Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Siapa?


__ADS_3

Brughhh.... Yasir yang tidak lihat jalan itu, karena tertawa dan menciumi pipi Rili saat digendongannya, menabrak tubuh seorang pria.


"Maaf, ucap Yasir cepat dan melanjutkan langkahnya menuju Hotel. Sedangkan Rili merasa tidak enak dan malu. Karena pria yang ditabrak Yasir adalah Ruslan. Pria yang sempat pendekatan kepadanya selama 3 bulan ini.


Ruslan hanya bisa menatap kepergian pasutri itu. Rili melihatnya, Rili ingin menyapa Ruslan. Tapi, Yasir dengan cepat melanjutkan langkahnya. Sedangkan Yasir tidak familiar dengan wajah Ruslan. Sehingga Dia cuek.


"Turunin Sayang, Aku bisa jalan sendiri. Aku malu dilihatin orang." Ucap Rili dan berontak kecil digendongan Rival.


"Peduli amat sama orang sayang. Apa kamu tidak tahu, kenapa Abang gendong kamu?" tanya Yasir dan mempercepat langkahnya. Bibirnya gemetar karena kedinginan.


"Tidak tahu."


"Abang kedinginan sayang. Makanya Abang gendong Adek. Biar badan Abang banget, terus dengan menggendong Adek. Akan membuat kalori terbakar, sehingga mengurangi rasa dingin ditubuh Abang. Ini gara-gara Adek. Adek harus terima hukuman nanti." Ucap Yasir genit, kini mereka sudah di dalam lift khusus.


"Hukuman? Koq Adek di hukum?" tanya Rili bingung. Dia merasa tidak melakukan kesalahan.


"Hukumannya enak koq sayang." Ucap Yasir dengan mencium cepat bibir Rili yang digendongnya.


Mereka keluar dari lift dan berjalan menuju kamar. Rili menekan handle pintu yang tidak dikunci itu. Mereka masuk ke kamar. Dan Yasir langsung membawa Rili ke kamar mandi.


Yasir menurunkan tubuh Rili di bawah shower. Mereka membersihkan tubuhnya dari air asin itu.


"Abang aja yang buka baju Adek," Ucap Yasir. Dia membuka kaos yang dikenakan Rili, dimana pasir masih menempel dikaos itu. Rili sangat malu, pakaiannya dilepaskan oleh Yasir dari Tubuhnya.


Glek.... Mata Yasir melotot melihat tubuh indah Rili yang putih dan halus. Bua*h dada nampak menonjol keluar, sepertinya ukurannya sudah bertambah. Rili sangat malu ditatap mesum oleh Yasir. Dia membalik badannya. Mengalihkan tatapan Yasir yang mendamba itu.


Tentu saja tingkah Rili, membuat Yasir makin tertantang. Dia langsung memeluk tubuh Rili dari belakang. Tangannya langsung bergerak ke bukit kembar Rili yang masih terbungkus Bra itu. Kehangatan bukit kembar itu, membuat gigi Yasir menggelitik. Sedangkan bibirnya sudah menjelajah di tengkuk, ceruk leher dan telinga Rili. Yang membuat Rili panas dingin. Rasa geli, membuatnya ingin lebih. "Emmmmhh!" erangan itu lolos dari mulut Rili. Yang membuat gairah Yasir semakin menggelora.


Yasir membalik tubuh Rili, matanya yang sayu itu menatap rakus bibir Rili yang ranum. Dia pun langsung melu*mar bibir Rili yang sangat manis dirasanya. Sedangkan tangannya sudah bergerak membuka pengait Bra Rili. Ciuman itu pun menjalar ke seluruh tubuh Rili, yang tentunya Rili sekarang sudah dalam keadaan polos.


Terkadang Yasir sedikit membungkukkan tubuhnya, agar bisa menikmati bukit kembar Rili. Dia mengisap keras pucuk bukit kembar Rili. Dia geram, Dia seperti bayi yang kehausan. Aksinya membuat pucuk bukit kembar Rili sedikit memerah. Rili mendorong tubuh Yasir.


"Maaf sayang, Abang gemes. Ingin rasanya Abang menelannya. Karena gemesnya. iihhhh... " Ucap Yasir, sungguh Dia gemes sekali melihat istrinya itu.


Ucapan Yasir benar-benar membuat Rili malu dan merasa begitu di puja. Semua yang ada ditubuh Rili, sangat dikagumi oleh Yasir.

__ADS_1


"Adek bukain baju Abang dong!" rengeknya, Rili pun melakukannya. Kali ini Yasir meminta, Rili memberi kepuasan padanya dibagian juniornya Rili pun menunduk yang membuat Yasir frustasi ingin lebih. Akhirnya pertempuran pun terjadi di kamar mandi dengan dua gaya.


Setelah selesai make love, mereka melaksanakan sholat Magrib. Rili yang mencium punggung tangan Yasir, menguap berulang-ulang.


"Adek ngantuk?" tanya Yasir. Dia mencium kening Rili. Rili mengganguk, Yasir menarik Rili kepelukannya yang masih memakai mukena itu, dan glek.. Rili tertidur tidak sampai dalam hitungan 5 detik. Yasir beranggapan Rili belum tidur. Dia mengelus pelan lengan Rili.


"Sayang, nanti telpon Ayah ya? tanyain sudah jadi pulang atau belum?" ucap Yasir. Tapi, Rili tidak bersuara. Lama menunggu jawaban dari Rili, akhirnya Yasir melirik ke arah Rili. Ternyata istrinya itu sudah tertidur. Dia membopong tubuh Rili ke atas ranjang. Yasir menyelimuti tubuh istrinya itu sampai dada. Dia kembali mencium kening Rili. Lalu mengganti pakaiannya dengan celana jeans hitam serta baju kaos berkerah warna Abu rokok.


Yasir masuk ke ruang kerja di kamar hotel itu. Dia memeriksa dokument kontrak kerja samanya kembali dengan perusahaan Rival. Dia tidak menyangka, Rival masih menaruh hati kepada istrinya itu. Ada ketakutan tersendiri dihati Yasir. Dia takut, Rival akan jadi pebinor.


Secara Rival ternyata konglomerat dan punya banyak jenis usaha di dalam dan luar negeri. Dari pengamatan Yasir. Kekayaan Rival dengannya seimbang. Lamunan Yasir pun buyar, disaat Dia mendapat telepon dari Asisten Jef.


"Assalamualaikum Bos?" tanya Asisten Jef dengan ramah.


"Walaikumsalam."


"Bos, tidak turun untuk makan malam?"


"Tidak, kamu suruh pelayan antar makanan ke atas."


Yasir berfikir, "Bawakan makanan yang menambah stamina." Ucapnya Datar. Yasir tidak tahu, ucapannya itu membuat pikiran Jef menjadi berkelana.


"Ok Bos. Tancap terus Bos. Sampai tepar." Ucap Jef, sambil tertawa kecil. Yang membuat Yasir ikut tertawa, Dia paham maksud asistennya itu.


"Makanya kamu pun cepetan menikah. Aku kasih kamu nanti cuti selama satu bulan, untuk berbulan madu." Ucap Yasir dengan tertawa.


Jef diam. Dia tidak punya pacar, bagaimana mungkin Dia bisa menikah.


"Iya Bos." Jawabnya lesu, Yasir masih saja tertawa. Jef kesal mendengar tawa Bosnya. Dia pun mematikan sambungan telepon itu.


Yasir yang merasa diabaikan Asistennya itu, mendengus kesal dalam hati. Pasalnya Dia belum puas, meledek asistennya itu.


"Tidak sopan sekali anak itu. Beraninya Dia mematikan teleponnya tanpa kata penutup." Ucap Yasir, Dia pun menutup dokumen yang sempat dibacanya. Dan berdiri meregangkan otot-ototnya.


Dia berjalan ke arah tempat tidur, Dia memandangi wajah Rili yang tertidur pulas itu. Tidak tega rasanya membangunkannya untuk mengajak makan malam. Yasir mengecup kembali kening Rili. Dia berjalan menuju balkon.

__ADS_1


Pemandangan hamparan laut luas sangat indah, karena malam ini cuaca sangat cerah. Bintang kerlap-kerlip di langit. Sedangkan cahaya lampu menambah indahnya lautan.


Dert....Dert...Dert... getaran ponsel menggelitik paha Yasir. Dia pun merogoh ponselnya dari kantong celananya. Dia melihat di layar. Ada nama Jef sedang memanggil. Dia lun menekan tanda panggilan masuk.


"Ada apa Jef?" tanya Yasir dengan penasaran


Karena mereka baru saja melakukan panggilan. Kenapa Sekarang Asisten Jef menghubunginya.


"Bos, makannya di restoran aja ya?" ucap Jef.


"Emang kenapa?" bukannya menjawab malah bertanya balik.


"Tidak apa-apa sih?"


"Cepat antar makanannya, Aku sudah lapar." Ucap Yasir tegas.


"Eeehh bentar Bos. Ada yang mencarimu ini." Ucap Asisten Jef. Barusan ada pelayan yang menghantarkan seorang wanita untuk bertemu dengan Yasir.


"Siapa?


"Tidak tahu Bos, orangnya sangat cantik."


"Kamu handle saja disitu. Aku sedang tidak ingin diganggu.


"Tapi, wanita ini ngotot ingin berjumpa Bos."


TBC.


Mohon Beri like coment positif dan jadikan novel ini sebagai favorit.


Segera update aplikasi NT/ MT nya bunda. Jangan lupa dukung saya dengan vote hadiah dan vote rekomendasi.


Jangan lupa mampir ke novelku yang berjudul


PARIBAN I HATE YOU.

__ADS_1


__ADS_2