Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Indah di pantai sore hari


__ADS_3

Sebelum membaca mohon Favoritkan novel ini dan jangan lupa like.🤗😍


Udara di pantai sangat sejuk. angin berembus sepoi-sepoi. Nyiur berlambai-lambai memanggil semua orang. sungguh indah pemandangan pantai sore ini.


Sore ini setelah sholat Ashar, pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia itu memilih berjalan dipinggir pantai. Yasir merangkul erat tubuh Rili. Sedangkan Rili melingkarkan tangan kanannya di pinggang Yasir. Mereka berjalan dengan kaki telanjang di atas pasir putih. Disaat Rili mengurai pelukan Yasir, maka Yasir dengan cepat menggenggam dan menggandeng Rili.


"Jangan jauh-jauh dari Abang." Ucap Yasir penuh kekhawatiran. Dia takut Rili meninggalkannya.


"Adek tidak akan pergi jauh, hanya mau main ombak." Jawab Rili, Dia menggulung sedikit ke atas celana jeans yang dikenakannya dan berlari ke arah ombak, tentunya Yasir mengikutinya. Karena Yasir tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari Rili.


Saat ombak datang Rili mulai berlari menghindari ombak. Yasir sebenarnya tidak senang melihat Rili bermain ombak. Karena mereka sudah mandi sore. Jadi kalau kena air laut, tentunya akan kotor. Tapi, melihat Rili begitu menikmati kegiatan kejar-kejaran ombaknya. Akhirnya Yasir pasrah saja mengikuti Rili berlari-larian.


Sesaat sudut bibir Yasir tertarik, Dia tersenyum, hatinya menghangat. Kebahagian terpancar dari wajah tampannya. Dia teringat kenangan masa lalu mereka 17 tahun yang lalu, mereka sering bermain di tepi pantai ini. Bermain ombak, mandi bersama sambil digulung-gulung air laut.


"Kena," ucap Rili Dia mendorong tubuh Yasir saat ombak besar datang. Yasir yang tengah lengah itu terjerembab dan dibawa oleh ombak bergulung-gulung.


Rili tertawa melihat Yasir. Yasir geram, karena Rili mendorongnya. Tawa Rili terhenti, disaat Dia merasa akan diterkam oleh ikan hiu yang berkaki dua. Dengan cepat Dia melarikan diri, sebelum kena mangsa. Karena predator yang ingin memangsa Rili memang jago lari dan langkah kakinya panjang itu, sehingga Rili tertangkap.


Predator itu adalah Yasir. Dia merangkum pinggang Rili dan dengan cepat membopong tubuh Rili berlari membawa Rili ke air laut. Rili mengalungkan lengannya dileher Yasir, karena takut terjatuh dan brughhh... Yasir menjatuhkan tubuh mereka ke air laut.


Mereka tertawa bahagia, disaat tubuh mereka sudah basah kuyup. Saat ombak besar datang, mereka akan terombang-ambing kemana ombak itu bergulung.


Rili merasa lelah karena tertawa. Dia sekarang sedang berada dipunggung Yasir. Mereka sedang berada di tempat yang tidak kena gulungan ombak. Rili yang belum mahir berenang itu. Memilih digendong Yasir dipunggunnya.


Yasir mengangkat tangannya, memberi kode kepada Jef, agar mendekat.


"Apa Bos?" teriaknya, jarak Jef dengan Yasir ada 5 Meter.


Yasir membuat kode dengan tangannya minta di foto dan divideokan. Dengan cepat Jef masuk ke Hotel mengambil benda yang diminta Bos nya.


Akhirnya Jef pun menjadi cameraman, dari tadi Dia sudah kesal melihat keromantisan Bos nya dari Gazebo. Dan sekarang Dia harus menjadi Cameraman.


"Ya, bagus Bos. Mantap gayanya. Hitungan ketiga baru bisa ganti gaya ya Bos." Ucap Jef, mengarahkan fose yang bagus.


Crekkk..



"Ok Bos, sekarang Kak Rili saja dulu Bos di foto. Bos Minggir dulu." Ucap Jef. Yasir pun dengan sedikit kesal menuruti permintaan Asistennya itu.

__ADS_1


Cekrek.....



"Waaawwww.... Gaya Kak Rili. Kren banget eksotis." Ucap Jef antusias yang membuat Yasir berlari ke arah Jef.


"Mana lihat." Tanya Yasir, dan meraih camera dari tangan Jef.


"Astaga, kalau fotonya seperti ini Miss Universe kalah." Ucap Yasir mengangumi lekuk tubuh Rili yang nampak eksotis itu.


"Sekarang foto kami berdua. Yang romantis." Ucap Yasir dan memberikan camera kepada Jef. Dia berlari ke arah istrinya itu dengan sumrigah. Dia bahagia sekali.


Dia memperagakan berbagai gaya yang membuat Rili tertawa.


"Bos, gaya seperti itu sudah biasa. Kalau mau buat moment dan kenangan yang tidak bisa terlupakan, Harus yang unik Bos." Ucap Jef, Dia bergerak ke arah Bosnya.


"Ayo ikuti Aku Bos." Jef melangkah, Pasangan suami istri itu mengekor dari belakang.


Jef berhenti di depan sebuah pohon kelapa yang melengkung.


"Kenapa berhenti, apa disini berfotonya. Sama Aja seperti yang disana. Ucap Yasir. Dia masih terus menggengam tangan Rili.


"Pose terbaru dan unik itu menurutku. Bos dan kak Rili naik ke pohon kelapa ini. Dijamin bagus Bos." Ucap Jef dengan mengacungkan jempolnya.


Yasir melirik istrinya itu. Rili diam saja. Dia pasrah mau berpose bagaimana pun Dia menurut saja.


"Aaahhh tidak, itu terlalu berbahaya. Istriku tidak pandai memanjat. Aku juga tidak pandai memanjat pohon kelapa." Ucap Yasir menolak ide gila Asistennya itu.


"Aku tahu Bos itu tahunya hanya memanjat Kak Rili." Gumam Jef dalam hati. Dia tersenyum.


"Bos tidak usah capek memanjat. Serahkan semua kepada saya Bos." Ucap Jef. Dia melakukan panggilan. Sedangkan Yasir memeluk tubuh Rili dari belakang, Dia tidak mau lekuk tubuh Rili dinikmati orang. Karena baju yang basah membentuk lekuk tubuh Rili.


"Kamu kedinginan sayang?" tanya Yasir, masih memeluk Rili dari belakang dan menempatkan kepalanya di bahu Rili.


"Iya saayang..." Jawab Rili gemetar, Dia memang sudah kedinginan.


"Jef, tidak usah lagi. Istriku sudah kedinginan."


Jef mendengus kesal. Sebenarnya Dia mau mengerjai Bos nya itu. Dengan berfoto duduk di atas pohon kelapa yang melengkung. Dia kesal sama Bos nya itu. Selalu saja jadi obat nyamuk dibuat Yasir.

__ADS_1


"Sabar Bos. Tangga penyelamat sudah datang." Ucap Jef. Dia memerintahkan pelayan Hotel meletakkan tangga itu bersandar di pohon kelapa yang melengkung itu.


Yasir melirik Jef. " Aku tidak mau melakukan idemu itu." Yasir mengajak Rili meninggalkan tempat itu.


"Coba aja Bos. Ini Kren sekali." Jef masih berusaha membujuk Yasir.


Akhirnya Yasir pun menurut. Dia menaiki tangga aluminum itu, setelah Sampai di pohon kelapa Dia mendudukkan bokongnya dengan kedua kaki menggantung.


Kemudian Rili ikut juga naik ke atas pohon kelapa itu.


"Ok Bos. Satu....dua...tiga... Cekrek.



"Waahhh... hasilnya Kren sekali Bos. Sungguh foto ini menceritakan bahwa Kak Rili begitu mendamba dirimu Bos." Ucapnya keras dibawah pohon kelapa.


Ucapan Jef itu, membuat Yasir penasaran. Bagaimana sih pose mereka yang begitu bagus menurut asistennya itu.


Yasir turun dari pohon kelapa yang disusul oleh Rili. Dengan tidak sabarannya, Yasir meraih camera yang ditangan asistennya itu.


Sudut bibirnya tertarik, Dia benar-benar puas dengan hasil jepretan Asistennya itu. Memang benar, difoto itu seolah Rili ingin mencium Yasir. Sedangkan Rili yang melihat foto itu malu. Rili meraih cepat camera.


"Kamu mau apa sayang?" tanya Yasir terkejut. Karena tangan Rili dengan cepat menarik kamera.


"Mau hapus fotonya. Fotonya jelek. Foto apa ini, wajahku aja tidak jelas." Ucap Rili. Saat Dia ingin menghapusnya. Jef dengan cepat menarik kamera itu, karena instruksi dari Yasir.


Rili merajuk, Yasir tertawa dan membopong Rili dengan berlari menuju Hotel.


Brughhh.... Yasir yang tidak lihat jalan itu, karena tertawa dan menciumi pipi Rili saat digendong, menabrak tubuh seorang pria.


TBC


Mohon beri vote hadiah dan vote rekomendasinya ya kak. Karena dengan vote itu sudah membuat author senang.


Vote hadiah yang bintang kuning. Vote rekomendasi yang bintang merah.


Jangan lupa ramaikan Novel terbaruku yang berjudul PARIBAN I HATE YOU.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2