Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Season 2 Setiap orang punya pengalaman sendiri


__ADS_3

Akhirnya keinginan Mely untuk malam pertama di alam terbuka terwujud juga. Malah mereka melakukannya jauh lebih ekstrem dari permintaan Mely kepada Rival waktu itu, yang meminta mereka melakukannya di dalam kemah ataupun tenda.


Tingkah Mely yang agresif di atas bukit itu, membuat nafsu Rival tersulut dan terhanyut Sehingga Dia pun tidak memperdulikan lagi, di mana mereka saat itu melakukannya.


Kini pasangan suami istri itu diam seribu bahasa di atas motor yang dilajukan Rival dengan kecepatan sedang. Mely memeluk erat tubuh suaminya dan memasrahkan dirinya di punggung Rival yang bidang itu. Dia menghirup dalam aroma tubuh Rival yang menurutnya sangat wangi.


Pasangan suami istri ini merasa malu sendiri dengan tingkah konyol dan gila yang mereka lakukan. Bisa-bisanya Rival melakukan itu untuk pertama kalinya di alam bebas.


Bagaimana jika saat sedang asyik-asyiknya ingin mencapai puncak, tiba-tiba ada gangguan. Misalnya hewan melata yang tiba-tiba mematuk salah satu diantara mereka, atau ada serangga yang mengganggu maupun tiba-tiba kepergok orang.


Aduhhh... Rival mengutuki kelakuan gila mereka. Tapi Dia menyukai aksi gila itu. Mungkin malam ini, nasib baik sedang berpihak kepada pasangan ini, sehingga penyatuan mereka sukses tanpa ada kendala dari alam. Sungguh alam bersahabat dengan mereka.


Rival senyam-senyum di atas motor. Sesekali Dia mengelus lembut tangan Mely yang melingkar di pinggang nya.


Senyuman itu semakin menggelitik hati Rival, disaat Dia mengingat ekspresi dan desahan istrinya itu saat digagahinya bercampur dengan semilir angin. Sehingga kenikmatan dan kebahagiaan yang dirasakan keduanya seolah menggema dan tersebar bersama hembusan angin malam yang dingin.


Mely yang masih memeluk Rival di boncengan, tidak kalah bahagianya. Karena cita-cita nya terwujud juga. Dia menahan rasa sakit yang luar biasa itu, disaat junior Rival berusaha merobek selaput darahnya dengan lembut walau akhirnya Rival terpaksa melakukan dorongan keras agar pintu surga duniawi itu terbuka.


Selain merasa bahagia, serta nikmat-nikmat sakit. Mely juga merasa malu. Disaat penyatuan keduanya diakhiri oleh Rival dengan menarik tubuhnya dari dekapan Mely. Dia bisa melihat ekspresi keterkejutan suaminya itu. Sehingga dengan refleksnya Rival langsung mengambil pakaian mereka yang tercecer. Sedangkan Mely masih terlentang.


Rival mengambil botol air, yang tergeletak di dekat mereka beraksi. Kemudian Rival membersihkan bagian bawah Mely dan miliknya. Yang membuat Mely mengaduh kesakitan. Tapi, Rival tidak menanggapinya. Rival buru-buru membantu Mely berpakaian, sepertinya Rival merasa takut dan malu. Dia takut ada orang yang melihat aksi gila mereka.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya, Rival langsung membopong tubuh Mely ke atas motor. Dia pun melajukan motor itu. Walau Mely masih merasa perih dibagian bawah sana. Dia menahannya karena saat ini. Dia dibonceng Rival dalam posisi mengangkang.


"Abang marah?" tanya Mely lembut. Mereka masih di atas motor dan sebentar lagi akan sampai di Hotel.


Rival menyergitkan keningnya. Dia heran kenapa istrinya itu menanyakan pertanyaan bodoh itu.


"Kenapa diam saja? Abang marah ya, karena kita melakukannya tadi di tempat yang tidak layak." Mely sedikit menaikkan intonasi suaranya. Dia sungguh tidak sabar menunggu jawabannya suaminya itu.


"Abang tidak marah sayang. Abang bahagia koq. Saking bahagianya, Abang tidak bisa berkata-kata lagi. Sungguh itu adalah malam pertama yang jauh dari ekspektasi Abang. Tapi, kalau diingat-ingat kelakuan kita tadi, membuat Abang senyam-senyum. Itu artinya Abang bahagia." Ucap Rival dengan hati bahagia. Dia menggengam satu tangan Mely dan menempatkannya di dada bidangnya.


"Coba Adek rasakan detakan jantung Abang." Mely merasakan detakan jantung Rival sangat cepat dan kuat.


"Tahu gak sayang, kita yang melakukannya tadi. Tapi, sekarang Abang yang merasakan ketakutan." Ucapnya bergidik ngeri. Dia membayangkan aksi mereka jika dilihat orang.


"Syukurlah tidak ada orang yang lihat." Ucap Mely dengan tertawa kecil.


"Iya sayang, asal Adek tahu. Dibayangan Abang itu. Kita melakukan nya di tempat yang tertutup, di atas ranjang yang empuk dan ditaburi oleh bunga mawar." Ucap Rival dengan nada sedikit kecewa.


Kenapa pula malam pertama mereka seperti itu Ceritanya. Tapi, setiap pasangan memang punya cerita tersendiri saat melakukan malam pertama. Dan kejadian ini akan menjadi sejarah dan kesan tersendiri buat kita dan pasangan.


"Kita kan bisa mengulanginya lagi seperti suasana romantis yang Abang bilang tadi. Lagian tadi kita melakukannya sedikit buru-buru dan hanya sekali." Ucap Mely, Dia pun menguap. Dia sudah lelah dan mengantuk.

__ADS_1


"Iya sayang. Adek sudah menkantuk?"


"Iya." Jawab Mely, Dia mendaratkan ciuman di punggung Rival yang ditutupi oleh jaket tebal itu. Yang membuat Rival sangat senang dengan kelakuan istrinya itu. Yang membombardir punggungnya dengan banyak ciuman.


Sesampainya di loby Hotel. Rival memarkir motornya. Dia langsung membantu Mely turun dan membopongnya menuju kamar mereka. Sepanjang perjalanan menuju kamar di dalam lift. Suasana menjadi canggung. Mereka malu dengan kelakuan mereka. Sesampainya di kamar Rival langsung berjalan menuju kamar mandi.


Mereka pun mandi bersama di dalam bathtup dengan air hangat. Karena merasa belum terpuaskan dengan aksi bercocok tanam mereka tadi di atas bukit. Sehingga kini mereka melakukannya lagi sebanyak dua kali di dalam kamar mandi tersebut.


Mely yang merasakan sakit, tetap berusaha menahannya. Pasalnya walau terasa sakit, tapi Dia menyukai rasa itu. Mungkin rasa sakit itu ditimbulkan dari robeknya selaput daranya. Dan Mely yang minim pengalaman itu. Masih belum paham, caranya agar tidak sakit lagi.


Setelah tenaga habis terkuras. Mereka pun memutuskan untuk tidur. Walau masih ada rasa ingin melakukan nya. Tapi, tubuh mereka yang sudah lelah. Terpaksa harus diistirahatkan. Inilah namanya selera kuat, tenaga tidak ada.


🌻🌻🌻


Sudah dua hari mereka berkurung di kamar. Selama dua hari ini pun yang mereka lakukan hanyalah berkebun. Rival selalu mengolah kebunnya dengan baik. Dia ingin bercocok tanam dengan hasil maksimal. Kalau bisa bibit yang mereka tanam cepat tumbuh, berkembang dengan baik.


Pasangan suami istri ini seolah tidak kenal waktu. Apalagi Rival sudah tahu cara bercocok tanam yang baik di ladangnya. Sehingga ladang yang dikebuni selalu minta dikunjungi.


Seperti pagi ini. Mereka yang sudah siap-siap untuk berkunjung ke tomok dan menjenguk Pak Firman, akhirnya schedule mereka harus tertunda karena Mely minta diladangi. Mely kecanduan dengan permainan suaminya itu. Hingga ronde ketiga pun terpaksa dipercepat. Karena ponsel Mely terus saja berdering.


Mely yang terkulai lemas, tidak sanggup lagi mengambil ponsel di atas meja dekat ranjang. Sehingga Rival langsung berinisiatif untuk mengambil nya. Inilah yang disukai Mely dari suaminya itu. Rival seolah mengerti apa yang diinginkan nya.

__ADS_1


TBC.


like, coment positif dan Vote sangat ku harapkan.😍🙏


__ADS_2