengan voltase tegangan tinggi. Bukan karena enaknya saat dicium wanita itu. Tapi, Dia merasa saraf-saraf ditubuhnya tidak berfungsi,, karena serangan mendadak itu. Waktu seolah berhenti. Dan Dia tidak bisa bergerak.

__ADS_1


Wanita itu terus saja menci*umi bibir Rival yang menurutnya sangat nikmat itu. Kenyal dan manis. Wanita itupun melepas pa"ngutan bibirnya dari bibir Rival. Tapi, Dia masih merangkum wajah Rival. Sekilas Dia tersihir dengan wajah tampan Rival. Tapi, kalau pria yang dici*umnya ini adalah suami orang. Bagaimana. Dia pun merasa kelakuannya itu sangat salah.


"Mohon jangan salah paham." Ucapnya pelan, Dia menunduk, Dia tidak berani menatap mata pria yang diciumnya mendadak itu. Rival pun meraih kedua tangan yang merangkum wajahnya itu, Dia melepasnya. Tapi, lagi-lagi wanita itu kembali mencium Rival. Disaat kedua pria yang mencarinya kembali berjalan ke arah mereka.


"Dasar Maniak." Ucap pria berbadan besar itu. Sedangkan Rival kembali mematung dengan serangan mendadak dibibirnya. Dia tidak membalas ataupun menolak ciuman itu.


Terdengar pria yang mengejar wanita itu, berkomunikasi lewat ponsel.


"Iya, Dia tidak ada di Bus ini. Pasti tadi kita salah lihat saat Dia berlari ke arah Bus." Ucap Pria yang mengejar wanita yang mencium Rival.


Kedua pria berbadan besar itu pun meminta supir untuk berhenti. Bus pun berhenti, wanita itupun melepas ciumannya dari Rival.


Rival bengong dan menatap tajam ke arah wanita itu, sambil melap bibirnya dengan tangannya. Bibir Rival sudah basah, oleh Saliva. Karena wanita yang mencium Rival itu, benar-benar cara berciumannya sangat buruk.


Rival Diam, matanya yang masih menyimpan kesedihan itu menatap tajam kepada wanita yang mendadak menciumnya. Dia sangat kesal terhadap tindakan wanita yang menciumnya.


Cara berpakaian dan sikapnya yang tidak tahu malu itu, membuat Rival Sangat marah dalam hati. Dia merasa kena sial. Jangan-jangan wanita yang duduk disebelahnya ini adalah wanita yang tidak benar.


Dia kembali melap bibirnya yang hampir bengkak, dengan jaket yang menutupi lengannya. Ingin rasanya rival menyamak bibirnya.


Dia merasa jijik dengan bibir wanita itu. Bibir wanita itu seperti najis besar saja, yang mengotori bibirnya. Mengingat penampilan wanita itu yang pakaiannya atasannya saja hanya memakai tank top.


Dia mengutuk dirinya yang mematung saat bibirnya dicium dan diluma*t wanita itu. Dia takut akan terkena penyakit mematikan seperti HIV AIDS, yang bisa menular dari air liur wanita disebelahnya. Membayangkan virus itu tertular kepadanya membuat perut Rival seperti di aduk-aduk. Dia ingin muntah.


Dengan cepat Dia meraih air mineral yang ada dihadapannya, yang terselip di tempat penampungan seperti jaring yang menyatu dengan kursi di depannya.

__ADS_1


Rival berkumur-kumur dan membuangnya melalui jendela kaca mobil yang telah disorongnya hingga terbuka lebar. Dia berulang kali berkumur-kumur. Seolah ingin membersihkan mulutnya dari bekas bibir wanita yang disebelahnya.


Sedangkan wanita yang disebelah Rival saat ini begitu malu. Sifatnya yang ceplas-ceplos dan memang sedikit liar itu, berubah menjadi kalem. Dia mengikat kembali rambutnya dengan karet rambut berwarna hitam yang dilepasnya dari pergelangan tangannya. Dia juga memakai kembali sweaternya.


Dia menatap ke arah Rival, tapi Rival seolah tidak ingin melihat wajah gadis yang menciumnya dengan mendadak itu.


"Maafkan saya, telah lancang berbuat hal yang tidak pantas tadi. Aaa..ku....!" ucapan wanita itu terhenti, disaat Rival memberi kode dengan tangannya, menolak mendengar penjelasan wanita itu. Akhirnya wanita itu pun diam. Begitu juga dengan Rival. Dia kembali melamun, menatap keluar jendela bus yang sudah gelap.


Bayangan-bayangan wajah istrinya masih memenuhi pikirannya. Jujur Dia sangat merindukan Rili. Tapi, Dia masih kecewa terhadap istrinya itu. Mungkin jikalau hatinya sudah tenang. Dia akan pulang, dan tidak akan membahas mengenai apa yang dilihatnya. Apabila dugaannya tidak benar. Bahwa Rili akan kembali kepada Yasir.


Sudah dua jam perjalanan terlewati. Kini saatnya Bus berhenti di tempat biasanya zbus itu untuk sekedar makan dan minum. Rival menggerakkan badannya dan bersiap-siap untuk turun dari Bus. Melihat Rival hendak turun. Wanita disebelahnya memiringkan kakinya, Rival pun melewati wanita itu, tanpa satu kata pun. Wanita yang sudah merasa Rival tidak menyukai keberadaannya, akhirnya juga bersikap diam


Dia sudah sangat malu saat ini.


Rival turun dari Bus, berjalan dengan menyandang ranselnya menuju toilet. Dia akan membuang hadast kecilnya kemudian berwudhu, Dia akan menunaikan sholat. Yaitu akan menjamak salat Maghrib dengan sholat 'Isya, tentunya Dia harus mengerjakan salat Maghrib terlebih dahulu baru kemudian salat 'Isya.


Setelah selesai sholat, Dia mendudukkan bokongnya di rumah makan, tempat mereka berhenti. Dia memesan makanan dan teh manis panas. Dia lapar, sekaligus masih meras mual, mengingat wanita itu yang mencium bibirnya dengan brutal.


Saat Asyik menyeruput teh manisnya. Dia melihat wanita yang menciumnya itu duduk di meja sebelahnya. Penampilan wanita itu sudah lebih rapi. Tapi, Rival tidak menggubrisnya disaat mata keduanya bertemu dan wanita itu tersenyum kepadanya.


TBC.


Mohon beri like, coment, jadikan novel ini sebagai favorit dan Vote ya kak.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2