Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Mencoba menjadi suami seutuhnya


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju kantor, Rival yang masih berkendara itu banyak berfikir. Kenapa Pak Ali begitu baik kepadanya? Tidak mungkin hanya karena mau balas Budi. Karena Rival menolong Mely dari penjahat. Sampai-sampai mereka ingin Rival menjadikan Mely sebagai istri sesungguhnya.


Rival tidak merasa percaya diri untuk itu, ditambah Mely tidak sesuai dengan wanita kriterianya. Dia suka wanita seperti Rili. Mengingat Rili, Rival jadi sedih. "Aku berdoa semoga kamu bahagia Rili." Gumam Rival dalam hati. Dia pun melajukan mobilnya dengan cepat menuju kantor. Karena Dia sudah telat. Gara-gara si Mely.


Sesampainya di kantor Dia sudah ditunggu Pak Ali di ruangannya. Rival sangat terkejut, melihat Pak Ali sudah duduk di sofa ruangan kerjanya.


Sudah seminggu Rival diemban tugas sebagai wakil direktur. Selama seminggu ini, Pak Ali melihat kinerja Rival sangat bagus. Walau Dia hanya tamatan Madrasah Aliyah atau setingkat SMA. Mungkin karena kepintaran yang dimilikinya serta sikap kerja kerasnya membuat Pak Ali sangat bangga dengan putranya itu. Benar-benar kepintarannya turun kepada Rival.


"Maaf Pak, Aku telat." Ucap Rival canggung dan tersenyum. Dia merasa tidak enak kepada Pak Ali.


Pak Ali menepuk sofa di sebelahnya meminta Rival untuk duduk. Rival pun berjalan cepat dan duduk di sebelah Pak Ali.


"Ayah tahu pasti gara-gara Mely kamu telat. Memang anak itu selalu buat masalah. Kamu yang sabar ya hadapi istri seperti Dia." Ucap Pak Ali santai dan menepuk pundak Rival yang duduk disebelahnya.


Rival terdiam sejenak. Dia harus meluruskan statusnya dengan Mely.


"A..yah, ada hal penting yang ingin saya tanyakan?" ucap Rival dengan sedikit gugup. Dia takut Pak Ali akan salah tanggap.


Pak Ali menoleh kepada Rival. Dia merasa Rival sedang ingin bicara serius.


"Apa nak Rival?" ucap Pak Ali masih menatap Rival.


"I..tu ayah, mengenai Mely. Aku merasa berdosa dan takut akan berbuat dosa. Tindakan Mely selalu diluar perkiraan. Dia merasa Aku ini memang benar suaminya. Padahal pernikahan yang dikantor polisi itu tidak sah, karena walinya saja salah." Ucap Rival dengan mencoba tenang. Dia takut Pak Ali salah tanggap, merasa bahwa Dia menginginkan Mely dan kedudukan ini.


"Yang dikatakan Mely memang benar. Dia kan istrimu. Walau nikah siri, tapi kan itu sah." Jawab Pak Ali santai.

__ADS_1


"Sah? sah dari mana Ayah. Walinya saja bukan Ayah. Padahal Ayahkan orang tuanya." Jawab Rival dengan sedikit bingung.


"Sah lah nak Rival. Waktu di kantor polisi. Ayah sudah memberi izin kepada wali hakim. Wali hakim saja yang menikahkan Mely. Itu sah, karena saya mengizinkannya. Jadi Nak Rival, mulai hari ini, kamu perlakukanlah Dia layaknya istrimu sesungguhnya." Ucap Pak Ali tersenyum dan mengelus pundak Rival ya g bengong itu.


Rival masih diam mematung, Dia memang pernah dengar kajian itu. Seorang wali nikah bisa memberi izin kepada wali hakim untuk menikahkan putrinya. Tapi, waktu dikantor polisi kan Pak Ali mengatakannya itu hanya sandiwara.


"Tapi kan sewaktu di kantor polisi kata Ayah itu hanya sandiwara." cecar Rival. Dia sungguh bingung dengan keluarga kaya satu ini.


"Ayah sengaja bilang begitu agar kamu mau menikah dengan putri liar ku itu. Dipandangan pertama Ayah simpatik kepadamu nak. Ayah merasa, kamu bisa membimbing Mely menjadi lebih baik. Dan dugaan Ayah benar. Walau Mely di awal tidak ingin menikah denganmu. Tapi sekarang Dia ingin menjadi istrimu.


"Tiga bulan Dia tidak berani mendekati mu. Karena kamu marah kepadanya. Selama tiga bulan itu Dia banyak merubah sifatnya. Dia jadi betah di rumah. Belajar agama dari buku dan ikut pengajian dengan Mamanya.


"Beri Dia kesempatan, rangkul Dia. Dia sangat butuh pria dewasa seperti mu. Jangan sia-sia kesempatan di depan mata." Ucap Ayah Mely menatap lekat mata Rival yang masih bingung dan terkejut itu. Dia tidak menyangka, Pak Ali sudah menjebaknya.


"Dia menyukaimu, saatnya kamu bahagia nak. Balas cintanya. Kamu boleh pulang cepat hari ini. Jemput Dia ke kampus." Ayah Mely Kembali menepuk pundak Rival. Dia beranjak dari duduknya. Meninggalkan Rival terbengong duduk di sofa. Sambil memegangi bibirnya yang dicium Mely tadi pagi.


Apakah ini tandanya Dia sudah bisa melupakan Rili. Atau hanya dorongan nafsu semata. Dia pria normal, berada dekat dengan wanita cantik dan agresif tentu membuat hormon kelaki-lakiannya meronta-ronta ingin disalurkan.


Seharian ini Rival tidak konsentrasi bekerja. Mungkin efek memikirkan hubungannya dengan Mely. Kalau pernikahan itu memang sah, berarti sebagai suami Dia sudah salah kepada Mely. Selama enam bulan Dia tidak menganggap Mely istrinya. Padahal pernikahan mereka itu sah.


"Bahkan Aku membentaknya, Disaat Dia datang mengantarkan makanan untukku. Aku juga mendorongnya kuat disaat Dia menyalurkan hasrat cinta dan kasih sayang nya." Ucap Rival frustasi. Dia mengusap wajahnya kasar. Dia tidak mau menjadi suami yang gagal untuk kedua kalinya.


Dia juga sudah berumur, kalau terus gengsinya diutamakan. Karena Dia merasa keluarga ini sedang memanfaatkannya. Tapi, untuk apa keluarga ini memanfaatkannya. Dia orang miskin. Yang ada seolah Rival yang memanfaatkan. Lamunannya buyar disaat ponselnya yang berada di atas meja kerjanya bergetar. Ada nam Mely sedang memanggil.


Rival menatap layar ponselnya, tiba-tiba saja Dia merasa canggung untuk bicara dengan Mely. "Apa yang kurasakan ini. Apa ini perasaan karena Aku akan menganggapnya istri? atau Aku menyukainya?" Rival membathin, sambil terus menatap ponselnya dimana nama Mely terus memanggil.

__ADS_1


Disaat Rival hendak mengangkatnya, panggilan pun terputus. Melihat panggilan telpon mati, Rival jadi takut. Tiba-tiba saja Dia tidak tenang. "Apa Dia marah? kenapa lama sekali akan menghubungi kembali?" ucap Rival sambil mengusap-usap ponsel ditangannya.


"Apa Aku hubungi balik?" ucapnya dan kini Dia mencoba mencari log panggilan. "Baiklah, Aku akan coba hubungi. Dia istriku, apa salahnya menelpon istri sendiri." ucap Rival, belum sempat Dia menekan tombol memanggil. Ternyata Mely kembali menghubungi.


"Assalamualaikum...!" ucap Rival dengan mencoba tenang, dengan menarik napas pendek. Sungguh Dia sedikit grogi.


"Walaikumsalam suamiku sayang." Ucap Mely lembut, yang membuat Rival tertawa dalam hati. Ternyata dipanggil seperti itu membahagiakan juga. Selama ini Rili tidak mau memanggilnya suamiku sayang Dan Mely seolah selalu menggodanya dengan panggilan itu.


"Iya Dek, ada apa?" ucapan apa yang ku lontarkan itu? Rival membathin dengan menggigit bibir atas dan bawahnya.


"Jemput Adek pukul empat ya suamiku!" ucap Mely dengan nada lembut. Dia harus bisa membuat Rival menurut kepadanya. Dia akan mencoba segala cara. Cara mana yang disukai Rival. Lembut kah? barbar kah?


"Iiiyyaa...!" jawabnya langsung mematikan ponselnya. Mely yang menelpon jadi heran. Kenapa ponselnya cepat sekali dimatikan. "Apa Dia sibuk? hingga belum salam sudah dimatikan." Ucap Mely, Dia pun masuk kembali ke kelasnya. Dia sempat permisi ke toilet sekalian mau menghubungi Rival.


Hari ini, Rival merasa begitu banyak perubahan dalam dirinya. Pertama Dia merasa seolah ingin menerima Mely sebagai istrinya. Walau belum bisa dikatakan Dia mencintai Mely. Kedua, Dia seolah sudah ikhlas dengan semua kejadian yang menimpanya. Mantan istri yang tidak mencintainya dan kenyataan bahwa Dia bukan anak dari orang tua yang membesarkannya.


"Pekerjaan tidak banyak hari ini. Aku jemput Mely aja. Aku tidak mau Dia menunggu, biar Aku saja yang menunggu." Gumamnya dalam hati. Dia pun menyambar tas selempangnya dan berjalan cepat menuju parkiran.


Kini Rival sudah sampai diparkiran tepat di depan fakultas Mely. Dia melihat anak kampus sudah banyak yang keluar dari ruangan dan parkiran sudah mulai ramai. Rival pun keluar dari mobilnya. Berdiri disisi mobilnya dengan menyandang tas selempangnya. Dia ingin melihat keberadaan Mely.


Penampilan Rival yang menawan dan tampan dengan pakaian semi formal, kemeja motif garis kecil warna Abu muda, dipadu dengan celana kain warna hitam dengan tas selempang yang warnanya senada dengan kemejanya. Menjadi pusat perhatian para cewek-cewek kampus.


TBC


Mampir juga ke novel ku yang berjudul

__ADS_1


Dipaksa menikahi Pariban


__ADS_2