
"Bang Rival, mari saya perkenalkan kepada Direktur Utama." Ucap Yasir. Rival nampak memberesi file yang sempat dibacanya sekilas.
"Ok Bos!" jawab Rival. Kini kedua pria tampan itu keluar dari ruangan Yasir dan menuju ke ruang rapat. Disana sudah berkumpul para Direktur, Askep dan Stap.
Yasir mengadakan rapat, untuk memintai pertanggung jawaban dari laporan setiap afdeling. Sekaligus Yasir memperkenalkan Asisten barunya yaitu Rival.
"Mulai dari sekarang, semua urusan saya percayakan kepada Bapak Rival." Ucap Yasir setelah Dia menyampaikan kebijakan-kebijakan baru dan peraturan baru untuk semua karyawan.
"Semua pekerja disini harus Fight, jujur, disiplin dan loyal kepada perusahaan ini. Kerja keras anda-anda semua akan saya beri penghargaan baik peningkatan gaji atau bonus lainnya. Tapi, pegawai yang hanya Diam tanpa ada terobosan, inovasi baru dan tidak mau ikut aturan main dari saya, boleh meninggalkan perusahaan ini. Silahkan lemparkan handuk merah anda!
"Aku ingin SDM yang betul-betul memberikan dedikasinya buat kemajuan perusahaan ini. Jangan ada pegawai yang seperti Timun bungkuk, berat ditimbangan, pahit lagi, akhirnya tidak laku dipasaran dan tidak berguna." Ucap Yasir dengan penuh ketegasan dan keyakinan. Para Direktur dan karyawan lainnya hanya bisa mendengar umtimatim Bos Baru mereka dengan diam.
Ya, sebelumnya Yasir memegang jabatan Directur Utama. Tapi, Seminggu yang lalu saat RUPS ( Rapat umum pemegang saham) Rival diangkat menjadi Komisaris Utama.
Rapat pun selesai, Rival dibuat tercengang melihat kharisma Yasir yang begitu tegasnya menjadi seorang pemimpin.
Kini Yasir dan Rival kembali lagi ke ruangan Yasir. "Ini file, Abang pelajari dulu sebentar. Nanti setelah makan siang. Saya akan ajak Abang ke lapangan. Melihat Pabrik dan gudang." Ucap Yasir, Dia pun mendudukkan bokongnya di kursi megahnya. Yasir memegang kepala bagian depan serta memijit keningnya.
"Apa Bos sakit?" tanya Rival dan hendak mendekati Yasir. Tapi, Yasir menahan gerakan Rival dengan mengangkat tangannya.
"Kepala saya belum sembuh total, saya tidak boleh terlalu banyak berfikir, bahkan saya dalam satu Minggu kedepan dilarang dokter memegang dan menggunakan ponsel. Kemarin sempat saya langgar saat menghubungi Asisten saya, akhirnya saya drop." Ucap Yasir sambil tetap memijat keningnya.
"Boleh saya bantu Bos untuk memijatnya?" tawar Rival.
"Tidak usah Bang, istirahat satu jam saja akan mendingan." Jawab Yasir, Dia nampak meringis kesakitan. Kepalanya seperti ditusuk-tusuk jarum.
"Yasir gak tahu ya? kalau Rival jago mijat." Ucap Author febriliani
Tet.....
Yasir menekan intercom kepada sekretarisnya.
Ceklek..
Seorang gadis cantik berpakaian sopan dengan celana kain warna hitam dipadu kemeja masuk ke ruangan Yasir.
__ADS_1
Ya, Sejak diangkat menjadi Komisaris Utama, Dengan cepat Yasir mengirimkan SOP ke perusahaannya untuk cara berpakaian wanita di kantornya. Bahwa dilarang memakai pakaian ketat.
"Ya pak, ada apa pak memanggil saya?" tanya Sekretaris yang di name tagnya tertulis Arini.
"Arini, antar Bapak Rival ke ruangannya." Ucap Yasir dan melihat ke arah Rival.
"Baik pak, Ayo Pak Yasir saya tunjukkan ruangan anda." Ucap Arini dengan hormatnya. Mereka pun keluar dari ruangan Yasir.
Kini Rival memasuki ruang kerjanya. Ruangannya berada disebelah ruangan Yasir. Rival nampak serius mempelajari file-file yang diberikan Yasir.
🏵️🏵️🏵️
Rili baru saja pulang dari sungai, tadi Ibu Ida mengajak Rili untuk mencuci pakaian ke sungai.
Dia ngos-ngosan dan beristirahat duduk di balai-balai setelah dengan susah payah berjalan ditanjakan selesai mencuci dari sungai. Bagaimana tidak ngos-ngosan Rili menjujung ember ukuran besar. Karena Bounya tadi menyuruh Dia mencuci semua pakaian anggota keluarga di Rumah itu. Kepala rasanya mau lepas dari tempatnya, kaki kram, pinggang sakit.
Setelah menjemur pakaian, Dia pun mengistirahatkan tubuhnya di tempat tidurnya.
"Rili.... Rili..... Kamu dimana?.... Rili....!" Bounya berteriak dengan sangat kuat dari arah samping rumah tempat pakaian dijemur.
"A...ada apa Bou?" tanya Rili dengan gugup dan takut. tangannya nampak gemetar memegangi ujung bajunya.
"Nih, kamu lihat dengan matamu. Baju mewah Bou yang dibeliin Rival sudah dimakan lembu. Dasar menantu tukang tidur." Ucap Bounya sambil melempar bajunya ke wajah Rili dan berlalu pergi dari tempat itu. Sepanjang jalan menuju rumah putrinya Mila, Bou Rili merepet saja. Sepertinya Dia akan menggosipin Rili kepada putrinya.
Rili meraih baju Bounya yang dilemparkan ke wajahnya. Air mata lagi-lagi bercucuran keluar dari mata indahnya.
Dia merasa sangat putus asa dan sedih. Rasanya Dia tidak tahan lagi. Menikah dengan pria yang tidak dicintai, mendapat mertua yang sangat membencinya. Tidak bisa melupakan pria yang meninggalkannya tanpa kabar.
"Sakit....sakit Bu!" Rili memukul-mukul dadanya dengan keras. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Sungguh Dia sangat emosional sampai tidak bisa menahan dirinya untuk tenang.
Lama Rili terduduk dan menangisi kisah hidupnya. Syukur saat itu kampung masih sepi, karena kebanyakan warga yang bertani belum pulang dari sawah. Sehingga tidak ada mata yang melihat dirinya yang seperti orang setres tersebut.
"Bu, Anakmu ini rindu pelukanmu!" ucapnya sambil terisak-isak dan melap ingusnya dengan baju Bounya yang sudah rusak karena dimakan lembu sebagian.
Dia memang sangat lelah, ditambah tadi malam kurang tidur. Jadi, tadi Dia tidur seperti kerbau selama 3 jam. Dia tidak tahu kalau lembu mau juga memakan pakaian. Karena memang saat Dia jemur pakaian, kandang lembu yang belakang rumah Rival terbuka.
Lama Rili menangis dalam keadaan terduduk di rerumputan manis didekat jemuran. Tangisannya reda, saat anak-anak gadis remaja kampung tersebut bercanda-canda saat mau ke sungai. Anak-anak tersebut menegurnya dan mengajaknya ke sungai.
__ADS_1
Rili menolak permintaan anak-anak tersebut. Dia masuk ke rumah dan membawa pakaian yang sudah kering, ternyata sudah setengah tiga. Dia cepat-cepat berwudhu dan melaksanakan sholatnya.
Setelah sholat Dia merasa kepalanya sangat sakit, tiba-tiba badan menjadi sangat panas. Diapun akhirnya mencoba untuk beristirahat di tempat tidurnya.Tapi, Dia tidak bisa tidur karena suhu tubuhnya makin tinggi.
"Bu.... Rili sakit Bu!" ucapnya sambil menangis sejadi-jadinya. Lama menangis malah membuat kepalanya makin sakit. Mata bengkak, badan rasanya mau remuk dan panas. Dia mencoba menutup tubuhnya dengan selimut tebal. Dia berharap bisa keringatan. Siapa tahu dengan keluar keringat. Panasnya bisa turun, tapi nyatanya tidak.
🌼🌼🌼
Rival sedang memberesi file-file yang sedang dipelajarinya. Tadi, setelah survey ke Pabrik, gudang dan lahan perkebunan. Yasir memintanya masuk ke ruangannya sekitar pukul 16.00 Wib.
Mereka akan pulang bersama dengan menggunakan mobil Yasir. Sedangkan motor Rival akan dikendarai oleh temannya Budi timnya mendodos.
Saat berkunjung kelapangan Rival bertemu dengan Budi. Budi sangat terkejut mengetahui Rival menjadi Asisten Komisaris Utama. Saat itulah Rival meminta Budi untuk membawa motornya nanti saat setelah selesai memanen sawit. Dan motor Budi nantinya akan dibawa oleh Anto.
Ceklek....
Rival masuk ke ruangan Yasir tanpa mengetuk pintu dulu.
"Oh maaf Bos, maaf Aku lupa mengetuk pintu. Aku akan keluar." Ucap Rival. Dia sangat terkejut dengan pemandangan di depan matanya. Dimana ada seorang wanita cantik dengan memakai celana jeans dan kemeja ketat dengan belahan dada sedikit turun karena satu kancing kemeja wanita itu sudah terbuka.
Wanita itu nampak memegang kedua bahu Yasir dan Yasir memeluk pinggang wanita itu, sedangkan dipipi Yasir ada bekas lipstik warna merah.
"Iya tutup pintunya Abang Rival, tunggu aku di bawah. Kita pulang sama seperti perintahku tadi siang." Ucap Yasir Dia nampak berusaha melepaskan pelukannya dari pinggang wanita yang nampak menahan tangannya.
"Maura, lepasin dulu!" seru Yasir dengan melototkan matanya ke arah Maura.
"Aku kangen!" ucap Maura manja. Percakapan keduanya masih didengar Rival. Karena Dia belum keluar dari Ruangan. Dia masih berdiri didekat pintu.
Bersambung...
Mohon beri like, coment positif. Rate bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.
Jangan lupa VOTE nya kak, biar lebih semangat lagi authornya.
Author juga ada group. Silahkan gabung ke group ya kak.
Terima kasih
__ADS_1