
Di ruang rawat VVIP telah terbaring dua wanita yang berstatus Ibu dan anak masih dalam keadaan lemah. Yaitu Mama Maryam dan putrinya Mely.
Atas permohonan Pak Firman, Akhirnya Ibu dan anak itu, bisa juga dirawat dalam satu kamar. Alasannya, agar keluarga pasien bisa mengawasi dan menjaganya sekaligus. Dan pihak rumah sakit pun mengabulkan permintaan Pak Firman. Sehingga Bed di ruang rawat itu saat ini menjadi tiga. Dua untuk pasien dan satu untuk keluarga pasien yang ingin istirahat.
Mely Yang cepat mendapat penanganan medis, akhirnya bisa terselamatkan. Sehingga darah yang banyak keluar masih bisa diatasi dengan pendonoran darah. Tentu saja, golongan darah Pak Firman sama dengan Mely putrinya.
Mely hanya pingsang sekitar lima jam, keesokannya Dia sudah sadar. Begitu juga dengan Mama Maryam, Dia lebih dulu sadarkan diri daripada putrinya itu.
Walau suhu tubuh Mama Maryam belum stabil, Dia masih demam. Tapi, Dia seolah sehat dihadapan putrinya yang lagi terpukul itu. Bagaimanapun hati seorang Ibu, akan sangat terluka. mendapati anaknya dalam keadaan sekarat.
Sejak tadi pagi Mely yang sadar dari pingsannya. Selalu menanyakan kepada Pak Firman dan Bi Ida. Yang berada di ruangan itu, menjaga Ibu dan anak itu. Apakah suaminya menghubunginya?
Firman memberi jawaban yang bisa membuat Mely tenang. Ayahnya itu mengatakan, bahwa ponselnya di rumah. Jadi, tidak tahu apakah Rival menghubungi nya atau tidak.
Mely yang sangat berharap dihubungi duluan oleh suaminya itu, meminta agar ponselnya dijemput ke rumah. Akhirnya ponselnya pun dijemput ke rumah pagi itu Juga. Tak butuh waktu lama, ponselnya sudah berada di tangannya.
Dia memeriksa ponselnya berharap ada panggilan tak terjawab atau SMS dari Rival. Tapi, nyatanya tidak ada.
Dengan mengumpulkan keberanian, Mely pun mencoba menghubungi no ponselnya Rival. Tapi, lagi-lagi suara operator yang menjawab. No ponsel Rival tidak aktif.
Mely kesal bukan main. Kecewa habis kepada suaminya itu. Kenapa setelah terdengar suara cewek manja memanggil sayang. Ponselnya tidak aktif.
Apakah Rival benar selingkuh? seperti isi pesan yang masuk kemarin ke ponselnya.
__ADS_1
Mely terus saja menghubungi no ponsel Rival yang tidak aktif itu. Saat itu masih pukul delapan pagi. Jelas saja ponsel Rival tidak aktif. Rival selesai mengurus no ponselnya sekitar pukul sembilan pagi dari GraPARI. Ditambah Dia harus ke counter handphone, untuk beli ponsel baru. Jadilah Nomor Rival aktif setelah pukul sepuluh pagi.
Merasa kecewa dan sakit hati, Akhirnya Mely memutuskan tidak mau menghubungi Rival lagi sepanjang hari. Karena Dia tahu, kalau pun dihubungi, pasti no ponsel Rival tidak aktif. Padahal, no Rival sudah kembali aktif.
Sepanjang hari Dia sudah mengumpulkan semangatnya untuk sembuh. Ada anak-anaknya yang sangat membutuhkannya. Dia mencoba membuang pikiran negatif yang selalu hinggap mengusik ketenangannya. Foto Rival yang sedang memegang bahu wanita, yang masih terus berputar di otaknya. Dibuangnya jauh-jauh.
Kalau benar Rival selingkuh, Dia pun harus ikhlas melepas Ayah dari anak-anaknya itu. Dia sudah lelah untuk menangisi pria itu terus. Mungkin mereka tidak cocok.
Tapi, semangat itu hanya bertahan sebentar, Tepat pukul delapan malam, ponsel Mely berdering di atas meja dekat kulkas di kamar itu. Saat itu Dia sedang mencoba untuk tidur setelah minum obat. Karena Mamanya di bed sebelahnya juga sudah tertidur. Hanya ada ada Pak Firman dan Bi Ida yang duduk di sofa, agak bersantai sejenak. Karena kondisi Mely sudah lebih baikan. Bahkan Dia tidak pucat lagi dan sudah selera makan.
"Bi, tolong ambilkan ponsel ku. Sepertinya ada pesan yang masuk." Ucap Mely mencoba tersenyum, menatap ke arah Bi Ida yang duduk bersandar di sofa ruang kamar inap itu.
"Iya non." Bi Ida, berjalan cepat menuju meja tempat ponsel Mely di charger.
"Ini Non," Bi Ida, menyodorkan ponsel Mely. Dengan cepat Mely meraihnya. Dia sudah tidak sabar untuk membaca pesan itu, yang diyakininya dari Rival. Dia masih sangat berharap Rival menghubungi nya.
Senyuman yang terlukis di wajah cantiknya Mely saat membuka kunci ponselnya berubah jadi kecemasan, disaat nomor yang mengirim pesan padanya bukannya suaminya. Tapi, nomor peneror yang mengatakan Rival sedang selingkuh.
Pikiran-pikiran negatif kembali berkeliaran di otak Mely. Haruskah Dia percaya dengan isi pesan yang dikirim orang yang tidak bertanggung jawab itu.
Dia pun mulai membuka pesan multimedia itu, saat itulah matanya hendak keluar dari tempatnya melihat suaminya dalam video sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita, yang wajah si wanita sudah disamarkan.
Tangannya gemetar menyaksikan itu semua. Bahkan, selama pernikahan mereka. Rival tidak pernah sebuas itu mengekspresikan nafsunya kepadanya. Di video itu Rival nampak menikmati permainannya.
__ADS_1
Tak terasa ponsel itu terjatuh ke lantai. karena, saat Mely memeriksa ponselnya. Tangannya mengatung di udara, dengan bersandar ke pinggir bed. Bahkan video itu belum habis ditontonnya.
Air mata mengalir deras menganak sungai di sudut matanya. Dadanya terasa sesak dan sakit. Hatinya berdenyut perih, seperti disayat-sayat.
"Kenapa--- Kenapa kamu lakukan itu." Ucap Mely dalam tangisannya. Dia memegangi dengan keras baju yang dikenakannya dibagian dadanya, sambil mengelus dadanya yang terasa sesak dan sakit itu.
Melihat putrinya histeris, Mama yang hampir terlelap dalam tidurnya pun terbangun. Dengan cepat Dia turun dari ranjang menghampiri Mely yang kini sudah dalam pelukan Firman dalam keadaan menangis.
"Ada apa sayang?" ucap Mama Maryam, mendudukkan bokongnya di ranjang itu tepatnya dihadapan Mely.
Mely tidak menjawab, Dia masih menangis histeris, dalam pelukan Ayahnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Mama Maryam menatap Firman dan Bi Ida.
Keduanya juga masih terdiam. "Mely kenapa? kalian jangan diam." Mama Maryam jadi ikut panik. Dia menatap tajam Bi Ida.
"Itu Nyonya, Non Mely menangis setelah melihat ponselnya. Aku tidak tahu apa yang dilihat Non Mely di ponsel itu, sehingga Dia menangis." Ucap Bi Ida, berdiri di sisi bed dekat kaki Mely.
"Mana ponselnya?!" Mama Naryam menjulurkan tangannya. Dengan sedikit ketakutan Bi Ida memberikan ponsel Mely kepada Mama Maryam.
Mama Maryam yang penasaran itu, dengan harap-harap cemas memeriksa ponsel Mely. Hingga Dia pun membuka pesan multimedia itu. Tayangan Rival di video itu pun sukses membuat Mama Maryam seperti terserang serangan jantung. Dia lemas tak berdaya melihat menantunya bermain gila dengan wanita lain.
Ponsel Mely pun kembali terjatuh dari tangannya. "Apakah Dia tidak bisa menahan syahwat nya, karena Mely baru melahirkan? sehingga Dia berbuat seperti itu?" ucap Mama Maryam pelan, Dia tidak sadar mengatakan itu.
__ADS_1
Saat itu juga Mely kembali pingsan.