Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Dunia Maya


__ADS_3

"Selamat Mely, anda kena kerjai!" ucap ketiga Dosen Penguji itu serentak. Kemudian para Dosen yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu tertawa serentak secara bersamaan. Sedangkan Mely sangat geram melihat tingkah aki-aki dihadapannya. Kalau seumuran dengannya mungkin ketiga pria itu sudah habis babak belur dibuatnya.


Berita tentang Mely yang tidak lulus sudah tersebar di Fakultas itu. Apalagi Mely terkenal sebagai mahasiswa yang kontroversi, sehingga mahasiswa lainnya sangat kepo menguping pembicaraan Dosen Penguji dan Mely dari luar.


Mely tersenyum kecut, Dia meremas kertas yang ada ditangannya. Tapi, tidak sampai sobek. Dia menatap satu persatu Dosen yang dihadapannya dengan kesalnya.


"Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Dosen Penguji yang baik hati. Saya doa kan Bapak-bapak nantinya masuk surga." Ucapnya dengan tersenyum merapatkan gigi nya dengan ekspresi wajah yang sangat geram.


Para Dosen Penguji nya masih tertawa, mereka merasa sangat puas telah mengerjai Mely Anisah Ajib. Yang terkenal di Fakultas mereka. Karena pernah bertengkar dengan mahasiswa yang ditakuti oleh mahasiswa lainnya, karena kebrutalannya.


"Sama-sama Mely, semoga kamu sukses nantinya." Ucap Pak Anton dengan napas yang tersengal-sengal. Karena kelelahan kelamaan tertawa, Dia sampai memegangi perutnya yang sudah kram.


Mely memberi salam, dengan menundukkan kepalanya. Dengan perasaan dongkol. Dia pun keluar dari ruangan itu, dan langsung menghambur kepelukan Rival yang berdiri di ambang pintu.


Rival pun menggendong Mely dengan gaya gendong anak monyet. "Aku lulus....!" ucapnya teriak masih dalam gendongan Rival. Sehingga Dosen dan mahasiswa/i yang melihat tingkah mereka, dibuat tidak percaya. Karena kelakuan Mely dan Rival tergolong norak.


"Wwooow... Norak..!" ucap Linda yang kemudian diikuti oleh mahasiswa lainnya meledek mereka.


"Turunin Bang." Ucap Mely dengan tersenyum bahagia. Dia mengabaikan orang yang meneriaki mereka. Mely pun langsung menarik tangan Rival dengan kuat, mereka berlari kecil menuju parkiran.


"Sayang, kita makan di rumah Mama saja." Ucapnya dengan mata berbinar-binar, menatap Rival yang sedang fokus melihat badan jalan di depan Matanya. Mely sudah sangat merindukan Mamanya itu, karena sudah dua Minggu mereka tidak bertemu.


"Mama?" tanya Rival, Dia melirik sekilas istrinya yang duduk di sebelah nya.


"Iya Mama." Jawabnya dengan perasaan menggebu-gebu. Dia sudah tidak sabar untuk memberi kabar Mamanya kalau Dia dapat nilai A, saat ujian Skripsi.

__ADS_1


"Ayah dan Mama, baru berangkat barusan ke Ausi." Jawab Rival, masih konsentrasi menyetir.


"Apa...? kenapa mereka tidak mengabariku." Ucapnya sendu. Dia pun menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. Dia sangat kecewa, Mamanya akhir-akhir ini tidak mau berkomunikasi dengannya.


"Aku sudah sangat kangen sama Mama. Sudah dua Minggu kami tidak bertemu. Hanya komunikas lewat telpon saja." Ucapnya sendu.


"Kita mau kemana ini Bang?" tanya Mely sedikit heran, Dia merasa Rival membawanya ke daerah yang jauh dari pusat kota M.


"Mau cari makan di tempat yang asri. Yang ada lesehannya terus pemandangan sawah. Mungkin ada sejenis warung sawah." Ucap Rival masih konsentrasi menyetir. "Kangen suasana pedesaan." Ucap Rival lagi.


"Oohh, Adek juga suka suasana berbau alam gitu." Ucap Mely memandang keluar jendela.


"Kalau Abang ajak Adek pulang ke kampung mau gak?" Rival melirik ke arah Mely yang kini juga memandangnya.


Seketika raut wajah Mely berubah masam, sekaligus takut. Kalau mereka pulang ke kampung suaminya. Mely beranggapan Rival akan bertemu dengan mantan istrinya Rili.


"Tidak ada urusan yang penting. Hanya saja, sejak Abang merantau. Abang belum pernah pulang ke kampung. Abang Rindu orang tua Abang." Ucapnya sendu. Bagaimana pun walau Dia adalah anak yang dipungut. Dia masih tetap mengganggap orang tua yang membesarkan adalah orang tua kandungnya. Walau Mamanya membencinya, apalagi Mamanya masuk penjara.


"Oohhh.... kirain mau ketemu mantan." Ucap Mely tegas, Dia masih melihat ke arah Rival


Menunggu jawaban dan reaksi Rival.


Rival tiba-tiba ngerem, disaat mendengar ucapan istrinya itu, seketika konsentrasi menyetirnya buyar. Dia hampir saja menabrak angkot yang tiba-tiba berhenti dihadapan mereka. Kenapa istrinya itu kembali mengungkit masa lalunya. Kalau begini ceritanya Rival jadi susah move on. Apalagi Dia sebenarnya tidak ingin bercerai dari Rili. Hasutan dan bujukan Pak Ali lah yang mengubah pendiriannya. Sehingga saat ini keputusannya itu masih disesalinya.


"Adek kenapa membahas yang tidak penting. Berulang kali Abang katakan, masa lalu Abang jangan diungkit. Jikalau masa lalu Abang itu membuat Adek tidak nyaman. Tapi tetap juga Adek mengungkitnya kesana." Ucap Rival dengan menarik napas dalam. Setelah Dia kembali melajukan mobil yang dikendarai nya.

__ADS_1


"Kalau mau bertemu mantan istri Abang. Untuk apa Abang mengajak Adek." Ucapnya lagi kesal. Sungguh ucapan Mely membuat suasana hati Rival jadi rusak. Dia sudah berusaha melupakan mantan istrinya itu. Berusaha menjadi suami yang baik kepada Mely. Tapi, seolah Mely tidak bisa menerima statusnya yang sudah pernah menikah.


"Maaf..!" ucap Mely sendu. Melihat ke arah Rival yang kini matanya fokus ke jalan raya di depannya. Dia jadi malas berkomunikasi dengan Mely. Dia pun tidak menjawab permintaan maaf Mely.


"Tidak dimaafkan ya?" Mely yang cemburu, kini merasa bersalah.


"Dimaafkan." Ucap Rival masih fokus menatap ke badan jalan di depannya.


Tiba-tiba suasana di dalam mobil jadi canggung. Sehingga sampai ditujuan keduanya saling diam.


Sesampainya di tempat makan yang mereka cari pun keduanya masih diam. Rival sibuk dengan ponselnya. Membalas pesan dari Pak Ali mengenai pekerjaan. Sedangkan Mely sibuk berselancar di dunia Maya nya. Karena Dia yang kena prank dosen penguji, sempat dibahas beberapa mahasiswa di sosial media.


"Eehhmmmm.... Abang punya akun FB?" Mely memulai percakapan. Rival melirik ke arah Mely.


"Punya," Jawabnya singkat. Ternyata pasangan ini belum berteman di dunia Maya. "Tapi, jarang online." Jelas Rival.


"Apa nama akun Abang? Aku add ya?" ucap Mely tersenyum.


"Tidak usah berteman di dunia Maya. Tidak ada juga gunanya. Abang jarang pakai itu. Gak sempat." Rival mengatakan sejujurnya, Dia memang jarang online.


"Eehhmmm....Pasti ada rahasia disitu, masak berteman dengan istri sendiri tidak mau." Mely mulai kesal, siapa coba yang tidak kesal. Minta berteman dengan suami sendiri tidak dibolehkan.


"Tidak ada rahasia. Ya udah searc aja nama Bayo Regar." Ucap Rival datar, Dia masih sibuk berbalas pesan dengan ayahnya melalui email.


Namanya beda dengan dunia nyata. Mely pun mulai mengetik nama Bayo Regar di pencarian, muncullah banyak akun dengan mana itu. Mely membuka satu persatu akun tersebut, tapi foto profil yang ada disetiap akun yang dilihat dengan detail olehnya. Tidak menemukan wajah Rival di semua akun yang diperiksa.

__ADS_1


"Koq akun yang Abang maksud, tidak ada." Ucapnya bingung dan penasaran.


TBC


__ADS_2