Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Aku akan menemuimu


__ADS_3

"Serius Adek tadi baru datang ke kamar kita?" tanyaku lagi, memastikan bahwa Mely tidak mendengar kegundahanku menangisi Rili.


"Eehhmmm... sebenarnya Adek.. " Dia menjeda ucapannya, menghentikan langkahnya dan menatap lekat mataku. Dia seperti ingin menanyakan sesuatu tapi Dia malah diam dan memelukku erat.


"Aku sangat mencintaimu Mas. Jangan tinggalkan Aku ya?!" ucapnya sendu masih memelukku erat.


Ucapannya itu membuatku semakin bingung. Siapa pula yang ingin meninggalkannya.


"Kenapa jadi melow begini. Mana mungkin Mas akan meninggalkanmu. Ada anak kita disini. Mas juga mencintaimu." Ucapku lembut di telinganya. Dia semakin mengeratkan pelukannya. Seolah tidak akan ada kesempatan untuk memelukku lagi. Dan Aku membalas pelukan itu. Walau Aku masih memikirkan Rili, bukan berarti Aku tidak menyayangi istriku.


Sesampainya di tempat acara Ayah meminta kami untuk berfoto bersama lagi. Setelah selesai berfoto, Aku kembali mencari keberadaan Yasir. Tapi, ternyata Dia sudah meninggalkan tempat itu.


*


*


*


Tiga hari sudah berlalu, tapi kenapa sosok Rili tidak pernah hilang dari ingatanku. Aku sungguh sangat ingin bertemu dengannya. Aku ingin meminta maaf secara langsung. Ini jelas kesalahanku. Aku suami bodoh, yang tega menelantarkannya dulu.


Tidak ku sangka Dia selama ini menungguku. Aku sungguh jahat kepadanya, dalam penantiannya Aku malah menceraikannya. Betapa bodohnya Aku, menyia-nyiakan wanita baik Sepertinya. Aku sungguh jahat, membuatnya selalu menderita. Sepertinya Aku harus bertemu dengannya, agar hati ini bisa tenang.


Apa sebaiknya Aku menghubunginya? kartu provider nya yang ditemukan Sekar masih ku simpan di dompetku. Apa Dia masih memakai nomornya yang lama?


Aku mengambil dompetku yang tergeletak di atas meja rias. Aku mendudukkan tubuhku di kursi meja rias tersebut. Dengan perasaan berdebar ku mulai memasukkan kartu SIM milik Rili ke ponselku yang kartunya terlebih dahulu ku copot.


Dengan tangan sedikit gemetar, dan dada yang bergemuruh, Aku menghidupkan ponselku. Berharap kartu provider miliknya Rili masih aktif dan menyimpan nomor contacnya. Aku memplototin ponselku, tidak sabar menunggunya siap digunakan.


"Mas lagi apa?" Aku terkejut mendapati Mely berdiri dihadapanku dengan memakai handuk yang membelit tubuhnya dari dada hingga lutut. Dia baru selesai mandi sore, karena sore ini Dia merengek minta ditemani ke Mall. Wangi sampo yang dipakainya menyeruak menusuk masuk ke indera penciumanku. Sesaat ketegangan yang ku rasakan meredah karena mencium wangi shamponya yang sangat ku sukai.


"Tidak lagi ngapain-ngapain." Jawabku santai, meletakkan ponselku dan berdiri merengkuh tubuhnya kepelukanku.

__ADS_1


"Adek wangi banget sih?" ucapku mulai mengelus-elus perutnya. Aku meliriknya, Dia tersenyum.


"Habis mandi ya wangi dong..!" jawabnya memegang tanganku yang mengelus perutnya.


"Adek tidak mandi pun tetap wangi, cantik lagi." Aku memujinya. Ya akhir-akhir ini Aku pandai sekali merayunya. Entahlah, kalimat-kalimat pujian itu sering terlontar begitu saja dari mulutku. Padahal dulu, Aku gengsi mengucapkan pujian-pujian itu.


"Mas bisa saja, makin pandai menggombal." Ucapnya, serasa melepas tubuhnya dari pelukanku.


'Adek pakai baju dulu ya sayang." Ucapnya tersenyum.


"Abang bantuin ya?!" ucapku membujuknya, entahlah akhir-akhir ini Aku senang membantunya berpakaian. Aku merasa senang dan terhibur melihat tubuhnya yang berisi itu. Tentu saja saat membantunya berpakaian, tangan ini selalu menyenggol-nyenggol bagian tertentu miliknya yang Aku sukai.


"Tidak usah, kita harus cepat. Keburu malam. Nanti kalau Abang bantuin Adek memakai bajunya. Jadinya lama, bisa-bisa Adek jadi mandi lagi." Ucapnya dan berjalan cepat, menghindari terkaman tanganku yang hendak menarik handuk yang membelit tubuhnya yang putih dan mulus itu.


Kami pun sama-sama tertawa. Aku kembali meraih ponselku. Mulai mencari aplikasi pengaturan. Mencari kontak dalam SIMcard nya. Sesaat dadaku bergetar, disaat tangan ini menscrol layar ponselku. Aku takut sekali tidak menemukan apapun dalam simcardnya.


Aku tersenyum, hatiku lega sekali rasanya. Disaat nomor kontaknya tersimpan di SIMcard itu.


Kulihat jam yang ada di ponselku, ternyata sudah pukul 03.50 PM, itu artinya kalau di Indonesia sudah pukul 08.50 Am. Beda waktu Australia dengan indonesia adalah tujuh jam. Dimana di Australia lebih cepat tujuh jam dibanding di Indonesia.


Berarti saat ini Dia pasti sedang bekerja di kantornya. Aku akan coba menghubunginya. Panggilan pertama langsung tersambung, tapi tidak diangkat. Sesaat darahku berdesir hebat, karena takut. Aku merasa tidak siap untuk mendengar suaranya di telepon.


Aku mencoba menenangkan diriku, dengan menarik napas dalam, kemudian ku kumpulkan kembali keberanian ku. Dan Aku pun kembali menghubungi ponsel Rili. Tapi tidak diangkat juga. Dengan mendesah karena kesal, Aku mengulangi panggilan untuk ketiga kalinya, tapi tetap tidak diangkat juga.


Aku sudah mulai tidak tenang, kenapa panggilanku tidak diangkat, padahal sudah tiga kali. Apa karena Aku menggunakan private number. Entahlah, mungkin Rili sedang sibuk.


"Kenapa belum mandi Mas?" suara Mely membuyarkan lamunanku. Aku menoleh kepadanya dengan tersenyum. Meletakkan ponsel itu dibatas meja riasnya. Kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi, Aku dengan cepat masuk ke ruang ganti. Ternyata Mely istriku yang cantik itu, sudah ada di ruang itu juga. Dia ternyata ingin membantuku memilih pakaian yang akan aku kenakan.


"Pakai kemeja lengan pendek saja ya Mas? atau pakai kaos dan dari luar pakai jaket?" ucap Mely mengambilkan beberapa kemeja lengan pendek dan kaos polos.

__ADS_1


"Terserah Adek saja, yang penting Mas keluar pakai baju." Ucapku tertawa, Dia pun mencubit pinggangku dengan gemes.


Kami sudah siap untuk berbelanja ke Mall. Aku mengambil ponselku dia tas meja riasnya Mely. Sedangkan Mely masuk lagi ke ruang ganti, mengambil tas yang akan dibawanya


Saat itu juga, Aku Kembali menghubungi nomor nya Rili. Tapi tetap tidak diangkat. Aku menghembuskan napas kasar. Aku kesal dan sedikit kecewa, ternyata Dia tidak mau mengangkat telepon dariku.


*


*


*


Rasanya lelah sekali menemani Mely berbelanja, tapi karena Dia begitu dan senangnya saat Aku menemani berbelanja. Rasa lelah itu sedikit berkurang.


Aku melemparkan tubuhku ke atas ranjang. Ingin meluruskan tulang punggungku yang terasa tegang itu. Sedangkan Mely masuk ke kamar mandi.


Aku kembali memutuskan untuk menghubungi ponsel Rili. Lama terdengar suara tanda panggilan masuk. Hingga panggilanku pun tersambung. Saat itu juga Aku langsung mendudukkan tubuhku di atas ranjang. Aku menarik napas dalam. Aku grogi untuk menyapanya, walaupun hanya di udara. Entahlah, Aku pun tidak tahu lagi apa nama perasaan yang kurasakan sekarang. Aku selalu memikirkannya.


"Assalamualaikum. !" ucapku, dan sambungan telpon pun terputus. Aku mencoba menghubunginya lagi. Tapi kali ini nomor ponselnya diluar jangkauan. Aku terus mencoba menghubungi nomor ponselnya Rili. Tapi selalu jawaban operator yang ku dengarkan. Aku kesal sungguh kesal. Aku jadi begitu penasarannya kepadanya.


"Mas tidak mandi?" Ucap Mely merangkak ke atas tempat tidur. Dia langsung berbaring disebelah ku dengan menguap.


"Mandi." Jawabku, turun dari ranjang meletakkan ponselku di atas nakas dekat ranjang.


Semalaman Aku tidak bisa tidur, bayangan Rili menghantuiku. Aku merutuki perasaan yang kurasakan ini. Kenapa Aku tidak bisa tenang, setelah mengetahui bahwa Rili tidak Kembali kepada Yasir. Apakah Rili sudah mencintai ku dan menungguku selama ini? Aaaarrgggghhh... Rasanya begitu menyebalkan.


Aku melihat jam yang bertengger di dinding kamar kami itu, ternyata sudah pukul 04.12 Am. Itu artinya di Indonesia masih pukul sembilan malam lebih.


Aku bangkit dari tempat ku berbaring. Berjalan pelan menuju balkon. Dan Aku kembali menghubungi ponselnya Rili. Tapi lagi-lagi tidak diangkat.


Ini tidak bisa didiamkan, Aku harus menemuinya. Syukur-syukur Dia belum menikah. Aku akan membujuknya, Agar kami kembali bersatu. Ya, besok Aku akan pulang ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2