Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Jangan lupa baca Doa


__ADS_3

"Stop....! sebelum melakukan itu. Adek pingin tanya."


"Tanya Apa." Yasir sudah membuka resleting gaun Rili berwarna peach itu. Yasir sudah tidak tahan menahan gairah yang dipancing Rili tadi pagi.


"Dimana sekarang mantan Abang itu?" tanya Rili dengan memasang wajah cemberut. Dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa cemburu dan kesalnya. Dia juga merasa dibohongi oleh Yasir yang mengatakan bahwa Dialah satu-satunya wanita yang dicintai. Tapi, tadi kenapa Yasir mengatakan banyak mantan.


Pertanyaan Rili membuat Yasir menghentikan aksinya melepas gaun Rili yang resletingnya sudah terbuka. Yasir merangkum wajah Rili yang cemburu dan merah padam itu.


"Maksud Adek apa nih? dari tadi cemberut terus."


"Abang pembohong." Wajah cemberutnya sudah dikombinasikan dengan wajah sedih dengan mata berkaca-kaca.


Sungguh tingkah Rili membuat Yasir makin bingung. "Pembohong? Abang berbohong apa sama Adek?" Masih merangkum wajah Rili yang cemberut dan sedih itu.


"Katanya hanya mencintaiku seorang. Tapi, kenapa tadi Abang bilangnya punya mantan?" Rili akhirnya menangis. Yasir dengan susah payah menahan tawanya yang hendak meledak itu.


Yasir menarik Rili kepelukannya, Dia ingin menenangkan istrinya yang sudah cemburu buta itu.


"Mantan Abang ada dihadapan Abang. Mantan Abang hanya satu, hanya Adek. Mantan kekasih dan sekarang berubah status menjadi istriku." Ucap Yasir sambil membelai kepala Rili. Mendengar ucapan Yasir, Rili memberi jarak dari pelukan Yasir. Dia menatap wajah Yasir yang sedang menahan tawanya.


"Abang jahat." Ucap Rili, Dia ingin beranjak dari pelukan Yasir. Tapi, Yasir menahannya dan menarik tubuh Rili hingga terbaring di ranjang. Gaun Rili sudah melorot sampai dada, sehingga tulang selangka Rili yang putih terekspos indah.


Rili yang sudah tahu keinginan suaminya itu, hanya pasrah. Dia juga sangat menginginkannya. Entah kenapa sekarang Rili merasa organ sensitif dibawah sana, selalu berdenyut-denyut. Dia ketagihan dengan aktifitas baru yang membuat rileks dan nyaman itu. Menghabiskan waktu bersama Yasir seperti sekarang membuatnya bahagia.


Mungkin karena pengantin baru, jadi masih anget-angetnya kali ya? yang penting Rili dan Yasir melakukannya dengan tenang, tanpa ada kekerasan.


"Sayang, jangan cemberut dong! Abang tidak punya mantan. Hanya Adek yang Abang cintai dari dulu sekarang dan selamanya. Senyum dong sayang, ikhlas. Kita mau buat Anak." Ucap Yasir serius. Dia sudah berada di atas tubuh Rili, tapi kedua tangannya bertumpu di atas ranjang.


"Apa hubungannya buat Anak dengan wajah cemberut?" tanya Rili, Dia sudah mulai berdamai dengan hatinya.


"Adalah sayang, kalau kita melakukannya dengan tersenyum, merasa bahagia dan ikhlas. Pasti nanti anak kita jadi suka senyum, hatinya lapang tentunya baik seperti Abang." Ucap Yasir sambil tangannya bergerak melucuti pakaian Rili. Yang membuat wajah Rili bersemu merah.


"Dan satu lagi, jangan lupa baca Doa, agar saat kita melakukannya terhindar dari gangguan setan. Anak kita juga agar terhindar dari setan yang terkutuk." Ucap Yasir, kini Dia tengah sibuk melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya.

__ADS_1


"Dan...." Ucapan Yasir terhenti. Disaat Rili langsung meluma*t bibir Yasir yang cerewet itu. Rili juga tahu kali, harus baca Doa dulu.


Akhirnya permainan pun berakhir setelah satu jam.


❤️❤️❤️❤️


Setelah mandi junub, mereka melakukan sholat Dzuhur dan makan siang di tepi pantai dengan menu seafood dan cah kangkung. Asisten Jef juga ikut makan siang dengan mereka. Karena Yasir ingin mendiskusikan banyak hal dengan Rili dan Jef.


"Kenapa makannya sedikit sayang?" tanya Yasir penuh ke khawatiran.


"Masih kenyang." Ucap Rili dan melap mulutnya dengan tisu.


Rili melirik Asisten Jef yang menikmati makanannya. Semua jenis menu seafood dihidang dihadapan mereka.


Merasa ada yang memperhatikan, Jef melirik istri Bos nya itu. Dia nyengir kuda. " Lapar Adek kak Rili." Ucapnya spontan yang membuat Yasir melototkan matanya. Sedangkan Rili santai saja dipanggil kakak. Mungkin Dia lebih tua dari Jef.


"Kenapa kamu panggil istriku dengan tutur sapa kakak?" tanya Yasir dan menghentikan aksi makan ikan bakarnya.


"Emang tidak boleh ya Bos?" jawabnya santai dan terus melanjutkan makannya.


"Nyonya? itu tutur sapa nya gak ketuaan Bos. Kak Rili sendiri masih nampak seperti umur 19 tahun gitu. Masak dipanggil Nyonya." Jawab Jef, yang membuat Yasir melirik istrinya yang memang masih nampak muda, walau umur hampir 31 tahun.


Rili tersenyum melihat tingkah suami dan Asistennya itu. "Panggil kakak aja gak apa-apa koq sayang. Aku lebih senang dengarnya. Jadi, Asisten Jef. Kamu harus awasi Abang iparmu ini terus ya, siapa tahu nanti matanya jelalatan. Saat jauh dari kak." Ucap Rili tersenyum.


"Kalau itu jangan diragukan lagi kak. Bos ini kalau soal seperti itu anti. Bahkan selama Di Australia, Dia anti cewek. Aku jadi takut, ku pikir Bos Yasir seorang GAY. Saking dinginnya kepada cewek-cewek yang setiap hari datang merayunya." Ucap Jef.


Yasir merasa bangga kepada Asistennya itu. Karena Dia merasa di puji oleh Asistennya.


Rili melirik ke arah Yasir. "Benarkah sebegitu cintanya samaku sayang?" ucap Rili dengan wajah unyu-unyu yang membuat Yasir ingin ketawa.


"Sudah tahu masih nanya dan cemburu lagi." Jawab Yasir. Dia pun menyudahi acara makannya. Rili melap bibir Yasir dengan tisu karena ada saos yang menempel di bawah bibir bawahnya


"Maunya dicium sayang, bukan dilap dengan tisu." Ucap Yasir seloroh. Dia sengaja memanas-manasi Asistennya yang masih sibuk memakan lobster asam manis.

__ADS_1


Benar saja, Jef yang sibuk makan itu akhirnya melongo ke arah Yasir. "Sabar, sabar.... " Ucapnya dan melanjutkan acara makan lobsternya.


"Jef, sudah beres persiapan untuk resepsinya?" tanya Yasir, sembari melihat dokumen daftar tempat yang mereka akan kunjungi untuk bulan madu.


"Belum Bos. Sepertinya resepsinya tidak bisa kita adakan dua Minggu lagi."


"Kenapa begitu? bukannya kamu bilang dua Minggu lagi sudah rampung semua." Ucap Yasir Dia menarik Rili dan merangkulnya. Rili juga ikut memilih-milih tempat yang akan dikunjungi mereka sekalian bulan madu.


"Itu Dia Bos, ternyata ballroom kita sudah duluan di booking pelanggan. Kan tidak enak Bos, kalau kita membatalkannya. Padahal persiapan mereka juga sudah 80 persen. Jadi kita akan adakan resepsinya 3 Minggu lagi Bos." Jelas Jef, sambil mendongkrak giginya yang tersangkut kulit Lobster.


"Bagaimana sayang, apa kamu setuju tiga Minggu lagi." Ucap Yasir dan melirik Rili yang dirangkulnya.


"Adek tidak mempermasalahkan bang. Tidak ada resepsi pun tidak apa-apa." Jawab Rili enteng, dan melanjutkan aksinya melihat-lihat daftar tempat bulan madu.


"Koq seperti itu? apa Adek tidak takut kehilangan Abang?"


Rili menggerakkan badannya, menatap Yasir lebih jelas. "Maksud Abang apa?"


"Adek tidak ingin resepsi, berarti Adek tidak ingin hubungan kita di publikasikan? Adek tidak takut, nantinya banyak cewek yang deketin Abang, kalau hubungan kita tidak dirayakan?"


Rili berfikir, "Kalau untuk publikasi kan bisa di konfrensi pers."


"Emangnya Abang artis, yang setiap hari disorot media?" ucap Yasir, Dia menjepit hidung Rili dengan jempol dan telunjuknya.


Rili tertawa, "Abang itu lebih dari Artis. Tapi, di hatiku." Ucap Rili, Dia tersenyum dan memeluk erat Yasir. Yang membuat Jef melongok dengan pemandangan di depan matanya.


"Aku kapan dipeluk-peluk gitu ya?" ucapnya dengan mulut menganga. Yasir dan Rili tidak memperdulikan Jef. Mereka berpelukan dalam posisi duduk dan memandang hamparan laut luas.


TBC


Cerita Yasir dan Rili tinggal beberapa chapter lagi. Setelah itu akan saya lanjut cerita Rival. Kemungkinan tetap disini. Tidak buat judul baru.


Tetap dukung ya kak. Dengan memberikan like coment rate 🌟 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit

__ADS_1


Ramaikan juga ya kak novel baruku ini.🤗😎



__ADS_2