
"Kalau cium kening, bolehkan dek?" tanya Rival dengan perasaan malu dan takut. Dia takut permintaannya ditolak Rili.
Rili diam saja, dari raut matanya jelas memberi jawaban kalau dirinya belum siap untuk kontak fisik dengan suaminya itu.
Rival mengurungkan niatnya. Dia kembali membaringkan tubuhnya di sebelah kanan Rili. Pasangan suami istri itu diam seribu bahasa dan akhirnya mereka terlelap dalam posisi saling membelakangi.
Rival bukan sengaja untuk tidur membelakangi istrinya, tapi memang sudah kebiasaannya tidur berbaring miring ke kanan, sesuai dengan kebiasaan Rasulullah Muhammad Saw yang selalu tidur miring ke kanan.
Rival percaya dengan tidur miring ke kanan dapat menyehatkan tubuh. Karena dengan tidur miring ke kanan bisa mengurangi kinerja jantung, mengistirahatkan lambung, mencegah batu empedu, mejaga kesehatan paru-paru dan mengistirahatkan otak kiri.
📢📢📢
Suara Adzan shubuh sangat jelas didengar Rili, yang membuat wanita itu terbangun. Lagi-lagi Dia tidak menemukan suaminya disamping kanannya.
"Abang Yasir selalu duluan bangun dariku, tapi kenapa Dia tidak membangunkan ku?" ucap Rili masih dalam keadaan meringkuk di dalam selimut. Dia malas bergerak karena udaranya sangat dingin.
Asshalaatu khairum minan naum
Artinya: Salat itu lebih baik daripada tidur.
Akhirnya Rili dengan cepat bangkit dari tidurannya setelah Muazin mengumandangkan. 'Asshalaatu khairum minan naum''.
Dia keluar dari kamarnya dan berjalan dengan cepat menuju dapur untuk mengambil tempat sabunnya.
Ternyata di kamar mandi umum lumayan ramai. Ada ibu-ibu yang mandi dan ada juga yang sekedar berwudhu.
Rili mencuci wajahnya dengan facial foam kemudian menggosok gigi. Dia juga membuang hadast kecilnya yaitu air seni. Kemudian Dia berwudhu.
"Nak Rili, kenapa tidak mandi wajib?" tanya Ibu Ida.
"Nanti aja Bu sekalian mau nyuci ke sungai." Ucap Rili dengan tersenyum. "Duluan ya Bu!"
Dengan cepat Rili keluar dari kamar mandi umum, Dia lagi menghindari pertanyaan Ibu-ibu kepo. Dia pun sampai di Mesjid untuk sholat shubuh berjamaah.
Ibu-ibu yang berada di kamar mandi tersebut saling pandang, dan akhirnya mereka menggosip.
"Kenapa istri nak Rival tidak mandi wajib ya?" tanya Ibu Ida kepada ibu-ibu di dalam kamar mandi umum tersebut.
"Mungkin mereka tidak melakukannya malam ini." Jawab Ibu Siti.
"Biasanya kan pengantin baru, tidak pernah melewatkannya malam hari, bahkan siang-siang pun pasti disempat-sempatin." Jawab Ibu Ida.
"Hadeuhhh... pagi-pagi udah pada gosip. Cepetan Bu-Ibu nanti waktu sholat shubuhnya habis lagi." Ucap Ibu Mawar yang sudah selesai mandi wajibnya.
Rival yang keluar dari Mesjid mendapati Istrinya sedang memakai sendal di halaman Mesjid.
__ADS_1
Rival menghampiri istrinya dan Mereka pun akhirnya berjalan bersama menuju Rumah.
Sesampainya Di rumah, dengan masih menggunakan sarung. Rival langsung menuju dapur, sedangkan Rili masuk ke kamar untuk menyimpan mukenanya.
Di dapur Rival menyalakan api di tungku menggunakan daun kelapa yang sudah kering. Ternyata minyak tanah sudah habis, jadi Rival menggunakan daun kelapa yang kering tersebut menyalakan api.
Rival nampak menghangatkan tubuhnya yang kedinginan dipinggir api yang sudah menyala. Cuaca saat itu memang sangat dingin di pagi hari.
Rival yang mengetahui kedatangan istrinya tersebut, mengajak Rili mendekat ke tungku.
"Sini, kita berdadang dulu biar gak dingin." Ucap Rival dengan tersenyum.
Rili mengangguk, Kini Rival dan Rili duduk di pinggir tungku dengan duduk di kursi kayu pendek yang tidak berlengan.
Rival mendekatkan kedua telapak tangannya ke arah api dengan jarak 10 cm. Dirasa tangannya sudah panas, maka Dia akan menyalurkan panas tersebut ke tangan Rili.
Rili diam saja menerima perlakuan suaminya, ya memang saat itu sangat dingin.
"Dingin banget kan dek?" ucap Rival dengan ber acting sedikit menggigil. Dia kembali lagi mendekatkan kedua telapak tangannya ke tungku.
"Iya bang." Jawab Rili singkat.
"Lebih enak lagi kalau kita panaskan di atas ranjang." Ucap Rival becanda dengan tersenyum, tapi tidak menatap Rili. Dia menatap tungku yang di atasnya dimasak air untuk minum.
Rili terkejut mendengar ucapan suaminya itu. Dia langsung berdiri sambil memengangi dadanya yang berdetak tak karuan. Dia takut, Rival tidak bisa memegang ucapannya. Dimana mereka akan melakukannya, apabila Rili sudah siap. Kalau suaminya memaksanya pagi ini, bagaimana Rili bisa menolaknya.
Ibu Rival masuk ke rumah dari pintu depan. Dia melihat putranya duduk di pinggir tungku, sedangkan menantunya berdiri dekat meja makan.
"Cepat masak Rili, Bou mau cepat pergi ke pasar." Ucap Mertuanya Rili dan kemudian masuk ke kamarnya yang terdapat di dekat dapur.
"Iya Bou." Jawabnya. Dia mendekati Rival suaminya.
"Bang, Adek pingin BAB!" ucap Rili dengan sedikit malu dan canggung.
"Oohh .. iya dek. Kita ke sungai ya!" ucap Rival dan membuka pintu dapur bagian belakang.
"Mau ke mana lagi, emang ada WC di sini." gumam Rili kesal.
Mereka pun akhirnya berjalan beriringan menuju sungai. Sepanjang jalan Rili merepet, tapi suaranya tidak terlalu jelas di dengar Rival.
"Heran lihat orang kampung ini, masak satu pun tidak ada yang mempunya kamar mandi dan WC. Kalau kebelet tengah malam bagaimana?" Ucap Rili sambil terus berjalan.
"Ya, dikeluarkan aja. Karena kita tidak bisa menahannya. Eek itu kan istilahnya KING OF KING." Ucap Rival sambil membantu Rili turun ke pinggir sungai.
Rili pun dengan cepat membuka celana dalam dan celana tidurnya. Kemudian Dia memakai kain salin.
__ADS_1
Kini Rilipun membenamkan pantatnya ke air, tanpa mengedan, semua kotoran pun keluar karena saking sesak nya.
"Apa itu KING OF KING?" tanya Rili sambil membersihkan anusnya.
"KING OF KING itu artinya. Raja diatas Raja." Ucap Rival, sambil menggoda Rili dengan mengarahkan senter ke bagian bokong Rili.
"Jangan ngintip!" ucap Rili kesal.
Rival terkekeh.
"Bauuukk!" ucap Rival dengan mengapit hidungnya menggunakan jari telunjuk dan jempolnya.
"Namanya juga kotoran, kalau wangi itu namanya parfum." Ucap Rili dan kini berjalan menghampiri Rival dipinggir sungai. Dia kemudian memakai handuk, melepas kain salinnya, dan memakai celananya.
"Apa hubungannya Eek Dengan Raja?" tanya Rili heran, mereka pun nampak berjalan meninggalkan sungai.
"Ya adalah, seumpama ini seorang Raja kebelet, Dia tidak bisa memerintah si Eek untuk tidak keluar dulu. Tetap perintah si Eek harus dilaksanakan Raja itu. Makanya istilahnya 'KING OF KING'." Ucap Rival.
Rili tertawa mendengar penjelasan Rival.
"Bang, kenapa monyetnya tidak ribut lagi." Ucap Rili.
"Karena sudah Abang ancam kemarin."
"Diancam?"
"Iya,"
"Gimana cara mengancamnya." tanya Rili heran dan menghentikan langkahnya.
"Abang bilang aja, kalau kalian mengganggu istriku yang sangat cantik itu, maka kalian ku tembak mati semua!" Abang bilang seperti itu sambil berakting menembak mereka.
Rili tertawa mendengar ucapan suaminya itu.
"Enak juga ya EEk di sungai, kotorannya langsung hanyut, jadi kita tidak nampak lagi tumpukan kotoran kita." Ucap Rili dengan tertawa ringan.
"Udah ah. Jangan bahas Eek lagi." Ucap Rival.
Sesampainya Di rumah, Rival membantu Rili memanaskan ayam semur dan memasak sayur rebus. Hanya butuh 15 Menit sayur pun matang.
Ibu Rival dan Ayahnya langsung makan, karena Ayah Rival akan mengantar Ibunya ke pasar untuk jual sayur Dimana sayur yang sudah diikat tersebut dimasukkan dalam karung. Nanti karung itu akan diletakkan dibadan motor.
Nantinya setelah Ibu Rival pulang dari pasar. Maka Rival pun akan berangkat ke pasar untuk mengutip jasa retribusi pasar.
Rival mengutip jasa retribusi pasar sekitar jam 10 -14 Wib. Dia menunggu dagangan pedagang laku terjual dulu, baru Dia akan melaksanakan tugasnya mengutip jasa retribusi pasar.
__ADS_1
Bersambung.....
Minta vote nya dong kak!?