Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
BOS


__ADS_3

Kini Rival sedang berjalan menuju lift yang ditemani oleh Bapak Junaedi yang menjabat sebagai Asisten Kepala. Ruangan kerja Yasir ada di lantai Dua. Ya, Bangunan perkantoran di perkebunan ini hanya terdiri dari dua lantai.


Ting...


Pintu lift terbuka, Rival dan Bapak Junaedi langsung menuju Ruangan Yasir yang terletak Di depan Pintu lift yang berjarak hanya 5 Meter dari pintu Lift khusus untuk pimpinan Dewan Komisaris Utama.


Tok...tok..tok... Junaedi mengetok pintu ruangan Yasir dan langsung menekan knop pintu tersebut.


Rival dan Bapak Junaedi sudah masuk ke ruang kerja Yasir. Tapi, Yasir tidak berada di kursi meja kerjanya.


"Bapak tunggu aja di sofa itu. Bos sepertinya lagi di kamar mandi." Ucap Junaidi dan Dia menunjuk sofa berwarna coklat yang berada di sudut ruang tersebut.


Rival mendudukkan bokongnya di sofa yang sangat empuk itu. Dia bingung harus melakukan apa, karena Yasir belum keluar juga dari kamar mandi.


Matanya menyoroti setiap sudut ruangan kerja Yasir.


Yasir Kurnia, S.T., M.A. Begitulah tulisan yang terdapat di Name desk diatas meja Yasir yang diukir dengan berbahan kayu. Matanya kini beralih disebelahnya berdiri megah lemari untuk file.


Ruangan itu begitu mewah dengan desain interior modern, dinding ruangan dihiasi oleh lukisan indah. Tapi, satu lukisan menarik perhatiannya kembali. Saking penasarannya Rival berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati lukisan tersebut. Dia melihat lukisan seorang gadis kecil sedang menjujung tempayan yang wajahnya menghadap kedepan membelakangi laut.


Dia memperhatikan dengan teliti wajah dalam lukisan itu, Dia seolah mengenali wajah dilukisan tersebut. Tapi, Dia tidak tahu siapa pastinya.


"Eehhmmmm..."


Dehemam Yasir menyadarkan Rival dari ketercengangannya melihat lukisan gadis kecil itu.


"Oohh... Maaf Pak, saya sudah lancang melihat-lihat isi ruangan ini." Ucap Rival dan kini kembali duduk di sofa setelah Yasir memintanya duduk kembali di sofa.


Mereka berdua kini sedang duduk di sofa. Yasir duduk menyandarkan punggungnya di badan sofa sedangkan kakinya menyilang. Rival duduk tegak dengan posisi pergelangan kaki menyilang.


"Abang sudah lama menunggu?" tanya Yasir.


"Tidak Pak, 10 menit mungkin adalah." Jawab Rival jujur sambil tersenyum.


"Iya, maaf sudah menunggu. Perut saya mules. Efek masuk angin dan banyak pikiran." Jawab Yasir dengan membalas senyum Rival.


"Ini Bos koq baik dan nampak ramah ya? sepertinya banyak cerita juga." Gumam Rival dalam hati.


Ceklek....


OB nampak membawa teh dan menaruhnya di atas meja kaca sofa.


"Boleh lihat KTP Abang?" tanya Yasir.


"Oohh.. iya boleh pak." Rival kemudian merogoh dompetnya dari kantong celananya dan mengeluarkan KTPnya kemudian memberikannya kepada Yasir.

__ADS_1


"Oohh... Abang belum menikah? tapi, kemarin katanya sudah." Ucap Yasir sambil membaca detail yang tertulis di KTP Rival.


"Sudah Pak, baru empat hari yang lalu. Jadi KTPnya belum diubah statusnya." Jawab Rival tersenyum.


"Ooohhh... Selamat ya Bang, pengantin baru ternyata." Ucap Yasir dengan memberikan kembali KTP Rival.


"Saya tidak perlu men test Abang, Saya hanya ingin Abang bekerja membantu saya dengan jujur."


"Kenapa Bapak bisa seyakin itu kepada saya, kalau saya tidak bisa melaksanakan pekerjaan saya bagaimana? selama ini saya hanya bekerja sebagai karyawan pabrik dan pekerja serabutan." Jawab Rival dengan bingungnya. Kenapa Dia tidak di test.


"Saat ini saya hanya butuh asisten yang mampu membantu saya menangani Perusahaan ini. Saya, baru pulih dua Minggu lalu. Terus saya punya masalah pribadi yang sangat mengguncang jiwa saya.


Sebenarnya saya belum siap untuk bekerja, tapi tidak ada lagi yang dapat diharapkan untuk mengontrol semua perusahaan, karena sekarang Ayah pun dalam keadaan sakit parah.


Tiga bulan yang lalu Yasir bertengkar hebat dengan Ayahnya. Karena Yasir tidak mau lagi mengikuti semua keinginan Ayahnya yang mengatur hidupnya.


Ayahnya mengancam akan mengeluarkan namanya dari jabatan penting di Kurnia Group saat RUPS( Rapat umum pemegang saham). Rival tidak gentar. Dia menantang Ayahnya dan lebih memilih meninggalkan semuanya.


"Aku merasa Abang orang baik yang bisa saya percaya sebagai asisten saya. Tugas Abang nanti saya ajari perlahan-lahan." Ucap Yasir, Dia nampak menghela napas.


Rival terkejut mendengar penjelasan Yasir. Dia merasa tidak sanggup untuk melaksanakan pekerjaan yang ditawarkan Yasir. Tapi, Dia akan mencoba.


"Baiklah Pak!" Ucap Rival.


"Haaahhh...!" Rival terkejut mendengarnya.


"Saya tidak merasa enak manggil nama kepada Bapak." Ucap Rival sedikit canggung.


"Anggap saja saya ini Adik dari Abang Rival. Ingin rasanya punya saudara tempat berbagi." Ucap Yasir sambil menyeruput tehnya.


"Kalau berbagi masalah, jangan lah pak!" Ucap Rival bercanda yang membuat mereka berdua tertawa secara bersamaan.


"Apalagi berbagi istri kan?" ujar Yasir menimpali Rival.


Mereka saling pandang dan akhirnya tertawa kembali secara bersamaan.


"Janganlah Pak. Kasihan istrinya kalau sempat berbagi. Poliandri dong?" ucap Riv dengan serius. Dia ingin mengakhiri seloroh tersebut. Tapi Yasir malah melanjutkannya.


"Koq kasihan, istrinya untung banget itu. Mendapat penghasilan double." Ucap Yasir dia melap air mata yang terdapat di ujung matanya. Mata Yasir sampai berair karena tertawa bahagia. Dia merasa cocok dengan Rival yang supel itu.


"Dari laporan yang saya terima, pendapatan dari perkebunan tiga bulan terakhir ini menurun drastis. Padahal prosedur perawatan sesuai aturan." Ucap Yasir. Dia mengambil loporan produksi bulanan. Yasir menjelaskan kepada Rival maksud dari laporan tersebut. Ternyata Rival dengan cepat memahinya.


"Sepertinya Abang, cepat mengerti." Ucap Yasir sambil menepuk bahu Rival yang duduk disebelahnya.


Yasir saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama yang bertugas Melaksanakan dan bertanggung jawab atas pengawasan atas pengurusan Perusahaan, serta memberikan nasihat kepada Direksi.

__ADS_1


Tugas Dewan Komisaris


Menyetujui rencana kerja tahunan Perseroan selambat-lambatnya sebelum tahun buku berikutnya dimulai.


Melaksanakan tugas-tugas yang secara khusus ditugaskan kepadanya berdasarkan Anggaran Dasar, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau keputusan RUPS.


Melaksanakan tugas, kuasa dan tanggung jawab sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan RUPS.


Memeriksa dan menelaah laporan tahunan yang disusun oleh Direksi dan menandatangani laporan tersebut


Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan, serta menerapkan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, independensi, akuntabilitas dan kewajaran.


Yasir menjelaskan semua tugasnya kepada Rival. Dia berharap Rival bisa membantunya. Walau Rival tidak mempunyai kwalifikasi pendidikan di bidang tersebut.


Entah keyakinan dari mana yang didapat Yasir, sehingga Dia merasa benar dan tepat menunjuk Rival sebagai asistennya.


Dia menilai Rival orang yang cerdas, disiplin dan jujur. Buktinya disuruh datang jam 9. Rival sudah datang sebelum jam 8 pagi.


Rival nampak mendengarkan penjelasan Yasir dengan serius. Demi mendapatkan uang yang banyak agar bisa membahagiakan istrinya. Dia akan berusaha tidak akan membuat Yasir kecewa.


Semoga dengan mendapat pekerjaan yang bagus, Dia berharap istrinya bisa menerima keberadaanya disisinya.


"Satu lagi, Aku ingin nanti Abang mengevaluasi tentang Perkembangan Bagian Kesehatan, pendidikan, pasar, tempat beribadah, serta taman di perkebunan ini. Aku ingin semua karyawan mendapat fasilitas yang bagus. Sehingga keluarga karyawan bisa nyaman tinggal di perkebunan ini.


"Dan yang paling penting, satu lagi tugas Abang. Tolong nego Dokter keluarga untuk saya. Karena saya masih belum pulih total. Mungkin diwaktu-waktu tertentu saya sangat membutuhkan tenaga medis yang harus bisa datang kapan saja disaat saya butuh." Ucap Yasir.


"Ok pak."


"Koq jawab Bapak lagi bang?" ucap Yasir.


"Aduhhh... beneran Pak, saya tidak bisa memanggil dengan nama Bapak." Ya udah terserah Abang sajalah bagaimana enaknya." Jawab Yasir. Dia nampak meminum habis teh hijau minuman favoritnya.


"Ayo diminum tehnya bang!" ucap Yasir.


"Ok Bos," Rival menyeruput teh nya. "Sepertinya akan lebih baik saya manggil Bapak dengan sebutan BOS.!" ucap Rival dengan tersenyum.


Bersambung...


Mohon beri like, coment positif. Rate bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.


Jangan lupa VOTE nya kak, biar lebih semangat lagi authornya.


Author juga ada group. Silahkan gabung ke group ya kak.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2