Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Yasir takut kalah


__ADS_3

Benar saja, saat Rili memasuki ruangan itu. Banyak mata yang tertuju kepadanya. Hal itu membuat Yasir jadi gelisah. Kalau Dia tidak segera mencegah Rili. Bisa-bisa Dia akan puasa selama tiga bulan. Jangankan tiga bulan, puasa dua hati saja. Dia sudah tidak tahan.


Saat Rili berjalan menegakkan punggung dan merilekskan bahu, memancarkan rasa percaya diri dengan melangkah lebar dan menatap ke depan. Berketepatan sorot lampu tepat kepadanya yang memasuki ruangan itu.


Rili terus melangkah dengan terseyum, bahkan kini wajahnya sudah terekam di layar datar yang ada di podium. Dia menjadi bintang tamu saja. Saat itu juga, sorot lampu beralih kepada Yasir yang berada dibelakang Rili.


Dia berusaha tersenyum, memandangi punggung istrinya dari belakang yang berjalan dengan percaya dirinya, mencari tempat duduk yang tersisa hanya satu. Sepertinya Rili sengaja mencari tempat duduk yang tersisa hanya satu disetiap barisan. Dia tidak mau Yasir duduk disebelahnya. Dia memang ingin sendiri di acara itu.


"Beri applause kepada Tuan Yasir Kurnia...!" terdengar suara MC dengan semangatnya, menyambut Yasir yang menjadi tamu penting di acara itu. Ternyata dari tadi kehadiran Yasir sudah ditunggu-tunggu. Tapi, karena istrinya yang seolah malas ikut acara. Akhirnya Dia jadi telat. Karena membujuk Rili agar ikut acara itu.


Yasir kembali melempar senyum mempesonanya. Dirinya yang sedang berjalan menuju tempat duduknya, jelas terlihat di layar datar di podium. Sesaat Rili terharu melihat suaminya yang begitu gagah itu menduduki tempat duduknya. Yasir memang terlalu sempurna untuknya. Dia tidak pantas duduk disebelah suaminya itu.


Suara gemuruh tepuk tangan tamu undangan masih ramai terdengar. Karena MC terlalu semangat memandu acara. Sehingga para tamu undangan tersugesti mengikuti semangat nya si pembawa acara.


"Karena tamu spesial yang kita tunggu telah tiba, maka kita akan membuka acara ini." Ucap MC, bicara panjang lebar memandu acara.


Acara yang sedang berlangsung di hotel milik Yasir ini adalah acara yang bernaung dibawah Kementerian Koperasi dan UKM. Yasir dipercaya sebagai penggagas ide program ini, sekaligus investornya.


Karena acara ini berhubungan dengan UKM. Jadi yang menjadi tamu undangan kebanyakan para pengusaha kecil dan menengah dan Tentunya para pegawai pemerintah dibidang Koperasi dan UKM. Termasuk teman-teman satu kerja Rili dulu ada di acara ini.


Jelas teman-teman kerja Rili sudah heboh di tempatnya masing-masing. Karena sempat melihat Rili memasuki ruangan yang terekam di layar di Podium. Tapi, mereka heran kenapa Rili dan Yasir tidak bergandengan saat masuk ke ruangan.


Yasir dengan tidak tenang duduk di kursi empuknya yang berada di barisan depan, Dia menoleh kesamping nya, harusnya istrinya sudah duduk disebelahnya. Tapi, gara-gara candaan itu, membuatnya kini kehilangan jejak istrinya itu.


Mata elangnya menyoroti seluruh ruangan yang bisa dijangkau matanya, mencari sosok istrinya yang tadi sempat dilihatnya duduk di kursi barisan ke tiga arah ke kiri tempatnya duduk sekarang. Tapi, Dia tidak melihat istrinya disitu.


Tayangan di layar yang menampilkan Yasir yang celingak-celinguk mencari sosok Rili. Cukup menyita perhatian tamu undangan. Bahkan Dia tidak konsentrasi lagi di acara ini. Namanya yang dipanggil untuk memberikan kata sambutan ke atas panggung tidak didengarnya lagi. Hanya ekspresi wajah linglung dan bingung yang jelas terlihat.


Hingga pria disebelahnya menyadarkannya, mengatakan bahwa sudah saatnya Dia naik ke atas podium.


Dengan perasaan tidak tenang, karena kehilangan jejak Rili. Yasir pun naik ke atas panggung. Dia berdiri tegak dibelakang mimbar, mikropon sudah siap menampung suaranya.


"Assalamualaikum... Selamat malam semuanya, salam sejahtera buat kita semua...." Yasir memulai kata sambutannya dengan tidak fokus, karena matanya sibuk mencari keberadaan istrinya dari atas podium. Tapi, Yasir yang cerdas itu, masih bisa berpidato dengan menarik dan disukai oleh tamu undangan. Itu disebabkan, Dia yang memang pandai berbicara dan penuh dengan semangat.

__ADS_1


Hingga mulutnya pun terbungkam, saat dirinya melihat istrinya dengan jelas tertawa dengan lepasnya, saat berbicara dengan seorang pria disebelahnya. Lama Yasir terdiam di atas podium, karena kedua matanya sudah panas melihat Rili yang begitu akrab bercerita dengan pria yang penampilannya gagah dengan jas hitam dan dasi kupu-kupu itu.


Yasir cemburu, kalau benar istrinya ditaksir orang di acara ini. Maka, itu adalah kiamat buatnya. Itu tidak boleh terjadi. Istrinya itu tidak boleh akrab sampai tertawa-tawa dengan orang lain.


Pembawa acara yang ada dibelakang Yasir, melangkah kakinya tepat dibelakang Yasir.


"Tuan, anda sudah lama diam membisu. Apakah kata sambutannya sudah selesai?" tanya MC dengan pelan, berharap Yasir mendengarnya dan melanjutkan kata sambutannya.


Yasir masih bengong melihat ke arah istrinya. Saat itu juga Rili menatap ke arah Yasir. Dia sudah tahu suaminya itu sedang memperhatikannya.


"Akan ku buktikan, kalau Aku juga mempesona." Rili membathin, membuang pandangannya dari Yasir dan ber sok akrab ria dengan pria tampan disebelah kanannya yang ternyata seorang pengusaha muda bergerak dibidang kuliner yang sudah memakai konsep usaha waralaba.


Rili yang dulu nya bekerja dibagian koperasi dan usaha kecil menengah, bisa menyambungkan pembicaraan dengan pria disebelahnya ini. Pengusaha itu bahkan memuji Rili, karena Rili sangat enak diajak bicara.


"Eehhmm....!" Yasir berdehem. Dia bingung mau mengatakan apalagi. Konsentrasi buyar sudah, melihat istrinya begitu akrab bicara dengan pria tampan disebelah istrinya itu.


"Maaf.!" Ucap Yasir seperti orang bodoh-bodoh di atas podium. Dia memegang tenggorokan nya, seolah memberi tahu kepada tamu undangan kalau tenggorokan nya sedang sakit, makanya Dia menjeda pembicaraannya.


Dia pun menyambar botol minuman mineral di atas mimbar, membukanya cepat dan meneguknya. Para tamu undangan sudah mulai merasa aneh dengan tingkah Yasir. Yang spwt terdiam hampir lima menit. Tapi karena Dia mengatakan tenggorokan nya tiba-tiba sakit. Para tamu undangan pun memakluminya.


"Baru kali ini saya ikut proyek kerja sama bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah. Saya berharap, program terbaru ini bisa memberikan kontribusi yang baik untuk perekonomian kita dan juga untuk negara." Ucap Yasir penuh wibawa. Dia mencoba menenangkan dirinya. Agar konsentrasinya tidak pecah, melihat istrinya akrab dengan pria lain.


"Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.


"Kata kuncinya adalah asas kekeluargaan. Seperti kita ketahui dalam hidup ini. Kita tidak lepas dari kata itu, keluarga." Ucap Yasir kembali menatap Rili dengan sendu. Sepertinya Dia kalah, pasti istrinya itu akan menghukumnya. Tidak memberi jatah untuknya. Padahal Dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau tidak wik wik dengan istrinya itu.


"KELUARGA..!" ucapnya lagi tegas, masih menatap Rili.


"KELUARGA," Yasir kembali mengulang kata itu, yang membuat para tamu undangan sedikit bingung dengan Yasir yang mulai ber angan-angan dalam berpidato.


"Untuk kali ini, izinkan saya memperkenalkan keluarga saya dalam acara ini." Ucapnya dengan tegas, yang membuat Rili menatap Yasir.


"Apa Dia akan mengatakan pada semua orang kalau Aku istri nya?" Rili membathin.

__ADS_1


Ya, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa Yasir sudah menikah. Karena Dia tidak membuat acara besar-besaran saat mengadakan resepsi di kota S. Itu semua karena Rili yang meminta nya. Makanya Yasir, selalu membawa Rili kemana-mana, Dia ingin mengenalkan istrinya itu ke rekan bisnisnya. Tapi, Dasar Rili emang orangnya yang malas basa-basi dengan rekan bisnis suaminya.


"Sayang--- Istriku--- Rili Askana.. Ayo maju ke panggung sayang..!" ucap Yasir dengan menahan malu, tapi gaya bicaranya masih berkarisma, yang membuat orang mendengarnya, jadi penasaran kepada sosok wanita yang menjadi istri Yasir itu.


Jantung Rili rasanya mau copot dari tempatnya, saat Yasir memanggil namanya dengan penuh cinta itu. Apasih maunya Suaminya itu.


Rili mulai nervouse, sepertinya Yasir akan melakukan hal konyol yang membuat dirinya akan malu.


"Sayang, kemarilah. Apa perlu suamimu ini menjemput mu kesana sayang?" Yasir menggerakkan kepalanya ke arah Rili. Sehingga sorot lampu terarah kepadanya. Akhirnya wajah Rili kini nampak jelas di layar yang nampak sedikit menunduk itu.


"Istriku memang pemalu." Ucap Yasir, yang membuat Rili semakin mengumpat dalam hati. Emang ya Suami nya itu ada-ada saja. Emangnya ini acara reality show.


"Baiklah, sepertinya saya akan menjemput istri saya." Yasir nampak hendak meninggalkan podium.


Melihat itu Rili langsung bangkit dari tempat duduknya. Pria yang mengajaknya bicara dari tadi. Nampak tercengang karena terkejut. Ternyata wanita cantik disebelahnya adalah istri Yasir Kurnia. Pengusaha sukses yang terkenal dermawan.


Rili berjalan dengan percaya diri dan tersenyum manis. Dia juga tidak mau mempermalukan dirinya. Secara Dia sudah tampil di depan khalayak ramai.


Yasir yang sudah turun dari podium, langsung menyambut Rili, menjulurkan lengannya memintanya untuk menggandeng nya naik ke podium.


Rili pun langsung menggandeng suaminya itu dengan terseyum. Tapi, jangan tanya dalam hatinya. Dia kesal setengah mati kepada Yasir.


Setelah mereka berdua tampil di podium, suitan keras pun terdengar dan sekelompok orang kembali meneriaki nama Rili.


Yasir tercengang, sepertinya dalam waktu sekejap Istrinya itu sudah punya fans di tempat itu.


"Rili... Aku padamu...!" teriak seorang pria, dari kelompok yang meneriaki namanya Rili.


Rili dan Yasir serta sorot lampu langsung terarah kepada sekelompok orang itu, yang ternyata adalah teman kerja Rili sewaktu dia masih bekerja sebagai PNS.


Sepertinya acara sudah berganti, menjadi acara seperti jumpa fans dengan artis idolanya.


Yasir sungguh lebay....!

__ADS_1


TBC.


Diakhir tegangnya kisah Rival dan Mely. Kisah Yasir dan Rili menurut ku begitu manis. Kenapa aku merasa kesusahan menamatkan novel ini. Tapi, tenang. Aku serius, awal bulan enam novel ini tamat guyss... Jadi bersabarlah, dan tetap dukung ya😀❤️☺️🤗😍🙏


__ADS_2