
Malam ini, Rival dan Mely kembali mendatangi prkatek Dokter Obgyn. Setelah antri selama 20 menit. Kini giliran mereka masuk ke ruang praktek tersebut. Dokter yang berjenis kelamin laki-laki itu yang bernama Dokter Arony langsung terkejut, melihat pasien berikutnya yang harus diperiksanya. Pasalnya Dia ingat betul wajah-wajah pasangan ini, dimana Mely yang dengan polosnya menceritakan gejolak nafsunya meningkat setelah hamil.
"Malam Dok," Ucap Rival duduk di kursi yang disediakan khusus untuk pendamping ibu hamil yang akan diperiksa.
"Malam Pak Rival, bagaimana keadaannya. Apa si mual masih sering datang?" seloroh Pak Dokter, meledek Rival. Karena saat pertama kali masuk ke ruangan Dokter tersebut. Rival langsung muntah. Karena Dia tidak tahan mencium aroma khas ruangan Dokter itu, yang bau carbol.
Rival tersenyum kecut, tapi Dokter itu tidak melihatnya lagi. Karena Dia kini sudah duduk disebelah ranjang yang ditempati Mely untuk diperiksa dengan alat.
"Si mual sudah tidak datang lagi Dok, karena sudah ku tembak dengan resep Dokter." Jawab Rival, sambil tertawa kecil.
"Syukurlah Pak Rival." Dokter menunggu perawat, selesai mengoleskan gel khusus ke atas permukaan perut Mely. Setelah perawat selesai mengoleskan gel khusus yang berfungsi mencegah terjadinya gesekan antara kulit dan transducer, Dokterpun mulai menggerak-gerakkan transducer itu di atas perut Mely. Gerakan ini diperlukan agar gelombang suara yang dikirim mampu memantul kembali dan memunculkan gambar yang baik.
"Semuanya dalam kondisi baik. Air ketuban cukup, letak plasenta kedua janin ini juga bagus berada di depan." Ucap Dokter terus menggerak-gerakkan transducernya.
"Plasenta itu apa sih Dok?" tanya Rival dengan penasarannya.
" Plasenta itu suatu organ dalam kehamilan yang berfungsi menjaga bayi tetap hidup. Tidak hanya itu saja, organ ini juga dapat memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan janin di dalam kandungan.
"Manfaat utama dari plasenta atau ari ari bayi ini adalah memberikan oksigen serta nutrisi sehingga janin pun berkembang di dalam kandungan. Oksigen dan nutrisi yang dibawa melalui aliran darah ibu kemudian menembus ari ari bayi. Dari sini, tali pusar yang terhubung ke bayi membawa oksigen dan nutrisi tersebut.
"Melalui plasenta, bayi juga dapat membuang zat yang tidak ia perlukan, seperti karbon dioksida. Kemudian, diteruskan ke aliran darah ibu untuk dibuang oleh sistem dalam tubuh. Plasenta pun menghasilkan hormon yang dibutuhkan Anda di masa kehamilan, seperti oksitosin, laktogen, estrogen, dan progesteron. Ini dapat melindungi bayi dari infeksi." Terang Pak Dokter yang begitu ramah itu.
Rival manggut-manggut mendengar penjelasan Dokter itu.
Kini Pak Dokter kembali ke meja kerjanya.
"Pak Rival sangat beruntung, Dek Mely mengandung bayi kembar, dimana setiap bayi punya plasenta tersendiri. Jadi nanti ada kemungkinan istri bapak melahirkan anak kembar tidak identik. Bayi kembar, tapi jenis kelaminnya berbeda." Ucap Dokter Arony tersenyum kepada Rival yang begitu antusias mendengarkan penjelasan Dokter Arony.
__ADS_1
Rival pun membantu Mely turun dari Bed.
"Sepertinya biaya tambah ini Pak Rival." Ucap Dokter tersenyum.
"Ada masalah serius kah, sehingga membutuhkan biaya tambahan?" tanya Rival mulai khawatir.
"Tidak, hanya saja, Bapak banyak bicara. Jadi butuh biaya tambahan konsultasi nya." Dokter Arony dan Rival tertawa secara bersamaan. Bisa-bisanya Dokter itu masih berseloroh.
"Silahkan ditambah Dok. Insyaallah uang di kantong sepertinya masih ada yang receh." Jawab Rival kembali tertawa kecil.
"Dok, soal kami yang tiap hari melakukan itu. Bagaimana ya Dok? apa bisa membahayakan anak-anak ku di dalam kandungan?" ucap Rival ragu, dengan memperkecil volume suaranya. Dia malu apabila didengar perawat, yang ada di mejanya yang dibatasi oleh tirai.
"Kalau saya jawab, bakal tambah lagi ni biaya nya." Dokter Arony kembali berseloroh.
"Itu bisa diatur Dok. Entar lebaran, saya tidak bersilaturahmi ke rumah Dokter. Kita tinggal salam-salaman dan meminta maaf. Lunas dech." Ucap Rival, menuntun Mely untuk duduk di kursi sebelahnya
"Melakukan itu di trimester berapa pun sebenarnya tidak dilarang. Kehamilan tidak akan terganggu akibat berhubungan badan, kecuali jika memang dari awal pemeriksaan diketahui kehamilannya bermasalah.
"Iya Dok." Jawab Mely malu, Dia pun menurunkan tangannya ke bawah meja. Karena Dokter memperhatikan kelakuan suaminya yang sok romantis itu.
"Berhubungan badan saat kehamilan di trimester awal memang pada umumnya yang dikhawatirkan adalah ancaman keguguran. Namun, 70-80 persen ancaman keguguran dilaporkan berasal dari kelainan pada janin atau kelainan saat pembentukan janin, kelainan kromosom, dan kelainan genetik. Sedangkan sisanya karena adanya kelainan di rahim, seperti adanya myoma dan kista. Dengan demikian, aktivitas dari luar, seperti olahraga dan berubungan sek*s saat hamil , jarang sekali mengakibatkan keguguran." Jelas Dokter, kembali menulis resep baru untuk Mely.
"Tapi Dok, istri saya mengeluh tadi sore. Katanya perut bagian bawahnya sedikit nyeri,setelah kami melakukan itu." Ucap Rival menatap Mely.
"Iya Pak Rival, makanya frekuensi, durasi dan gerakannya dikurangi ya tempo nya. Jangan main gas pool dong.!" Ucap Dokter tertawa kecil. Yang membuat wajah Mely merah merona bagai tomat matang, karena malu.
"Namun, sangat disarankan bagi para suami atau pasangan dari ibu hamil untuk menggunakan kon*dom saat berhubungan badan.Hal itu dikarenakan, pada air mani terdapat zat prostaglandin yang bisa memicu kontraksi, sehingga dapat menjadi ancaman keguguran jika usia kehamilan masih muda. Gerakan dan guncangan yang terlalu kuat juga harus diwaspadai oleh ibu hamil saat berhubungan badan.
__ADS_1
"Oohh.. Begitu ya Dok." Jawab Rival manggut-manggut. Sepertinya Dia harus membeli balon licin itu malam ini.
"Selain itu, untuk mendukung keselamatan janin, ibu hamil juga jangan sampai terlalu lelah akibat berhubungan badan." Ucap Dokter, Dia pun memberikan resep obat kepada Mely.
"Obat mual pak Rival masih adakan?" tanya Dokter.
"Tinggal sedikit lagi Dok."
"Baiklah, jika sudah habis dan Bapak masih sering mual. Bapak tinggal beli lagi ke apotik dengan menyebutkan namanya." Ucap Dokter tersenyum.
"Iya Dok. Saya mengerti." Rival dan Mely pun keluar dari tempat praktek itu, setelah membayar tagihannya.
"Anak Ayah sayang, Ayah bangga sama kalian berdua. Kalian sungguh hebat. Ayah dan Ibu mu yang sudah melakukan gunjangan hebat. Tapi kalian masih baik-baik saja. Tetap bertahan ya anakku sayang." Rival mengelus-elus perut Mely dengan sayangnya. Kemudian mencium kening Mely. Rival pun melajukan mobilnya.
"Kita mau kemana ini sayang?" tanya Mely, melihat rute perjalanan mereka berubah.
"Ke tempat penjual bandrek langganan Mas dulu. Mas ingin puding." Ucapnya tersenyum genit.
"Oohh... !" jawab Mely singkat.
"Tapi, Adek tidak Mas bolehkan minum bandrek. Karena jahe kurang bagus untuk ibu hamil." Ucap Rival.
"Mas tahu dari mana jahe berbahaya untuk janin." Ucap Mely, menatap lekat wajah suaminya yang samar-samar itu, karena mereka masih di dalam mobil.
"Dari tetangga Mas saat merantau di Batam dulu. Istrinya hamil, katanya tidak boleh minum jamu." Jawab Rival, Dia kembali mengelus perut istrinya itu dengan tangan kirinya. Dan tangan kanan fokus menyetir.
Rival merasa sangat bahagia saat ini. Dia akan jadi seorang Ayah. Anaknya kembar lagi.
__ADS_1
TBC
Tinggalkan jejak dengan like coment positif dan Vote ya say 🙏❤️😍