Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2. Bertarung


__ADS_3

Doooor….. Suara tembakan terdengar disambut dengan suara petir disaat Rival mengayunkan tas ransel milik wanita yang bersamanya, bersamaan dengan dirinya berputar dan wanita itu menunduk ketakutan.


Tas ransel yang diayunkan rival itu mengenai wajah ketiga pria itu, tenaga Rival yang kuat saat mengayunkannya, membuat ketiga pria itu kehilangan keseimbangan. Tapi, saat itu juga satu penjahat sempat menekan pistol sehingga terdengar tembakan.


Disaat ketiga penjahat itu sedang berusaha menyeimbangkan tubuhnya, serangan pun dilancarkan Rival. Dia menendang tangan pria yang masih memegang pistol, sehingga pistol terlempar ke semak-semak di pinggir jalan kecil itu. Saat Dia menendang penjahat satunya, tangan Rival yang masih memegang ransel, langsung memukulkannya ke penjahat kedua Kemudian, Rival juga dengan cepat menendang penjahat yang ketiga yang juga masih memegang senjata, tapi Dia menendangnya mengarahkan senjata api itu kepadanya dan Rival pun menangkap pistol yang masih melayang di udara. Pistol pun berpindah tangan.


Disaat itu juga penjahat satunya beraksi, Dia langsung menangkap wanita yang bersama Rival, dan mendekatkan pisau ke leher wanita itu. “Berani kamu bergerak, ku sikat habis leher wanita ini.” Ucap penjahat dan menggoreskan sedikit pisau ke leher wanita itu, sehingga ada nampak darah sedikit keluar.


“Aaauuwww ..! wanita itu mengadu kesakitan. Rival tidak tega melihatnya. Duar…duar..duar.. suara petir ditemani curahan hujan deras, mengguyur tubuh mereka. Cuaca yang dingin tidak dirasakan oleh tubuh mereka yang sekarang berada dalam ketegangan dan ketakutan, karena pertarungan. Hormon adrenalin Rival tertantang.


“Jatuhkan pistolnya, dan berikan tas ransel wanita itu kepada kawanku yang disebelahmu.” Ucapnya dan melirik ke arah kawannya. Rival sangat penasaran apa sebenarnya isi tas ransel wanita ini, sehingga mereka sangat menginginkan dan mereka sampai mengejar-ngejar wanita ini. Rival membatin.


“Baiklah, lepaskan Dia dulu. Baru aku memberikan tas ini.” Ucap Rival dengan lantang dan begitu beraninya, padahal Dia sebenarnya ketakutan. Dia mengajak penjahat itu berbincang seolah mengulur waktu dan memberi kode dengan matanya kepada wanita itu untuk tenang. Mereka yang bertarung di bawah guyuran hujan, diterangi oleh cahaya lampu mobil milik penjahat.


“Cepat berikan jangan banyak cerita kamu.” Ucap penjahat itu. Sambil mengayun-ayunkan tangannya. Seolah mengambil ancang-ancang membela diri, apabila kena serang dari Rival.


“Baiklah, ini tangkap..!” ucap Rival Dia melempar tas ke atas, sehingga mata para penjahat tertuju ke tas yang dilempar Rival, disaat tas dilempar, konsentrasi penjahat terganggu, dengan cepat Rival menembak tangan penjahat yang menodong pisau ke leher wanita itu, sehingga pisau pun terjatuh. Dan tas ransel kembali terjatuh dihadapan Rival dan ditangkapnya.


Wanita itu pun meninju perut pria yang menahannya dengan sikunya, dan berbalik badan, kemudian menendang burung penjahat itu sekuat tenaga. Penjahat itu pun terkapar, sambil memegang benda diantara selangkangannya. Wanita itu pun berlari ke arah Rival.


Dia refleks memeluk Rival, wanita itu begitu ketakutan. Rival hanya diam saat wanita itu memeluknya. Kini ketiga pria itu mengeliligi Rival yang masih dipeluk oleh wanita itu. Para penjahat itu masih berusaha Merampas tas itu. Tapi, Rival memegang sangat kuat.


Nampak seorang pria hendak menendang Rival, dengan cepat, Rival menembak kaki pria itu.

__ADS_1


“Kalian jangan macam-macam. Kalau kalian ingin masuk neraka malam ini, ayo serang! Akan ku cabut nyawa kalian sekarang..!’ teriak Rival yang membuat nyali ketiga penjahat itu ciut. Sedangkan penjahat satunya lagi yang berada di mobil, hanya bisa menonton sambil ketakutan, Dia melihat sosok Rival seperti Hulk.


“Baiklah ayo maju!’ seru Rival. Dia berusaha melepas pelukan wanita itu. “Sekali saja kaki kalian melangkah, pistol ini yang bicara.” Ucap Rival, Dia pun berjalan pelan, sambil mewanti-wanti ketiga penjahat. Dan wanita itu mengikuti langkah Rival dengan memegangi jaket Rival.


Para penjahat tidak sadar, bahwa target Rival adalah untuk menguasai mobil mereka. Rival berjalan lebih mundur, ketiga pria itu juga mengikuti langkah Rival.


“Ambilkan tas ransel ku itu.” Perintah Rival kepada wanita yang dibelakangnya. Ransel Rival tergeletak di jalan yang aspalnya sudah mulai hancur itu.


Rival menodongkan pistol ke arah penjahat yang masih berada di dalam mobil.


"Keluar...!" ucap Rival dengan garangnya yang membuat pria itu ketakutan, karena pistol mengarah ke kepalanya. Sedangkan wanita yang bersama Rival bersembunyi dibalik tubuhnya sambil memegang tas ransel Rival yang basah.


"Ku hitung sampai tiga, kalau kamu tidak keluar dari mobil ini, ku ledakkan kepalamu." Ucap Rival. Disaat yang sama dua penjahat hendak menyerang Rival. Tanpa segan Rival menembak ke arah penjahat, penjahat itu berusaha menghindar, tapi tembakan Rival mengenai satu lengan penjahat tersebut. Jadi sekarang total penjahat yang sudah kena tembakan Rival ada dua orang.


Wanita itu pun dekat cepat masuk. Rival menarik handle pintu kemudi, Setelah terbuka Dia dengan tenaga kuat, menarik pria yang berada dibelakang kemudi, sehingga pria itu tersungkur di jalan yang aspalnya sudah hancur itu. Rival dengan cepat masuk ke dalam mobil. Menstarter dan langsung menekan pedal Gas, maju ke depan hendak menakuti penjahat dengan menabraknya.


Melihat mereka hendak di tabrak, penjahat pun berhamburan ke semak-semak. Kaki penjahat yang kena tembaknya, berteriak menahan rasa sakit, disaat Dia mencoba menghindari mobil yang dikendarai Rival akan menabrak mereka. Begitu juga dengan penjahat yang kena tembak di lengannya mengadu kesakitan. Melihat penjahat itu tersungkur ke semak-semak. Rival memundurkan mobil penjahat yang sudah mereka rampas dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di jalan lintas, Rival pun masih tetap kencang mengemudikan mobil penjahat tersebut. Setelah 10 menit mengemudi, masih di daerah hutan. Wanita itu pun membuka suara.


"Terimakasih sudah menolongku." Ucapnya dengan terisak dari belakang jok supir. Wanita yang ketakutan itu kini sudah kedinginan, karena baju mereka basah semua.


"Rival diam, Dia masih berusaha menenangkan hati dan pikirannya. Dia merasa kejadian hari ini begitu menegangkan serta menakutkan. Ternyata Allah masih sayang kepadanya. Masih diberi kesempatan untuk hidup dan kembali kepada istrinya.

__ADS_1


"Maaf, tolong maafkan Aku!" ucap wanita itu lagi dari belakang kemudi.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Sesama manusia kita wajib saling tolong menolong." Ucap Rival tegas. Dia pun menambah kecepatan mobilnya.


Rival sudah tidak tahan memakai baju yang basah, Dia harus berganti pakaian. Tapi, Dia harus lari dari penjahat itu. Dia takut, penjahat itu menghubungi temannya dan akan menangkap mereka.


"Aku kedinginan," Ucap wanita itu dengan lemahnya.


"Aku juga kedinginan. Coba periksa tas ku apa pakaianku basah semua.?" ucap Rival masih fokus menyetir. Wanita itu pun membuka tas ransel Rival yang berwarna hitam dan memeriksa pakaian pakaian yang ada di dalam nya.


"Sudah basah, tapi ini ada pakaian yang didalam plastik putih. Kalau pakaian itu tidak basah." Ucap wanita itu.


"Kita cari tempat penginapan, untuk berganti pakaian. Aku merasa tubuh ku tidak fit, jadi harus diistirahatkan." Ucap Rival dengan nada datar. Wanita itupun hanya mengangguk.


Setelah setengah jam melajukan mobil dan meninggalkan ke empat penjahat tersebut di tengah hutan. Kini Rival yang mengemudi itu dengan kecepatan tinggi itu sudah melewati hutan. Mereka melihat bangunan yang ternyata bangunan itu seperti tempat menginap. Rival memarkirkan mobil hasil curian mereka di depan bangunan itu.


Rival merasa sangat lelah, otaknya juga malas berpikir.


"Turunlah, kita menginap disini malam ini. Aku sangat lelah. Tubuhku juga terasa sakit semua." Ucap Rival, Mereka pun turun dan berjalan menuju bangunan, bisa dikatakan losmen yang menurut Rival seperti Hotel jenis melati. Tapi, sebenarnya tempat itu adalah tempat kupu-kupu malam terbang mencari mangsa, dan tempat pasangan mesum yang belum halal.


TBc.


Mampir juga ke novel ku yang tidak kalah serunya say yang berjudul Dipaksa menikahi Pariban.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2