
"Eehhmmmmm...." Suara deheman yang sangat Rili kenal, sukses membuat jantungnya copot. Glek....
Mantan pasutri itu sampai tidak menyadari keberadaan Yasir yang sudah cukup lama menguping di teras rumah.
Dia keluar dari persembunyian disaat Dia sudah tidak sanggup lagi mendengar kalimat Rival yang mengaku masih mencintai Rili.
"Aaa..bang!" Lidah Rili rasanya mau patah disaat melihat Yasir sudah berada di ambang pintu. Dia dengan cepat berdiri dan berpegangan pada sofa. Dia takut dan merasa was-was. Degupan jantungnya juga sudah tidak bisa dikontrolnya lagi. Tubuhnya gemetar, apa yang dikhawatirkannya terjadi juga.
Yasir berjalan dengan langkah gontai, matanya menatap tajam ke mantan pasutri itu. Yang membuat Rili semakin takut. Air mata yang tadinya sudah mulai surut, kini membanjiri wajah putihnya.
Rival berdiri, Dia membalas tatapan Yasir tak kalah garangnya. Kedua pria itu nampak seperti harimau dan singa sama sama berkompetisi untuk mendapatkan mangsanya yaitu Rili.
"Apa yang terjadi, kenapa kalian sama-sama menangis?" tanya Yasir dengan tenang dan pura-pura tidak tahu tentang masalah yang dibicarakan mantan pasutri itu.
Cara bicara Yasir yang tenang sangat berbeda dengan ekspresi wajahnya yang nampak kesal dan marah itu. Mantan pasutri itu lama terdiam. Rili menundukkan pandangannya, karena tatapan mata Yasir kepadanya membuatnya takut dan sedih.
"Kenapa kalian membisu? Kalian terciduk, kalian mau menyatakan perasaannya masing-masing." Yasir kembali menatap kedua mantan pasutri itu secara bergantian.
__ADS_1
"Jawab Abang Rival? Aku tadi sempat mendengar kamu mengatakan masih cinta dan sayang kepada Rili." Yasir menghela napas dalam, Dia mendekati Rival dan menarik kerah baju Rival. Jarak wajah kedua pria tampan itu sangat dekat. Sepertinya akan terjadi pertarungan untuk memperebutkan seorang wanita.
"Lepas...!" ucap Rival tegas dan nada tinggi. Dia menarik kasar tangan Yasir yang memegang kerah kemejanya. Sehingga tangan Yasir mematung dan kedua pria yang dibakar api cemburu itu saling menatap tajam.
Rili sangat ketakutan, tubuhnya bergetar. Wajah dan telapak tangannya sudah pucat seperti tidak ada darah mengalir disana. Air mata terus saja jatuh deras di pipi putihnya. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak sanggup lagi melihat pertengkaran untuk kedua kalinya antara kedua pria itu.
Kenapa kedua pria ini selalu membuatnya tersakiti. Dan kedua pria ini mengaku mencintainnya. Kelakuan dua pria ini hampir sama dan perlakuan keduanya sama
Yasir pernah menghilang tiba-tiba dan muncul secara tiba-tiba. Rival juga demikian, disaat Dia menerima Rival sebagai suaminya pria itu menghilang dan sekarang muncul lagi. Disaat Dia sudah merasa bahagia.
Kedua pria ini memang selalu memporak-porandakan hati dan perasaannya. Tatapan Yasir yang tidak bersahabat itu membuat Rili begitu terpukul. Ingin rasanya Dia pergi dari kehidupan dua pria itu.
"Dasar tidak tahu malu." Ucap Yasir, tangannya dengan cepat menghadiahi pukulan di pipi Rival yang membuat tubuh Rival oleng ke arah Rili.
"Apa hak mu melarang Aku mencintai mantan istriku. Kami pernah hidup bersama." Rival kembali berdiri tegap Dia tidak membalas serangan Yasir.
"Jelas Aku berhak melarangmu mencintai dan mengusik hidupnya. Dia sudah menjadi istriku." Ucap Yasir, Dia merapikan kemeja Rival yang nampak tidak terlalu acak-acakan itu.
__ADS_1
Rival terkejut mendengarnya, Dia berfikir Yasir belum menikahi Rili. Dia berfikir Yasir masih di Australia. 'Bukannya, dua hari lalu Yasir mengatakan tidak menikah dengan Rili? apa Yasir langsung menikah dengan Rili esok harinya?'' Rival membathin.
"Kamu melarangku mencintainnya, Dia saja belum tentu masih mencintaimu? Kalau Rili masih mencintaimu, kenapa Dia tidak kembali langsung kepadamu." Ucapan Rival sukses membuat emosi dan rasa penasaran Yasir tersulut.
TBC.
Mohon beri
like
coment positif
rate 🌟 5
Jadikan novel ini sebagai favorit
Vote 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga novelku yang baru yang berjudul PARIBAN I HATE YOU.
Happy reading