
Brukkkk.... Rili terpelanting karena menabrak mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya. Rili terpelanting ke arah kanan badan jalan. Syukur jalan sepi, sempat ramai mungkin Rili akan dilindas kenderaan lain yang sedang melintas.
Si pengendara mobil bergegas turun dari mobilnya, karena Dia merasa mobil yang ditumpanginya goyang dan terdengar suara tabrakan.
Saat dia turun dari mobilnya, dia melihat seorang wanita sedang telungkup di aspal dalam keadaan masih memakai helm.
Pria yang mobilnya ditabrak oleh motor dari belakang tersebut menghampiri Rili yang pingsan di tengah jalan. Saat pria itu hendak membopong tubuh Rili ke pinggir jalan, ternyata orang sudah berkerumun mengelilingi mereka. Dengan langkah cepat pria itu membopong tubuh Rili dan menerobos kerumunan orang untuk memindahkan tubuh Rili ke tempat yang layak yaitu di pinggir jalan yang dibawah pohon tebebuya.
"Kamu yang menabrak wanita inikan?' ucap salah satu warga yang ikut berkerumun di lokasi kejadian.
Pria yang di tabrak mobilnya dari belakang oleh Rili itu nampak panik dan sedikit ketakutan. Dia takut diamuk masa. Padahal ini bukan 100% kesalahan dia. Tapi, dia masih bisa menenangkan dirinya sambil berdoa dalam hati agar jangan dikeroyok.
"Aku tidak menabraknya, malah nona ini yang menabrak mobil saya dari belakang pak." Ucapnya sambil mendirikan tubuhnya disamping tubuh Rili yang di letakkan di bawah pohon tabebuya tersebut.
"Kamu jangan ngelak dan berkilah." Ucap pria berbadan tegap berumur sekitar 40 tahunan. Sepertinya pria ini akan memperkeruh suasana.
"Kalau aku berniat jahat, untuk apa aku berhenti dan mau menolongnya. Daripada mendebatkanku, lebih baik salah satu dari kalian temani aku membawa wanita ini ke Rumah Sakit, karena aku tidak tahu di mana klinik atau Rumah sakit yang dekat disini. Aku orang pendatang yang sedang melintas di jalan ini." Ucap si pria yang ditabrak mobilnya dari belakang oleh si Rili.
Dari 10 orang yang berkerumun melihat kejadian itu, hanya pria paruh baya yang seperti pak haji itulah yang mau menemaninya membawa Rili, mencari klinik atau Rumah Sakit.
"Ini motornya bagaimana? Apa kita lapor saja kejadian ini ke pihak berwajib." Ucap Pria yang mengkompori masa tadi.
"Aku mohon pak, tidak usah dilapor. Seperti nya wanita ini tidak terlalu parah. Aku akan bertanggung jawab. Mohon motornya di amankan dulu ya bapak ibu?" Ucap pria tersebut dengan sedikit gemetar. Dia bukannya takut menghadapi polisi, tapi pria ini ada tujuan penting datang ke kota ini. Jikalau berurusan lagi dengan pihak berwajib maka semuanya akan berantakan.
"Iya, saya akan bertanggung jawab juga. Motornya tolong di bawakan ke bengkel dulu." Ucap pria tua yang akan menemaninya mencari klinik atau Rumah sakit tersebut. Ternyata pak tua yang baik hati itu penduduk di tempat kejadian tabrakan tersebut.
Kemudian pak tua tersebut berbicara pada salah satu orang yang berkerumun. Pria yang diajak pak tua bicara tersebut langsung mengeksekusi motor Rili.
"Ayok nak, kita bawa aja gadis ini ke klinik di depan sana. kalau ke rumah sakit jauh dan kalau puskesmas biasanya sepi karena ini hari Minggu." Ucap pria tua baik hati itu.
__ADS_1
Kini Rili sudah dimasukkan ke jok belakang supir mobil yang ditabrak Rili. Sedangkan pak tua baik hati tersebut duduk disamping supir.
"Kenapa bisa gadis ini menabrak mobilmu dari belakang?" tanya bapak tua tersebut.
"Begini pak haji. Aku memanggil bapak dengan pak haji aja ya?"Ucap Pria yang mobilnya ditabrak Rili dari belakang.
"Tadi, aku sedang mencari alamat, awalnya aku mengendarai mobil ini tidak kencang, karena sedang mencari alamat tadi, tapi sepertinya alamat yang saya cari masih jauh. Jadi, saya hendak melajukan mobil, tiba-tiba ada seorang nenek-nenek melintas. Aku refleks ngerem dan mobilku terasa goyang dan ternyata terdengar suara seperti tabrakan. Ternyata mobil saya yang ditabrak wanita ini dari belakang pak Haji!" ujarnya sambil menyetir.
"Itu kliniknya sebelah kanan, kita nyebrang." Ucap pak haji.
Pria yang ditabrak mobilnya oleh Rili kini membawa Rili masuk ke dalam klinik, masih dalam keadaan memakai Helm.
Perawat nampak dengan cepat menangani Rili di ruang pemeriksaan. Dua orang perawat nampak berusaha membangunkan Rili yang terlebih dulu melepas Helmnya.
Dokter pemilik klinik tersebut memeriksa keadaan Rili. Nampak kondisi Rili tidak terlalu parah. Hanya lutut dan kakinya yang cidera karena bergesekan dengan aspal. Sedangkan kepala, wajah, dan gigi Rili masih nampak lengkap. Syukur gigi Rili tidak ada yang lepas dari tempatnya.
Luka Rili yang tidak terlalu parah itu sudah diobati, tetapi Rili belum sadar juga.
"Bagaimana kondisinya dok?" tanyanya dengan penuh khawatir.
"Kondisi pasien tidak parah, tapi Dia belum sadarkan diri. Mungkin dia terkejut saat kejadian dan langsung pingsan. Bapak tunggu aja, sebentar lagi pasti siuman." Ucap Ibu Dokter Cantik berwajah ayu tersebut.
Pria tersebut duduk kembali di kursi tunggu bergabung Kembali bersama pak haji.
"Apes kali aku kali ini pak." Ucap Pria yang mobilnya ditabrak Rili.
"Emang kenapa nak?" tanya bapak tua tersebut.
"Ini mobil rentalan pak. Aku kesini mau berkunjung. Ehmmm... Mana lampu belakang mobil pecah dan badan bagian belakang mobil ada yang penyok. Tentu tak sedikit pengeluaran untuk memperbaikinya." Ucapnya dengan sedih.
__ADS_1
"Sabar nak, dibalik semua kejadian ada hikmahnya. Semoga rezekimu dimudah Allah SWT, agar bisa memperbaiki mobil tersebut." Ucap pria tua tersebut yang dipanggilnya pak Haji.
"Terima kasih pak haji, sudah berbaik hati membantu saya dan menghindarkan saya dari amukan massa." Ucapnya.
"Sama-sama." Ucap pak Haji dengan tersenyum.
Di ruang pemeriksaan, nampak Rili sudah sadarkan Diri. Wanita itu mengerjap-ngerjap mata indahnya. Ternyata selama pingsan, Dia merasa sangat senang. Dia seperti sedang terbang melayang-layang di udara. Dia merasa seperti tidak ada beban. Dia merasa bebas dan terbang dan seolah beban dihatinya hilang dibawa angin.
Baru sadar sedetik, perasaan ringan dan menyenangkan itu berganti dengan rasa sakit disekujur tubuhnya. Ada perasaan nyeri dikakinya dan pegal di seluruh badan.
Perawat yang mengetahui Rili sadarkan diri kembali menghampirinya. Dan memeriksa kembali kondisi Rili.
"Aku ada di mana ini sus?" tanya Rili sambil meringis kesakitan.
"Tenang dek, Kamu baru saja mengalami kecelakaan, tapi syukurlah kamu sudah sadar." Ucap perawat.
Rili merasa kakinya sangat sakit. "Apa kakiku patah? kenapa sakit sekali."Ucapnya.
"Dari pemeriksaan kami kaki adek tidak ada yang patah, hanya terkilir. Tenang ya dek, pasti sembuh koq." Ucap perawat mencoba menenangkan Rili.
Saat Rili masih berbicara dengan perawat. Dua orang pria masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
Rili sangat terkejut, melihat wajah yang menghampirinya dan tak kalah terkejutnya adalah si pria yang mobilnya ditabrak oleh Rili.
"Ka...muuu!" ucap Rili dengan terbata-bata dan meringis kesakitan.
Bersambung.
Mohon beri like, coment yang positif dan jadikan novel ini favorit.
__ADS_1
Terima kasih