Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Mencium keningmu


__ADS_3

Kini Rili dan Rival sedang duduk di kursi pelaminan. Kedatangan kedua mempelai dipelaminan membuat para undangan terhipnotis. Gaun warna Rose gold yang dikenakan Rili sungguh sangat indah dipandang mata. Begitu juga stelan jas yang senada yang dikenakan Rival, membuat pria semakin tampan saja dan terlihat lebih muda.



Saat ada tamu yang datang ke atas pelaminan, Rival langsung berdiri dan tersenyum untuk bersalaman, Rili juga melakukan hal yang sama. Rili selalu tersenyum kepada para tamu undangan, tapi anehnya sekalipun Dia tidak pernah menatap Rival. Matanya selalu fokus kedepan.


Sang kameraman pun akhirnya membuat pasangan itu menjadi kaku dan tegang. Dimana kameraman meminta mereka berfose mesra saat pemotretan untuk dokumentasi.


"Bang, tolong lebih mesra sedikit. Letakkan tangan kiri Abang di pinggang istrinya dan rengkuh lebih dekat lagi terus pandangan menghadap kamera, sedangkan tangan kanannya disaku celana jas nya ya bang!" ucap cameraman dengan sedikit menyunggingkan senyum. Dia lagi mengerjai pasangan pengantin yang kaku ini.


Rival melakukan perintah sang cameraman, dengan perasaan yang tegang. Dentaman jantung tak mengizinkannya mendengar otak yang memerintahkannya untuk tetap tenang. Otaknya berteriak-teriak, menyuruh jantungnya berhenti berdetak sedemikian cepat. Percuma. Ia justru melawan. Keringat mulai berkumpul di telapak tangan Rival yang berusaha merengkuh pinggang Rili.


Rili malah terlihat bersikap biasa saja disaat cameraman memintanya merengkuh pinggang Rival dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya, memegang jas Rival yang menutupi bagian perut rival tersebut dan pandangan mata menghadap kamera.


Entahlah Rili sekarang tiba-tiba berubah jadi sosok wanita tanpa ekspresi. Seumpama Dia menuruti kata hatinya tidak mau bersentuhan dengan Rival di depan khalayak ramai. Maka jelas sudah Dia pasti jadi bahan gosip para tamu undangan.


Rival sangat senang, ternyata Rili bisa menempatkan diri dalam kondisi yang menegangkan buat keduanya.


Berbagai pose mesra pun berhasil di jepret oleh cameramen. Bahkan foto dengan keluarga kedua belah pihak telah dilakukan.


"Bang, ini foto terakhir ya, saya harap di adegankan dengan baik biar sekali jepret hasilnya bagus." Ucap Sang cameraman.


Rival menjawab perkataan cameraman hanya dengan mengacungkan satu jempol. pertanda Dia mengerti perintah sang cameraman.


Cameraman memerintahkan kedua mempelai saling berhadapan, kemudian kedua tangan Rili dan Rival saling bertautan lalu Rival mencium kening Rili.


Jangan tanya bagaimana reaksi tubuh Rival saat melakukan adegan itu. Disaat Rival hendak mencium kening Rili, Lagi-lagi dentaman jantungnya bergerak cepat. Jarak wajah keduanya sudah sangat dekat, tatapan mata Rival yang mematikan itu, membuat Rili membuang sedikit wajahnya kearah samping. Entahlah, Rili tidak berani menatap mata Rival.


"Kak, tolong wajahnya jangan dimiringkan. Menghadap suaminya ya kak! setelah hitungan ketiga ciumannya baru dilepas ya bang?" ucap cameramen.

__ADS_1


Kini Rival sudah nampak mencium kening Rili dengan perasaan nano-nano.


Rili heran, kenapa sang cameraman tidak memberi kode bahwa sudah selesai dipotret dengan menyebutkan angka 1,2, 3...,


Rili merasa adegan ciuman kening itu sudah memakan waktu lebih dari 5 menit. Sehingga Dia menarik kepalanya dan menjauh dari Rival kemudian duduk kembali.


Rival dibuat canggung dengan adegan tersebut, Dia malu sekali terhadap Rili. Untuk menghilangkan rasa canggungnya, Rival nampak menggaruk kepalanya yang tak gatal itu dan memijat-mijat tengkuknya.


Waktu sholat Dzuhur telah tiba.


"Dek, kita Isoma dulu." Ucap Rival dan memandang wajah Rili yang duduk disebelah kirinya.


"Iya bang," Jawab Rili.


Kini Rili sudah masuk kembali ke kamar Riasnya dibantu perias makhluk jadi-jadian tersebut. Sedangkan Rival memilih sholat di ruang sholat di rumah Rili tersebut. Dia sengaja Tidak mau memasuki kamar. Karena setelah sholat Rili juga akan berganti kostum kebaya. Dimana kebaya ini jugalah yang akan dipakainya di saat di boyong ke rumah Rival.


Waktu perpisahan dengan keluarga besar Rili pun telah tiba. Di ruang tamu dan kelaurga Rili yang sudah dihias indah, kini nampak sudah berkumpul kedua belah pihak dari keluarga mempelai, ada tokoh masyarakat juga.


Rili dan Rival nampak menyalami orang tua Rili dan saudara Rili. Suasana semakin mencekam disaat Rili minta izin dan minta maaf kepada kedua orang tuanya.


"Ma..... mama.... hiks....hiks... hiks...Maafkan putrimu ini yang belum bisa membahagiakan mama," ucap Rili dengan menangis histeris sambil memeluk mamanya yang tengah duduk di ruangan tersebut.


"Mama.... hiks.... hiks.... hiks... Doakan putrimu ini ma!" ucap Rili dengan masih menangis kuat dan menghujani wajah mamanya itu dengan ciuman.


Dia sangat sedih, karena mamanya begitu mengerti dengan dirinya. Kesedihan Rili bertambah karena Dia menikah dengan pria yang jauh dari kota mereka tinggal.


"Iya nak, hiks... hiks.....hiks... mama selalu mendoakan kebahagiaanmu nak, semoga kamu selalu sehat di tempat keluarga barumu. Pandai-pandailah lah nak menyesuaikan diri dengan keluarga suamimu. Hiks..... hiks....!" ucap mama Rili. Hatinya sebenarnya sangat berat untuk melepas putri semata wayangnya tersebut.


"Patuh dan taat terhadap suamimu ya nak!" ucap mama Rili dan mengurai pelukan keduanya dan mencium kening putrinya tersebut.

__ADS_1


Rili masih terus menangis.


Kini Rili nampak bersimpuh dan memeluk ayahnya. Air mata juga tak henti-hentinya keluar dari mata indahnya.


Nasehat yang ayah Rili katakan hampir sama dengan nasehat yang di ucapkan istrinya tersebut.


Rival nampak memeluk Ibu mertuanya dengan sangat hangat dan tersenyum bahagia.


Kini Rival meminta izin serta meminta maaf kepada Ayah Rili.


Rival nampak memeluk ayah Rili dengan sangat erat.


"Rival minta izin untuk membawa putri ayah. Maafkan Rival kalau ada salah. Doakan kami ayah!" ucap Rival dalam pelukan mertuanya tersebut.


"Iya nak," jawab Ayah Rili dan mengurai pelukannya kemudian memegang kedua bahu Rival.


"Kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan. Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga kami!" Ucap Ayah Rili tegas dengan masih memegang kedua bahu Rival. Mata pria tua itu nampak berkaca-kaca.


"Kalau putri kami berbuat salah, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia. jaga putriku!" ucap Ayah Rili dan kemudian memeluk kembali menantunya tersebut.


Kini kedua mempelai sudah memasuki mobil Kijang Inova warna hitam yang sudah dihias, mobil itu adalah mobil yang disewa rival. Di dalam mobil itu juga ada 3 bibi Rili dari keluarga ayahnya dan satu anak gadis. Keluarga Rili tersebut akan ikut mengantarkan Rili ke kampung Rival. dan esok harinya keluarga Rili tersebut harus pulang ke kota mereka yaitu di kota S.


Ternyata rombongan pengantin pria yang datang dari kampung sangat banyak. Untuk mengangkut semua rombongan, Rival akhirnya menyewa Bus besar.


Akhirnya Rilipun diboyong ke kampung Rival setelah pukul 5 sore, kalau tidak ada halangan di jalan maka, mereka akan sampai di kampung Rival sekitar pukul 21.00- 22.00Wib.


Suasana di dalam mobil hening.


Bersambung.

__ADS_1


Mohon beri like, coment positif, vote,rate dan jadikan novel ini favorit.


Terima kasih


__ADS_2