
Setelah parkir di depan losmen, Rival membuka pintu mobil, Dia keluar dan berjalan menuju Losmen tersebut. Sedangkan wanita yang bersama Rival ditinggalkannya, wanita itupun menggerutu dalam hati, karena Rival tidak mengajaknya masuk ke dalam tempat penginapan. Dia keluar santai, membuka pintu mobil kemudi, Dia mengambil Tas ranselnya, Dia pun menyusul Rival ke dalam penginapan.
Tampak Rival sedang berbicara dengan bagian pemesanan kamar.
“Maaf Bang sisa hanya satu kamar.” Ucap wanita itu dengan tersenyum. Rival bingung, apakah harus mengambil kamar yang sisa satu itu, atau melanjutkan perjalanan setelah mengganti pakaian saja, menumpang di toilet penginapan ini. Tapi, tubuhnya sudah lemah, badanya sakit semua. Dia juga meriang. Dia tidak akan sanggup melanjutkan perjalanan.
Wanita itu kini berada di belakang Rival. Rival berbalik memperhatikan wanita itu hanya membawa tas Ranselnya saja, sedangkan tas ransel Rival ditinggalnya di mobil.
“Mana tas ranselku?” tanya Rival datar, Dia menatap sedikit kesal kepada wanita itu. Gara-gara wanita dihadapannya ini, Dia sampai bertarung nyawa. Sedangkan wanita yang ditatap Rival dengan kesal itu, langsung menunduk dan berbalik berjalan cepat menuju mobil, mengambil tas ransel Rival.
”Kak, Aku ambil kamarnya. Berapa harga sewanya malam ini saja.” Ucap Rival sambil merogoh dompetnya di kantong celananya. Syukur dompetnya tidak jatuh saat berkelahi tadi. Tapi, jantungnya Rival langsung berdebar, Dia merogoh semua kantong celana dan kantong kemejanya, ternyata ponselnya hilang.
Rival mendengus kesal, mendapati kenyataan ponselnya hilang. Dia menatap tambah kesal kepada wanita yang kini membawakan Ranselnya. “Gara-gara kamu, ponselku hilang dan gara-gara kamu aku kena tindak kriminal.” Ucap Rival masih menatap tajam ke arah wanita yang membawa sial untuknya.
Rival berubah menjadi sosok yang jutek, bagaimana tidak jutek, belum selesai masalahnya dengan istrinya. Kini Dia terkena masalah dengan wanita yang dihadapannya.
“Nanti kalau penjahat itu menyusul kita kesini. Aku tidak akan menolongmu lagi. Kamu urus masalahmu sendiri.” Rival berbalik ke arah petugas pemesanan kamar losemen itu.
“Berapa sewanya kak?’ tanya Rival lagi.
“Lima puluh ribu saja Bang.” Jawab petugas hotel, Dia pun meminta Rival untuk mengikutinya berjalan menuju kamar. Wanita yang bersama Rival pun mengikutinya.
“Ini kamarnya Bang, kak.” Ucap petugas penjaga Losmen yang berjenis kelamin wanita itu. Setelah Dia membuka pintu kamar. Rival dan wanita berdiri di ambang pintu kamar.
Rival dan wanita itupun masuk ke dalam kamar. Rival merogoh isi tas nya. Dia membuka plastik tempat sebagian pakaiannya dibungkus. Rival melirik wanita yang kini satu kamar dengannya. Wanita itu menggigil, bibir sudah membiru dan wajah pucat.
“Kamu duluan ganti bajunya.” Ucap Rival memberi kode dengan menggerakkan kepalanya ke arah kamar mandi.
__ADS_1
“Aku tidak punya pakaian ganti. Koper dan mobilku tertinggal di Kota G.” Ucapnya dengan tersedu-sedu.
Melihat wanita itu menangis, membuat kepala Rival semakin sakit. Masalahnya dengan istrinya sudah membuatnya pusing dan defresi, sehingga Dia melarikan diri sejenak untuk bisa berfikir jernih. Tapi Dia malah mendapat masalah yang lebih serius.
Rival tidak tertarik dengan cerita wanita yang sekarang berada satu kamar dengannya. Mengaku punya mobil tertinggal di kota G.
Rival mengambil training warna hitam dan kaos lengan pendek berwarna hitam juga dari ransel, dan memberikannya kepada wanita itu.
“Kamu pakai baju ku ini. Kalau kamu mau. Kalau tidak mau saya bersyukur.” Ucap Rival datar, Dia menyodorkan pakaianya kehadapan wanita itu. Wanita itu meraihnya.
“Kamu ganti sana. Aku juga akan mengganti bajuku disini.” Ucap Rival. Wanita itupun masuk dengan wanti-wanti ke dalam kamar mandi. Walau Rival sudah menyelamatkannya. Tapi, Dia mesti waspada.
*
*
*
Ke empat penjahat itu sedang berada di atas mobil pick up. Sudah belasan mobil yang mereka stop, tidak ada yang mau berhenti, siapa juga yang mau berhenti di stop penjahat. Hingga mobil pick up dengan bak terbuka yang membwa 10 ekor kambing menuju kota Medan yang mau membawa keempat penjahat itu.
Kedua temannya yang terkena tembakan Rival. Hanya bisa menahan rasa sakit. Mereka harus cepat sampai ke markas. Tidak mungkin mereka ke Rumah sakit. Yang ada nanti, polisi akan mengintrogasi. Karena Dokter pun akan melapor ke pihak berwajib, karena ada paien tertembak.
Setelah mobil pickup melaju hampir satu jam, mereka melihat mobil mereka parkir di depan tempat penginapan.
“Ucok, bukannya itu mobil kita?” ucap temannya bernama Togar. Ketiga kawan lainnya pun menoleh ke arah mobil mereka berada.
Pick up yang melaju dengan kecepatan sedang itu pun mereka minta diberhentikan secara mendadak, sehingga Pak supir merem mendadak. Karena Mobil ngerem mendadak, keempat penjahat itu tersungkur ke arah kambing yang diikat. Dua orang yang luka ditangan dan kaki karena kena tembakan Rival Saat itu juga, kena kotoran kambing tepat diwajahnya, Karena terkejut kena kotoran kambing, mulutnya menganga. Sehingga kotoran itu pun masuk kedalam mulutnya. Akhirnya penjahat yang terluka tembakan itu pun menelan coklat bulat pabrik dari anus kambing. BEEEEEEKKKGGGhh… suara lega terdengar dari mulut kambing, setelah membuang hajatnya.
__ADS_1
Para penjahat itu pun turun dari pick up. Tentunya mereka memapah kawannya yang terluka. Tanpa membayar jasa kepada supir pick up yang membawa mereka.
“Berarti mereka ada disini Ucok.” Ucap Si Udin. Mereka berjalan menuju mobil mereka yang diparkir, secara mengendap-endap.
“Iya,” jawab si ucok. Tapi, kita tidak bisa menangkap mereka sekarang. Pria yang bersama wanita itu sangat hebat. Teman kita juga ada yang luka. Sebaiknya kita cabut aja. Bagimana?” tanya Ucok, memberi saran kepada kawan-kawannya.
“Kamu mau kena tembak dan mati konyol dihadapan Bos. Bukti rekamannya ada di tas wanita itu tolol.” Ucap si Udin kesal, sambil mentowel kepala si Ucok. Yang membuat Si ucok berfikir.
“Baiklah kita beraksi malam ini. Togar, lamhot. Luka kalian tidak parah kan? Pelurunya tidak masuk ke dalam daging kan? Hanya menyerempet saja kan pelurunya?’tanya Ucok dengans serius, Dia mencoba memrriksa luka di tangan dan kaki kawannya.
“Terserempet? Emang kamu pikir mereka diserempet mobil. Dasar gila kamu.” Ucap Togar kesal.
Liu…liu…liu… terdengar suara sirene Polisi dari jalan lintas, kira-kira jaraknya 500M, dari tempat penginapan. Para penjahat panik dan ketakutan. Mereka berangapan telah dikejar pihak berwajib. Dengan cepat si ucok mencoba menarik handle pintu mobilnya sebelah kemudii dan terbuka, Dia masuk disusul tiga kawannya.
Ternyata kunci mobil masih berada di mobil, Rival tidak mengambilnya. Karena Dia tidak konsentrasi lagi. Dia merasa tubuhnya sudah sakit semua. Mungkin karena Dia stres memikirkan Rili, Tenaga habis bertarung dengan empat penjahat ditambah kena huajan.
Mendapati kunci tetap berada dilubang Stop kontak. Si ucok tersenyum bahagia, setidaknya mereka bisa lolos dari kejaran polisi. Bila perlu balap-balapan dengan mobil polisi Ucok jabanin. Dia suka ugal-ugalan.
Suara sirene sudah semakin dekat, keempat penjahat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berpapasan dengan mobil pihak berwajib yang sedang melakukan razia itu.
Pak Polisi sampai terkejut disaat menyetir, karena mobil penjahat itu hampir saja menabrak mobil Pihak berwajib.
Nampak orang berlarian menyelamatkan diri, keluar dari penginapan itu. Ada yang berlari kebelakang penginapan dengan hanya memakai kolor. Ada yang hanya pakai handuk dan ada yang tidak sempat memakai pakaiannya.
TBC.
Terimakasih saya ucapkan kepada kakak-kakak yang sudah memberi vote, like, comentarnya.
__ADS_1