
“Ayo sayang,” menarik lengan Rival.
“ Adek duluan aja ya, Mas ada urusan dengan Dia.” Rival melirik ke arah Yasir dan melepas tangan istrinya dari lengan kirinya.
“Nanti Ayah bisa marah, Kalau Mas tidak ikut naik ke podium.” Merajuk dan memayunkan bibirnya. Yang membuat Yasir, jijik melihat tingkah istri Rival.
“Ayah tidak akan marah, nanti Mas jelasin kepada Ayah. Mas tinggal dulu ya, sana Adek kumpul sama keluarga.” Rival mengelus pelan punggung istrinya. Dan memberi kode dengan menggerakkan kepalanya ke arah podium.
Setelah istri Rival meninggalkan mereka. Rival berjalan ke luar Ballrom yang diikuti oleh Yasir. Rival membawa Yasir ke lantai paling atas di Hotel itu, Dia mengajaak Yasir, ke kamar tempat Dia menginap. Kemudian mereka masuk ke kamar jenis penthouse. Rival berjalan ke arah teras terbuka yang terdapat di kamar, yang diikuti oleh Yasir.
“ Dimana Rili?” ucap Yasir, saat Rival berjalan menuju pembatas teras. Yasir berada satu meter dibelakang Rival, tidak sabar mendengar penjelasan dari Rival.
Langkah Rival terhenti, Dia memutar badan sehingga berhadap-hadapan dengan Yasir. Pertanyaan Yasir, benar-benar membuat Rival terkejut sekaligus cemas dan was-was. Kenapa Yasir menanyakan Rili kepadanya, bukannya mereka sudah bersama?
“Bukannya Dia bersamamu?” ucap Rival setelah Dia menghentikan langkahnya.
“Apa maksud Abang?’ tanya Yasir dengan ekspresi bingung.
Rival menarik napas dalam dan mengembuskannya kasar. Dia memegangi dadanya yang mulai terasa ngilu. Sakit dihati yang sudah lama terkubur, akhirnya terkuak lagi.
“ Aku sudah menceraikannya 9 bulan yang lalu.” Ucap Rival dengan perasaan bersalah dan menyesal. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. Dan menghela napa dalam.
“Apa? Coba katakan lagi, Aku tidak salah dengarkan Abang Rival?” Yasir berjalan cepat ke arah Rival. Tangan kanannya dengan cepat menahan tubun Rival yang hendak berjalan menuju pagar pembatas teras balkon. Dadanya bergemuruh, menahan gejolak amarah.
“Aku menceraikannya…. Karena Aku tidak yakin, bisa membahagiakannya!” suara Rival yang keras menggema di ruang terbuka itu. Dia menepis tangan Yasir yang mencengkram lengan kanannya. Tubuhnya bergetar, matanya berkaca-kaca. Posisi Rival sat ini masih membelakangi Yasir.
Yasir menarik tubuh Rival, sehingga Dia bersitatap dengan Rival. Mata Rival yang berkaca-kaca, jelas terlihat oleh Yasir.
__ADS_1
“Astaga….Apa yang kamu lakukan Abang Rival? Kamu memang kurang ajar, Kamu mempermainkanku dan juga Rili. Kalau kamu tidak yakin bisa membahagiakannya. Kenapa sewaktu di taman, kamu bersikukuh tetap mempertahankan Rili?” Yasir mulai naik pitam, dadanya naik turun saat bernapas menahan emosi, kecewa dan terluka bergabung menjadi satu.
“ Kamu yang kurang ajar, kalian berdua yang kurang ajar…!” Rival marah dan teriak. Dia mendorong dada Yasir dengan tangannya dengan kuat. “Untuk apa kalian bertemu hah…?” Rival masih terus mendorong dada Yasir dengan tangan kanannya, yang membuat Yasir semakin memundurkan langkahnya.
“Seorang wanita bersuami, mau diajak mantannya ke Hotel. Di kamar private yang tidak bisa dilihat orang aktifitas apa saja yang dilakukan di kamar itu. Kamu pikir Hatiku tidak sakit haaahh…? Aku suaminya tidak bisa menyentuhnya, tapi Dia senang kamu sentuh. Kalian berdua tertawa-tawa di atas ayunan. Hahahahhaha… ( Rival menirukan tawa Yasir, saat berada di atas ayunan sewaktu Rili di Rumah Yasir). Dia betah di rumahmu selama dua malam. Terus, apa yang kalian lakukan di dalam kamar Hotel? Menyalurkan hasrat kerinduan kalian? Aku manusia biasa, Aku bukan malaikat. Hatiku sangat sakit, dada ini terasa begitu sesak melihatnya masuk ke mobil mewahmu. Sakitnya semakin menjadi-jadi disaat kalian masuk ke kamar Hotel itu? Kalian ngapain didalam?”
Yasir menepiskan tangan Rival yang mendorong-dorongnya dan langsung menghadiahi dua tinjunya ke perut Rival dengan kerasnya yang membuat Rival duduk tersungkur. Bughhh.....Buugghh....
“Dasar kau manusia munafik. Lain dihatimu, lain pula yang kamu lakukan. Apa yang kamu lakukan Abang Rival?” Yasir berteriak, kedua tangannya menjambak rambutnya dengan kasar. Sungguh Dia sangat kesal terhadap Rival.
Rival mencoba berdiri, sambil memegangi perutnya yang terasa sakit efek dari tinjunya Yasir.
“Aku melakukan permintaanmu. Bukannya kamu meminta Aku untuk membahagiakannya? Aku tidak bisa membahagiakannya, Makanya Aku melepasnya. Aku melepasnya….!” Rival berteriak membusungkan dadanya, Dia menatap langit, sedangkan kedua tangannya terentang dan jari tangannya mengepal.
Yasir yang melihat Rival sangat emosional, akhirnya hanya bisa menenangkan dirinya. Kalau Dia juga ikut emosional, yang ada pertumpahan darah akan terjadi. Akhirnya Yasir, memilih mendudukkan bokongnya dilantai teras penthouse tersebut.
Rival pun mendudukkan bokongnya disebelah Yasir dengan memberi jarak satu meter.
”Malam itu juga, setelah menangisi malangnya nasibku berjam-jam di jembatan kembar. Aku memutuskan pulang ke kampung. Keesokan harinya, Aku berniat pergi ke kota Medan. Saat diperjalanan, Aku berjumpa dengan wanita yang sekarang menjadi istriku.” Ucap RIval sambil melap air matanya yang jatuh di pipinya. Pria ini ternyata melankolis.
“Ooohh… Setelah Abang dapat wanita, kamu menceraikannya. Dasar kau pria berengsek.” Ucap Yasir dengan tegas. Dia berdiri dan hendak meninggalkan Rival.
“Iya, Aku memang salah. Tapi, Aku tidak akan menyalahkan takdir. Mungkin inilah yang terbaik untuk kita.” Ucap Rival dengan sedikit berteriak, agar Yasir mendengar ucapannya yang sudah berjalan cepat meninggalkan ruangan itu.
Yasir tidak mengubris ucapan Rival. Dia harus pulang ke tanah air malam ini juga.
“Pesan tiket untuk kita berdua malam ini ke kota S.” Ucap Yasir kepada asistennya melalui sambungan telpon.
__ADS_1
“HAAAhh…! Apa BOS? Kalau ke kota S, mana ada penerbangan jam segini BOS. Itukan Kota kecil.” Jawab asisten yang bernama Jef.
“Saya tidak mau tahu, besok kita harus sampai di Kota S.” Yasir menutup sambungan telponnya dan berjalan cepat keluar dari Hotel tersebut.
Sejak Rival memutuskan untuk merantau ke kota Medan, Belum ada niatnya untuk menceraikan Rili. Dia ingin menenangkan dirinya, kalau sudah merasa tenang Dia akan pulang. Tapi, pertemuannya dengan istrinya sekarang mengubah segalanya. Dia juga menemukan orang tua kandungnya.
Selama satu bulan Rival tidak pernah menghubungi Rili, Dia sangat takut dan enggan berbicara dengan Rili. Rili juga melakukan hal yang sama. Dia tidak pernah menghubungi Rival. Sikap Rili yang tidak pernah menghubungi dirinya, disalah artikan Rival. Dia menganggap, Rili sudah kembali kepada Yasir, walau Dia belum menceraikannya.
.
Akhirmya Rival menggugat cerai Rili. Tujuan Dia melakukan itu, Agar Rili dan Yasir kembali bersatu. Karena, satu bulan kepergian Rival, Dia juga sudah menikah dengan istrinya sekarang. Ternyata, itu hanya pikiran Rival semata, Rili bahkan sampai saat ini, tidak pernah berkomunikasi dengan Yasir.
Rili tidak pernah menghadiri persidangan, Dia punya alasan tersendiri kenapa Dia tidak menghadirinya.
Dia merasa dipermainkan takdir. Sehingga apapun masalah yang datang, Dia tidak akan memprotesnya lagi. Rival yang menggugat cerainya dia pasrah. Akan lebih baik tidak usah menghadirinya. Untuk apa dihadiri, apalagi yang mau dibahas. Anak tidak ada, apalagi harta gono-gini yang mau diperebutkan.
Rili beranggapan dengan menghilangnya Rival dari kehidupannya, Rival punya alasan tersendiri. Dia sudah sangat lelah untuk mengetahui alasan-alasan Rival meninggalkannya.
Akhirnya Rili hanya pasrah. Tidak bisa bersama dengan Pria yang dicintainya dan suaminya menceraikannya. Dia tidak akan pernah mau menghubungi Yasir. Tidak lucu rasanya, setelah dicampakkan Rival. Maka, Dia akan meminta Yasir kembali. Padahal Dia sudah memilih Rival.
Begitu banyak sakit yang dirasakannya, kisah cintanya begitu menyedihkan. Akhirnya Dia memutuskan untuk menjadi janda kembang selamanya. Semenjak menjadi janda kembang, entah kenapa semakin banyak saja pria-pria yang mendekatinya. Tapi, Dia sudah traumah. NO TIME FOR LOVE.
Bersambung.
MOHon beri like, coment positif dan rate 🌟 5 ya kak. Jangn lupa jadikan novel ini sebagai favorit
TETAP, VOTENYA SANGAT KU HARAPKAN.
__ADS_1
Cerita untuk Rival, akan dibahas diseason 2. Atau nanti aku akan buat novel tersendiri, untuk kisah hidup Rival. Intinya Rival menceraikan RILi.
Terimakasih