Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
CCTV


__ADS_3

"Tamu?"


"Iya dek. Saat membuka pintu, Abang mendengar suara Ibu seperti terkejut. Kaaammuuuuu....? ucap Ibu dan suara Ibu seperti terputus-putus saat mengetahui siapa yang datang."


"Terus?" jejar Rili penasaran.


"Terus Abang mendengar, Ibu bilang ya..ya.. sisir kutu gitu. mungkin tamu yang datang tetangga adek yang mau minjam sisir kutu kali." Ucap Rival dengan tidak semangat. Dia membaringkan tubuhnya disamping Rili dengan berbantalkan tangannya menatap langit menikmati indahnya bintang yang kerlap-kerlip.


"Ooohh..." Ucap Rili, mulutnya nampak membulat, sedangkan kepalanya manggut-manggut.


Pasangan suami istri itu akhirnya kembali terdiam. Menikmati indahnya malam dibawah sinar cahaya Bulan dan Bintang.


Waktu sholat Isya pun tiba, kali ini yang adzan adalah Bapak Ahmad selaku BKM di Mesjid tersebut.


Rival mengajak istri nya tersebut untuk sholat berjamaah di Mesjid. Setelah selesai sholat Isya. Rival dan Rili kembali duduk-duduk di balai-balai.


"Apa Adek boleh mengatakan sesuatu tentang Bou?" tanya Rili dengan hati-hati Dia sangat takut apabila nantinya ucapannya menyinggung suami nya.


Rival yang sedang duduk disebelah kiri Rili pun, akhirnya memutar kepalanya. "Boleh, katakanlah." Jawab Rival dengan menatap wajah istri nya dengan serius.


Rili yang ditatap dengan lamat-lamat itu menjadi salah tingkah. Dia tidak berani menatap Rival, karena tatapan Rival sangat mematikan.


"Ibu tidak menyukai kehadiranku di Rumah ini." ucap Rili dengan menatap lurus kedepan, sedangkan Rival masih saja menatap wajah istri nya dari samping.


Rival menarik napas dan membuangnya dengan kasar. Kemudian Dia Kembali berbaring menatap langit dengan berbantalkan kedua tangannya.


"Maafkan Ibu Abang ya dek? Mungkin akan lebih baik hari Minggu depan kita pulang aja ke kota Sibo*lga." Ucap Rival.


Rili sangat senang mendengar ucapan Rival.


"Tapi, Abang merasa tidak enak terhadap Ibu. karena, Adek hanya seminggu disini padahal orang kampung tahunya Adek disini 3 Minggu. Maka orang kampung akan bertanya-tanya, kenapa Adek cepat banget pulangnya."


"Koq orang kampung tahu kalau adek disini hanya 3 minggu. Siapa yang bilang?" tanya Rili penasaran. Masak orang kampung tahu semuanya, pikir Rili.


"Waktu lamaran kemarin kan, itu semua dibahas. Kalau menurut adat dan kebiasaannya disini. Kalau seorang pria menikah maka istri nya harus tinggal dikampung suami nya, terkecuali pasangan yang menikah itu sedang merantau. Atau si suami sudah punya Rumah sendiri. Tapi kalau belum punya Rumah, biasanya akan tinggal di rumah Orang tua suami nya." Ujar Rival.


"Tapi kan bisa saja mengontrak bang?"


"Iya, dibolehkan koq mengontrak dek? tapi kalau baru seminggu menikah langsung mengontrak. Orang-orang biasanya akan mempertanyakan.


"Koq cepat banget sih anak nya diasingkan? mungkin menantu nya tidak betah kali tinggal di rumah mertua nya? atau mertua nya jahat kali? bla... bla.... bla....! akan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan orang nantinya. Dan pertanyaan-pertanyaan itulah yang Abang hindarkan." Ucap Rival.


"Kenapa mesti kita dengarkan ucapan orang-orang?" ucap Rili dengan bingungnya.


"Ya, namanya juga orang kampung dek. Kalau kita tadi tinggal dikota. Orang-orangnya mana open sama kehidupan kita." Jawab Rival sambil menepuk pahanya yang digigit nyamuk yang dilapisi kain sarung itu.


"Masuk yuk dek, banyak nyamuk. Kita bicara aja di kamar. Kan asyik tu kelonan sambil cerita-cerita." Ucap Rival, Dia sedang mencoba menggoda Rili. Rival nampak berbaring menyamping menghadap Rili dimana tangan kirinya dibuat sebagai penyangga kepalanya. Sedangkan alis Rival naik turun-turun dan bibirnya tersenyum menatap Rili yang gugup.


Gimana Rili tidak gugup, membayangkan akan dikelonin membuat dia sangat takut. Dia belum nyaman disentuh Rival.


"Diii..sini aja bang, baru jam tengah sembilan. Ayam aja belum tidur bang." Ucap Rili dengan sedikit gugup dan mencoba ngelawak untuk menutupi sikapnya yang mencoba menolak permintaan suami nya.


Rival Sangat menikmati wajah istri nya yang lagi nervouse dan takut itu.


" Tidak baik kita terlalu lama di balai-balai ini. Orang kampung sedang memperhatikan kita. Banyak banget disini CCTV. Pasangan suami istri hanya bisa bercengkrama di kamar saja." Rival mencoba menjelaskan kebiasaan orang dikampungnya.

__ADS_1


Glekkk.. Rili menelan ludahnya dengan susah.


Membayangkan dirinya dan Rival berdua dikamar, membuat Rili jantungan. Rili sangat membenci dirinya yang tidak bisa menerima keberadaan Rival dihatinya. Dia ingin menjadi istri yang sesungguhnya yang bisa melayani dan memuaskan nafkah batin suami nya. Tapi, Dia sungguh tidak bisa melakukannya.


"Ayokk masuk dek!" ajak Rival yang sudah turun dari balai-balai dan kini berdiri dipinggir balai-balai tersebut.


"Ooohhh... iiiiiyaaa bang!" ucap Rili yang sudah sadar dari lamunannya.


Baru melangkah 3 langkah dan hendak menaiki tangga rumah Rival. Tiba-tiba Rival kedatangan tamu. Yaitu Budi dan Anto teman Rival yang mendodos tadi.


"Assalamualaikum... pengantin baru!" ucap Budi dengan tersenyum.


Rival pun membalik badannya ke asal suara dari belakangnya. Dia membalas senyuman Budi dan Anto.


"Walaikum salam...,!" jawab Rival dan Rili secara bersamaan.


"Pengantin baru sudah mau masuk kamar nih?" goda Budi. Ucapan Budi membuat Rili merasa malu dan sekaligus tidak enak. Sehingga Dia masuk duluan ke dalam rumah.


"Ayokk masuk!" ajak Rival.


"Kita diluar aja Rival, duduk di balai-balai aja. Kita sebentar aja koq." Jawab Anto.


"Baiklah." Jawab Rival.


Kini mereka duduk dibalai-balai dengan bersila. Budi memantik mancisnya dan membakar ujung rokoknya merk Surya.


"Ayok kita coba buat lamaran diperkebunan milik Kurnia Group itu. Info nya besok masih bisa jatuhkan lamarannya." Ucap Budi sambil menyesap rokoknya dan asapnya di telannya.


"Aku kurang tertarik," ucap Rival malas.


"Kalau kita melamar dibagian satpam sepertinya di terima itu." Ucap Budi.


"Iya Rival, apa salahnya kita coba." timpal Anto.


Rival diam saja. Dia nampak memain-mainkan bungkus rokok Budi.


"Aku tidak tertarik. Kalian saja yang mencobanya."


"Permisi," ucap Rili mengangetkan ke tiga pria tersebut. Rili membawa 3 gelas teh manis panas. Dia meletakkan nampan yang berisi teh manis tersebut ditengah ketiga pria yang sedang duduk bersila dan saling berhadap-hadapan.


"Terima kasih ya dek!" ucap Budi dan tersenyum.


"Iya bang, sama-sama. Silahkan diminum!" ucap Rili.


Rili pun meninggalkan tempat itu dan masuk ke dalam rumah.


"Ya Ampun Rival, istrimu itu cantik sekali. Mulus lagi. Seperti artis aja." ucap Anto dengan mata tanpa berkedip melihat kepergian Rili.


Budi menepuk paha Anto, akhirnya Dia tersadar. "Matamu itu perlu di rukiyah. Bisa-bisa kamu menilai mesum istri temanmu didepannya." Ucap Budi.


"Maaf ya Rival,! oohh ya, benar belum jebol?" tanya Anto dan menatap Rival.


Rival diam saja, Dia nampak malas membahas hal seperti itu.


Walau sebenarnya pria lah lebih sering menggosip di kedai daripada wanita. Pria bisa tahan di kedai sampai ber jam-jam. Kalau wanita paling setengah jam makan mie SOP dan gorengan udah langsung balik ke rumah.

__ADS_1


"Eehhmmmm.... kalau Aku punya istri seperti itu, habis sholat magrib saat rumah sepi. Aku langsung beraksi. Waktu 7 hari itu akan ku manfaatkan dengan baik." Ucap Anto dengan begitu semangatnya.


Rival hanya senyum-senyum menanggapi ocehan kawannya itu.


"Kalau sudah tidak ada lagi yang mau dibahas, cepat kalian habiskan teh manis itu. Dan segera pergilah, karena Aku mau melakukan ibadah dengan istriku." Ucap Rival dengan nada suara sedikit tinggi sehingga Rili mendengarnya dari dalam rumah.


Deg.... Rili langsung panik setelah mendengar ucapan Rival. 'Benarkah Dia akan meminta hak nya malam ini?" gumam Rili dalam hati.


Rili cepat masuk ke dalam kamar, lebih baik Dia cepat tidur. Semoga Dia bisa selamat dari terkaman Rival malam ini.


Didalam selimut, Rili mendengarkan semua kegiatan Rival. Mulai dari membuka pintu dan masuk kemudian mengunci pintu depan rumah mereka. Kemudian Rili mendengar suara kaki Rival masuk ke dapur.


Ya, karena rumah Rival, rumah panggung. Maka suara orang berjalan sangat jelas terdengar. karena kaki berbenturan dengan lantai papan Rumah Rival.


Jarak kamar Rival yang dekat ke dapur. Membuat aktifitas orang di dapur pasti terdengar ke dalam kamar. Rili mendengar Rival menuangkan air ke gelas dan meminumnya.


Tuk....tuk...tuk... langkah kaki Rival terdengar menuju kamar mereka. Tuk...tuk...tuk... dan Rili pun takut dag Dig dug seerrr..... Darahnya berdesir hebat. Dia berdoa dalam hati agar Rival jangan menyentuhnya.


Ceklek....


Rival masuk ke dalam kamar. Ia melihat tubuh istrinya sudah ditutupi selimut. Rival tersenyum kecil. Dia tahu istrinya itu belum siap. Jadi Dia akan mencoba menggoda istrinya tersebut.


Rival naik ke tempat tidur, dengan merangkak dan menyandarkan punggung serta kepalanya di kepala ranjang.


"Dek... Dek, belum tidurkan?" ucap Rival sambil melirik Rili di dalam selimut.


Rili yang ketakutan, dan belum siap untuk disentuh akhirnya melakukan hal konyol. Dia tidak sadar menjawab pertanyaan Rival.


"Sudah tidur bang!" jawabnya menirukan suara laki-laki.


"Orang tidur koq bisa ngomong ya?" tanya Rival.


Rili pun panik di dalam selimut. Apa aku ngomong ya? sepertinya Aku tidak ngomong deh. gumamnya.


"Bisalah bang, mungkin Lagi ngingau." Ucap Rili dari dalam selimut. Dia pun akhirnya tersadar dengan kelakuannya. "Ma*mpus!" ucapnya pelan.


Ternyata Rival mendengarnya. Rival pun tertawa.


Rival meraih selimut Rili, Dia menarik pelan. Sehingga tampaklah wajah Rili yang ketakutan dan dahinya berkeringat.


Rival memandang lekat netra Rili, yang membuat Rili salah tingkah.


"Tidurlah dek, jangan takut sama Abang. Seperti janji Abang. Kita akan melakukannya apabila Adek sudah ikhlas Abang sentuh." Ucap Rival dan masih menatap wajah Rili. Rili malu dan akhirnya membuang mukanya sedikit menghadap dinding kamar.


Rival meraih wajah Rili yang berpaling. dan akhirnya mereka kembali bersitatap.


"Kalau cium kening, bolehkan dek?" tanya Rival dengan perasaan malu dan takut. Dia takut permintaannya ditolak Rili.


Bersambung..


Mohon beri like, coment positif, vote, rate bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.


Author akan sangat senang dan semangat menulis jika dapat Vote.


Dan gabung ke group chat author ya kakak2 Tersayang. Di group kita bisa saling sharing.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2