Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Cinta atau nafsu?


__ADS_3

Mely yang melihat Rival yang kembali keluar dan menutup pintu, dibuat bingung dan heran. Dia berdecak kesal sambil memukul ranjangnya.


Sedangkan Rival yang sedang berdiri di balik pintu kamar Mely memegangi dadanya Saking terkejutnya melihat makhluk aneh di dalam kamar Mely, jantungnya hampir lepas dari tempatnya. Dia menghela napas kasar dan berjalan menuju kamarnya.


Dia akan mengambil ponselnya di kamarnya dan akan menghubungi Mely. Rival akan menanyakan keberadaan Mely dimana sekarang. Rival juga akan mengusir makhluk jadi-jadian itu dari kamar Mely dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


Rival sedang duduk disisi ranjangnya menghadap pintu kamar. Dia nampak sedang menempelkan ponselnya ke telinganya. Dia sedang menunggu Mely untuk mengangkat panggilan telponnya.


Saat itulah tiba-tiba Mely nongol dibalik pintu kamar Rival, yang hanya menampakkan wajahnya saja. Sontak Rival terkejut, hingga ponselnya terjatuh di lantai.


Mely masuk ke kamar Rival dengan tertawa, yang membuat Rival semakin ketakutan. Tawanya Mely cekikikan seperti ketawanya kuntilanak. Dengan membaca ayat kursi dalam hati dilanjutkan dengan Suroh Al-Ikhlas. Rival berusaha menjauhi Mely yang semakin mendekat kepadanya.


Bukan tidak beralasan Mely tertawa. Dia tertawa, karena sedang menutupi rasa malau dan tidak percaya dirinya. Karena Rival seolah tidak tertarik kepadanya. Padahal Dia sudah make over semaksimal mungkin. Bahkan alat make up Mamanya sudah amburadul dibuatnya.


Mely semakin berjalan ke arah Rival yang menjauhinya. Melihat makhluk aneh di depannya yang terus mendekat, membuat Rival mencari ancang-ancang berlari keluar kamar. Saat Rival berlari, Mely dengan cepat menangkapnya dan langsung memeluk tubuh Rival dari belakang.


Sontak Rival semakin ketakutan. Sebenarnya Dia tidak takut makhluk halus. Tapi, Dia takut makhluk yang dihadapannya ini adalah jenis jin yang mencintainya. Sehingga jin itu akan memaksa untuk menikah dengannya. Kejadian seperti itu pernah terjadi di kampung Rival. Jin yang mencintai manusia. Sehingga jin itu membawa manusia tersebut ke alamnya.


"Kenapa malah ingin melarikan diri. Sebegitu kah Abang tidak menyukaiku?" Suara Mely yang nampak kecewa sedang memeluknya, membuat Rival heran sejenak. Apakah makhluk aneh ini adalah Mely? padahal Rival sempat beranggapan wanita yang di dalam kamar Mely tadi adalah jenis setan terbaru. Setan cabe-cabean mungkin.


Rival terdiam sambil berusaha menenangkan dirinya, dari rasa takut. Mely semakin mempererat pelukannya, wajahnya bersandar di punggung Rival yang bidang dan keras itu.

__ADS_1


Perlahan Rival merasakan punggungnya basah, Dia memegang tangan Mely yang membelit di perutnya. Dia akhirnya sadar, wanita yang wajahnya aneh itu adalah Mely. Dia pun berbalik, memperhatikan tubuh Mely yang sedang mengenakan pakaian yang sangat sexy itu. Sesaat darah Rival berdesir melihat tubuh Mely yang indah, putih dan mulus itu.


Hingga kini matanya menatap ke wajah Mely dan Rival tertawa sekuat-kuatnya. Bisa-bisanya wajah istrinya itu berubah jadi mengerikan serta lucu begini. Apalagi air mata Mely yang keluar sudah membasahi maskara yang dibulu matanya. Shingga maskaranya yang luntur, semakin membuat wajah Mely menakutkan. Ditambah lipstik yang dibibir Mely belepotan. Melebar melewati garis bibirnya.


Rival sungguh tidak tahan untuk tidak tertawa, melihat suaminya menertawakannya, Mely melepas pelukannya. Dia berjalan lemas menuju ranjang Rival, Dia duduk sambil menangis. Sedangkan Rival masih tertawa sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena menahan tawanya.


Rival menghentikan tawanya, disaat Dia melihat Mely menangis sesenggukan. Sadar ada yang salah dengan tingkahnya, Rival mendekat ke arah Mely. Dia pun duduk di hadapan Mely masih di atas ranjang.


"Kenapa diam? tertawa saja terus. Aku ini memang hanya bahan lelucon, Abang juga tidak menyukaiku. Aku tahu itu." Ucap Mely masih menangis, Dia melap air matanya dengan jemarinya yang membuat maskaranya semakin berantakan.


Rival diam, Dia menatap lekat wajah Mely yang aneh itu. Sungguh wajah Mely tidak dikenalinya, seumpamanya Dia tidak mendengar suara Mely.


"Maaf, Abang tidak ada niat menertawakanmu. Abang pikir kamu sengaja buat lelucon. Walau tadi awalnya Abang sempat mikirnya kamu itu makhluk halus. Atau alien yang kesasar." Ucap Rival, Dia melap air mata Mely dengan jemarinya. Memperhatikan tubuh Mely yang menggoda. Hanya wajahnya saja yang membuatnya ingin tertawa.


"Itu namanya Eye Shadow." Ucap Mely masih menangis. Dia kesal sekali dengan suaminya ini. Bukannya dihargai usahanya. Malah Dia diinterogasi nama-nama alat make up. Yang sebenarnya Mely juga kurang tahu semuanya.


"Ini juga bibir kenapa jadi melebar begini, mana ukurannya beda lagi." Rival mencomentari semua riasan Mely. Yang menurutnya sangat berantakan itu. Rival sebenarnya suka wanita yang berhias. Mantan istrinya Rili juga suka berhias. Tapi, yang natural saja, tidak usah menor begini.


"Sana cuci dulu wajahnya." Ucap Rival, Dia memegang lembut lengan Mely yang membuat Mely menoleh ke arah tangan Rival yang mengelus lembut lengan bagian atasnya tersebut.


Mely pun masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Rival. Sedangkan Rival keluar kamar, mengambil air minum sekaligus akan mencuci tangannya di wastafel Yanga da di daour.

__ADS_1


Mely membersihkan wajahnya dengan facial foam milik Rival. Dia bahagia sekali, Dia sampai bernyanyi-nyanyi dalam kamar mandi.


Setelah bersih sempurna, Dia keluar dan melihat Rival sudah berbaring di atas ranjang dengan berbantalkan satu lengannya, lengan satu lagi berada di atas perut dan kakinya yang ditutupi sarung itu saling menindih.


Mely berdiri disisi ranjang dengan wajah bersemu merah. Akhirnya mereka akan tidur bersama.


"Kenapa berdiri, ayo naik." Ucap Rival dan menepuk ranjang di sebelahnya. Mely naik dan berbaring disebelah Rival. Tentunya paha dan dadanya sudah terekspos indah.


"Kenapa pakai baju seperti itu? seumur hidup Abang baru lihat model baju begini?" ucap Rival dengan lembut, Dia memiringkan tubuhnya menghadap Mely.


"Ini Aku lakukan, agar Abang tertarik kepadaku." Ucap Mely pelan dengan malu-malu. Dia pun membalas tatapan mata Rival.


Rival memperhatikam dengan seksama wajah Mely. Mely sangat cantik, bahkan lebih segar dari Rili. Mungkin karena masih muda. Kulitnya juga kenyal dan tidak lembek. Jadi Rival senang, menyentuhnya. Apalagi sekarang, Rival mengelus pelan lengan Mely dan langsung menggenggam tangan Mely. Dia pun mengangkat tangan Mely itu dan menciumnya. Yang membuat Mely sangat malu. Wajahnya merah padam. Hatinya bersorak senang. Cara Rival memperlakukannya ternyata lembut dan terkesan mengagumi tubuhnya gitu.


"Adek wangi banget." Ucap Rival jujur, yang membuat Mely semakin senang. Tangannya saja wangi begini. Apalagi sekujur tubuhnya. Rival membathin. Entahlah, Rival akan menyalurkan hasratnya. Toh Mely adalah istrinya. Dia tidak tahu, apa saat ini Dia sudah mencintai Mely atau tidak. Tapi yang jelas, Dia ingin bercumbu dengan Mely.


Sikap Mely yang selalu menggodanya, membuat pertahanannya lemah. Mely menggeser sedikit tubuhnya, hingga Dia juga bisa menyentuh dada bidangnya Rival dan menciumnya yang membuat Rival Memeluknya erat.


Tangan Rival mulai mengusap-usap punggung Mely dalam dekapannya. Dia pun menghadiahi puncak kepala Mely dengan ciuman bertubi-tubi.


TBC.

__ADS_1


Mampir juga ke novel ku yang berjudul


Dipaksa menikahi Pariban


__ADS_2