Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Seprei difigurakan


__ADS_3

Kini Yasir dan Rili sudah berada di parkir khusus. Yasir membuka pintu mobilnya dan turun, kemudian memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk istri tersayangnya.


Rili masih cemberut, ucapan Yasir saat di mobil tadi sangat mengganggu pikirannya. Dia menyimpulkan Yasir berbohong kepadanya, yang mengatakan hanya Dia lah wanita satu-satunya yang dicintainya. Padahal tadi Yasir membuat pengakuan punya banyak mantan.


"Adek kenapa?" tanya Yasir lembut dan penuh ke khawatiran. Dia mengelus pelan pipi Rili, yang seolah tidak ingin disentuh itu.


"Apa Abang ada salah? Apa tadi di kedai Abang melakukan kesalahan?" Rili menggeleng.


"Terus Adek kenapa ini? kenapa matanya seperti ingin menangis?" ucap Yasir bingung. Dia menyisipkan rambut ke belakang telinganya Rili yang beterbangan karena angin.


"Tidak apa-apa. Adek kangen Mama dan Ayah." Ucapnya membuat alasan. Padahal Dia kesal dengan pernyataan Yasir yang punya banyak mantan.


"Jangan cemberut gitu dong? nanti Abang tidak fokus saat rapatnya." Ucap Yasir lembut, Dia menarik Rili kepelukannya, mencium kening dan puncak kepala Rili. Kemudian merangkul Rili sembari berjalan masuk ke Hotel.


Saat berada di lift khusus, Rili masih cemberut. Tingkah Rili itu membuat Yasir semakin gemas. Dia pun menggendong Rili saat pintu lift terbuka. Yasir membawa Rili ke kamar Hotel yang mereka tempati saat malam pertama. Kamar itu memang khusus untuk keluarga Yasir, apabila ingin menginap di Hotel tersebut.


"Adek tunggu Abang ya? tidak lama, hanya dua jam. Kalau Adek bosan disini, Adek boleh keluar. Tapi, kabari Abang Ya sayang." Ucapnya setelah Dia mendudukkan Rili di atas ranjang. Yasir kemudian mencium kening dan bibir Rili. Ciuman Yasir itu, langsung dilumat Rili. Yang membuat mata Yasir melotot. Tidak biasanya istrinya seagresif ini. Sejak pagi tadi, Rili selalu mendominasi.


Rili seperti batang pisang saja, Yasir sudah senang. Apalagi Rili berubah menjadi agresif dan sangat bergairah begini. Membuat Yasir bahagia sekali. Mengingat waktu rapat yang sudah mepet, Yasir pun menyudahi kemesraan mereka.


"Sayang, jangan goda Abang dong?" Abang mau kerja dulu ya?" ucap Yasir gemes, Dia pun merangkum wajah Rili dan menciuminya secara membabi buta. Yang membuat Rili pasrah saja.


"Tunggu Abang disini ya!" Yasir mengurai pelukan Rili. Dia kembali mencium kening Rili dan akhirnya keluar kamar, dengan ekspresi wajah senyum-senyum sepanjang jalan menuju ruang rapat.


Jef melihat kedatangan Bos nya yang senyum-senyum itu. "Sepertinya jatah Bos selalu meluber ya?" Goda Jef, saat berjalan disebelah Yasir menuju ruang rapat. Yasir berhenti, karena tidak suka dengan ucapan Asistennya itu.


"Apa maksudmu?" tanya Yasir serius, dan menajamkan matanya ke arah asisten nya itu.


"Pasti tadi malam Bos dapat rapel banyak." Ucap Jef. Yasir bingung, Dia gagal fokus dengan maksud ucapan Jef.

__ADS_1


"Maksudku Bos dapat jatah double terus mungkin ya? sehingga Bos senang banget pagi ini." Ucap Asisten Jef dengan sedikit suara keras. Sehingga orang yang berjalan di lorong itu. Bisa mendengar suara Jef.


"Pelankan suaramu. Makanya kamu cepetan menikah. Biar tahu rasanya surga dunia. Habis merasakan surga dunia. Pergi gi kamu ke surga sesungguhnya."


"Mati dong Bos. Iya, kalau masuk surga. Kalau masuk neraka bagaimana?" tanya Jef dengan bingung. Percakapan mereka sudah ngelantur.


"Kamu pasti masuk surga. Makanya cari lubang surga duniamu dulu." Ucap Yasir tertawa. Memang ya laki-laki otaknya isinya mesum terus.


Akhirnya percakapan tidak berfaedah itupun terhenti, disaat mereka memasuki ruang rapat.


***


Rili berjalan menuju balkon Hotel. Dari atas balkon Dia bisa melihat, hamparan laut biru yang luas, yang ditengahnya terdapat pulau. Namanya pulau situkkus. Di hamparan laut luas, banyak sekali orang yang menaiki banana boat. Rili jadi pingin menaiki wahana tersebut. Tapi, Dia takut. Dia menjadi trauma dengan air yang dalam, saat Bella berniat membunuhnya di kolam renang saat berada di pulau Mursala.


Tiupan angin yang kencang dari arah laut, membuat mata Rili menjadi kering dan berair. Dia meninggalkan balkon berjalan menuju lemari pakaian. Dia ingin memeriksa mas kawin yang diberikan Yasir. Yaitu seperangkat alat sholatnya. Yang belum dibukanya dan disimpan di lemari.


"Terimakasih sudah sangat mencintai wanita biasa seperti ku." Ucapnya sambil mengelus mukena full bordir emas itu. Mukenanya sangat lembut dan ringan. Rili sangat menyukainya.


Puas memengangi mas kawin dari Yasir. Rili berjalan menuju jendela. Manik matanya tertarik melihat sebuah figura besar. Tapi isi figura itu bukan foto.


Rili lebih mendekat ke figura tersebut yang disandarkan di dinding dekat jendela.


"Ini seperti seprei, tapi koq ada bercak warna merah seperti darah yang sudah kering ya?" Ucap Rili sambil memperhatikan isi dalam figura besar itu.


Betapa terkejutnya Dia. Isi figura itu adalah seprei warna putih yang menjadi seprei ranjang mereka saat belah duren.


Bercak darah yang sudah kering itu hampir mirip simbol cinta dengan ukuran sebesar buah kelengkeng dan bercak-bercak kecil juga terdapat di seprei itu.


Rili jadi teringat saat usaha mereka belah duren. Yasir yang tidak tegaan itu membuat belah duren mereka sukses setelah tiga hari berusaha membobol gawang pertahanan Rili.

__ADS_1


Yasir tidak tega melihat Rili meringis kesakitan. Sehingga Dia tidak memaksa menjebol pertahanan Rili.


"Apa maksudnya coba, membingkai seprei ini." Ucap Rili sambil memengangi figura itu. Hatinya saat ini begitu bahagia. Cinta tulus keduanya akhirnya bersatu. Rili terus saja memandangi figura itu sambil berjongkok. Dia sampai tidak menyadari kedatangan Yasir.


"Cantik dan unik kan sayang?" ucap Yasir, Dia berjongkok disebelah kanan Rili.


"Iya, tapi kenapa mesti dibingkai segala sih sayang?" Ucap Rili manja, yang membuat Yasir gemas, ingin memakan Rili.


"Ya harus dong sayang. Ini suatu prestasi dan kebanggan Abang. Akhirnya Abang bisa merasakan belah duren. Aduhhh... rasanya nikmat sekali." Yasir tersenyum dan mencium pipi Rili. Dia membantu Rili berdiri dan duduk di atas ranjang.


"Jadi kalau Rili tadi tidak Perawan, apa Abang masih mau sama Rili.


" Ya pasti mau lah sayang. Abang tidak menuntut kamu harus perawan. Tapi, semua pria pasti bahagia mendapati istrinya masih perawan. Abang bersyukur sekali. Abang bisa melakukan itu sama Adek." Ucap Yasir lembut, kini Dia menuntun Rili ke atas ranjang.


"Abang pingin loh sayang?" ucap Yasir sambil membelai rambut Rili. Kini keduanya sudah duduk dibibir ranjang.


"Stop....! sebelum melakukan itu. Adek pingin tanya."


"Tanya Apa." Yasir sudah membuka resleting gaun Rili berwarna peach itu.


"Dimana sekarang mantan Abang itu?"


TBC


Mohon beri like coment rate 🌟 5 dan vote ya kak.


Mampir juga ke novel ku yang berjudul


PARIBAN I HATE YOU

__ADS_1


__ADS_2