
Perkelahian mulai kembali terjadi, di atas tanah merah yang basah dan licin, diantara air hujan yang membasahi seluruh tubuh dan perkebunan, Gavlin dan Ronald saling menyerang dengan ganas dan liar.
Mereka berdua terus menghujamkan pisau pisau ditangan mereka, mereka jatuh bangun diatas tanah yang licin, bukan jatuh karena kena pukulan, namun karena tergelincir di tanah licin.
Gavlin menyabetkan pisau belati ditangannya pada Ronald, dia berusaha melukai tubuh Ronald.
Ronald berhasil menghindari hujaman pisau dari Gavlin, namun, Ronald tergelincir, dia terpeleset karena tanah yang sangat licin di guyur hujan deras.
Ronald pun kembali berdiri, lalu dia berlari ditengah guyuran air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya, Ronald menyerang Gavlin.
Gavlin menghindar, Ronald terus menyabetkan pisau lipatnya ke arah Gavlin, Gavlin terus menghindar dan menangkis serangan Ronald, lalu, dia sesekali membalas menyerang.
Tiba tiba, sabetan pisau lipat Ronald mengenai bahu lengan kanan Gavlin, baju dan kulitnya terluka, darah yang keluar, mengalir terkena air hujan.
"Gaaaavliiinnn!!" teriak Maya, dari tempat persembunyiannya.
Maya tampak panik, karena melihat bahu kanan Gavlin terluka. Gavlin pun geram dan marah, dia bersiap kembali, Gavlin memasang kuda kudanya, untuk menyerang.
Gavlin, menguasai 6 ilmu bela diri dari 3 negara, termasuk ilmu bela diri thailand dan brazil dia kuasai, dulu, saat remaja, dia belajar dan berlatih ilmu bela diri, Gavlin sejak kecil sudah persiapkan dirinya untuk membalas dendam.
Gavlin menyerang Ronald dari berbagai arah, Ronald sempat kewalahan menghadapi Gavlin yang berubah ubah menyerang dirinya.
Gavlin terus menyerang Ronald, berbagai jurus dari macam macam ilmu bela diri yang dia kuasai di keluarkannya untuk menyerang dan menghantam Ronald.
Pukulan dan tendangan jijitsu Gavlin menghantam rahang Ronald, seketika, Ronald pun terjatuh, terkapar diatas tanah basah dan dibanjiri air hujan.
Dengan cepat, Ronald bangun lalu berdiri, Gavlin dengan kalap menyerang Ronald, Ronald mundur dan menghindar ke kiri.
Lalu, Ronald menendang Gavlin, Gavlin pun terjajar ke depan karena di tendang Ronald. Lantas, Ronald kembali menyerang Gavlin.
Duel sengit terjadi, perkelahian yang seru disajikan Gavlin dan Ronald, di tengah guyuran hujan deras, Gavlin dan Ronald terus bertarung hidup dan mati. Mereka tak akan berhenti, sebelum diantara mereka ada yang mati.
Dari tempat persembunyiannya, dengan wajah yang cemas dan takut, Maya terus memperhatikan Gavlin yang tengah berkelahi dengan Ronald.
Ronald tampak geram, karena dia belum bisa juga mengalahkan Gavlin, lantas, dengan penuh amarah, dia pun menyerang kembali Gavlin.
Dengan membabi buta, Ronald menghujamkan pisau lipatnya pada Gavlin, Gavlin menangkis tangan Ronald yang memegang pisau, dia berbalik badan, lalu, menghujamkan pisau belatinya ke pinggang Ronald.
Ronald pun terjajar jajar mundur, dia memegangi pinggangnya yang terluka, akibat terkena sabetan pisau belati Gavlin yang menusuk pinggangnya.
Darah segar keluar, dari luka di pinggang Ronald. Gavlin menatap tajam wajah Ronald yang terlihat sedang meringis menahan sakit karena lukanya. Gavlin pun tersenyum sinis pada Ronald.
Dengan penuh amarah yang membara, Ronald menyerang Gavlin, Gavlin terus menghindar dan membalas memukul serta menendang Ronald.
Pukulan, tendangan dan tangkisan pun tersaji dalam duel Ronald dan Gavlin.
Kali ini Gavlin berhasil menyabet pisau belatinya ke perut Ronald, baju Ronald sobek, kulit perutnya tergores panjang dan terluka, serta mengeluarkan darah.
Kembali Ronald memegangi perutnya, dia semakin marah, karena Gavlin telah melukai dirinya. Dengan kalap, Ronald kembali menyerang, dia melompat menerjang Gavlin.
Gavlin pun menghindar, dia menjatuhkan badannya ketanah, untuk menghindari terjangan Ronald, lalu, tubuhnya yang berbaring di tanah berputar, kemudian, kedua kakinya membentuk seperti baling baling helikopter, dengan kedua tangan bertumpu diatas tanah.
Kedua kaki Gavlin berputar cepat mengarah pada Ronald, dan lantas menendang Ronald, dengan bela diri ala brazil, Gavlin menghajar Ronald.
__ADS_1
Ronald pun terjatuh ke tanah, Gavlin lantas melompat bangun dan berdiri, lalu, dia menerjang Ronald.
Dengan lututnya, dia menghantamkan lutut kakinya ke dada Ronald, Ronald pun terhenyak kesakitan. Gavlin memukuli wajah Ronald.
Dia terus menindih tubuh Ronald di atas tanah, menghujani Ronald dengan pukulannya. Ronald berusaha melawan.
Dia mencoba bangkit, dengan pisau lipat ditangannya, dia menyerang Gavlin, agar Gavlin melepaskan dan tidak menindih tubuhnya terus.
Dengan cepat Gavlin yang menindih tubuh Ronald menangkap tangan Ronald yang memegang pisau lipat. Dengan wajah penuh amarah, di genggamnya kuat tangan Ronald yang memegang pisau.
Lalu, dengan pisau belatinya, Gavlin menyayat tangan Ronald, Ronald teriak kesakitan, dan pisau lipat terlepas dari tangannya.
Tidak hanya sampai di situ saja, Gavlin tetap memegang kuat tangan Ronald, lalu, dengan tatapan mata yang mengerikan, Gavlin pun memotong tangan Ronald.
Darah segar muncrat dan keluar, lalu jatuh ke tanah di guyur air. Ronald teriak sekeras kerasnya, dia tampak sangat kesakitan.
Tangan Ronald di potong Gavlin, Gavlin benar benar melampiaskan amarahnya.
"Kamu harus mati bedebaaah!! Haruuusss maaatiii!!" teriak Gavlin, penuh amarah, ditengah guyuran hujan lebat.
"Kamu udah menghina harga diri Maya, kamu melecehkan gadis yang sangat aku cintai!! Aku gak bisa memaafkanmu!! Aku akan mencincangmu!!" teriak Gavlin kalap, dan mengamuk marah.
Lalu, Gavlin pun menghujamkan pisau belatinya ke perut Ronald, dia terus menerus tanpa henti menghujamkan pisau ke perut Ronald.
Mulut Ronald mengeluarkan darah segar, darah menyembur keluar dari mulut Ronald. Gavlin tak perduli, dia terus menusuk nusukkan pisaunya dengan penuh amarah ke perut Ronald.
Perut Ronald pun robek dan terluka cukup parah. Karena, entah berapa puluh kali Gavlin menghujamkan pisau belatinya ke perut Ronald.
Dari tempat persembunyiannya, Maya menatap wajah Gavlin, dia merasa takut dan ngeri, karena dia melihat wajah Gavlin berbeda saat ini, dia seperti bukan melihat sosok Gavlin yang selama ini dia kenal.
Ya, karena meluapkan emosinya, Gavlin yang mempunyai penyakit kepribadian ganda, atau psycho, seketika, pribadi jahat dalam dirinya muncul.
Dengan kalap, Gavlin mencabik cabik perut Ronald, Ronald megap megap, kehabisan nafas. Gavlin menyayat kulit perut Ronald.
Lalu, dimasukkannya tangannya ke dalam perut Ronald , kemudian dengan geram dan buas, Gavlin menarik dan mengeluarkan semua isi perut Ronald.
Usus Ronald pun terburai keluar karena diambil Gavlin, Gavlin benar benar menepati janjinya, mencincang tubuh Ronald.
Dengan membabi buta, dia terus mencabik cabik dan mengeluarkan isi perut Ronald, bagaikan seekor serigala liar yang lapar, dia mengeluarkan isi perut Ronald.
Ronald pun lantas mati, terkapar diatas tanah, Gavlin yang kalap dan tak sadarkan diri karena sudah kerasukan dengan kepribadiannya yang lain, terus menghujamkan pisau belatinya ke tubuh Ronald.
Kali ini, Gavlin menghujamkan pisau belatinya, ke dada Ronald, dia tak perduli Ronald sudah mati, Gavlin terus menusuk dada Ronald, lalu menyayat nyayat dada Ronald.
Dengan penuh amarah, Gavlin pun merobek dada Ronald, lalu, dimasukkannya tangannya ke dalam dada Ronald.
Gavlin mengeluarkan jantung Ronald, Mata Maya terbelalak lebar melihat Gavlin mengambil jantung Ronald.
"Aaaaaarrrghhhhh!!" teriak Gavlin ditengah hujan.
Dia mengangkat tangannya tinggi ke atas sambil menggenggam jantung Ronald.
"Ini akibatnya kamu melecehkan gadis yang aku cintai !!" Teriak Gavlin penuh amarah.
__ADS_1
Maya pun lantas keluar dari tempat persembunyiannya, dia segera berlari cepat ke arah Gavlin. Maya melihat, Gavlin akan memakan jantung Ronald.
Dengan cepat, Maya melompat ke arah Gavlin, lalu, dia mendekap dan memeluk erat tubuh Gavlin dari belakang, Maya mendekap dan memegangi kedua tangan Gavlin, agar Gavlin tidak memakan jantung Ronald.
"Sudah, cukup, Vlin!! Hentikan!! Aku mohon, Hentikaaan!!" teriak Maya menangis.
Maya menangis, dia tetap memeluk dan mendekap erat tubuh Gavlin, Gavlin sesaat meronta, agar Maya melepaskan dirinya.
"Tenang, Vlin, tenang, ini aku Maya!! Jangan kamu lakukan itu, Vlin, jangan kamu makan jantung Ronald!!" ujar Maya dengan suara keras sambil menangis.
Maya menangis sedih, karena dia tak tega melihat Gavlin berubah menjadi sangat menyeramkan, dia juga tak ingin Gavlin menjadi seorang kanibal, yang memakan daging manusia.
Karena itu, Maya memberanikan diri mencegah Gavlin. Maya terus mendekap kuat tubuh Gavlin sambil menangis ditengah hujan deras.
"Cukup, Vlin. Ronald sudah mati, kamu udah membalaskan dendamku, dendam Ayahku, dan juga dendammu." ujar Maya, terisak menangis.
Gavlin terdiam, lalu, tangannya pun terkulai di tanah, jantung Ronald terlepas dari genggaman tangannya, lalu, jantung itu jatuh ke tanah.
Dengan sikap dingin, walau dia di peluk dan di dekap kuat Maya dari belakang, Gavlin pun menggorok leher Ronald yang sudah terkapar mati.
Gavlin memotong leher dan kepala Ronald dengan sadis, Maya memejamkan matanya, tak berani melihat semua itu.
Lalu, setelah leher dan kepala Ronald terlepas dan terpisah dari tubuh Ronald, Gavlin pun diam dan menyeringai sadis.
Maya masih terus menangis memeluk tubuh Gavlin, untuk sesaat, Gavlin pun terdiam, Lalu, beberapa detik kemudian, Gavlin pun seperti tersadar.
Dia yang tadinya kerasukan pribadi jahatnya yang ada didalam dirinya, kini, mulai normal sebagai Gavlin. Gavlin melihat tubuh dan Kepala Ronald yang terpisah. Lalu, dia menoleh pada Maya yang memeluk dirinya.
"May." ujar Gavlin.
Mendengar suara Gavlin, Maya pun melepaskan pelukan dan dekapannya pada tubuh Gavlin.
Gavlin berbalik badan dan menatap wajah Maya, Maya tersenyum menatap wajah Gavlin, dia melihat, wajah Gavlin sekarang tidak lagi menyeramkan seperti tadi, saat dia membantai Ronald.
Dia tahu, Gavlin mengamuk dan kalap, menjadi lupa diri seperti orang kerasukan, karena dia marah dan tersinggung, akibat Ronald telah melecehkan dirinya.
Maya pun memaklumi perbuatan Gavlin yang sangat sadis itu pada Ronald. Gavlin menatap lekat wajah Maya. Tatapan matanya penuh cinta dan kasih sayang pada Maya.
"Kamu gak apa apa kan, May?" tanya Gavlin.
"Aku baik baik aja, Vlin." ujar Maya, tersenyum senang.
"Kamu gak usah takut lagi, May. Monster itu udah ku bunuh!" tegas Gavlin.
"Iya, Vlin. Aku tau." ujar Maya, tersenyum senang.
"Lantas, bagaimana dengan mayatnya, Vlin?" tanya Maya.
"Akan ku bakar, May. Agar gak ada yang menemukan mayatnya!" ujar Gavlin.
"Iya, Vlin." Angguk Maya.
Maya tak membantah, dia menuruti perkataan Gavlin. Maya pun lega, karena orang yang sudah melecehkan dirinya dan membuat Ayahnya koma, mati terbunuh oleh Gavlin.
__ADS_1