Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Yasir berceramah


__ADS_3

Yasir sengaja bersikap seperti itu, karena Dia ingin lebih memahami karakter Rili. Karena menjalin hubungan saat pacaran dan setelah menikah itu sangat beda. Saat pacaran yang ada indah semua. Ketemu disaat sudah wangi dan tidak mengetahui sisi kelemahan pasangan kita.


"Adek duduk aja, biar Abang yang buatin." Ucap Yasir dan menuntun Rili kembali duduk di kursinya.


"Kirain Abang tidak mau ngomong lagi." Ucap Rili sendu.


"Mana bisa Abang cuek padamu sayang. Lihatlah, Abang cuek. Kamu malah semakin cuek. Lain kali jangan begitu ya sayang, kita harus saling bisa mengalah. Agar rumah tangga kita tetap harmonis.


"Adek lupa ya wejengan pak KUA." Rili menggeleng.


"Aku tahu koq maksud ucapan Abang." Ucap Rili, Di memeriksa kantong plastik warna putih di atas meja. Ternyata isinya gorengan. Ada pisang molen, risol dan goreng ubi warna oranye. Itu semua gorengan kesukaan Rili. Selera kampung.


Yasir meletakkan teh manis panas di hadapannya. Dia mendinginkannya di piring kecil. Rili melirik, sambil memakan pisang molen.


"Aku ingin menyeruputnya saat panas." Ucap Rili, Dia menarik teh manis panas itu.


"Nanti lidahmu gosong sayang."


"Tidak akan," Ucap Rili Dia mulai menyeruput teh manis panas sambil meniup-niupnya.


"Kejadian tadi harus bisa jadi pelajaran buat kita ya sayang. Bahwa semuanya harus ada komunikasi. Jangan main ambil keputusan sendiri." Ucap Yasir dan meraih gelas berisi teh manis panas itu.


"Melalui komunikasi yang baik segala macam permasalahan serta kesalahpahaman akan bisa diatasi dengan baik. Kejujuran juga penting. Sikap saling terbuka di antara kita tidak akan memberi peluang bagi kecurigaan dan prasangka buruk tumbuh di dalam kehidupan pernikahan kita. Abang sudah curiga, sejak dua hari yang lalu, no ponsel Adek yang menghubungi private number. Abang sudah bertanya dan Adek menutupinya. Lain kali jangan begitu ya sayang." Yasir mengelus lembut puncak kepala Rili yang sedang menyeruput teh manis panas itu.


Rili terharu sekali dengan kedewasaan suaminya. Dia membalas perlakuan Yasir dengan tersenyum. Dan Yasir bahagia sekali melihat senyuman Rili.


"Kita juga harus menekan sikap egois dan mementingkan diri sendiri. Sebuah hubungan pernikahan, setiap pasangan wajib untuk saling peduli dan memerhatikan satu sama lain. Segala bentuk keegoisan dan sikap mementingkan diri sendiri dapat menghancurkan hubungan pernikahan kita sayang. Adek tadi sudah mulai egois, mengurung diri di kamar. Apa Adek tidak tahu bagaimana khawatirnya Abang Adek buat." Yasir masih melanjutkan ceramahnya kepada Rili. Yang membuat Rili cemberut. Dia tidak terima dikatakan egois.


"Salah sendiri, kenapa menanyakan hal yang membuat Adek kesal." Ucap Rili masih jutek, Dia masih menikmati teh nya.


"Maaf, Abang terpancing tadi. Sejenak Abang terpengaruh dengan ucapan Abang Rival. Jujur ya sayang, jawab Abang. Harus jujur, kenapa Adek tidak menghubungi Abang setelah Abang Rival pergi dari kehidupan Adek? padahal Abang di Negeri orang menderita karena memikirkan mu terus?" Yasir merangkum wajah Rili. Dia tidak sabar menunggu jawaban dari istrinya itu.

__ADS_1


Rili menarik napas dalam. Sebenarnya Dia malas membahas ini lagi. Tapi, sebaiknya diungkapkan saja.


"Aku itu merasa tidak pantas untuk Abang, Aku sudah menjadi janda. Dan Abang itu sudah berada di Negeri orang, tentunya Abang sudah mempunyai kehidupan yang baru. Dan Aku tidak mau, dengan kehadiranku kembali, akan menghancurkan semua kehidupan baru Abang itu. Aku tahu diri. Aku ini sebenarnya tidak pantas menjadi pendamping Abang." Ucap Rili, dengan mata berkaca-kaca.


Yasir tersentuh mendengar jawaban Rili. Dia merasa sangat beruntung mendapatkan Rili yang mempunyai kecantikan luar dan dalam itu.


"Sikapmu ini, membuat kita menyia-nyiakan waktu. Coba Adek langsung cerita, kalau Abang Rival pergi dan menceraikan Adek. Abang sudah langsung pulang. Kita menikah. Harusnya sekarang Adek sudah hamil besar." Ucap Yasir tanpa malunya. Wajah Rili sudah bersemu merah membayangkan Dia hamil. Dia juga sangat menginginkan keturunan, secara Rili sudah berumur 31 tahun.


"Iya bang. Maaf...!" Yasir langsung menarik tubuh Rili ke dalam pelukannya. Rili merasa sangat bahagia, begitu besar cinta Yasir kepadanya.


Setelah selesai makan, dan acara curhat-curhatan. Akhirnya pasangan suami istri itu berdamai. Mereka melaksanakan sholat isya berjamaah. Rili tidak lupa mencium punggung tangan Yasir.


"Dek," ucap Yasir sambil mengelus-elus rambut Rili yang berada di atas pahanya. Mereka saat ini sedang berada di atas ranjang. Yasir duduk dengan berseloncor, badannya bersandar di dashboard tempat tidur, sedangkan Rili berbaring berbantalkan paha Yasir.


Rili mendongak, melihat wajah Yasir lebih jelas. "Iya bang." Jawabnya, Dia memutar tubuhnya, sehingga kini wajahnya tepat dibagian perut Yasir.


"Abang sudah takut setengah mati tadi, saat Adek mengurung diri di kamar." Rili diam, Diapun menyayangkan sikapnya tadi, yang terlalu kebawa perasaan.


"Maafin Adek ya?" Ucapnya sembari tangannya bermain-main di perut sixpacnya Yasir. Yasir menggelinjang, karena Dia merasa kegelian dengan tingkah Rili.


"Jadi siapa yang salah dong?" tangan Masih bermain-main di perut sixpack nya Yasir.


"Dek, tangannya tolong dikondisikan. Apa Adek tidak tahu sudah ada yang on di dekat wajah Adek." Ucap Yasir sensual, Dia sudah mulai bergairah.


Rili diam, tangannya juga ikut diam. "Aku tidak tahu harus berbuat apa, tangan ini ingin bergerak-gerak terus ucapnya polos.


Yasir berfikir, otaknya mesumnya mulai berkelana, ingin merasakan surga dunia, Dia ingin tangan Rili bermain di organ sensitifnya itu. Tapi, Dia takut melakukannya malam ini. Rili masih belum pulih. Yasir menggoyang-goyangkan kepalanya. Dia sedang mengusir pikiran mesumnya.


"Ayah dan Ibu kapan pulang dek?" tanya Yasir, kali ini tangannya tidak hanya mengelus rambut Rili. Tapi, kedua tangannya berbagi tugas. Tangan kanan bertugas membelai kepala Rili dan tangan kiri memainkan bukit kembar Rili, yang sudah tidak ditutupi Bra itu.


Rili menarik tangan Yasir yang sudah berkelana di bukit kembar Rili. Yasir merengek, tidak terima tangannya ditarik dari bukit kembar yang hangat itu.

__ADS_1


"Jangan Bang, Adek gak konsen bicara, kalau tangan Abang disitu."Ucap Rili kesal dan mencubit perut Yasir yang keras itu.


"Abang malah akan lancar bicara, kalau tangan Abang disini." Yasir kembali menelusuplam tangannya ke dalam piyama Rili.


"Koq gak dijawab? Ayah dan Ibu kapan pulang?" Masih melanjutkan kegiatan menjamah tubuh Rili.


"Besok sayang." Jawaban Rili membuat Yasir meremang. Jarang-jarang Rili memanggilnya sayang.


"Baguslah, besok kita pindah rumah ya sayang." Kali ini Yasir mendaratkan ciuman di kening Rili.


"Ke Perumahan yang dulu Abang tempati?" Rili menatap wajah suaminya yang sangat tampan.


"Tidak, rumah yang lain. Abang juga sudah mengkonsep resepsi pernikahan kita. Dua Minggu lagi kalau tidak ada halangan, sudah bisa kita laksanakan." Ucap Yasir dan tangannya sudah bergerak melucuti pakaian Rili.


Rili sangat tahu keinginan suaminya. Dia juga menginginkannya. Entahlah, Rili juga kecanduan dengan sentuhan suaminya.


"Buku nikah kita bagaimana Bang?" Menyentuh bagian yang membuat Yasir merem melek.


"Sudah selesai, tapi masih sama Jef."


"Kapan selesainya?"


"Sudah 3 hari yang lalu sayang." Yasir tidak sanggup lagi menahan gairah nya. Biasanya mereka melakukannya seperti minum obat selama seminggu ini, walau paling banyak tiga ronde. Tapi, seharian ini mereka tidak melakukannya. Badai yang terjadi tadi sore, membuat Yasir ingin memberikan kenikmatan surah dunia kepada istrinya itu.


"Abang pingin Dek. Adek merasa masih lemas lagi gak?" tanya Yasir dengan suara serak karena menahan gairah. Salah Dia sendiri. Memindahkan tangan Rili ke organ sensitifnya. Rili pun memainkannya, tapi masih ditutupi celana Yasir.


Rili menggeleng, dengan cepat bibir Yasir melu*mat bibir Rili masih dalam posisi duduk menunduk, sedangkan Rili menerima serangan suaminya masih berbaring dipaha Yasir. Akhirnya pergumulan panas pun terjadi.


TBC.


Jangan lupa mampir juga ke novel baruku yang berjudul

__ADS_1


PARIBAN I HATE YOU


Terimakasih


__ADS_2